[Series] Coming To You – 12

Coming to youu 2

Author

Jung Yoorey

Title

Coming To You

Cast

Sandara Park (Dara 2NE1), Kwon Jiyong (GD Big Bang)

Other Cast

BigBang member, 2ne1 member, Choi Jinri (Sulli ex-F[x]), other

Genre

Fantasy, Romance, Angst, Hurt

Backsound’s

Park Bom – You and I

Note

[!!!] Baca note diakhir cerita

 

Kenapa saat kau mulai berharga, kau pergi? apa ini yang kau sebut bahagia?

*

Jiyong’s apartement, 20.30 KST

Cklit!

Jiyong menoleh ketika mendengar bunyi jepretan dari belakangnya. Alisnya terangkat melihat sandara yang begitu antusias bergaya didepan ponsel barunya. Jiyong menggelengkan kepalanya kemudian lanjut memasak ramyun. Ia tersenyum tipis saat mendengar bunyi jepretan lainnya.

“aku tidak tahu kau sangat gila foto.” Ucapnya sambil terus mengaduk ramyunnya.

Sandara menghentikan aktivitasnya dan menatap punggung jiyong girang. “aku tidak tahu kalau bercermin bisa semenyenangkan ini!”

Jiyong terkekeh kecil. “Aku sudah bilang itu bukan bercermin, tapi memotret, dara-ssi.”

Sandara mengangguk-angguk. “ini menyenangkan karena aku bisa mengabadikan wajahku dan kejadian-kejadian ini. aku tidak yakin akan bisa melakukannya lagi nanti.”

Gerakan jiyong terhenti saat mendengar ucapan sandara barusan. Senyumnya memudar perlahan. “n-nanti..?”

Sandara mengangguk pelan walau jiyong tidak dapat melihatnya. “ah.. eng..” sandara meletakkan ponselnya di meja dan berdiri dari duduknya. Ia berjalan mendekati jiyong yang masih terdiam di tempatnya berdiri. “apakah makanannya sudah jadi?” ia bertanya upaya mengubah topik pembicaraan. Ia tahu jiyong akan sensitif jika berbicara soal kata nanti.

Jiyong menghela nafas pelan sebelum kembali mengaduk ramyun yang sedang dimasaknya. Ia bisa merasakan sandara berdiri disampingnya. “apakah aku harus memecahkan telurnya?”

Sandara menggeleng keras. “jangan! Jangan! Aku tidak suka jika bagian kuningnya pecah.”

Jiyong hanya tersenyum tipis dan mematikan kompor. “baiklah, makan malam sudah siap.”

*

Sandara duduk di sofa ruang tengah sambil melihat-lihat fotonya di ponsel, sementara itu jiyong juga sedang berkutat di ponselnya sambil duduk dikarpet ruang tengah. Mereka diselimuti keheningan, sibuk dengan dunia masing-masing sampai akhirnya jiyong mengumpat.

motherf*cker! Dasar manusia tidak berguna!”

Sandara melirik jiyong bingung. lelaki itu terlihat menggeser-geser layar ponselnya sambil menggerutu. Raut wajah lelaki itu mengeras. “jiyong? kenapa dengan umpatan kasar itu?”

Jiyong mendesah gusar tanpa mengalihkan tatapannya dari ponsel. “bukan apa-apa.”

Sandara menggigit bibir bawahnya. “kau yakin?”

Jiyong mengangguk singkat. “ya.”

Sandara menghela nafas pelan dan kembali melihat-lihat foto yang diambilnya tadi. Sejak pertama kali memotret di namsan, galeri foto sandara sudah mencapai 200. Ia begitu excited dengan cermin ajaib itu. walau sebagian hasil jepretannya blur, tapi dia tetap bangga.

Disisi lain, jiyong mendesis kecil melihat obrolan di grup angkatan kampusnya di line. Dia bisa melihat apa yang menjadi hot news disana.

Jiyong berkencan di namsan dengan kekasihnya

Kwon Jiyong memakai couple token dengan kekasihnya

Jiyong berpelukan dengan kekasihnya?!

Jiyong selca!!

Mata jiyong menjadi pedih ketika membaca apa yang sedang ramai dibicarakan di grupnya itu. dengusannya mengeras ketika melihat fotonya yang sedang berjalan-jalan dengan sandara, lengkap saat ia melakukan selca dan berpelukan.

Sialan.. darimana mereka mendapatkan ini? dasar penguntit.. gerutunya sebal. Sekarang jiyong yakin harga dirinya sudah tercubit satu persatu. Ayolah, ice prince seperti jiyong ketahuan berselca ria dengan bando dan jepitan di rambut blondenya yang cool! Apalagi kalau teman-temannya—terutama seungri—sampai tahu, jiyong yakin ia akan menjadi topik komedi nomor satu disetiap omong kosong teman-temannya.

Jiyong menatap komentar-komentar yang masuk menanggapi fotonya yang entah dipotret oleh siapa. Tatapannya terhenti pada satu komentar.

Dong Youngbae : selamat kwon jiyong-ssi, akhirnya kau dan sandara-ssi berkencan juga. kkk.

Jiyong mengernyitkan keningnya. Apa maksud youngbae? Apa dia kehilangan otaknya sekarang? jiyong menggerutu untuk kesekian kalinya dan membalas komentar youngbae.

Kwon Jiyong : urus dirimu sendiri, youngbae-ssi.

Tanggapan jiyong barusan rupanya menggemparkan grup itu. berbagai macam percakapan berhamburan masuk, entah itu menyapa jiyong, membela jiyong, atau bertanya hal menjijikkan seperti ‘jiyong-ah kau sudah makan?’. Tapi lelaki itu tidak peduli dan menunggu komentar dari youngbae. But—nope.

Jiyong mendengus dan segera keluar dari obrolan grup untuk membuka grupnya yang lain. Grup yang berisikan ia dan teman-temannya—seungri, seunghyun, daesung, bom, chaerin, dan minji.

Choi Seunghyun : uhuk! Kupikir seseorang akan meneraktir kita..

Park Bom : uhuk! Kupikir seseorang akan meneraktir kita.. (2)

Choi Seunghyun : aku sudah tidak sabar

Gong Minji : ada apa ini??

Park Bom : lihat di grup angkatan, mingkyy!

Gong Minji : oh my god, jiyong oppa dan dara unnie?!

