[Oneshoot] From now on until 50 years later

 PhotoGrid_1406872449150

JIYONG’s POV

bibibibibip! bibibibip! bibibibp!

5 menit lagi…
dengan malas aku mengangkat tangan dan berusaha mencari tombol OFF dari jam alarm yang kupasang tepat pukul 6 pagi. Persetan dengan komitmen bangun pagi! tubuhku sudah seperti pudding coklat yang dikunyah nenek-nenek.
click!
aaaahhhh…..sampai dimana mimpi indah tadi?
“jiyong….”
“ngh?” aku meraih tangan mungil yang aku tahu milik siapa, saat ia mulai membiarkannya bergerak menyusuri dadaku. “5 menit lagi okay? im…*sghhhh*….really tired…”
“kau berjanji akan bangun pagi…” ia bergumam, dan aku yakin ia pasti memasang wajah ngambeknya.
“salahkan dirimu sendiri, bodoh….kau yang membuatku begini lelah…kenapa kau harus pulang dengan pakaian minim semalam…” aku memalingkan tubuhku dan membelakanginya
“ahahahha! oowwwhh! ahjussi~ ahjussi~ kau memang sangat imut kalau sedang ngambek…kkkkk^^….apakah hari ini ada pertemuan? dami-eonni menelepon terus daritadi…”

Aku langsung membuka mata dengan spontan.
SH*IT!!!!
“babe…babe! oh god! dami-noona akan membunuhku!” aku langsung melompat keluar dari tempat tidur dan berlari menuju kamar mandi, sementara dara hanya melihatku dengan takjub. “sial daraa! ayoo cepaat!” dengan geram aku meraih tubuhnya dan menggendongnya di pinggangku.
“yaah! jiyong-ah! waeyoo!?”
“kalau bersama kita akan mandi dengan lebih cepat!”
aku lupaaaa…..aku benar-benar lupaaa!><”

HARI INI ADALAH PARENTS DAY!!!!

***

Dara’s POV

aku melirik jiyong dengan tatapan aneh, setelah kejadian mandi ekstrim beberapa menit lalu yang membuat pinggangku hampir patah kami kini sudah berada dalam mobil, berjalan menuju…..aku tak tahu entah kemana.
“kenapa kau berpakaian seperti thomas alva edison ji?”
aku hanya bisa tersenyum bodoh saat dia menatapku dengan tatapan marah. aku tahu dia itu fashionista yang harus selalu bereksperimen dengan semua jenis pakaian. tapi harus akui, pagi ini ia bahkan terlihat lebih tua daripada kakekku. dengan kacamata baca itu dan rambut yang disisir dengan sangat klimis. sangat formal-__-. sementara aku hanya menggunakan blazer hitam dipadukan dengan jeans, t-shirt favoritku dan sneakers louboutin.
Bagus…sekarang kami sudah terlihat seperti pasangan beda dimensi.
jiyong lalu menghela nafas berat dan menjatuhkan dahinya pada setir mobil saat kami berhenti pada lampu lalu lintas, aku buru-buru meraih tangannya.
“waeyo?”
“aku rasa aku tak bisa melakukan ini…”
“melakukan apa!? kau bisa semuanya kok! kau kan G-dragon!”
“ahaha…” jiyong akhirnya menatap balik padaku. ” gumawo dara-ya….hanya saja…aku sengaja berpenampilan seperti ini, berharap orang tuaku senang….”

eh?

