The WRONG BRIDE : IX

author : crisxoriginal
link : asianfanfic
indotrans : JJ_arba_TOP

daragon

 

Dara memiringkan kepalanya.

Si cowok imut itu tersenyum lebar kepadanya.

“Aku Lee Seungri!” serunya.

Lee Seungri? Oke… kenapa rasanya nama itu tidak asing ya?

“Aku hadir di pernikahanmu! Salah satu best men Jiyong!”

Mata dara mengedip dan kemudian dia tersenyum mengingat empat best men Kwon Jiyong saat itu… mereka semua terlihat shock, terkesan dan sangat peduli saat mereka melihat Jiyong pingsan.

Dara terkikik dan mengangguk-angguk. “Aku ingat..”

Seungri juga mengangguk dan menyengir, dia meraih tangan Dara dan berbalik menghadap dosennya.

“Pak, Dara noona akan duduk di sampingku,” katanya sambil tersenyum lebar.

Pak dosen itu mengernyit. “Seungri…diam. apa yang kau lakukan disini? Kamu itu kelas 2! Kembali ke kelasmu!”

Dara berbalik menghadap Seungri, “Kamu bukan anak kelas 3?”

Seungri hanya menyengir, dia menggaruk-garuk kepalanya. “Aku akan menunggumu di luar noona. Aku ingin mengetahui lebih banyak tentang istri hyung-ku,” kemudian dia berjalan pergi.

Pak dosen hanya menghela nafas pasrah, “Oke… Sandara carilah tempat dudukmu, aku akan pergi ke ruang dosen sebentar.”

Dara berjalan menuju tempat duduk dan tersenyum dengan manis melihat seluruh laki-laki di kelas menatapnya.

“Hai! Aku Kevin!” sapa cowok imut yang duduk di bangku baris kedua sambil melambaikan tangannya.

Dara membungkuk, dengan senyum yang masih terpasang di wajahnya.

“Anyeong! Aku Choi Minhwan, senang bertemu denganmu Sandara Kwon.”

“Anyeong..” Dara melambaikan tangan padanya.

Seseorang yang terus memperhatikannya sejak dari awal Dara masuk kelas berdiri dan berjalan ke arahnya, dia mengulurkan tangannya.

“Aku Lee Donghae… sen-“ mulutnya mencium tangan Dara, matanya menatap Dara tajam.

“LEE DONGHAE!!!!” ledakan suara membahana membuat seisi kelas menatap ke arah sumber suara itu.

Itu Seungri dengan ekspresi gelap di wajah imutnya. Dia melotot dan menghentakkan kakinya ke arah mereka.

Dia berdecak dan menarik tangan noona-nya.

“Noona sudah menikah! MENIKAH! M-E-N-I-K-A-H dengan G DRAGON!! G-D-R-A-G-O-N!! KWON JIYONG!’ bentaknya.

Dara tersentak mendengarnya. Seungri berbalik menghadapnya, “Ayo pergi noona…” tanpa menunggu reaksinya, Seungri menarik tangan Dara, menyeretnya berjalan ke luar kelas.

“Huh? Tunggu! Aku masih ada kelas!” Dara mencoba melepaskan tangannya tapi sia-sia, Seungri tiba-tiba berhenti.

Dia memasang wajah yang super serius.

“Kurasa aku peru bicara dengan kepala sekolah.. Aku akan mengambil kelas akselerasi jadi kita bisa jadi teman sekelas noona.. sialan. Aku harus melindungimu..”

Dara menatapnya seolah-olah Seungri maniak gila, “Melindungiku?”

Seungri mengangguk, masih dengan ekspresi seriusnya. “Tentu saja noona! Kami menyukaimu! Kamu terlihat lebih cantik daripada Sohee noona, kau menawan, kau lucu! Kami suka hal yang lucu! Kau juga yang pertama kali melakukan hal itu pada hyung…” cerocosnya.

Dara makin tertarik tertarik dengan anak ini. Pemikirannya benar-benar tak masuk akal , sama sekali!

“Well…” kata Dara.

“Aish… bagaimana kalau kita makan di kantin dulu noona? Ku traktir deh.”