Kang daesung : apa ini benar-benar jiyong?! *ROTFL*

Kang Daesung : -sent a photo-

Choi Seunghyun : -sent a photo-

Choi seunghyun : aku sudah menjadikannya wallpaper hpku..

Park Bom : HOLY SHIT AKU MENJADIKANNYA WALLPAPER CHAT! MEREKA MENGALAHKAN PASANGAN BARAT! HEOL..

Park Bom : -sent a photo-

Gong Minji : aku akan mencetaknya menjadi poster dan menempelkannya di dinding kamarku

Park Bom : aku akan mencetaknya menjadi poster dan menempelkannya di dinding kamarku (2)

Gong Minji : dae oppa, balas personal chatku

Kang Daesung : ah maaf aku keasikan di grup 😀

Choi Seunghyun : aku akan mencetaknya menjadi poster dan menempelkannya di dinding kamarku (3)

Choi Seunghyun : ROTFL

Lee Seungri : WHAT THE F*CK

Lee Seungri : INI KWON JIYONG?!?!

Lee Seungri : -sent a photo-

Lee Seungri : -sent a photo-

Lee Seungri : SIAL PERUTKU SUDAH JATUH DI LANTAI! HAHAHA

Lee Seungri : oh tuhan oh tuhan

Lee Seungri : -sent a photo-

Lee Seungri : AKU AKAN MENJADIKANNYA CASE PONSELKU. AKU BERSUMPAH DEMI JAGUNG BOM

Lee Seungri : -sent a photo-

Lee Seungri : KWON JIYONG KAU BENAR-BENAR NOMOR SATU! WKWKWK~

Choi Seunghyun : kau darimana saja rat?

Park Bom : aigoo kau baru muncul langsung spam. Ponselku jadi lambat, bodoh. DAN JANGAN UNGKIT SOAL JAGUNGKU

Lee Seungri : aku habis dari UGD, nafasku sesak karena terlalu banyak tertawa kkk~

Lee Seungri : wkwk maafkan aku

Kang Daesung : -sent a photo-

Kang Daesung : lihat aku mendapat foto baru jiyong yang sedang berselca dengan aegyo..

Choi Seunghyun : ya ampun.. jiyong kau sangat mengejutkan

Park Bom : bisakah seseorang memberitahuku dimana tempat mencetak poster yang masih buka di malam hari? Aku benar-benar excited sekarang 😀

Gong Minji : -sent a photo-

Gong Minji : #jiyong-do-pout #rotfl

Lee Chaerin : OMO! aku kehilangan kata-kataku.. 😀

Lee Chaerin : apa ini nyata? Jiyong kau berselfie dengan.. pout?!

Lee Seungri : JIYONG KAU IMUT JADIKAN AKU KEKASIHMU!

Park Bom : JIYONG KAU IMUT JADIKAN AKU KEKASIHMU! (2)

Choi Seunghyun : JIYONG KAU IMUT JADIKAN AKU KEKASIHMU! (3)

Kang Daesung : JIYONG KAU IMUT JADIKAN AKU KEKASIHMU! (4)

Lee Chaerin : JIYONG KAU IMUT JADIKAN AKU KEKASIHMU! (5)

Gong Minji : DAE OPPA! JANGAN BERANI UNTUK SELINGKUH, TAU?!

Kwon Jiyong : berisik sekali. kalian mau kupukul? Dan kau rat, tunggulah besok!

Jiyong mendesah malas. hal yang dia takutkan—atau lebih tepatnya kesal akhirnya terjadi. teman-temannya sudah tahu dan ia harus siap menjadi bahan godaan mulai sekarang.

“sial.” Umpatnya lagi.

Sandara menaikkan alisnya. Kali ini ia yakin bahwa sesuatu telah terjadi pada jiyong. “kwon jiyong, kenapa denganmu?”

Jiyong menggeleng sambil terus mengetik sesuatu di ponselnya. “bukan apa-apa.”

Sandara mengerucutkan bibirnya. “kau mengabaikanku.”

Jiyong meletakkan ponselnya dan menolehkan kepalanya. “bukan apa-apa kok, kau memotret lagi saja.” setelah mengucapkan itu, jiyong kembali menoleh dan memainkan ponselnya.

Sandara menggigit pipi bagian dalamnya kesal. ia memilih untuk kembali fokus pada ponselnya. Keningnya mengkerut ketika melihat sebuah pesan masuk. Ia menjelejahi ingatannya dan ia menemukan saat jiyong mengajarinya menerima pesan masuk. Sandara menggerakkan telunjuknya untuk membuka pesan itu.

From : +9090123

Hello, apakah kamu sedang bosan? Tidak memiliki teman untuk berbincang? silahkan klik ini untuk bersenang-senang, kamu tidak akan menyesal^^ –> *link* <– terima kasih, selamat menikmati!

Sandara mengernyitkan keningnya bingung. ia tidak mengenal siapa yang mengirim pesan. Ia mendongak pada jiyong. “jiyong—”

“aku sudah bilang bukan apa-apa!”

Sandara tersontak kecil kebelakang mendengar suara jiyong yang mulai meninggi. Memang bukan bentakan, tapi intonasinya terdengar sangat kesal. sandara menghela nafas pelan dan menutup mulutnya rapat-rapat. Ia tahu, lelaki itu kembali menjadi pria dingin yang sangat menyebalkan.

Gadis joseon itu masih menatap pesan yang masuk, ia sangat penasaran dan tidak berani untuk bertanya lagi pada jiyong. dengan rasa penasaran yang mulai membengkak, ia menekan pesan itu tepat ditulisan berwarna biru (link) dan sebuah windows baru muncul.

Sandara mengernyitkan keningnya ketika ia diminta untuk menulis namanya dan memasukkan fotonya. Berbekal rasa sok tahu, sandara mengetikkan namanya (jiyong sudah mengajarinya). Ia tidak tahu cara memasukkan fotonya dan akhirnya ia memasang sebuah gambar kartun yang tersedia. Web itu meminta sandara untuk menekan kata ‘selesai’ dan gadis itu menekannya. Tidak lama, muncullah tulisan,

Selamat bergabung di Spark Chat. Silahkan tunggu teman mengobrol anda J

Sandara mengernyitkan keningnya dan memilih untuk menunggu dengan ragu seperti yang diinstruksikan. ia menatap layar ponselnya dengan mata bulat yang polos.

