GAMMA [Chap. 2]

gamma

Gamma : FInd A DEstination

Author : Defta

Cast     : Sandara Park, Kwon Jiyong, Kim Jaejoong

Genre   : School Life

___

Hay Namaku jaejoong, Kim Jaejoong. Aku ketua Ekskul Taekwondo di sekolah kami. Ya sekolahku Jiyong dan Dia. Dia yang kini menjadi pacarku.

Pertama kali aku melihatnya ketika aku harus mengikuti Camp 2 hari 1 malam sebagai syarat masuk ke sekolah kami ini. Dia disana, orang yang selalu berdiri di depan semua orang, mencoba untuk membuat semua orang dihadapannya tertawa.

Dia yang sama sekali tidak takut untuk mengambil resiko, dia wanita pemberani dan ya aku hanya kagum padanya saat itu. Dia terlalu ramah kepada siapapun, tapi sialnya aku terlalu tertutup untuk mengenalnya lebih jauh lagi.

Sampai teman sekelesku mengajakku untuk mengikuti Ekskul yang dipimpin oleh dia. Ya wajar saja aku kelas X dan dia kelas XI, aku tak tau apapun tentang dia, tapi yang aku tau dia benar benar sosok pemimpin, selain itu dia juga pandai.

Waktu terus berjalan dan aku mulai dekat dengannya, Camp akhir tahun menjadi puncaknya, disanalah aku mampu untuk berkomunikasi dengannya, bahkan aku dan Jiyong  membuatnya dihukum. Meski begitu dia tetap tersenyum ceria. Saat itu jugalah kami bertiga berkumpul dan menjadi dekat.

Kami semakin dekat dari hari ke hari, dan setauku dia semakin dekat denganku karna aku menceritakan tentang diriku. Aku biasanya tertutup kepada orang lain, tapi entahlah aku bisa terbuka jika dengannya. Aku menceritakan bahwa diriku diadopsi, keluarga kandungku ada di Seoul sedang aku diadopsi oleh bibi ku sendiri dan menetap di Busan.

Entah itu rasa simpatik atau rasa kasihan, aku tak peduli selama dia ada disisiku. Dia mengetahui fakta bahwa aku terpisah dengan Kakak perempuanku, dia menjadikan itu dasarnya, dia selalu ada di sisiku sebagai kakak perempuanku. Dia menggantikan sosok kakak yang sudah sangat lama hilang dalam hidupku.

Karnanya aku merasa bahwa di dunia ini aku tidak sendiri, karna dia aku merasa bahwa aku menjadi seorang adik yang sangat di perhatikan oleh sang kakak, dan karnanya juga aku merasakan jatuh cinta.

Dia cinta pertamaku, aku memang sempat menyukai wanita lain dalam hidupku sebelum dia, tapi hanya dia yang kucinta, dia satu satunya wanita yang menarik hatiku.

Apa aku berlebihan ? aku memang kelas XI sekarang tapi aku benar benar ingin memilikinya seutuhnya, aku ingin agar dia menjadi orang pertama yang aku lihat saat aku membuka mataku di pagi hari dan dia juga yang aku lihat ketika aku menutup mata di malam hari.

Tapi sifat pemaluku ini menghalangi jalanku, aku bisa berkomunikasi lancar dengannya, bisa mengobrol apapun tentangnya, tapi aku tak bisa mengungkapkan isi hatiku padanya.

Aku sudah merencanakan beberapa hal untuk menyatakan perasaanku, tapi semua itu gagal karna sifatku itu, dan terlebih dia hanya menganggapku sebagai adik. Seorang adik yang sangat ia sayangi dan sangat ia lindungi. Dia mengatakan kepada semua orang bahwa aku adiknya dan tidak lebih.

Dia memang tidak hanya perhatian kepadaku, tapi dia juga perhatian kepada Jiyong dan Chaerin, ah Chaerin juga kelas XI sepertiku, dia juga orang yang dianggap Adik oleh nya. Kami (Aku, Jiyong dan Chaerin) juga menganggapnya sebagai sosok kakak yang hebat. Dia selalu berada di samping kami ketika kami sedih atau dalam sebuah masalah.

Dan diperparah lagi dengan aku yang melihat kedekatan antara dia dan juga Jiyong. Yah mereka terlihat pasangan yang sangat serasi, Jiyong juga pandai sama sepertinya, bukan seperti aku yang bodoh dan pemalu. Jiyong dan Dia sama sama supel, mudah bergaul dan juga pandai. Mereka sangat serasi bukan.

Kami sering makan bersama, dia selalu mengingatkanku untuk makan, dia tau aku memiliki banyak penyakit seperti maag, radang, amandel dll, dia yang memilihkan makanan dan minuman untukku, dan aku hanya bisa menerimanya bukan.