Sandara memutuskan untuk menyukai anak ini. Dia benar-benar menggemaskan!

Dara mengacak-acak rambut Seungri gemas. “Aigoo~ kurasa kita akan cocok nih.”

 

 

Di sisi lain kampus, di salah satu kelas jurusan hukum 4 laki-laki tampan menawan sedang berkumpul.

“Dia kuliah disini…” TOP bicara dengan sedikit nada tertarik.

Jiyong memutar bola matanya dan mengacuhkan hyung-nya itu.

“Dia langsung jadi popular, kau tahu… Dia dapat banyak haters..” komentar Daesung.

“Dia akan di-bully..” tambah Youngbae.

Jiyong menyeringai licik, “Pastinya..”

“Yah! Kau akan membiarkan mereka mem-bully istrimu?!” bentak TOP.

Jiyong memandang ke arahnya, “Di rumah, semua orang memihaknya, aku tidak bisa membalasnya tanpa mendapat omelan dari ayahku atau ibuku atau kakak-kakakku dan adikku…disini…semua orang memihakku..Ha! Aku akhirnya bisa membuatnya menderita karena telah mengacaukan saat paling penting dalam hidupku. Dan hyung…bukankah kau menghentikanku sebelumnya saat aku akan menikah? Mengapa kau bertingkah seperti seorang kakak yang sedang mengomeliku karena aku berkelakuan seperti ini?” Dia memandangi teman-temannya. “YAH! Kenapa wajah kalian begitu?!”

“Jerk.” Kata mereka berbarengan.

 

 

Seungri sangat perhatian dengan Dara, dia mentraktirnya begitu banyak makanan, dia akan membentak orang-orang setiap kali dia mendengar mereka berbicara hal-hal yang buruk tentang Dara, benar-benar seperti seorang pelindung yang diumbar-umbarkannya tadi.

“Kau tahu… kau mengingatkan ku pada seseorang..” Dara tertawa saat mereka berdua duduk di meja kantin, Seungri menarikkan kursi untuknya sedangkan tangannya yang satu memegangi baki penuh makanan untuk Dara.

“Benarkah noona? Siapa?” tanyanya sambil duduk.

“Sahabatku..” Dara tersenyum. “CL-roo..” dia tidak memperhatikan kalau cowok di depannya itu membeku mendengar nama yang disebutkannya.

“Hmm…coba kupikirkan sebentar… sahabatku itu kuliah disini juga tapi dulu..well, dia pindah ke sekolahku saat semester kedua dan-“

“Noona apel ini enak sekali, cobalah!” dia hampir meyodorkan sepotong besar apel ke mulut Dara.

Dara merengut namun langsung tersenyum lagi, “Aigoo, anak ini..”

“Wow… sepertinya si maknae sedang bersenang-senang disini.” Sebuah suara bariton terdengar di belakang mereka.

“Hei hyung! Aku sedang mentraktir Dara noona makanan!” serunya dan menatap ke arah Jiyong dengan tatapan menggoda.

Jiyong melotot padanya dan berjalan ke arah Dara, “yah! Kau sampah!apa yang kau lakukan disini?! Kau seharusnya ada kelas sekarang! Ini bahkan belum jam makan siang dan kau malah disini…bersenang-senang dengan seseorang yang tidak kau kenal!”

Teman-temannya memandang Jiyong dengan sebal, bagaimana bisa Jiyong begitu tak sopan pada istrinya? Ya, mereka tahu alasan sebenarnya dari pernikahan ini dan apa yang Dara lakukan, mereka juga tahu tentang perjanjian 5 bulansebagai suami-istri… tapi tetap saja, bagaimana bisa Jiyong bersikap sangat tidak sopan pada istrinya yang cantik itu??

Orang-orang di kantin salik berbisik-bisik satu sama lain, apalagi kalau tiidak menggosipkan hal ini.

Dara cemberut, “Aku kenal Seungri… dia temanmu…”

“Omo~ kau Sandara noona!” seru teman Jiyong yang berambut pirang. “Wow..kau terlihat lebih cantik tanpa make up..”