Jiyong masih fokus pada ponselnya ketika melihat line dari chaerin.

Lee Chaerin : jiyong, kau sudah tidur?

Jiyong mengernyitkan keningnya. Ia segera membalas line sahabat kesayangannya itu.

Kwon Jiyong : belum. Ada apa chae?

Lee Chaerin : ah tidak. oh ya, apa kau punya kontak sandara? Aku pikir aku ingin mengobrol dengannya

Kwon Jiyong : hm tunggu sebentar

Jiyong meletakkan ponselnya dan menoleh ke sandara yang sedang menatap ponselnya lamat-lamat. “dara, coba perlihatkan ponselmu. Aku harus melakukan sesuatu.”

Sandara mendongak dan menggeleng cepat. “tidak bisa. Aku sedang menunggu sesuatu.”

Jiyong mengernyitkan keningnya. Ia berdiri dan segera duduk disamping sandara, matanya menatap ponsel sandara. “apa itu, heh?”

Sandara kembali fokus pada layar ponselnya. “aku sedang menunggu.”

Jiyong dengan cepat menarik ponsel sandara membuat si empunya memekik. “he-hei! Aku sedang menunggu! Kau tidak boleh mematikannya!”

Jiyong mendesis dan melihat apa yang sedang ditunggu gadis itu. bertepatan saat jiyong memegangnya, sebuah pesan masuk via page yang dibuka sandara.

Nemo prince : hai.. sandara-ssi? 😉

Mata jiyong terbelalak selebar-lebarnya ketika melihat pesan tersebut. Sandara mundur sedikit ketika merasakan aura gelap yang memancar dari setiap inci kulit jiyong.

Jiyong mencengkram ponsel sandara sekeras mungkin. “dara.. apa yang kau lakukan?”

Sandara menenggelamkan badannya di sofa jiyong sambil melirik-lirik kukunya. Sesekali dia mencuri pandang pada jiyong yang masih mematung dalam amarahnya yang mungkin akan segera meledak diatas normal.

“kau tahu ini apa, hah?” suara jiyong menjadi makin dalam diikuti oleh sandara yang makin tenggelam di dalam sofa.

“a-aku hanya penasaran.. dia hanya menyuruhku menunggu kok!” bela sandara sebisa mungkin untuk melindunginya dari amukan naga marah.

Jiyong mendecak. “apa yang kau tunggu?”

Sandara menatap jiyong gugup. “eng.. teman mengobrol..?”

HELL! Berhenti melakukan hal aneh sandara! Untuk apa mencari teman mengobrol huh? kau bisa mengobrol denganku! lagipula sebelum melakukan sesuatu, kau harus bertanya padaku dulu, jangan seenaknya seperti ini! bagaimana kalau ini adalah situs prostitusi?! Kau mau melihatku gila, hah?!”

Amukan jiyong yang menggebu-gebu membuat sandara tersontak tanpa sadar. Ia menunduk sedikit. “ta-tapi..”

“kau tidak tahu apa-apa tentang zaman sekarang dara, sangat banyak modus untuk membodohi masyarakat apalagi perempuan polos sepertimu! Jangan melakukan hal aneh tanpa memberitahuku. Zaman sekarang sangat berbahaya! Cukup memotret dan mendengar musik saja, jangan membuka hal lain!”

Sandara menggigit pipi dalamnya. Wajahnya memerah. “Aku sudah—”

“jangan pernah membuka ini lagi. dan jangan mencari teman mengobrol lain apalagi itu lelaki! Kau punya aku yang bisa kau ajak mengobrol! Lain kali kau harus bertanya padaku ten—”

“—aku sudah mencoba mengajakmu bicara tapi kau tidak ingin mengobrol denganku. aku sudah mencoba untuk bertanya tapi kau malah membentakku. Aku.. aku.. aku hanya penasaran dan..” sandara menggantung kalimatnya dan meremas ujung bajunya. Air matanya sudah akan jatuh, tapi ia menahannya. Ia tidak ingin lagi terlihat cengeng didepan jiyong. tapi mungkin percuma, sandara memang cengeng dan jiyong tahu itu.

Jiyong mendesah kasar. Ia meletakkan ponsel sandara di samping ponselnya dan mengacak rambutnya sendiri. setelah merasa emosinya mulai bisa dikendalikan, jiyong segera menggenggam tangan sandara, tapi gadis itu hanya diam dan menunduk. tubuhnya bergetar pelan.

Jiyong melembutkan tatapannya. “aku hanya takut sesuatu terjadi lagi padamu, dee. Mengertilah, semua hal bisa saja menyakitimu. Kau tahu kan aku bisa sangat gila bahkan hanya melihatmu bersama lelaki lain? Kita tidak tahu apa yang bisa saja terjadi. maaf aku bersikap kasar lagi padamu..” bisik jiyong sambil mengangkat dagu sandara agar menatapnya.

Sandara menggigit bibir bawahnya dan mencoba untuk tidak menatap mata jiyong. jika dia menatap lelaki itu sekali saja, mungkin pertahanannya akan runtuh.

Jiyong mendesah pelan melihat sandara yang hanya diam dan melirik ke bawah, enggan untuk menatapnya. Terlihat jelas air mata menggenang di pelupuk mata gadis itu. jiyong mengeratkan genggamannya ditangan sandara.

“maaf dee. tapi apa aku salah jika aku hanya takut kehilanganmu?”

Sandara terhenyak dan tanpa sadar ia menatap mata jiyong. tatapan lelaki itu sangat menusuk, terlihat lemah, takut, dan benar-benar tajam.

Sandara tidak tahu darimana keberanian itu datang, tapi ia malah memeluk lelaki itu. melingkarkan tangannya di pinggang jiyong dan membenamkan wajah di dada lelaki itu. jiyong tersentak dengan perlakuan sandara barusan. Jantungnya berdegup sangat cepat sekarang.

“dara?”

Sandara menggeleng dalam dada jiyong. “maaf aku membuatmu khawatir, maaf aku membuatmu takut, maaf jiyong.. aku selalu melanggar laranganmu..”

Jiyong hanya menghela nafas. “berhentilah meminta maaf, dalam hal ini akulah yang bersikap terlalu berlebihan.”

