A Racer Dragon [Chap. 2]

cover (3)

Author: Mita (Kwonjita)

Main Cast| |Sandara Park ||Kwon Ji Yong ||Choi Seunghyun

Sprot Cast| Dong Yeong Bae | Lee Hi

G| | ER| |Drama | Romance

Length| | Chaptered | |

 

****

Akhirnya part 2 selesai juga, tapi aku rada kurang puas sama hasilnya. Ah, walaupun begitu aku sudah berusaha membuatnya, ku harap kalian masih menunggu untuk part2 berikutnya. So, silahkan dinikmati dan jangan lupa komen yah dan kritiknya juga, aku sangat menghargai kritik kalian itu chingudeul…

Aigooo…lupa, jangan bingung dengan nama yang muncul, padahal tidak main cast…kekeke, dan maaf untuk tepo dimna-mana

Hengsoo…😍😊✌

****

“aku menemukannya” ucapa pria yang dari tadi memperhatikan pria yang sedang balapan menggunakan ‘motornya’ itu. Dia sempat khawatir kalau pria itu tidak bisa mengendalikan motornya, karena dia melihat pria itu masih terlihat seperti pembalap amatir pikirnya. Tapi setelah dilihatnya berhasil, dan selamat sampai garis finis, dia tersenyum penuh arti dan beranjak pergi dari tempat mengintainnya.

“apa yang membuatmu tersenyum senang seperti itu” tanya pria setengah baya pada laki-laki bernama Teddy Park saat dirinya memasuki ruangan ketua Park Hyun Suk (maaf marganya mita ganti, hanya menyesuaikan saja) . Teddy adalah mantan pembalap nasional yang terkenal dengan julukan si penakluk tikungan (haha…ngarang suka-suka pikiran mita ingin menyebutnya seperti apa), sekaligus orang paling dekatdengan pria paruh baya itu.“nampaknya aku menemukan calon bintang baru” katanya masih dengan senyum bahagia yang masih terukir di bibirnya. Dia begitu senang pada apa yang dia temukan, seperti sedang menemukan anaknya yang hilang. -pria itu- yakin kalau anak itu punya potensi besar untuk menjadi bintang pembalap selanjutnya, dan bergabung dengan seunghyun mereka berdua pasti bisa menjadi team terkuat di ajang balapan musim nanti, batinnya tersenyum bahagia dengan ide cemerlangnya.

“kalau kau begitu yakin, maka bawa anak itu padaku. Aku akan menilai apakah dia layak untuk jadi bintang selanjutnya seperti katamu” ucap pria itu membuyarkan khayalan –pria di hadapannya-. Dia berseru senang mendengar itu, karena dia memang sedang mencari bakat baru itulah yang membuatnya begitu senang. “kau tenang saja, aku pasti akan membawa anak itu kehadapanmu” katanya penuh semangat membuat pria dihadapannya itu menggeleng tak percaya melihat tingkah orang sudah seperti ‘sahabatnya’ ini pikirnya.

****

Ji yong pov (masa sekarang)

Kalian pasti penasaran, bagaimana awal kedekatanku dengan dara hingga sampai jadi ‘sepasang kekasih’ seperti sekarang. Itu semua berawal dari jatuh sakitnya hayi, hingga sampai dilarikan ke rumah sakit karena aku merasa sakitnya mungkin parah. Saat aku berlari dengan hayi dalam gendonganku, aku dengan cepat berlari kesalah satu dokter yang terdekat dengan jarak ku berdiri sekarang, aku hanya melihat punggung dokter itu saja. Jadi aku tidak tahu kalau dokter itu adalah gadis idiot yang membuatku terjatuh karena menghindari dirinya hingga membuat motor ku rusak parah itu. Dan saat itu lah pertemuan keduaku setelah seminggu dari pertemuan pertamaku yang diawali dengan pertengkaran.