Dara tersenyum, “terima kasih..”

“Aku Kang Daesung,” katanya sambil duduk di sebelah Dara.

“Anyeong,” sapa Dara.

“Oh hai.. omong-omong aku TOP..” dia juga duduk di sebelahnya.

“Halo..”

“Aku calon pacar dan suami Bom di masa depan.. dan segera akan menjadi ayah dari anak-anaknya.” Katanya.

“huh? Kau dan Bom?” dara tertawa.

“Berhenti bermimpi hyung!” bentak Jiyong yang membuat sahabatnya Youngbae tertawa geli.

Cowok itu berjalan mendekat ke istri Jiyong dan menunjukkan senyuman satu juta dollar-nya hingga mata sipitnya seakan menghilang.

“Anyeong, Sandara ssi… Aku Youngbae,” dia memperkenalkan diri pada Dara dengan senyumannya yang bisa melelehkan hati itu.

Dara langsung merasa jantungnya berdegup kencang, dan dia…. TERSIPU MALU.

“Kyeoptaa~!” seru Dara.

Dara menatapnya dengan mata bersinar lalu berbalik melihat Jiyong yang sedang memasang tampang seakan ingin mencincangnya.

“Baby… apa Youngbae juga kaya? Aku ingin menikahinya setelah perceraian kita!” kata Dara dan menunjuk ke arah Youngbae tanpa rasa malu.

Tidak peduli dengan apa yang dia katakan.

 

 

“Noona! Noona! Kau juga bisa menikahiku kalau kau mau!” sela Seungri. “Aku juga kaya kok!”

“Aigoo~” TOP tertawa keras. Serius? Cewek ini benar-benar gila.

Jiyong memelototi Dara dan memberi Youngbae tatapan membunuh, Youngbae malah memasang tampang lugu tanpa dosa di wajahnya.

SIALAN!! Pikirnya. Mereka mengerjainya!! Teman macam apa mereka?!!

Dia berjalan ke arah Sandara dan menarik tangannya dengan kasar, genggamannya sangat kencang hingga Dara harus menggigit bibirnya agar dia tidak berteriak kesakitan.

Terdengar suara terkesiap, orang-orang melihat ke arah mereka tanpa malu-malu.

“Hyung! Kau menyakiti noona!” teriak Seungri.

“Diam..!” bentak Jiyong, dia mengalihkan pandangan pada istrinya. “Ayo bicara…” katanya dengan nada mengancam dan menyeretnya keluar. Dia mendesis saat mendengar teman-temannya tertawa seperti hyena, dia makin mengumpat saat mendengar suara Youngbae berkata…

 

“SI NAGA CEMBURUUU~”

 

==

 

 

Jiyong mendorong Dara ke tembok dan melotot lagi.

“Apa kau merayu teman-temanku?”

Dara memutar bola matanya sambil memijat-mijat tangannya yang memerah karena cengkeraman Jiyong tadi.

“Apa aku perlu merayu untuk mendapatkan mereka?” tanyanya sok lugu.

Jiyong menatapnya tak percaya, gadis ini benar-benar keterlaluan!

“Dengar.. apapun yang sedang kau rencanakan hentikan sekarang juga.. jangan teman-temanku, bitch. Cari orang-orang lain tapi jangan teman-temanku,” gumamnya berbahaya. “5 bulan denganmu dalam hidupku benar-benar seperti neraka… dan mengapa kau pikir teman-temanku menginginkanmu? Temanku tidak makan sisa tahu..” kata Jiyong sambil mengamati Dara dari kaki sampai kelapal. “Dan bisakah kau berhenti bermimpi kau bisa masuk ke dunia kami? Kau tidak cocok…dan tidak akan pernah cocok!”

Dara mendengus. “Jika mereka tidak menginginkanku… lalu mengapa kau perlu marah-marah seperti ini padaku? Mengapa kau ingin aku mundur?!” Jiyong benar-benar mulai membuatnya emosi sekarang. “dan sisa? Aku?!” dara menyeringai, “Baby.. aku bahkan bukan milikmu…”

Mereka saling bertatapan beberapa saat, Jiyong menatapnya marah sedangkan dara… menatapnya bosan.

