Half Tone – Part013

half-tone-13
PERINGATAN : fanfiction ini mengandung muatan dewasa! Bagi pembaca yang belum cukup umur atau tidak nyaman dengan konten tersebut, dianjurkan untuk tidak membacanya.

Half Tone

Author : Defta

Cast     : Sandara Park and Kwon Jiyong

Genre   : Fantacy, Rate M

~~~

“Apa kau dari Half Tone ?” Tanya seorang wanita yang sudah berada di depan Jiyong.

Waktu Jiyong seolah berhenti. Tidak tidak. Dia tidak terpesona dia hanya sedikit bingung dan tidak yakin “Kau tau Half Tone ?”  tanyanya kemudian dengan ragu.

“Hanya kau yang memakai baju hitam dan putih disini, jadi kau pasti dari Half Tone”

Jiyong meneliti dirinya, wanita yang terlihat berumur 20-an  itu memang benar. Dia memakai celana hitam, kaos oblong putih dan jaket hitam. Kemudian dilihatnya sekelilingnya, semua orang memakai warna-warna cerah. Para pekerja kantoran saja bahkan memakai dasi yang berwarna, siswa-siswi yang berlalu lalang mengenakan seragam yang cerah dan anak-anak yang berlarian juga memakai pakaian yang penuh warna-warna mencolok. Jiyong terlalu sibuk dengan pikirannya. Dia bahkan tidak menyadari bahwa wanita tadi sudah duduk disampingnya.

“Jangan terkejut, aku mengenal seseorang dari Half Tone juga” Lanjut wanita itu sambil menatap Jiyong. “Taeyeon” tambah wanita itu, mengenalkan namanya.

“Jiyong”

“Jadi…Apa yang membuatmu pergi keduniaku ini Jiyong-ssi”

“Aku ingin menyelamatkan istriku”

“Istri ? Pria muda sepertimu sudah memiliki istri ?”

Jiyong tertawa dan menatap lurus kedepan. “Yah… aku terlalu dibutakan dengan ambisiku hingga aku langsung pergi kesini tanpa perisapan apapun”

“Apa mungkin istrimu sekarat ?” Tanya Taeyeon penuh selidik.

“Dia baik baik saja”

Terlihat beberapa kerutan di dahi Taeyeon “Lalu kenapa kau ingin menyelamatkan istrimu ?”

“Aku ingin menyelamatkannya dari Half Tone, tempat itu tak baik untuknya” Jiyong mengusap wajahnya gusar. “Aku ingin membawanya ketempat yang damai dimana kami bisa hidup bahagia”

“Jiyong-ssi kau bisa membawanya kesini” usul Taeyeon. “Disini tempat yang damai, asal kau bisa mencari uang dan mengumpulkannya sebanyak banyaknya maka hidupmu akan bahagia” tambahnya.

Jiyong melirik Taeyeon. “Kebahagiaan bukan diukur dengan materi semata Taeyeon-ssi, Kasih sayang tidak bisa dibeli dengan uang. Untuk apa bergelimang harta jika kau tidak memiliki sedikitpun rasa kasih sayang pada pasangan hidupmu”

Tiba tiba saja Taeyeon terdiam.

“aku ingin membawanya ketempat dimana dia bisa melihat terang dan gelap dunia, aku ingin membuatnya merasakan hangat dan juga dingin nya dunia.”

Suara tawa Taeyeon terdengar. “Tidak ada tempat seperti itu Jiyong-ssi”

“Ada, dan aku akan membuat itu untuknya”

Sekali lagi ucapan Jiyong membuat Taeyeon kehilangan kata kata. Kedua nya terdiam dan hanya terdengar deru nafas Jiyong yang terdengar sangat gusar. Pria itu terus menatap lurus gedung megah di depannya.