“kau sedang apa, sampai tidak menyadari kehadiranku?” aku mendengar suara lembut gadisku, dan itu berhasil membuat lamunanaku tentangnya buyar “ohh..wasseo?” tanyaku setelah dia duduk di dekatku, aku melihat dia mengangguk menjawab pertanyaanku. Dia adalah gadis yang aku ceritakan tadi, Sandara Park gadis cantik ku. Dia adalah dokter terkenal di seoul, bahkan dia dokter bedah paling cantik di rumah sakit tempatnya bekerja itu. Tidak hanya hebat dalam menangani semua pasiennya itu, tapi dia juga terkenal di kalangan para namja, karena parasnya yang sungguh cantik itu, bukan Cuma cantik dia juga cerdasnya kebangatan aku jujur mengatakannya.

“kulihat tadi kau melamun, memangnya apa yang kau lamunkan?” tanyanya menatap curiga padaku. Aku hanya tersenyum manis menatapnya, aku sangat menyukai sikap curiganya ini, dia terlihat sangat manis saat mata coklat hazel itu menatap curiga seperti itu padaku, itu terlihat sangat seksi dimataku. “berhenti menatapku seperti itu chagi” kataku menarik tubuhnya lebih mendekat padaku, dan memeluknya dari samping membuat wajahnya berada di dada bidangku.

“aku hanya sedang mengingat pertemuan kedua kita. Kau ingat saat aku berlari menghampirimu di rumah sakit dengan menggendong seorang gadis?” kataku lembut membelai pucuk kepalanya. Aku melihat dia mendongakan wajahnya menatapku, dia mengangguk menandakan kalau dia juga masih mengingatnya. “aku sangat terkejut saat itu, kalau kau sungguh seorang dokter. Aku mengira waktu kau mengobatiku itu kau hanya sok menjadi dokter pikirku” kataku tersenyum geli jika mengingat hal itu. Ku dengar dia mendengus kesal karena aku mengatakan dirinya sok jadi dokter. Tapi itu menjadi awal kedekatan ku dengannya saat di rumah sakit itu.

Seoul Hospital, Maret, 2014

“hayi-ah” panggilku setelah masuk kedalam rumah, tapi ini aneh aku tak mendengar suara adik ku itu. Biasanya dia paling antusias menyambutku pulang seperti ini, karena dia tahu aku pasti membawa makanan untuknya. Aku masih berteriak memanggil namanya, sambil berjalan menuju kamar hayi. Mungkin dia sudah tidur pikirku, karena ini memang sudah sangat malam jadi aku ingin memastikannya, tapi aku terkejut melihat tubuhnya tergelak tak sadarkan diri di lantai dekat tempat tidurnya. Tubuhnya begitu banyak mengeluarkan keringat dingin. Dengan perasaan khawatir aku berlari keluar untuk membawanya kerumah sakit, karena begitu khawatir aku memasuki rumah sakit termahal di Seoul. Aku tidak memikirkan bagaimana nanti aku membayar biayanya,  yang ada dipikiranku saat ini hanya keselamatan hayi.

Aku masih berlarimencari dokter dengan hayi dalam gendonganku. Tepat tak jauh dari temapatku berdiri aku melihat seorang dokter dengan tubuh mungil sedang memeriksa keadaan salah satu pasien. Dengan cepat aku menghampiri dokter itu, betapa terkejutnya aku setelah melihat siapa dokter itu.

“kau” kataku dengannya bersamaan, aku sungguh tidak menyangka jika gadis ini dokter sungguhan. Bagaimana mungkin pikirku, gadis ini seorang dokter melihat dari tampangnya waktu itu saja sangat meragukan. Tapi ternyata dia memang seorang dokter, “ya, apa yang kau lakukan. Kau ingin membuatnya meninggal oeh? Cepat baringkan dia disana” teriaknya membuatku kaget. Kenapa dia selalu berteriak seperti itu padaku, dia menyuruhku membaringkan hayi ditempat tidur pasien yang kosong. Setelah aku membaringkan tubuh hayi, dengan terampil dia memeriksa kondisi hayi. Dia terlihat sangat seksi, dengan jubah dokternya itu bahkan dia semakin seksi saat dia menaruh sebua benda ketelinganya aku tidak tahu benda apa itu.