Jiyong menghela nafas dan mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa lembar uang dan memberikannya pada Dara. “Jangan makan apapun yang Seungri belikan untukmu… beli sendiri makananmu.”

Dara hanya memandangi uang itu sebelum mengalihkan pandangannya pada Jiyong “Huh… Tidak, terima kasih.. Aku sudah kenyang dengan hinaanmu tadi,” lalu Dara meninggalkannya pergi

==

 

Dara kehilangan nafsu makannya, dia juga tidak kembali ke kantin karena tatapan menghina dan ejekan-ejekan murid-murid disana yang membuatnya kesal. Dia bukannya terpengaruh oleh mereka karena yang mereka katakan itu tidak benar tapi sialan, dia benar-benar muak.

Dia mengeluarkan handphone-nya. Hanya butuh satu deringan sampai sahabatnya mengangkat teleponnya.

“Masih hidup, D,” dia mendengar suara CL di seberang sana.

GHADD! THIS BITCH! Jika dia tidak memposting foto pernikahannya di twitter, orang-orang tidak akan tahu kalau pengantin wanitanya adalah Dara! Wanita yang dinikahi Jiyong! Dan sekali lagi CL membuktikan bahwa dia… benar-benar sahabat Dara dengan menelepon kakak-kakaknya yang hidup dengan tenang di Jepang dengan mengatakan bahwa Dara sekarang sedang berhubungan dengan laki-laki!

Gah.. Dara tahu…kapanpun dari sekarang…out of the blue.. kakak-kakaknya akan muncul dan akan membantai siapapun laki-laki itu.. apalagi kalau mereka tahu dia sudah menikahi laki-laki itu! Dang, dia sudah bisa membayangkan kematian Jiyong.

‘Omo~ Maafkan aku Jiyong..’

Dara berdeham, “kamu sedang apa sekarang?”

“Tak ada.. hanya sedang berkeliling untuk mencari tempat parkir di sekolahku, kamu? Bertemu teman baru?”

Dara menghela nafas, “Kurasa..”

“Ingat bitch.. Teman baru Dara Park harus tetap jadi teman saja, kau tahu aku sangat posesif jika menyangkut sahabatku..” Sandara tidak bisa menahan senyumnya, benar.. CL adalah sahabat yang sangat protektif dan karena dia adalah anak tunggal yang mempunyai standar tinggi…dia benci berbagi. Terlebih kalau itu sahabatnya.

“Oh…jangan khawatir.. dia lebih seperti saudara laki-laki. Namanya Lee Seungri..”

 

 

 

 

HENING..

 

 

 

 

“CL-roo..”

 

 

 

Dia mendengar sahabatnya itu mengeluh, “aku berubah pikiran..”

 

“Huh? Apa? Kenapa? Yah! Apa kau mengemudi sekarang?”

“Yeah.. rasanya seperti terbang sekarang, on my way ke klub. Aku mau menari sepanjang malam dan get fucked up,” CL menggertakkan giginya.

“Kenapa? Apa klub sudah buka jam segini? Kenapa?” Dara bingung.

“Karena-“

“Bagaimana kalau kita pergi bersama malam ini.. kapan kau mau menjemputku? Kita bisa jalan-jalan dulu sebelum ke klub?” kata Dara sambil tersenyum.

“Good idea. Aku akan sampai 20 menit lagi.” CL menutup teleponnya.

 

 

Pintu kaca besar di Bandara Internasional Incheon terbuka lebar, 4 laki-laki melangkah keluar dan berhenti.

Laki-laki yang menggunakan hoodie putih menyeringai.

“Ayo pergi hyung!” seru yang paling muda dengan tidak sabar.

:::

Saat sampai di apartemen mereka, Park bersaudara langsung berhamburan masuk ke dalam.

DARA?!!” teriak Haejin. Saudaranya yang lain juga berteriak-teriak seperti orang gila mencarinya di seluruh penjuru apartemen.

