Marked by A Dragon [11] : Seriously A Ring?

marked-by-a-dragon

Author : Sparrow101 || Source : AFF ||  Translator : @azieziy

Author Pov

Taeyang baru saja akan membuka pintu saat ia mendengar dua suara dari kamar Jiyong. Dia sangat yakin suara siapa itu. Dia melepas kacamatanya sebelum masuk.

“Oh, ayolah…. Aku tahu kamu ingin menjadi temanku dan..”

“Teman?!? Cemooh CL. “Apa yang membuatmu berpikir aku ingin menjadi temanmu?!?”

“Oh, jadi kamu lebih memilih untuk menjadi kekasihku?” Seungri tertawa yang mana menghasilkan sebuah pukulan keras di wajahnya.

“Argh!” keluhnya kesakitan. “Kamu babi jelek! Kamu akan membayar semua ini!”

CL sangat marah saat ia mendengar Seungri mengatakan kata PIG. Matanya melirik sambil mempercepat langkahnya ke arah Seungri dan siap untuk menginjaknya dengan high heel mematikan miliknya. Tapi dia tiba-tiba diangkat dan lengan seseorang melingkar di pinggangnya. Matanya melebar layaknya gadis kecil yang masih polos.

“Hentikan omong kosong ini, kalian berdua.” Kata seorang dengan suara beratnya sambil menurunkan CL ke sofa.

CL menatap ke arah  TOP, masih diam terpaku. Tidak ada satupun, maksudku tidak satupun yang menyentuh dia seperti itu. Dan dengan gampangnya pemilik suara menggelegar ini melingkarkan tangan kotornya ke pinggangnya!!! PINGGANGNYA!!

“BERANINYA KAMU MENYENTUHKU SEPERTI ITU?!?” CL berdiri dan menatap TOP, menusukkan salah satu jarinya ke dada TOP.

Minzy berdiri mengikuti CL. Dia menatap anak-anak bigbang seperti dia baru saja melihat sesuatu yang sangat menjijikkan di hidupnya.

“Hey, kita datang baik-baik.” sela Daesung

“Diam!” gertak Minzy. Daesung diam, merengut.

“Lihat, kita kesini untuk menjenguk Jiyong. Dan selain itu, kenapa kita tidak bernegosiasi?” Taeyang duduk di sofa dan mengistirahatkan kedua tangannya dibelakang kepalanya.

Semua kepala menoleh ke arahnya, menunggu.

“Aku berkata, kalian gadis 2ne1, harus berteman dengan kita, bigbang. Dengan itu, kita gabungkan zero ground dengan YG underground arena kita…. Bagaimana menurut kalian?”

“Tidak akan!!!” kata mereka bersamaan.

“Tidak akan pernah!!” teriak CL

“No…!!!” Minzy menambahkan.

“Tidakkah kalian terlalu berlebihan?!” seru Seungri. “Shessh! Kalian berdua sama-sama jual mahal.”

TOP menarik Seungri dan menutup mulutnya. Tapi itu terlambat. 2ne1 dengan pisau belati di tangannya menuju ke  satu arah. Mata penuh dengan amarah. Mereka sangat marah sekarang.

“Girls.” GD akhirnya angkat bicara.

CL dan Minzy berhenti dan berdiri menghadap si Dragon.

“Mianhe.” Kata keduanya bersamaan dengan membungkukkan badan.

Disisi lain, bigbang sangat berterima kasih pada Jiyong karena telah menyelamatkan mereka.

GD menarik nafas setelah cukup lama berpikir. “Mereka adalah bagian dari kita. Jadi kita harus menjaga mereka.”

TOP mengangguk menyetujuinya, begitu juga member bigbang yang lain.

“GD, mereka ini adalah anak YG!” teriak CL. Dia tidak bisa melupakan bagaimana YG menjatuhkan zero ground. Dia hanya tidak bisa bergabung dengan orang-orang dari YG.