“Apa sebenarnya kau membutuhkan ini Jiyong-ssi?” Jiyong menoleh kearah Taeyeon untuk melihat apa yang wanita itu tunjukkan. Sebuah cincin yang terbuat dari kaca dan di dalamnya terdapat cairan berwarna merah, ya itu adalah “ruas jari Darah Udara”.

“Apa mungkin ini….”

“Ya…ini Ruas Jari Darah Udara”

“B..bbagai mana mungkin ?” Jiyong tergagap, dia menerima uluran tangan taeyeon yang memberinya cincin itu.

Kini Taeyeon yang menatap lurus kedepan, sambil menghela nafasnya dia membuka bibirnya “Kau benar Jiyong-ssi Uang bukanlah segala, begitu juga kekuasaan, aku adalah putri pesiden dunia ini dan ayahku memberikan itu padaku dia memintaku untuk menjaganya”

“Lalu kenapa kau memberikannya padaku”

“Aku juga ingin melihat tempat yang ingin kau berikan kepada istrimu, aku juga ingin tinggal disana bersama suamiku, aku juga ingin hidup bahagia dengannya, tapi dia tidak mencintaiku, dia tidak memiliki rasa sayang untukku”

“Taeyeon-ssi..” Jiyong menyela perkataan Taeyeon, dia tau wanita itu butuh jeda untuk melanjutkan ceritanya.

Jiyong memang 100% benar, Taeyeon butuh jeda, sekuat tenaga dia menahan air matanya agar tidak terjatuh, dadanya seolah diremas kuat, dan suaranya tercekik di tenggorokannya sendiri. “Suamiku juga dari Half Tone, dia juga menginginkan cincin itu, dia menikahiku hanya karna aku memiliki cincin itu, aku mencintai suamiku dengan tulus, aku juga ingin hidup bahagia Jiyong-ssi” Taeyeon bangkit dari posisi dukuknya. “Jadi ambillah itu dan selamatkan istrimu” selepas mengucapkan kalimat itu Taeyeon berlalu meninggalkan Jiyong.

*

*

Langkah besar Sanghyun mencimpatkan suara gesekan yang nyaring antara sepatu fantofel yang di pakainya dengan lantai, dari suara langkah itu terdengar nada kemarahan. Bahkan hanya dengan suara langkah itu dia  bisa membunuh semua hewan yang hidup di dalam tanah.

Sanghyun memasuki sebuah rumah yang sangat besar dengan warna cat putih dominan, rumah besar itu bak istana. Tapi itu memang istana, sebuah istana dimana dia dan istrinya hidup. Sebuah rumah yang ditinggali oleh sepasang suami istri bersama-sama disebuat istana bukan, walau rumah itu hanyalah gubug tua yang reot, jika sepasang suami istri yang meninggalinya hidup bahagia maka rumah itu layak disebut istana.

Sanghyun berhenti di depan sebuah pintu, tanpa basa basi lagi dia membuka pintu besar itu, retinanya menangkap bayangan seorang wanita yang tengah duduk membelakanginya. Di dekatinya wanita itu dengan cepat.

“Kenapa kau memberikan cincin itu pada pria sembarangan ?” Sanghyun berkata dengan merapatkan kedua giginya menahan amarah.

Wanita itu tersenyum kecut sambil menatap Sanghyun. Dugaan kalian benar, wanita itu adalah Taeyeon.

“JAWAB AKU TAEYEON-AH!!!” Sanghyun tidak dapat lagi menahan amarahnya dan meledak, dia berteriak pada Taeyeon, tapi wanita itu bergeming dan hanya menatap Sanghyun dengan wajah datarnya.

“Sebab itukah kau menabrak pria sembarangan itu ?”

Dahi Sanghyun mengkerut, dalam hatinya dia bertanya bagaimana Taeyeon bisa tau hal itu. Taeyeonpun berdiri dan mensejajarkan tubuhnya didepan Sanghyun. “Aku sudah muak denganmu”

Sanghyun hanya bisa diam dan menunggu lanjutan ucapan Taeyeon.