NOONA!!! DIMANA KAMU??!” Sanghyun membalik kasur, oh… adrenalin yang mengalir deras salam dirinya begitu terasa..

Yoochun sudah sampai pada batas kewarasannya saat dia melihat lemari Dara yang kosong melompong.

“DARAAAAAAAAAA~!!!!” teriaknya dalam penderitaan mendalam.

 

“Boys..” mereka mendengar suara tenang kakak sulung mereka.

“Hyung! Dara tidak ada disini” Haejin mengepalkan tinjunya.

“Bajunya tidak ada disini lagiii!!” Yoochun sudah hampir menangis. Skenario terburuk mulai bermunculan dalam kepalanya.

“Kemana dia pergi???!!!!” teriak Sanghyun kencang.

Mata Teddy menyipit saat sebuah pikiran penuh kebencian melintas di kepalanya, tangannya mengepal dengan kencang, kepalan tangannya memutih karena saking kencangnya dia mengepal.

Dagunya mengeras saat dia berkata…

“Dia kabur dengan si bajingan itu..”

Mata para saudaranya melotot dan mereka semua terkesiap.

 

 

 

“OH HEEEELLLLLLLLLLLLLl!!!!!!!!!!! NO WAAAAAAAAAAAAAAAYYYYYYYY!!!!!!!!!!!!” mata Yoochun mau keluar saking marahnya.

 

Haejin menendang lampu di sampingnya sementara adik bungsu mereka meluncur ke lantai saking putus asanya.

 

“Ayo temukan dia, hyung” kata Haejin merana.

“Kita akan melakukannya…” Teddy mengeluarkan ponselnya. “Tapi pertama-tama kita harus menemukan bajingan itu dulu.” Dia menelepon seseorang.

“ChaeRin…” sapanya dengan manisnya.

:::

“O..Oppa?” CL menelan ludah, dia bukannya ketakutan, dia justru super bahagia gebetannya itu meneleponnya!

“Hai, manis… Kami ada di Korea sekarang…” kata Teddy.

CL terkesiap. “BENARKAH OPPA???!!!” teriaknya.

“Ya.. Kami di apartemen sekarang… dan kami baru saja menemukan kalau Dara sudah tidak disini lagi…” oh..oh..oh..

“neh…oppa”

“Bisakah kau memberitahu kami laki-laki yang kau bilang…sedang dekat dengan Princess kami?” suaranya terdengar hangat, tapi CL tahu untuk tidak begitu saja peercaya dengan nada suara itu… betapapun sukanya dia pada Teddy dia tidak bisa mengkhianati sahabatnya, jika dia bilang siapa laki-laki itu, Dara akan dalam masalah besar.

 

Teddy menyadari kediamannya.

“Aku sebenarnya ingin mengajakmu kencan, makan malam dan nonton film.. kau tau lah.. tapi aku tidak bisa melakukannya karena kami benar-benar butuh bertemu laki-laki itu dan bicara dengannya.. kau tau.. kami ingin tahu apa hubungannya dengan adik kami.. tapi kami tidak tahu kemana harus mencarinya…”

 

 

 

 

 

 

 

SCREW FRIENDSHIP!

KENCAN DENGAN TEDDY PARK LEBIH PENTING DARI SEGALANYA!!!

 

 

 

 

 

 

“Oppa, namanya Kwon Jiyong… Dia kuliah di Seoul University!” kata CL.

“Benarkah, terima kasih Chaerin.. aku berhutang padamu.. bagaimana kalau kau membatalkan semua rencanamu malam ini dan menungguku menjemputmu… aku kesana jam 7..”

“BAIK OPPA!” teriaknya. “BYE OPPA!”

“Bye Chaerin.. terima kasih sekali lagi… you’re the best.” Teddy menutup teleponnya.

 

 

“YOU’RE THE BEST”

 

 

 

YOU’RE THE BEST

 

 

 

YOU’RE. THE. BEST.

 

 

 

THE BEST

 

 

BEST

 

 

 

“KYAAAAHHH~!” si bad ass CL berubah jadi seperti babi yang berteriak-teriak. Dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Dara.