Seungri menyeringai. “Kalian hanya takut pada kami”.

Singa betina itu dengan tajam menolehkan kepalanya ke arah Seungri.

“Kami, dari ground zero tidak takut dengan apapun. Kamu dengar aku ?” geram CL.

“Aku kira kamu takut?” katanya cukup percaya diri.

“Apa?” tanyanya mengerikan.

“Kamu tidak mengatakan kata yang benar, boy.” Minzy membelai pisau belati di tangannya. Dia tidak bisa tenang jika itu melibatkan pimpinannya.

Daesung bergidik melihat pemandangan itu. Dia ingin melarikan diri dari kamar Jiyong sekarang juga. Kedua gadis itu sangat dingin dan tak kenal ampun. Tidak heran jika mereka adalah anteknya Jiyong.

“Yongbae…” dia menoleh kearah Taeyang yang tampak cukup tenang. Dia ingin meminta dukungan. Dia sangat membutuhkannya atau siapapun sekarang tapi ia tercengang saat melihat bagaimana reaksi Taeyang menatap dua gadis agresif itu. Ia seolah melihat kematiannya sendiri.

Top melempar majalah ke Sengri saat ia melihat pisau di tangan CL lagi.

“Aduh!” Seungri menatap TOP dengan puppy eyes nya.

“DIAM.” Katanya dengan menggertakan giginya kemudian tersenyum manis ke arah CL “Dia hanya gila, kamu tahu.”

“Tidak, aku tidak gila!” rengek Seungri.

“Lebih baik jaga anakmu atau aku akan merobeknya.” Kata CL, melotot.

“Chaerin, hentikan omong kosong ini.” Perintah GD.

“Yep.” Katanya kemudian mendekati GD, membungkuk memberikan hormat. Diikuti oleh Minzy yang menyembunyikan belatinya di dalam bajunya.

‘Bagaimana mungkin senjata itu bisa lolos dari pemeriksaan?

Top berpikir sambil menyeka keringat yang ada di dahinya.

“Kucing yang taat.” Dia mendengar Seungri bergumam. Dia hampir saja meninggal karena serangan jantung yang di sebabkan oleh anak ini.

“Kalian harus pergi dulu… ada urusan yang perlu kami bicarakan.” Kwon Jiyong berkata dengan suara santai.

Bigbang segera berdiri dan meninggalkan ruangan. Seungri, disisi lain, berhenti di depan Chaerin dan menjulurkan lidahnya kemudian lari keluar.

“Kenapa kamu!” mereka mendengar CL mengomel di dalam ruangan tetapi kemudian berhenti karena GD. Tsk ! Mereka benar-benar patuh kepadanya. Mereka sangat mengagungkannya dilihat dari cara 2ne1 menanggapi setiap kata GD.

**

CL Pov

AKU SANGAT MARAH SEKARANG !!!

Aku bersumpah aku bisa membunuh mereka jika tidak karena kehadiran master kami. Tentunya, suatu hari nanti aku akan membunuh laki-laki itu terutama anak yang bernama Seungri. Setelah membicarakan urusan ini dengan master, aku akan menempatkan namanya ke black list kami.

Aku menatap ke arah pintu, ingin rasanya aku mengejar bedebah itu dan menancapkan belati di kepala mereka. Ini akan menjadi kesenangan terbesarku untuk menyiksa si Seungri sebelum aku mengakhiri penderitaannya. Ya, aku akan membuat dia memohon akan kematiannya.

“CL, bagaimana dengan Ground Zero?” aku mendengar master bertanya yang menyadarkanku dari pikiran dunia pembunuhanku.

“Kami sudah menutup kesepakatan dengan investor Asia.” Jawab Minzy kemudian dia menoleh ke arahku.

Sedikit meluruskan diriku. “ Kami telah berdiskusi singkat dengan investor baru, bulan depan mereka akan datang untuk bertemu denganmu.”

Dia hanya mengangguk tapi aku melihat kegelisahan di raut wajahnya.