“TUNGGU DULU!!! kita akan bertemu orang tuamu!? d-dan aku berpakaian seperti ini!? uhaaaah! jiyoong ayo kita kembali daan pilihkan aku baju istri thomas alva edisoon-mu! kenapa tiba-tiba!? kau tak mengatakan apapun tentang itu!
“aaahh…yeah…aku mengatakannya kok tadi malam”
“WHEN WE HAD S*X!? thanks a lot mr.! kau tahu aku tak akan memperdulikan apapun when we had S!”
jiyong tertawa sangat keras dan mengacak rambutku.
“aku sengaja….kalau kau benar-benar mendengarnya pasti kau menolak…selama kita menjalin hubungan ini kau tak pernah mau bertemu orang tuaku dee…”
“aku bertemu Dami-eonni kok!”
“itu berbeda, bodoh-__- kau sangat cantik kok…tenang saja dee…” jiyong kembali memberikanku tatapan senang-bercampur sedihnya itu membuat wajahku memerah. entah kenapa tatapan itu adalah tatapan yang paling aku suka darinya.
“apa kau senang sekarang?”
“hmm?”
“aku…a-aku akan…menemui orang tuamu…”

“WAAAAGHHHHH!^0^”
jiyong langsung memelukki erat-erat dan melupakan setir mobil yang sudah berputar berlawanan arah.

“JIYOOONG!!! TIDAAAK! kita akaan matiiiii!” dengan cepat aku langsung meraih setir mobil dan mengendalikannya kembali ke jalanan, sementara jiyong masih memelukku dengan sangat erat. “jiyong! kau bod-”
aku terdiam saat jiyong tersenyum sangat lebar seolah-olah itu bisa merobek pipinya sebentar lagi.
“gumawo dee-ah….gumawoo! aku sangat senaang! kau selalu tahu cara membuatku bahagia^^”
bodoh! aku jadi tersipu lagi! -////-; padahal kami sudah menjalani hubungan ini sangaat lama…tapi jiyong selalu bisa membuatku terus berebar-debar. seperti anak sekolahan saja! jiyong bodoh!
selama kau bisa selalu tersenyum ji….aku akan lakukan apapun…karena dengan senyuman dan kebahagiaanmu bagiku itu lebih dari cukup.
“baiklah!^^ ayo kita jalaaan lagi..hehehe^^”, jiyong akhirnya mengemudi kembali dan aku hanya dapat terus tersenyum melihatnya begini. ia seperti anak anjing kecil yang lucu^^

prorororng!

aku meraih handphone-ku dan melihat ada pesan baru dari CL.
“base camp. 12.30PM. yoo hae yeol sketchbook event. DON’T BE LATE. especially dara-unnie!

CL akan mengulitiku hidup-hidup….

***

“EOTTOKEH!?”

“ouch! dara! kau hampir membuatku tuli!!! kau tak perlu berteriak di telepon bodoh!”
“bhomm-bhommieee…eottokee? eottokeh?”
“ada apa dara? kau dimana? apa jiyong menyakitimu, huh!?”
“aku…jiyong…lalu..kamar mandi….uhuuu…eottokeh?”
“jiyong menyiksamu di kamar mandi!? dasar bocah sial aku akan…”
“aku bertemu orang tua jiyong…hari ini parents day…”
“masalahnya?”
“aku lupa kalo ada undangan yoo hae yeol sketchbook hari ini…dan aku sudah berjanji pada jiyong…eottokeh?”
“haissthh….ini sudah pukul 10…ung….ungh! katakan kau harus pergi dee! katakan apa saja sebagai alasan…CL akan marah dan kita tidak bisa hadir juga tanpamuu! mereka akan panik…”

aku benar-benar tak tahu apalagi yang harus aku lakukan….hari ini secara tidak langsung adalah hari paling penting dan ditunggu-tunggu oleh jiyong dan aku sudah berjanji hingga membuatnya terlalu bahagia. ugh! bagaimana ini? aku tak mau pergi…aku mau membuktikan kalau aku serius dengan jiyong. selama ini alasan aku selalu menolak bertemu dengan orang tua jiyong adalah karena aku takut aku berubah….aku takut jiyong berubah….aku takut semuanya berantakan dan tiba-tiba kami berpisah…tapi aku sudah sangat yakin sekarang, kalau aku ingin terus bersama jiyong….aku ingin serius.

taaapi….

pekerjaanku jugaa penting…hwaaah! eottokeeh!?
“dara? hey…kau sedang apa di dalam sana dear?”