Sandara terdiam. Pelukannya melonggar, ia mencoba untuk melepas pelukannya, tapi jiyong melingkarkan kedua tangannya di pinggang sandara—memeluknya dengan erat.

Sandara tersontak dan mendongak. “jiyong, apa yang kau lakukan?”

Jiyong tersenyum aneh. “kau yang memelukku duluan.”

Sandara mengerucutkan bibirnya. Benar juga, sandara lah yang memeluk jiyong duluan. tapi kenapa rasanya sangat aneh? Walau terasa nyaman, sandara merasa ada yang janggal disini.

Perasaan itu hilang saat jiyong melepas pelukannya dan menggenggam bahu sandara, memaksa agar gadis itu menatap matanya. “baiklah, mungkin aku akan melonggarkan sedikit larangan yang kuberikan. Kau boleh mengobrol dengan pria lain, tapi jangan sampai melewati batas seperti bertukar nomor ponsel, jalan bersama, atau hal-hal yang menjijikkan lainnya.”

Sandara berkedip beberapa kali menatap wajah jiyong yang terlihat frustasi. “jiyong..”

Jiyong menaikkan alisnya. “apa?”

“sejak awal kalau kupikir-pikir, kenapa kau sangat melindungiku? Kenapa kau sangat khawatir tentangku?”

Jiyong terbelalak. cengkramannya di bahu sandara mengendor. Benar juga, jiyong tidak pernah mengantisipasi pertanyaan seperti ini. dia pikir sandara tidak akan pernah bertanya hal semacam ini. apa yang harus dia jelaskan sekarang?

“eh? itu karena.. yah..”

“apa karena binyeoku yang harganya mahal itu?”

“BUKAN.” Jiyong mendengus sebal. Sandara terlalu polos bahkan disaat seperti ini.

“apa karena haru menyukaiku?”

Jiyong terdiam sejenak. Kemudian kembali melotot. “tidak. berhenti menebak, wajahmu terlihat konyol.”

Sandara merengut. “jadi kenapa? aku hanya bingung, kau sangat marah ketika aku bersama lelaki lain dan sangat khawatir jika aku tidak bersamamu. Apa kau..” sandara menggantung perkataannya.

Jiyong meneguk liurnya. Ia memang sudah mengakui perasaannya pada sandara, tapi dia tidak berharap sandara menebaknya seperti ini ditambah dengan wajah konyolnya. Apalagi saat dia mengakuinya dulu, sandara kan tertidur. jadi secara teknis, jiyong belum benar-benar mengakui perasaannya. “apa..?”

“apa kau berniat menjualku agar mendapat uang lebih banyak?”

DWEENG

Jiyong merasakan hantaman gong super jumbo menyentuh setiap inci gendang telinga dan otaknya. Pertanyaan apa itu? apa tidak ada lagi pikiran sebolot itu?

Jiyong menahan tangannya untuk tidak menjitak kepala gadis itu, tapi dia tidak bisa tangannya untuk tidak mencubit pipi chubby sandara. “kau sangat bodoh.”

Sandara mendelik dan berusaha melepas genggaman jiyong dipipinya. “kau akan dihukum pancung saat ayahku dengar kau mengataiku bodoh! Aku ini anak paling berharga, tau!”

Jiyong menyeringai. Sisi bibirnya naik. “uh-oh, sandara park ternyata tukang adu.”

Sandara menggigit pipi dalamnya upaya melepas tangan jiyong dari pipinya, tapi tidak bisa, jiyong mencubit pipinya dengan sangat gemas. “jiyong! sakit!” kesalnya.

Jiyong melepas cubitannya dan terkekeh. Matanya tidak sengaja melirik ke arah jam dan sudah menunjukkan pukul 21.20 KST.

Jiyong menoleh ke sandara yang masih mengerucutkan bibirnya kesal. tangannya mengelus kedua pipinya membuatnya terlihat sangat imut. Jiyong perlu menahan nafsunya untuk tidak memakan gadis itu bulat-bulat. Putra bungsu keluarga kwon itu tersenyum tipis dan berdiri dari duduknya. Salah satu tangannya terulur ke depan wajah sandara.

“waktunya untuk minum obat dan segera tidur, tuan putri yang ‘katanya’ berharga.”

Sandara mendongak dan menatap jiyong sebal. Tapi yang terjadi setelahnya adalah ia meraih tangan jiyong dengan senyum diwajahnya. Jiyong menuntunnya ke dapur untuk minum obat.

Ya, walau mungkin jiyong memarahinya, membuatnya menangis, atau melarangnya ini itu, tapi lelaki itu tidak pernah lupa untuk memperhatikannya. Sandara mulai takut jika dia akhirnya akan terbiasa dengan semua perlakuan jiyong. sandara takut perasan nyaman ini akan semakin besar dan menuntunnya ke arah yang tidak seharusnya. tapi dia ingin menikmati waktunya selagi dia bisa, dan menghabiskan waktu disamping jiyong sudah cukup membuatnya merasa aman dan hangat. Hanya perlu sedikit beradaptasi dan ia yakin ia akan segera menemukan kebahagiaannya.

Disisi lain, jiyong mulai yakin kalau sandara akan membalas cintanya—entah kenapa. Tinggal menunggu waktu yang tepat dan jiyong akan mengungkapkan perasaannya dengan benar pada sandara, melupakan fakta bahwa sandara mungkin akan kembali ke asalnya.

Dan untuk pertama kalinya, jiyong merasa ini adalah hari minggu yang sangat sempurna dibanding minggu-minggu sebelumnya.

*

Jiyong’s University, 07.10 KST

Jiyong keluar dari mobilnya dengan sunglasses dimatanya. Ia perlu menyiapkan sedikit mental tambahan untuk menunjukkan wajahnya setelah insiden jiyong-do-pout yang tersebar di seluruh kampus. Berbekal percaya diri yang setinggi langit, jiyong menapakkan kakinya dengan cool di koridor kampus. Ransel merah tersampir di bahu kanannya, snapback hitam, kemeja hitam, kaus putih, dan sepatu kets andalannya. Ia memang dikenal santai dalam berpakaian, tapi justru itu yang membuatnya sangat good looking. Jiyong punya fashion police yang patut diancungi jempol. Tidak salah kenapa banyak perempuan naksir berat padanya.