Kami membahas lebih lanjut masalah ini, kebanyakan di fokuskan pada G.Z lalu membicarakan tentang ayahnya. Aku melihat dia berkali-kali menghela nafas dalam-dalam kemudian dia membenturkan kepalanya ke pintu.

“Ada yang salah?” tanyaku.

“Haruskah aku memanggil dokter sekarang? Aku dengar kamu memiliki serangan migrain.” Minzy berdiri siap-siap.

“Tidak perlu.” Katanya sambil mengistirahatkan kepalanya di headboard tempat tidurnya.

Minzy dan aku menatap Jiyong sejenak. Mungkin dia hanya lelah dan kami tidak cukup bijaksana karena menyelipkan urusan yang bukan tentang G.Z dan beberapa urusan luar.

“Kamu perlu istirahat.” Kataku lalu menyambar tas selempangku dan memberikan sinyal kepada Minzy untuk melakukan hal yang sama. Kita harus pergi sekarang.

Setelah beberapa saat,

“Katakan padaku, apakah kamu suka jika seseorang memberikan sesuatu padamu?” aku mendengar dia bertanya. Tapi kepada siapa? Minzy dan aku saling bertukar pandang lalu dia mengangguk, mendesakku untuk menjawab pertanyaannya.

“Jika itu sangat berarti, maka aku akan menerimanya. Tidak peduli apakah itu mahal atau tidak. Yang terpenting adalah maknanya.” Kataku menanggapinya dengan sungguh-sungguh.

Tapi kenapa dia jadi aneh dan bertanya seperti itu pada kami?

“Bagaimana jika itu cincin?” dia duduk di pinggiran tempat tidur, menghadap ke arah kami.

“Sebuah cincin?” Tanya Minzy bingung, sama sepertiku. “Apakah kamu …eh.. ingin mengikat seseorang?”

Aku menunggu jawabannya. Kami mengunggu. Kemudian senyum lembut tersungging di bibirnya.

“Apakah artinya seperti itu?” tanyanya cukup geli dengan ide itu. Dia mendongak, mengistirahatkan kedua tangannya ke tempat tidurnya sambil tersenyum menyeringai. Aku tahu itu. Ada sesuatu yang sedang ia pikirkan sekarang.

“Kamu mau mengikat seseorang denganmu, Jiyong?” tanyaku dengan tak percaya.

Jadi, apa yang aku dengar dari Moon bukanlah lelucon. Master kami tidak main-main dengan gadis ini, dia sangat serius sampai punya ide membuat gadis itu menjadi miliknya selamanya. Apakah aku baru saja mengatakan selamanya?

Oh, Man.

“Dan aku kira dia hanya bercanda padaku ketika dia mengatakan jika sekarang kamu memiliki seorang gadis!” seruku atas keterjutanku.

“Aku juga penah mendengarnya..” balas Minzy, menatapku.

“Dimana dia sekarang? Bisakah kita bertemu?”

Minzy sangat bersemangat. Dan terus terang, Aku juga sangat bersemangat. Entah bagaimana, aku penasaran dengan gadis itu.

“Kamu yakin akan memata-mataiku?” ia mencoba untuk terdengar santai tapi ia gagal. Aku bisa melihat senyumannya. Aku ingin bertemu dengan gadis itu secepatnya. Bagaimana bisa dia melukiskan senyuman itu di wajah Jiyong bahkan tanpa kehadirannya. Aku juga melihat perubahannya.

Kenapa aku tidak menyadarinya? Dia tidak berteriak lagi. Saat Bigbang dan 2ne1 bertengkar beberapa saat lalu dia malah mengabaikan kita. Dia dulu sangat pemarah dan dia tidak bisa mentolerir seseorang yang bertengkar dihadapannya. Kamu tidak akan pernah luput dari hukuman jika kamu berani melakukannya. Aku bisa melihat kelembutan di wajahnya. Aku tersenyum tanpa sadar, begitu pula dengan Minzy. Kami mendapat ide sekarang.