DAMI-EONNI!

aku buru-buru membuka pintu kamar mandi dari restaurant yang menjadi tempat perayaan parents day ini saat dami-eonni mengetuknya.

“eonni…aku butuh bantuanmu….”
“eh? waeyo? apakah ada yang terjadi?”
“jwesonghamnida eonni…ini benar-benar salahku…aku tidak bermaksud menjadi egois atau apa aku hanya saja…”
dami-eonni langsung memeluk pipiku dengan kedua telapak tangannya.
“ssshh….aku tahu…yoo hae yeol sketch book event kan? aku juga kaget saat jiyong tiba-tiba datang bersamamu…aku senang sih…tapi berfikir apakah ini tidak akan membebanimu….aku tahu semua jadwal mu loh dara-yaa…huhuhuu…” dami-eonni lalu menggenggam tanganku “pergilah…aku sudah menelepon taksi…aku akan bicara pada jiyong…dia memang kadang-kadang kekanak-kanakan….”.
“tapi eonni…aku sudah berjanji pada jiyong…ia pasti akan kecewa….”
“ia akan lebih kecewa kalau melihat kau terbebani…kalau kau tidak datang itu akan aneh kan dan anggotamu yang lain akan terbebani….pergilah sebentar…kalau kau sempat kembali lagi kemari…tenang saja acara ini sampai malam kok…”
aku tersenyum lega mendengar kalimat dami-eonni dan langsung memeluknya erat-erat.
“gomawo eonni….gumawooo…aku pasti akan kembali…”
“saa…pergilah…”
aku mengangguk dan langsung berlari keluar kamar mandi. sebelum berlari menuju pintu keluar aku melewati sebuah ruangan dan menangkap sosok jiyong yang tengah duduk bersimpuh di atas bantalan tempat duduk dengan senyum yang sangat berbeda dari biasanya. senyum yang sangat dewasa dan menenangkan.

aku merasa terpukul.

hanya sebentar saja, ji….
maafkan aku…

***

AUTHOR’s POV

yoo hae yool sketch book berjalan dengan lancar dan semuanya berakhir dengan mulus. belum terlalu malam, ini bahkan belum mulai malam sama sekali dan acaranya berakhir dengan cepat. Dara sudah tidak sabar untuk segera pergi dari tempat ini dan meluncur menuju tempat jiyong.
tapi tiba-tiba saat dara hendak pulang kembali ke tempat jiyong. ada sebuah pesan, masuk ke handphonenya.

“kau tidak perlu datang lagi, dee…
terima kasih sudah membohongiku…” – jiyongie.

seperti ada sebuah pisau besar menusuk dara dari berbagai arah, tiba-tiba nafasnya menjadi sesak dan air mata langsung jatuh ke pipinya. tanpa memperdulikan panggilan dari orang-orang sekitarnya, dara langsung berlari sekuat mungkin dari studio , dengan pakaian performance yang masih lekat menempel pada tubuhnya dara menangis di dalam taksi yang berhasil ia hentikan.

“jiyong….jiyong….maafkan aku..*hic* maafkan aku…”

***

dara akhirnya berhasil sampai kembali pada restuaran yang ia tinggalkan sebelumnya, suasana masih ramai dan hangat dengan beberapa anggota keluarga berkumpul merayakan parents day.
apa yang salah? pikir dara, tentu saja kau salah bodoh! kau membohongi jiyong….kau membuatnya berharap dan kini ia sudah terlanjur sakit karena perbuatan egoismu!. saat baru sampai di depan toilet restaurant, seseorang memanggilnya.

“Daraa! dara-yaa!”
“dami-eonni! eonni…..” dara langsung menjatuhkan dirinya dalam pelukan dami dan spontan menangis. “jiyong…dia dimana?”
“mianhe dara-yaa….aku berusaha menghentikannya…acara keluarga ini bahkan belum mulai dan ia sudah pergi meninggalkan kami…aku minta maaf…ini semua karena aku juga….”

jiyong!

dara meraih ponselnya dan menelepon nomor jiyong tetapi nomornya tiba-tiba tidak aktif. dara langsung merasakan lelah dan lemas pada tubuhnya dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai.