Sebuah pertanyaan muncul di otak beberapa mahasiswa ketika jiyong melangkah didepan mereka. dimana ‘pacar’ yang selalu bersamanya akhir-akhir ini? biasanya mereka terlihat bersama saat memasuki kampus. Tapi kali ini jiyong sudah sendiri sejak turun dari mobilnya.

Jiyong masih terus melangkah ketika seseorang merangkul bahunya. Jiyong menoleh dan mendengus malas. ia menepis rangkulan orang itu dan berjalan lebih cepat.

“yah, jiyong!”

Jiyong melengos. “aku sedang tidak mood untuk menceritakan tentang kemarin, jika itu yang ingin kau tanyakan.”

Orang itu menyeringai dan melangkah disamping jiyong. “aku tidak akan bertanya, membosankan untuk mendengarnya sendiri. kau tahu, cerita kencan itu baru asyik didengar saat bersama bom noona dan seunghyun hyung. mereka pandai membuat suasana.” Ia terkekeh diujung kalimat.

Jiyong mendesis. “bicara sekali lagi, aku akan mencekikmu, rat.”

Rat atau lelaki yang memiliki nama lengkap lee seungri itu mendelik pura-pura takut. “aku takut, uuh~.”

Jiyong meringis melihat seungri melakukan pout. Tangannya bergerak memukul mulut sahabatnya itu dengan pelan beberapa kali sampai seungri memundurkan bibirnya. “yah yah, lakukan sekali lagi dan kupastikan kau akan punya tempat tinggal baru di pemakaman umum.”

Seungri menggelengkan kepalanya ngeri dan berjalan di samping jiyong dengan tenang. Tapi ketenangannya memudar saat ia menyadari ketidak hadiran seseorang. “dimana dara-ssi?”

Jiyong melirik seungri sekilas dan kembali melihat kedepan. “kenapa mencarinya?”

Seungri mendengus. “biasanya dia ada disampingmu. Apa dia di perpustakaan? Atau dia dirumahnya? Oh atau dia sudah kembali ke jerman?”

Jiyong mendecak sebal. Seungri tidak akan pernah menghentikan serangan cerewetnya. “dia berada dimanapun itu bukan urusanmu. Berhenti bertanya rat, aku akan benar-benar memukulmu.” Jiyong menunjukkan kepalan tangannya yang terlihat haus tonjokan. Seungri meringis ngeri, jiyong tidak bercanda kali ini. mungkin dia harus menahan diri untuk beberapa menit sebelum kembali mengganggu jiyong. tentu saja, seungri dilahirkan untuk meramaikan kehidupan orang-orang, terutama jiyong, sahabat karib tercintanya. Aku ditakdirkan untuk mengganggu jiyong—ia akan menjawab seperti itu jika jiyong bertanya kenapa ia sangat menyebalkan.

*

“…. jadi begitu ceritanya, unnie!”

“wah seru sekali!”

“aku ingin memperlihatkannya padamu, tapi aku tidak tahu cara menyalakan DVD. Kita tunggu jiyong oppa saja, ya?!”

“ya ya!”

Senin pagi di apartement jiyong rupanya cukup ramai oleh kikikan heboh dua perempuan, satu berumur 31 tahun dan satunya berumur 7 tahun. Mereka berbincang sangat seru dengan topik musang biru atau lebih dikenal dengan robot kucing bernama Doraemon.

Sandara menggeliat pelan dan melihat ke arah tv. “haru-ah, kau punya seseorang yang kau sukai?”

Haru—gadis kecil itu mendongak dengan mata bulatnya. “aku punya!”

Sandara menoleh membalas tatapan haru dengan mata yang juga membulat. “wah, dia pasti pria yang beruntung!”

Haru tersenyum bangga menampilkan gigi-gigi kecilnya. “tentu saja! kami akan segera menikah nanti!”

Sandara terkikik. “jadi siapa pria beruntung itu?”

“dia tinggal di sebelah rumah halmeoni, namanya daniel. Dia sangat tampan!”

Sandara mencubit pipi haru gemas. “coba perlihatkan dia padaku, aku akan menilainya apakah dia cocok denganmu atau tidak.”

Haru menggeleng keras. “tidak boleh!”

Sandara mengernyitkan keningnya. “kenapa?”

Haru melipat tangannya didepan dada lalu mengerucutkan bibirnya. “nanti kalau daniel melihat unnie, dia bisa jatuh cinta padamu. Kau kan sangat cantik, unnie. dan daniel suka perempuan cantik.”

Sandara terkekeh. Tangannya menyeka poni haru ke belakang telinganya dengan lembut.“aigoo.. kata ibuku, semua perempuan itu cantik. kalau dia tidak cantik, berarti dia lelaki. Kalau menurutku, kau itu sangat cantik haru-ah.”

Haru menatap sandara berbinar. “aku cantik?”

Sandara mengangguk. “berlipat-lipat dariku.”

Wajah haru terlihat merona lucu. Ia tersenyum lebar. “aku cantik!”

Sandara terkekeh. “tapi sebelum membuat wajahmu cantik, kau harus membuat hatimu cantik lebih dulu.”

“maksud unnie?” kening gadis kecil itu mengkerut.

“yaa seperti kau harus bersikap baik dan sopan. Kau harus menghargai orang-orang yang baik padamu, siapapun itu. jangan biarkan mereka bersedih. Nah itu salah satu contoh hati yang cantik.” jelas sandara sambil mencolek hidung haru.

Haru membulatkan matanya. “wah! Apa daniel akan makin menyukaiku jika hatiku cantik?”

Sandara mengangguk cepat. “Tentu saja, dia mungkin tidak akan menyukai gadis lain lagi selain kau.”

Haru melonjak kegirangan sambil menepuk tangannya antusias. “yippie! Yippie!”

Sandara menatap haru sambil tersenyum manis. Ia memang sangat suka dengan anak kecil. ia berharap memiliki seorang adik, tapi nyatanya dia adalah anak bungsu dan saudara-saudaranya rata-rata lelaki. Bermain bersama haru rasanya seperti memiliki seorang adik perempuan.

“lalu unnie, apa kau memiliki pria beruntung juga?” haru bertanya sambil membulatkan matanya ke arah sandara

Gadis joseon itu terbelalak sekilas lalu tersenyum tipis. “aku.. mungkin punya dan mungkin tidak.”