**

Nurse Pov

Satu dan setengah hari berlalu

Status GD:

Marah, gelisah dan paling buruknya, migrainnya kembali menyerang.

Dimana sih baby girl?! Aku membutuhkannya sekarang! Si Dragon sangat panik dengan ketidak hadirannya.

Kami punya cobaan besar. Kami disini berusaha untuk menenangkan binatang yang sedang mengamuk. Kami tidak bisa menenangkannya sekarang. Dia seperti orang gila, aku bersumpah.

“Persetan dengan kepala ini!” aku mendengar si Dragon bergumam pelan kemudian membenturkan kepalanya ke tempat tidurnya. Aku tahu migrain ini parah. Tapi tidak bisakah dia hanya minum obat saja?

Dokternya, 2 dari mereka, mencoba untuk menenangkannya tapi oh baiklah, dia menyuruh mereka untuk menjauh darinya. Hmmm…. Ini biasa.. setidaknya untukku. Kemudian si Dragon duduk menarik segenggam rambutnya. Bibirnya mengejang kesakitan.

“M-master setidaknya obat bisa mengurangi rasa sakitnya…” aku tergagap. Dua dokter itu menatapku seperti mereka berencana untuk memeberikanku monumen karena berani berbicara kepada si Dragon.

“Tidak.. aku.. BUTUH DIA DISINI.” Dia berbicara dengan gigi terkatup. Dia bertingkah seperti anak kecil yang mencoba untuk menolak minum obatnya..

Aku tidak bisa menghentikan diriku dan tersenyum. Tidak bisakah ia mengatakannya, setiap hari dia semakin jelas memperlihatkan isi hatinya?

Dua dokter itu saling bertukar pandang entah bingung karena melihatku tersenyum dan untuk master kami. Mereka hanya tidak tahu siapa yang ia maksud. Aku tahu, itu sebabnya aku tersenyum lagi.

Tepat sebelum dokter bisa membujuk master kami, pintu terbuka.

Ini dia gadisnya.

Aku cukup yakin bahwa GD merasakan kehadiran dia di kamarnya tapi ia tidak repot-repot mendongak atau memanggilnya seperti yang biasa ia lakukan.

“Er… G? ia menatapku cukup yakin bahwa ada sesuatu yang salah. Seketika ruangan menjadi hening, aku bisa mengatakan bahwa para dokter terlihat seperti tercekik karena perubahan suhu di kamar secara tiba-tiba.

Aku mendorong mereka keluar bersamaku sebelum mereka akan pingsan di dalam, tentu saja meninggalkan gadis itu dengan si Dragon.

“Kita harus mengeluarkan gadis itu dari sana!” seru Dokter Lee, ada suara keprihatinan dalam suaranya. Aku sangat memahaminya tapi aku sangat yakin jika dia akan baik-baik saja.

“Kita harus membiarkan mereka, dia adalah obatnya.” Aku mengedipkan mata kepada mereka dan meninggalkan mereka yang masih ragu untuk meninggalkan gadis itu.

**

Ps:

~~~ Thank you yang udah nyempetin waktunya buat komen *bow*, untuk next chap tergantung sama banyaknya komen yang masuk 😀 😀 ~ so jangan lupa tinggalkan jejak kalian ~ see you ^^

 

<< Back  Next >>

Advertisements

30 thoughts on “Marked by A Dragon [11] : Seriously A Ring?

  1. Cieee GD fall in love nih sama dara,, dara mau kasih cincin,,, dara juga udah janji bakal disisi jiyong trs,,,untunglah dara cpt dateng klo gx kasian jiyong kesakitan,,,
    next chap thor ,,,

  2. Ah~~~~
    Bacanya sambil senyam senyum sendiri ..
    Hohoho~~
    Dara emang punya kekuatan super ya, bisa bikin jiyong senyam senyum, bisa jadi obat nya dia ..
    Kekeke~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s