Pandanganku tidak pernah beralih darinya, dia benar-benar cantik, aku rasa aura kencitkannya baru keluar saat dia bersikap serius seperti itu. Bukannya khawatir dengan keadaan hayi aku malah memandangi wajah gadis ini. “nampaknya dia mengalami colic abdomen” katanya membuyarkan lamunanku memandang wajahnya, sesat Aku melihat hayi sudah di tangani dengan baik. “colic a-a – ‘abdomen’ “ sambungnya cepat karena aku tak berhasil menyebutkan nama penyakit itu. ”lalu penyakit apa itu?. Apakah penyakitnya parah? rentetku padanya, karena aku memang tidak tahu penyakit apa itu. Aku takut itu penyakit yang parah, tapi pertanyaanku dia jawab dengan senyuman –senyuman termanis –  yang pernah ku lihat.

“penyakit ‘colic abdomen’ adalah sejenis ‘kram pada perut’, mungkin dia mengalami masalah pada pencernaannya. Tapi masih harus menunggu hasil lab, apakah hanya ‘kram’ biasa karena masalah pencernaan?, atau ada hal lain” jelasnya panjang lebar. Aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku mendengar penjelasannya, setelah menjelaskan itu dia berlalu pergi kembali melihat keadaan para pasiennya yang lain, dia menghentikan langkahnya sesaat setelah mendengar ucapanku “gomawo” dia tersenyum sebentar lalu kembali melangkah pergi.

Dara pov

Aku melihat laki-laki seperti sedang memohon pada salah satu pegawai administrasi, di lihat dari poster tubuhnya aku rasa laki-laki itu. Apa yang dia lakukan? Gumamku melihat tingkahnya. Tak lama dia beranjak pergi meninggalkan meja itu berlari keluar, karena penasaran akhirnya aku melangkah menghampiri meja itu.

“siapa dia?” tanyaku pada chaerin, dialah pegawai ‘administrasi’ di rumah sakit ini. Chaerin terlihat bingung dengan pertanyaanku barusan, dia melihat keluar sebentar dan baru mengerti apa yang ku maksud tadi padanya.

“ah.. laki-laki itu? Dia kwon ji yong wali pasien yang benama Hayi” jawabnya, kembali sibuk dengan pekerjaannya. “lalu, kenapa dia terlihat seperti memohon padamu?”

“itu karena dia tidak bisa membayar perawatan adiknya untuk satu hari ini, eunni kan tahu kalau rumah sakit ini meminta biaya separuh di awal saat pasien sudah mendapat perawatan saat pertama kali masuk ke sini. Jadi, untuk biaya hari berikutnya dia belum bisa membayarnya, itulah kenapa dia meminta keringanan”. Aku hanya menganguk mendengar penjelasan chaerin mengenai laki-laki itu, dan aku baru mengetahui namanya. Kelihatannya dia sangat menyayangi adiknya itu? Kenapa aku jadi penasaran ingin tahu lebih jauh tetang laki-laki itu? Aisshh aku medesis tak suka dengan persaan aneh yang tiba-tiba muncul ini.

“kalau begitu, kau bisa memotong gajiku bulan ini, untuk biaya adiknya itu sampai dia keluar dari rumah sakit ini” kataku enteng pada chaerin, aku juga bingung kenapa aku ingin membantunya. Aku melihat chaerin memandengku dengan tatapan bingun, aku juga bingung dengan diriku kenapa bisa seperti ini. “eunni…apa kau sungguh ingin melunasinya? Memangnya dia siapa? Apa dia namjachingumu?” rentetnya penuh selidik. Dia semakin mengerutkan alisnya bingung menatapku.

“ya, jangan banyak bertanya, kau lakukan saja perintahku tadi” kataku menatap tajam padanya. Dia hanya tersenyum bodoh menanggapi perkataanku, cih gadis ini cibirku melihat tingkahnya. Apa dia sedang tersenyum menggodaku sekarang?. “jangan tunjukan senyum itu padaku, dan perlu kamu tahu aku hanya membantu orang yang sedang kesusahan”.

“arraseo, aku akan melakukannya” katanya masih dengan senyum itu, dia masih menggodaku rupanya. Gadis ini sungguh aneh, apa salah membantu orang seperti itu, dia masih tersenyum bahkan setelah aku pergi dari tempatnya.

Aku kembali melangkahkan kaki ku dengan senyum bahagia menghampiri para pasien di rumah sakit ini. Aku berharap senyumanku ini bisa mengurangi rasa sakit yang mereka rasakan, pandanganku tertuju pada gadis yang sedang berusaha meraih gelas minum di sampingnya. Kurasa dia haus, aku melangkah menghampirinya dan membantu gadis itu mengambil gelasnya, dia terlihat keget tapi tersenyum manis padaku setelahnya.