Haru mendelik. “apa-apaan itu unnie? kalau begitu jadilah kekasih jiyong oppa!”

Sandara melotot tidak percaya. Tiba-tiba wajahnya memerah mendengar seruan polos dari keponakan jiyong itu. “apa yang kau bicarakan haru-ah? Aku dan oppamu bukan dalam hubungan seperti itu. aigoo..”

Haru menggigit bibirnya kesal. “unnie, jiyong oppa itu sangat sulit menyukai perempuan. Tapi sekali dia menyukainya, dia tidak akan berpaling. Tolong jangan sakiti oppaku, ya? aku percaya unnie bisa melakukannya.”

Sandara melongo. Bagaimana bisa anak berumur 7 tahun menasehatinya soal percintaan? “omo.. lihat dirimu haru-ah, kau terlihat lebih tua dariku.” Goda sandara sambil mencolek pipi haru.

Haru mengerucutkan bibirnya sebal, tangannya terlipat didepan dada. “Aku serius unnie!”

Sandara hanya tersenyum dan mengelus rambut haru. “tentu saja aku tidak akan menyakiti oppamu, dia baik dan tidak ada alasan untuk menyakitinya.”

“jadi unnie mau menjadi kekasih oppa?” haru menatap sandara berbinar.

Sandara mengernyitkan keningnya pelan. bahkan haru pun menjodohkannya dengan jiyong. apa zaman ini seorang lelaki dan seorang perempuan yang berteman dekat harus dijodohkan? Tapi entah kenapa, sebagian dari dirinya sangat ingin mengatakan ‘ya, tentu saja!’. tapi sebagian yang lainnya merasa ragu. sandara tahu, jiyong mencintainya. tapi kenapa rasanya ia sangat terbebani?

Sandara tersenyum menggoda. “kau menjodohkanku dengan oppamu agar daniel tidak menyukaiku kan?”

Haru melotot semakin sebal. “unnie!”

*

“aku tidak yakin itu cocok untukmu, tapi kau akan menyukainya, hyung.”

“hm aku akan memainkan sedikit nadanya. Tapi ada apa dengan liriknya? Kau sedang patah hati?”

“semua komposer punya rahasia sendiri dibalik lagunya.”

“apa itu sandara?” goda seunghyun.

“mungkin bom noona.”

Seunghyun mencibir mendengar ucapan jiyong barusan. Mereka sedang duduk di taman kampus sambil menunggu bom—atau lebih tepatnya jiyong menemani seunghyun menunggu bom, wanita itu ingin meminta seunghyun mengantarnya ke suatu tempat. Jiyong memainkan ponselnya saat seunghyun kembali fokus pada lembaran kertas miliknya saat seseorang datang.

“hai boys.”

Jiyong dan seunghyun mendongak lalu tersenyum tipis. “hai, tiffany.”

Tiffany, si ratu kampus itu mengambil tempat duduk yang kosong dan menaruh tasnya diatas meja. Ia melipat tangannya didepan dada sambil menatap jiyong. “kudengar kau punya kekasih, itu benar?”

Jiyong mengantongi ponselnya dan melirik seunghyun tapi lelaki itu hanya menatap tiffany datar. Jiyong mengangkat bahunya. “terkadang mereka suka membuat hoax, kan. Kau tahu itu.”

Tiffany hanya mengangguk-angguk. “baguslah.”

Jiyong mengernyit. “kenapa memang?”

Tiffany tersenyum sambil melirik seunghyun lalu menatap jiyong kembali. “temanku ingin berkenalan dengan temanmu itu. dia sangat patah hati saat mendengar berita kalau kau berpacaran dengannya. Aku yakin dia akan senang mendengar kalau kau bukan kekasihnya.”

Jiyong melotot sementara seunghyun mencibir untuk kesekian kalinya. ia bingung, berapa banyak drama lagi yang akan dia lihat tentang jiyong-sandara? Heol.

“sampaikan pada temanmu kalau dia harus melangkahi mayat seunghyun dulu kalau ingin mendekati temanku.” Gerutu jiyong sebal. Ia berusaha mengontrol ekspresi wajahnya, tapi tiffany bisa melihat sisi cemburu disana.

Seunghyun melotot sementara tiffany terkekeh manis. “shit you, kwon.” Desisnya.

Tiffany tersenyum menampilkan eyesmilenya yang mempesona—khas ratu kampus. “aku bercanda. Rupanya kau memang sedang dalam periode protective, ya? bom sangat heboh tentangmu di grup club kami. Katanya kau lebih protektif dari seorang gadis PMS.”

Jiyong mengutuk si ratu jagung itu dalam hati. dia seharusnya melakban mulut besar bom sebelum hal seperti ini terjadi—and well, ini terjadi. ingatkan jiyong untuk menyumpal mulut bom! Persetan dengan fakta bahwa bom lebih tua darinya. Terkadang, generasi muda jauh lebih agresif dari yang seharusnya.

“baiklah, sepertinya aku harus pergi. oh ya, ini untuk kalian berdua.” Tiffany merogoh sesuatu di tasnya dan menjulurkan tiga undangan berwarna gold di atas meja. “awalnya aku ingin menitipnya di bom, tapi aku yakin dia tidak akan memberinya pada kalian tapi memberikannya pada teman clubnya. So, aku akan marah kalau kalian berdua tidak datang. Dan berikan satu undangan itu pada kekasihmu, jiyong. ajak dia, okay? See you, boys.”

Tiffany memberi wink pada dua temannya itu dan segera pergi ke arah meja tempat teman-temannya berkumpul. Jiyong dan seunghyun mengernyit bingung dan meraih undangan itu. jiyong bergumam pelan sambil membaca undangan dari tiffany.

“wuah, kita mendapat meja vip.” kagum seunghyun sambil terus membaca isi undangan.

Jiyong mengangguk-angguk. Isi undangan itu adalah undangan pertunangan tiffany dengan kekasihnya, choi siwon. Selain ratu kampus dan model freelance, tiffany juga pernah menembus entertaiment karena kekasihnya itu. tentu saja, siapa yang tidak kenal choi siwon? Si pengusaha muda yang sukses dan sangat tampan. tiffany adalah perempuan yang sangat beruntung. sayangnya dia justru menggunakan keberuntungannya itu untuk menindas orang-orang yang dia rasa tidak sebanding dengannya. Ya walau begitu, sebenarnya tiffany orang yang ceria dan baik, itulah alasan jiyong berteman dengannya.