 

 

 

Sahabatku… sesuatu telah terjadi, batalkan rencana malam ini..

Aku ada rencana. Love yah! Dan oh… maafkan aku untuk semuanya D kekeke

 

Dia memutar kemudi dan berbalik arah.

 

:::

 

“Kwon Jiyong… itu namanya…” gumam Teddy.

 

The Park Brothers… terlihat seperti serigala yang sedang menggeram, siap untuk menyerang.

 

“Sanghyun… keluarkan pemukulnya..” perintah Teddy. “Yang dari besi…” imbuhnya kemudian berjalan keluar.

 

 

“Ayo kita bawa pistol juga,” kata Haejin sambil menyeringai sambil mengikuti Teddy.

 

“Tidak masalah…” kata Yoochun yang tersenyum seperti maniak dan berjalan mengikuti saudara-saudaranya.

 

 

 

 

“Oh..apa ini?.. Park Brothers telah kembali?” TOP scroll down gambar itu, ponselnya bergetar dan ketika dia memeriksanya itu notofication dari me2day-nya.

Dia membuka gambar itu dan terlihat Park Brothers tengah keluar dari Incheon Airport.

“Park Brothers..” kata Youngbae.

“Siapa mereka?” tanya Jiyong sambil mengunyah makanannya, Seungri sedang mengambek di pojokkan karena Dara tidak kembali, dia juga mengacuhkan Jiyong yang hanya membuat Jiyong tertawa terbahak-bahak.

“Jiyong… yang benar saja… kau tidak tahu mereka?” tanya Youngbae.

Dia hanya mengangkat bahu. “Haruskah?”

“kau sudah pernah bertemu mereka tahu! Ingat Teddy dan Yoochun.. 2 tahun lalu di Tokyo.. kita berpesta di sebuah club yang mereka miliki. Mereka bahkan memberi kita tour gratis dan hal-hal menyenangkan lainnya.”

Mengingat hal itu membuat Jiyong tertawa lebar, “Oh yeah! Damn…! itu mereka? Woah.. kita sebaiknya menghubungi mereka, kita bersenang-senang dulu.”

 

“Yang tertua Teddy Park itu leader dari 1tym gang yang sangat ditakuti dulu,” jelas TOP. “dan Yoochun Park hyung adalah sunbae-ku di SMA.”

“BENARKAH?” Jiyong dan Daesung kaget.

“Bagaimana bisa kau tidak tahu hal itu… Teddy Park dan Yoochun Park dikeluarkan dari sekolah militer. Sedangkan Haejin Park ditendang keluar karena ketahuan make out dengan dengan salah satu komandan wanitanya.” Kata Youngbae.

TOP tertawa, “Tapi aku tak tau kalau ada 4 Park Brothers… ku kira cuma 3.”

“Sebenarnya ada 5 Park, hyung… aku ingat mereka bilang khawatir dengan 2 adik mereka yang ada di Seoul.” Tambah Youngbae.

“Oh… Aku penasaran mengapa mereka kembali..”

 

 

“Siapa yang kau telepon Yoochun?” tanya Teddy, sekarang dia sedang menyetir hummer hitam.

“Aku sedang mencoba menghubungi G-Dragon..” katanya. “ingat dia hyung? Anak-anak yang berpesta dengan kita, TOP, G-Dragon, Taeyang..dan.. Daesung, Seungri.”

“Wow.. kau ingat mereka semua eh? Well, memangnya kenapa?”

“Well.. aku ingat G-Dragon bilang dia juga kuliah di Seoul University.. untung aku masih punya nomornya.. Aku mau minta tolong.. untuk mencari… Kwon Jiyong.”

Yoochun mendecakkan lidahnya saat nomor yang dia hubungi gagal. “Dia pasti sudah mengganti nomornya.”

Yoochun berbalik, “are you okay, guys?”

Sanghyun menyeringai dan Haejin mengelus-elus pemukul besinya seakan itu benda paling ringkih di dunia.

“Kami sangat bersemangat…..” kata Haejin.

 

 

 

 

TBC

 

 

Advertisements

52 thoughts on “The WRONG BRIDE : IX

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s