“Kau….” Jari lentik Taeyeon menunjuk hidung Sanghyun “Kau dengan otak cerdasmu dan semua pesonamu kau membuat perhatian ayahku hanya tertuju padamu, dan kau mendekatiku dengan bantuan ayahku, dan aku hanya wanita bodoh yang dengan mudah masuk kedalam perangkapmu”

“Taeyeon-ah…” Sanghyun mencoba meraih lengan Taeyeon tapi wanita itu menangkisnya. Sebagai gantinya wanita itu melingkarkan kedua lengannya di leher Sanghyun. “Aku benar benar mencintaimu Sanghyun-ah” Taeyeon mendekatkan wajahnya ke wajah Sanghyun dan langsung mencium bibir Sanghyun, melumatnya beberapa kali walau Sanghyun melakukan penolakan, Taeyeon sama sekali tidak menyerah dan tetap berusaha membuat bibir mereka menempel. Tapi apa daya dia hanya seorang wanita yang kekuatannya tak sebanding dengan pria sekelas Sanghyun.

Sanghyun mendorong taeyeon hingga wanita itu jatuh ke ranjang yang ada di belakangnya.

Air mata tak dapat lagi wanita itu bendung, bersamaan dengan tubuhnya yang terjatuh air matanya juga jatuh dan membasahi pipinya. “Kenapa sanghyun-ah ?  Kenapa kau menolakku lagi ?”

“Taeyeon-ah aku,…”

“KENAPA !!!!” teriak Taeyeon dengan gusar. “Aku juga tau tujuanmu sebenarnya Sanghyun-ah, kau ingin menguasai Dunia terang dan mengancurkan Half Tone bukan. Kau terlalu dibutakan oleh ambisimu hingga kau tidak melihat ada seorang wanita yang selalu berdiri disampingmu dan mencintaimu dengan hatinya”

Ruangan itu sunyi dan hanya terdengar suara isakan Taeyeon yang memilukan hati. “Bahkan aku juga tau kau menginginkan bayi hanya untuk membuat posisimu aman, jika semua rencanamu terbongkar maka kau masih memiliki bayi ini dan akan memanfaatkannya bukan” Ucap Taeyeon dengan menyentuh perutnya yang masih rata.

Sanghyun seolah mendapatkan tamparan keras di hatinya. Matanya mulai memerah karna menahan gejolak di dadanya.

“Aku tak ingin kehilanganmu karna itulah aku memberikan cincin itu kepada Jiyong…aku ingin hidup bahagia denganmu Sanghyu……” Taeyeon tidak dapat lagi melanjutkan kata katanya, karna bibirnya sudah ditutup oleh  bibir Sanghyun. Kakinya yang tadi masih menyentuh lantai perlahan diangkat oleh sebuah tangan dan meluruskannya diatas ranjang, tanpa kuberitahupun kalian tau siapa orang itu.

Mata taeyeon terpejam dengan erat, dia tidak mau melihat apa yang terjadi padanya, sanghyun menyentuh tubuhnya, menanggalkan pakaiannya dengan mudah seolah melepas pakaian boneka, dan melucuti pakaiannya sendiri dengan sekali sentakan.

Tautan bibir mereka terlepas. “Buka matamu” Pinta Sanghyun yang tepat berada di atas Taeyeon, taeyeon membuka matanya perlahan, setetes air mata menuruni pelipisnya. “Aku juga mencintaimu Taeyeon-ah aku memang dibutakan oleh ambisiku, tapi aku masih dapat melihat ketulusan cintamu”

Taeyeon hanya terdiam dengan bibir yang sedikit terbuka hendak mengatakan sesuatu namun urung dilakukannya.

“Aku melihatmu yang mendengarkan percakapanku dengan Mr.Jung, jadi aku mengarang cerita tentang bayi kita ini”

“Kenapa kau melakukannya ?”