“gamsahamnida” ucapnya meraih gelas dari tanganku. “apa kau masih merasakan sakit pada perutmu?” tanyaku padanya. Dia menggeleng menandakan kalu dia sudah tidak merasakan sakit lagi pada perutnya.

 “syukurlah, nampaknya besok kau sudah bisa pulang”

“jeongmalyeo?” ucapnya girang mendengar ucapanku “ah, apa dokter melihat pria aneh?” ucapnya lagi mengedarkan pandangannya menjari sosok laki-laki. ‘Aku tidak mengerti dengan ucapanya, siapa yang dia sebut pria aneh itu?’. ”urioppa” jelasnya setelah melihat tampang bingungku. “ah, oppa, aku melihat dia pulang tadi”

“aishhht..kenapa dia meninggalkan ku sendirian disini?” desisnya kesal karena ditinggal pulang kakaknya. Aku rasa gadis ini benar-benar dekat dengan kakaknya itu. “kamu pasti dekat banget yah sama oppa mu itu?” kataku, dia tersenyum mendengar pertanyaanku.

“hanya dia yang ku punya di dunia ini” katanya terlihat sedih “dia memang terlihat arogan, cuek samu orang lain. Tapi dia kaka yang hebat bagiku, dia bahkan rela tidak menjalin hubungan dengan wanita manapu. Dia takut jika –dia menjalin hunbungan, maka kasih sayangnya bisa terbagi untuk gadis itu-. Aku rasa dia itu bodoh, bagaimana –dia-  berpikiran seperti itu?” sambungnya tersenyum getir memandang kosong kedepan. Mendengar cerita hayi barusan, aku semakin penasaran dengan –pria itu- .

****

–bengkel yeong bae—

“yeong bae-ah” teriakku setelah mesuk kedalam bengkelnya “bae, aku butuh uang sekarang, jika tidak pengobatannya hayi akan dihentikan” kataku panjang lebar padanya, sampai aku tidak menyadari ada orang lain di ruangan itu. Dia terlihat tidak asing pikirku, aku pernah melihatnya tapi aku lupa dimana gumamku terus menatap –pria- dihadapanku ini, dia tersenyum sekilas melihat tampang bingung ku.

Ehem. Yoeng bae membuatku kaget dan mengingat kembali tujuan utamaku menghampiri bengkelnya ini. aku tidak peduli siapa orang ini?, yang aku butuhkan hanya uang dari sahabatku ini. “bae, to- perktaanku di potong cepat oleh sahabatku ini. “masalah uang, nanti kita bahas ji” bisiknya. Dia tersenyum canggung pada pada –pria- itu, cih cibirku, dia mengabaikanku hanya karena ‘sosok ini’? memangnya dia siapa sampai sahabatku ini berani mengabaikan ku seperti ini?.

“jadi dia yang menggunakannya?” tanya –pria- itu menunjuk padaku, apa yang dia maksud sebenarnya? Memangnya apa yang aku gunakan? Batinku bingung mendengar ucapannya. Aku melihat yeong bae mengangguk menanggapi pertanyaannya. “nampaknya kau butuh uang?” katanya beralih menatapku. Aku hanya diam tak berniat menanggapi pertanyaan –pria- di hadapanku ini. “kau ingin aku membantumu?” ucapnya lagi, apa sebenarnya yang dia inginkan dariku?.

“apa maksudmu?” kataku “aku akan memberikanmu uang, asal kau bersedia mengikuti pelatihan jadi pembalap kelas dunia” ucapnya membuatku kaget. Aku masih tidak percaya dia ingin aku jadi apa tadi? ‘Pembalap kelas dunia’. Siapa yang ingin menolak itu, maka dia bodoh jika menolaknya. Pikiranku masih berputar pada ucapan perkataan pria itu, sampai yeong bae menepuk bahuku membuat aku tersadar dari lamunanku. Tapi aku tidak melihat ‘pria’ itu lagi di sini.