“acaranya malam ini tapi dia baru memberi kita undangannya sekarang. dasar ceroboh.” Ucap jiyong sambil mengantongi dua undangan kedalam tasnya. Pikirannya melayang jika ia membawa sandara besok. Jadi.. sandara akan memakai dress? Memakai make up? Menggandeng tangannya? urh, cheesy.. jiyong love it!!

“kenapa dengan lelaki ini? apa dia gila karena ketahuan memakai jepitan tunas?”

Lamunan jiyong memudar saat mendengar celutukan menjengkelkan yang merusak lamunan indahnya. bom. “noona, kau harus menutup mulutmu lain kali! Kenapa kau memberitahu tiffany soal aku dan dara?”

Bom yang baru saja sampai hanya menatap jiyong tidak tertarik. Jiyong merasa darahnya mendidih melihat bom yang sangat cuek. Tapi baiklah, protes pada bom sama dengan protes pada tembok. Dia tidak akan pernah tertarik dan malah akan mencuekimu meski kau sudah memakan seluruh jarimu gemas.

by the way, shim songsaengnim mencarimu lagi. Datanglah keruangannya.” Kata bom sambil mengeluarkan tas kecil dari dalam tasnya.

Jiyong mendesah berat. “apa lagi kali ini? aku sudah mengumpul tugasku.”

“entahlah. mungkin dia melihat fotomu saat memakai jepitan tunas dan melakukan pout didepan kamera makanya dia shock dan memanggilmu keruangannya. Dia mungkin kehilangan nafasnya mengingat mahasiswa terdingin dikampus ini melakukan selfie dengan bando kucing dan jepitan tunas! BHUAHAHAHA!” tawa bom meledak membuat banyak orang menoleh. Seunghyun ikut terkikik geli mendengar godaan bom pada jiyong, sebenarnya inilah yang sangat dia tunggu, dimana bom mengusili jiyong. mungkin hanya candaan biasa, tapi jika bom yang membicarakannya, itu akan terdengar sangat humoris walau hanya gurauan konyol.

Jiyong mendesis kesal lalu meninggalkan taman kampus menuju ruangan dosen mautnya itu. dia mengangkat dagunya cuek, menghindari tatapan mahasiswa yang penasaran akan dirinya. saat ini otaknya hanya dipenuhi oleh si dosen killer itu.

Sial, apa tugasku ada yang tidak beres? Tuhan, selamatkan aku!

*

Aku pikir sulli akan mencari jiyong di apartementnya.

Seungri memutar gas motornya lebih dalam. motor besarnya meliuk-liuk dengan lincah di daerah gangnam. Chaerin, perempuan yang digoncengnya itu mengencangkan pegangannya dipinggang seungri.

Pagi tadi chaerin tidak sengaja bertemu youngbae dan lelaki itu bilang sulli akan pergi ke rumah seseorang, dan kemungkinan terbesar itu adalah rumah jiyong. sebenarnya bukan masalah besar karena jiyong sedang dikampus, tapi mereka harus tetap mencegah sulli. dia tidak boleh mendekati jiyong lagi entah dengan cara apapun.

Kenapa? tentu saja seungri dan chaerin tidak ingin jika jiyong kembali pada sulli setelah apa yang gadis itu lakukan. Terakhir saat mengetahui sulli pergi ke luar negeri, jiyong hampir bunuh diri dan menghancurkan semua yang dilihatnya. Dia bahkan berkelahi dengan youngbae sampai keduanya masuk rumah sakit. Dan jika sulli kembali lagi.. entah apa yang akan dia lakukan pada jiyong.

Setelah kepergian sulli, sangat sulit untuk membuat jiyong kembali ceria seperti dulu. dia menjadi sering diam dan mendingini banyak orang. Jiyong sangat terpukul dengan kepergian sulli yang sangat membuatnya terpuruk. Seungri dan chaerin kehabisan akal menghibur jiyong.

Sampai suatu hari jiyong datang dan berkata kalau dia akan memulai hidup baru, melupakan sulli. lelaki itu berkata dengan jelas jika dia tidak ingin melihat sulli lagi. dia takut jika melihat sulli lagi, dia akan kembali mencintainya dan melupakan semua rasa sakit yang pernah dia beri. Mungkin jiyong lupa kalau dia pernah berkata seperti itu, tapi seungri dan chaerin menandai hari itu sebagai hari dimana jiyong kembali menemukan hidupnya.

Oleh karena itu sulli tidak boleh bertemu dengan jiyong. apalagi sekarang jiyong memiliki sandara disisinya. Walau hubungan mereka belum jelas, seungri dan chaerin tahu kalau keduanya saling mencintai. Dan untuk kesekian kalinya, chaerin memilih untuk mengalah demi kebahagiaan jiyong. dan jika sulli masuk kedalam kehidupan jiyong lagi, untuk apa pengorbanan chaerin selama ini? baiklah, mengesampingkan fakta bahwa dia mencintai jiyong, chaerin tetap membenci sulli dan tidak akan mengizinkan gadis itu kembali datang kedalam kehidupan jiyong.

Jiyong sudah cukup disakiti. Sekarang ia perlu bahagia bersama gadis yang dicintainya. Chaerin takut jika jiyong akan kembali pada sulli dan meninggalkan sandara. Walau belum lama mengenal sandara, entah kenapa chaerin tidak ingin membuat sandara terluka—terutama jiyong. Hal yang serupa dirasakan oleh seungri. sebisa mungkin mereka akan melindungi jiyong dan sandara.

“chae, pegangan yang erat!” seru seungri ditengah dinginnya udara seoul. Chaerin memeluk pinggang seungri ragu dan ia merasakan motor seungri melaju diatas rata-rata sekarang.

*

Somewhere.

Sulli mengeratkan genggamannya di tali tasnya. Kaki jenjangnya berjalan memasuki sebuah lift apartement. Bibirnya tersenyum tipis bersama detak jantungnya yang berdegup cukup kencang.

Ia meneguk liurnya saat pintu lift terbuka di lantai 17. Sulli melangkah keluar dengan pelan keluar dari lift dan berjalan ke sebuah ruangan. Ketika sampai didepan pintu yang sangat familiar, ia tersenyum tipis.