Hampir setiap hari kami berkirim pesan, bertukar cerita dan saling memberi kabar. Dan hanya lewat pesan singkat itula aku berani mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya, aku mengatakan bahwa aku menyukainya, aku lancang memang karna sebagai adik aku telah menyukai kakaknya sendiri, tapi hati benar benar tidak bisa dibohongi. Aku menyukainya dan aku mencintainya.

Dia membalas pesanku seolah tidak percaya karna aku menyukainya, bahkan dia berkata bahwa dia menganggap tidak pernah menerima pesan itu dariku. Aku memakluminya, karna mungkin dia memang tidak menyukaiku, dan dia hanya menganggapku adik.

Tapi beberapa hari kemudian dia berbicara serius kepadaku, dia bertanya padaku tentang perasaanku padanya, aku menjawabnya dengan jujur, dan pada akhirnya dia bertanya padaku. “Tentukan statusku dalam hidupmu, kau ingin aku menjadi kakakmu atau kau ingin aku menjadi pacarmu.”

Dia juga mengatakan bahwa ini adalah duniaku, jadi aku yang harus menentukan.

Aku sangat bodoh jika menolaknya bukan, keesokan harinya aku mengatakan padanya bahwa aku ingin membagi duniaku ini padanya, aku ingin dia ada dalam hidupku. Kalian tau dia memberiku persyaratan yang sedikit sulit, dia bilang aku harus mengatakan perasaanku di depan semua teman temannya.

Aku tak tau betul kenapa dia mengajukan persyaratan itu, aku memang pria, tapi seperti yang kutuliskan diatas, aku memiliki sifat pemalu, dan lagi lagi sifat itu menjadi kelemahanku.

Mau tidak mau, aku harus mau, sanggup tidak sanggup aku harus sanggup, karna aku tidak mau kehilangan dia. Aku benar benar datang ke kelasnya, sayangnya ketika itu wali kelasnya datang dan aku diusir dari kelasnya. Benar benar hal yang memalukan.

Tapi pada akhirnya aku membuatnya percaya dan dia menerimaku.

Perjalanan cinta kami bukan hal yang mudah, kami terlibat cinta segitiga, ah bukan bahkan sebenarnya kami terlibat segiempat. Pertama adalah dengan Jiyong dan yang kedua dengan Park Bom, kakak senior ku di Taekwondo.

Jiyong menyukainya dan Park Bom menyukaiku.

Rasa takut mulai menjalari diriku, aku takut jika aku lengah akan dia maka Jiyong akan langsung mengambilnya dariku, aku takut karna bisa saja Dia dan Jiyong menjadi pasangan yang serasi. Dan aku sebenarnya juga tau bahwa dia pernah menyukai Jiyong sebelumnya.

Terlihat jelas dimatanya bahwa dia menyukai Jiyong, terlebih siapa yang tidak menyukai pria yang pandai dan berwibawa seperti Jiyong.

Hal lainnya aku takut karna dia bisa saja meninggalkanku karna Park Bom adalah sahabatnya, mereka berteman dan sayangnya setelah kami berpacaran Park Bom seolah menjauhi Dia.

Aku harus bisa mempertahankan hubungan kami ini, aku harus membuatnya percaya pada diriku, aku harus membuatnya menyukaiku.

Membuatnya menyukaiku ? iya benar kalian tidak salah membaca, karna sebenarnya aku tau bahwa dia belum membuka hatinya untukku. Aku menghalalkan segala cara untuk membuatnya mencintaiku. Bahkan aku sempat membuat dirinya hampir terkena masalah, kami hampir ketahuan berpacaran oleh guru karna sikapku yang terlalu berlebihan padanya.

Tapi aku tidak peduli, karna aku ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa aku mencintainya dan bahwa dia hanyalah milikku, sekarang dan selamanya.

-TBC-

Advertisements

14 thoughts on “GAMMA [Chap. 2]

  1. Ruwet yak kisah cintanya….
    Tuh kan Jenong kurang berani sih, masa kalah sama si Jae
    Duh si Jae kok segitunya yak…..dia pasti bakalan over protective deh

  2. Konflik cinta segitiganya rumit. Pertama, dara suka jiyong begitu juga sebaliknya tapi malu utk saling mengakui. Kedua, jaejoong suka dara dan dara terpaksa pacaran sama dia karena jiyong ngeggantungin(?) hubungan mereka😂 Ketiga, hadirlah calon penggangu hubungan orang. Tapi keren kok ceritanya. Salut sama author yang bisa nyeritain ceritanya dengan sedetail dan bahasanya nggak susah dicerna otak. Good Job, Author-nim😁

  3. Euhhh ji cewenya diambil sama tmen sendiri kann jadinya cba mau ungkapin prsaannya dluann
    kirakira jae bakal langeng gak ya sama dara?kkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s