“kau mencari apa?” tanya yeong bae karena melihat tampang bingungku yang sedang mencari sesuatu. “kau mencari ‘pria’ itu, dia sudah pulang. Dia memintaku untuk membawamu menemuinya besok, dan dia juga memberikan ini” kata yeong bae menyerahkan cek berjumlah sepuluh juta won. Aku terbelalak melihat secarik kertas yang yoeng bae serahkan padaku, bahkan di kertas itu bertuliskan angkan sepuluh juta won. aku bahkan tidak pernah melihat uang sebanyak itu. Apa dia gila memberiku uang sebanyak ini, uang ini benar-benar banyak.

“berhenti menatap bodoh seperti itu” kata yoeng bae “kau bisa menggunakannya, dengan syarat kau menemuinya besok” sambungnya seolah mengerti pekiranku. “aku akan menenuinya” ucapku berlari keluar meninggalkannya. Aku mendengar yoeng bae berteriak menanyakan kemana aku pergi. Nampaknya ini awal perubahan hidupku, aku harus membereskan biaya rumah sakit hayi dulu.

****

(ini kembali ke kediaman ji yong yah?)

“saat itu aku tahu kau sedang memandangiku penuh kagum, bukan?” katanya terkekeh. “ani..” elak ku padanya. Ku lihat dia mencibir karena aku tidak mengakuinya, aku selalu mengelak jika dia bertanya hal seperti itu. Jika aku mengakuinya, dia akan meggodaku terus-terusan dan aku tidak menyukai itu. Untuk saat ini aku tidak akan mengakui apa pun itu yang bisa membuatnya menggodaku.

“kau tidak ada jadwal hari ini?” kataku mengalihkan topik cepat. Kalau terus membahas itu, tidak akan pernah berakhir sampai aku mengakuinya. “emm…aku rasa tidak, wae?”jawabnya menatap penuh selidik. Satu lagi kebiasaannya, bukan cuman mengomel hal tidak penting, dia juga suka memaksa orang mengakui apa saja yang ingin dia ketahui dari orang itu. Terlepas dari itu semua dia adalah gadis yang ‘manis’ bahkan dia luar biasa, dia memang terlahir dari keluarga yang kaya, tapi dia tidak seperti gadis kaya kebanyakan yang suka menghambur-hamburkan uang keluarganya. Dara berbeda, dia bisa berhasil seperti sekarang itu karena usahanya sendiri, dia selalu mendapat ‘beasiswa’ saat sekolah, bahkan menjadi dokter sekarang itu juga dari ‘beasiswa’ yang didapatnya.

Karena itu lah dia sangat suka dengan orang yang bekerja keras untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Dia juga suka menolong, itu terbukti saat dia menolong diriku dengan biaya rumah sakitnya Hayi, tanpa sepengetahuanku dia yang membayar semuanya. Saat itu juga adalah pertemuanku dengan ayahnya dara pertema kali, setelah Teddy hyung membawaku menemuin –ayahnya Dara Prak Hyun Suk – ,aku bahkan tidak tahu kalau –dia ayahnya dara-.

“goog, kajja” ajak ku menarik tangnya pergi. dia memandang bingung dengan sikapku, yang tiba-tiba menariknya pergi. dia terus bertanya kemana aku akan mengajaknya pergi, tapi aku masih tidak ingin memberitahunya kemana aku akan mengajaknya. Wajahnya semakin terlihat cemberut karena aku masih tak berniat mengatakan apa pun padany. Dia terlihat semakin menggemaskan dengan bibir dimanyukan seperti itu, gadis ini selalu berhasil membuatku tersenyum dengan tingkahnya ini. tak butuh lama akhirnya aku dan –dara- sampai di tempat tujuan aku mengajak dara.

“kenapa kau mengajak ku kesini?”

TBC

Next>>

Advertisements

24 thoughts on “A Racer Dragon [Chap. 2]

  1. Wahh ji bakal jd pmebalap bneran nih?gmna reaksi ji klo ktmu seunghyun ya penasaran kkkkk dan pnsran juga gmna ji sama dara bsa pacaran gt,btw ji ngajak dara kmna ?._.

  2. Ini alurnya maju mundur, agak bingung juga bacanya tapi gpp yg pwnting ngerti sama maksudnya. Seunghyun belum keluar nih dia jahat atau bail ya? Penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s