“Karna jika aku mencapai tujuanku aku ingin kau membenciku, aku ingin kau menjauhiku dan aku ingin kau hidup bahagia di suatu tempat tanpa diriku. Aku benar benar orang yang kejam sebelumnya, tapi berkatmu aku merasakan sebuah kebahagiaan, dan aku tidak ingin menyakitimu lebih jauh lagi karna semua tujuan gilaku ini”

Terkadang seribu kata pun tidak dapat mengungkapkan perasaan mu, kau bisa menunjukkan rasa kasih sayangmu dan rasa pedulimu bukan hanya dengan kata kata, perlakuan kecil seperti tersenyum, tertawa dan menangis pun sudah bisa menunjukkan perasaanmu sebenarnya.

“Aku akan menjadi orang yang sangat jahat jika mencapai tujuanku, jadi aku tidak ingin kau hidup denganku….” Kini giliran sanghyun yang harus menghentikan ucapannya karna bibir Taeyeon tidak mengijinkan bibir Sanghyun untuk terbuka lagi.

“Hentikan ambisimu dan hiduplah denganku, kita mulai semuanya dari awal”

“Saranghae Taeyeon-ah”

*

*

Suara pintu yang berdecit menandakan pintu itu tengah didorong dari luar. Dara melihat Jiyong yang tengah tidur diatas ranjang, selang infus menempel di lengan kirinya, kepalanya di perban dengan perban berwarna putih, walau tertutup selimut terlihat bahwa salah satu kaki Jiyong tengah di gips karna kemungkinan besar patah tulang.

“Dara-ah… aku tidak bisa tidur”

Langkah Dara mulai memendek, sebuah senyuman ia paksakan keluar dari bibirnya, tak lama kemudian seorang uster berdiri di belakangnya. “Maaf Jiyong-ssi apa anda membutuhkan obat tidur ?”

Dara menoleh kebelakang “Ya dia membutuhkannya” Ucap Dara menjawab pertanyaan sang suster.

“Tidak aku  tidak membutuhkannya sama sekali aku…” tanpa mendengarkan protes dari Jiyong suster itu menyuntikkan sebuah cairan kedalam infus Jiyong. “Dara aku tidak butuh obat tidur…”

“Kau harus beristirahat Jiyong”

“Tapi aku..” saraf saraf ditubuh jiyong mulai mengendur, dan dia mulai lelah bahkan hanya untuk berbicara, matanya terasa berat dan dia mulai memejamkanya perlahan, walau terkadang membukanya beberapa kali berusaha agar dirinya terus terjaga, namun pengaruh obat yang diberikan membuatnya tak berdaya.

“Jiyong-ah aku tidak tau maksudmu yang sebenarnya, kau mengumpulkan benda pusaka dari 2 dunia, apa setelah ini kau juga akan mencari benda pusaka Half Tone ?” tanya Dara setengah berbisik.

“Tentu saja…” Jawab Jiyong yang sekarang tengah berada diantara dunia nyata dan dunia fana. Namun setelah mengucapkan kata itu, dirinya untuk sepenuhnya masuk ke dunia fana.

“Maka kau harus membunuhku untuk mendapatkan itu”

==TBC==

WAJIB BACA !!

Masih ada yang inget sama Defta ? Ada yang kangen sama Defta ? Enggak ada #Teriak Readers . heheheh Maaf semuanya Defta ngilang lama banget, kelas 12 bener bener nyita waktu, udah berusaha keras tapi hasilnya belom juga maksimal, mumpung liburan nih dan mumpung Defta lagi ditinggal sama Namchin ke jakarta jadinya ada waktu buat nulis lagi.

Dan kemaren defta udah ngeluarin series Gamma, moga bisa ngisi waktu luang reades semua selama liburan.

Dan untuk Half Tone Sendiri defta usahain buat cepet Updatenya, terimaksih buat semuanya dan terimakasih juga untuk semua Admin DGI. Tengkiyu banget :-*:-*:-*

 

Advertisements

12 thoughts on “Half Tone – Part013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s