Ting nong, ting nong.

Sulli menekan bel dua kali dan kembali menarik tangannya. ia merapikan rambutnya sedikit mencoba untuk menutupi gejolak kupu-kupu diperutnya.

“tunggu sebentar!” sulli mengernyit sekilas ketika mendengar suara perempuan dari dalam apartement. Tapi sedetik kemudian gadis itu menunjukkan smirk khasnya.

Cklek.

Sudut bibir sulli naik ketika melihat seorang perempuan cantik membuka pintu didepannya.

Sulli mengembangkan senyumnya bangga. “oh.. hai.”

*

Tok tok tok!

Chaerin mengetuk pintu apartement jiyong dengan tidak sabar. Seungri sedang dilantai dasar berbicara dengan petugas keamanan. Ia menggedor beberapa kali dan jantungnya berdegup keras ketika mendengar suara perempuan didalam apartement jiyong.

“oh tidak..”

Chaerin merasakan jantungnya berdegup keras. Ia kembali menggedor dan memencet bel dengan cepat. “s-sulli!! buka pintunya!”

Chaerin menggigit bibirnya takut. Apa jiyong sudah pulang dari kampus dan bertemu dengan sulli? apa sulli ada di dalam apartement jiyong sekarang? siapa perempuan didalam sana?

Pertanyaan chaerin buyar ketika pintu terbuka dengan pelan. chaerin mendecak dan segera membuka pintu dengan kasar membuat seseorang dibelakang pintu terdorong pelan.

“a-ah..”

Chaerin menoleh ragu dan matanya membulat sempurna melihat seorang perempuan berdiri dibelakang pintu sambil memegang lengannya. Perempuan itu tersenyum pada chaerin, menunjukkan wajah polosnya yang cantik.

“wah, hai chaerin.”

Rahang chaerin terasa jatuh dilantai sekarang.

TBC

Next >>

Author’s Note: karena dua chapter sebelumnya udah banyak daragon moment, di chapter kali ini daragon momennya dipotong dulu ya *tawajahil* buuut, tenang aja, di chapter selanjutnya bersiap-siap buat daragon momen yang udah saling terbuka satu sama lain XD.

Oh ya, kalau masih ada yang bingung tentang Jiyong-YB, sini aku jelasin secara singkat. Jadi dulu kan jiyong, YB, seungri, chaerin, dan sulli itu temenan kayak apa ya istilahnya.. yah pokoknya kayak gak ada yang bisa misahin mereka. sampai suatu hari jiyong dan sulli pacaran, mereka kayak jarang habisin waktu sma YB dkk lagi. nah setelah itu, pas prom night, jiyong liat YB sama sulli barengan gitu dan mereka ngaku kalau mereka memang punya hubungan dibelakang jiyong. nah sejak itu YB sama jiyong gak pernah bareng lagi, mereka kayak langit dan tanah. Mau tau rahasia-rahasia lainnya? Find out in CTY next chapter! wkwkwk

Well, maaf jika alurnya jadi seperti ini, tapi aku lagi dilanda galau berat gara-gara Yanggoon appa:’ sumpah aku excited banget pas YG ngeluarin poster who’s next yang 21 november 21:00. Aku yakin kalian juga pasti berekspektasi ke 2ne1 kan, same as me. Tapi kok muncul kabar kalo itu comeback badass leader;’( oke, aku juga nunggu banget comeback cl-roo, tapi 2ne1……. GAHD YG plz;( belum lagi soal bom yang katanya mau out, aku jadi stres sendiri dan tiba-tiba ide FF langsung blank-_- tapi demi reader setia di DGI terkhususnya untuk ff CTY, aku rela muter otak sedalam mungkin dan jadilah chapter ini. argh mendadak curcol nih. tapi blackjack pasti ngerti dong, makanya kita doa bareng-bareng demi kembalinya 2NE1 dan diconfirmnya daragon ROTFL. #blackjackishere #BJfor2NE1 #2NE1NOLZA ups jadi fangirlXD

Oke, sekian dulu bacot dari saya wassalamualaikum wrwb, selamat pagi siang sore malam wkwk. thanks for reading and keep wait the fanfiction, hengsho daragon and applers! J

Advertisements

29 thoughts on “[Series] Coming To You – 12

  1. Hilangkan sj sulli dari dunia ni jg gpp. Hahahaha…. Sbel liat pnggu daragon. Hehe…. Mnyebalkan. Peran cewe gatel slalu ada. Hahahahahhaa 😁

  2. G masalah kok moment daragonnya sdkit…tp dh ngena koj…palagi chat nya…hehehhe….ice prince nya bener2 down tuh ketahuan lg pout…hahhaaha…tp sulli lg ketemu ma sapa ya?bukan dara kyknya….pasti CL kaget krna nemu in dara di apartement jiyong….next dtggu thor….fighting”-“

  3. Si sulli bener2 deh…
    Suka bgt polos nya dara lucu, pengen bgt pny cowo yg kaya ji…
    Kasian ji di ledekin sma semua temen2nya

    Author saya vip tpi yg stan juga sih, iya berharap bgt 2ne1 comeback kangen sma queen of corn bom unnie…2ne1 nolza!!!

    Pokoknya hengso daragon applers author yg family and yg stand…fighting 👉👈❤❤❤

  4. Si sulli bener2 deh…yb juga
    Suka bgt polos nya dara lucu, pengen bgt pny cowo yg kaya ji…
    Kasian ji di ledekin sma semua temen2nya

    Author saya vip tpi yg stan juga sih, iya berharap bgt 2ne1 comeback kangen sma queen of corn bom unnie…2ne1 nolza!!!

    Pokoknya hengso daragon applers author yg family and yg stand…fighting 👉👈❤❤❤

  5. Sulli unnie itu dateng nggak akan ngerusak kehidupannya jiyong oppa lagi kan? awas aja sampe nyakitin jiyong oppa lagi. Mudah mudahan yang ditemuin chaerin unnie itu bukan sulli unnie, tapi kalo bukan, sulli unnie ketemu sama siapa dong???

  6. Omoonaaa apa itu sulli? kalo dia di appartnya jiyong otomatis ketemu dara dong??
    apa sulli nyakitin dara??
    apa mungkin chae kaget liat dara? soalnya dia blm taukam kalo dara tinggal bareng ji…
    semangaat teruus ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s