“maafkan aku…jiyong…eonni….*hic* ini semua salahku….a-aku seharusnya meninggalkan acara itu saja dan memilih untuk tinggal kalau memang jiyong adalah yang paling penting untukku…sekarang semuanya sudah berakhir…aku membuat jiyong kecewa….AH!! omoni dan aboji dimana!?”

“a-ah ada di ruangan VIP…”

“a-aku…setidaknya harus minta maaf pada mereka dulu eonni…” dara menyeka wajahnya dari air mata dan berusaha berdiri. walaupun make-upnya sudah terhapus sebagian, tapi dara masih terlihat cantik, ia pun langsung berjalan menuju ruang VIP tempat ayah dan ibu jiyong berada.

“appa…eomma…ada yang ingin bertemu…” dami membuka pintu dan membiarkan dara masuk.
“aaahh! sandara-yaa….benar-benar sebuah kejutan…” young hwan-ssi, ayah jiyong menyambut dara dengan sangat hangat tanpa ada nada cemooh sedikit-pun.
“aaooohh….ini adalah wanita favorit-ku di dunia…aigoo dara-yaa…” dan ibu jiyong malah membuat semuanya semakin sulit untuk dara, karena tiba-tiba saja ia berdiri dan langsung memeluk dara.

“omoni…aboji….aku….jwesonghamnida!” dara spontan membungkuk pada mereka sambil menahan tangis. mereka sungguh baik padanya dan selama ini ia selalu takut untuk bertemu dengan mereka dan hari ini yang terburuk, ia pergi tanpa berkata apapun. “aku benar-benar menyesal..aku pergi tanpa mengatakan apa-apa….ini sungguh salah…aku membuat semuanya terbebani…membuat semuanya terluka…terutama jiyong…sungguh…maafkan aku!”. air mata pun akhirnya kembali membasahi pipi dara. ia sungguh berharap jiyong akan datang kembali dan mereka bisa makan malam bersama layaknya sebuah keluarga yang hangat. tapi jiyong sudah pergi dan dara sudah terlalu terlambat.
“kami sangat senang melihatmu malam ini dara-yaa….tentang jiyong…kami rasa ia akan mengerti…ya kan?” young hwan-ssi tersenyum pada dara mengusap kepalanya. “kau adalah wanita yang telah dipilih oleh anakku, ia mencintaimu…sangat mencintaimu…aku yakin ia akan mengerti…tenanglah….”

“aku harus mencari jiyong…”
dara menghapus air matanya lagi dan bergegas keluar dari ruangan, tapi….baru saja dara keluar ruangan jiyong sedang duduk bersila di luar ruangan, tepat di samping pintu dengan wajah merah padam.

eh?

dara masih terdiam dengan wajah polos sementara jiyong memalingkan wajahnya yang merah padam dari dara.

eh?

“ji…..yong?”

perlahan jiyong memalingkan kembali wajahnya pada dara dan ia langsung terbelalak kaget saat melihat air mata sudah membanjiri wajah dara lagi.
“ya-yah…dara…janga-”
“Untunglah! jiyong! untunglah!!!” dara langsung menabrak tubuh jiyong dan memeluk pinggangnya erat-erat. “ka-kau kembali…kau tidak pergi darikuu…*hic* maafkan aku….maafkan aku ji….”
“y-ya…dara-ya…aku…”
sekali lagi kalimat jiyong dihentikan oleh dara, kali ini dengan bibirnya yang gemetar karena menangis terus. jiyong memeluk dara dengan erat dan membalas ciuman tersebut. di depan seluruh tamu VIP lainnya, dami dan kedua orang tuanya. ia tak memperdulikan apapun lagi…ia hanya ingin dara terus bersama dengannya…terus di sisinya.

“aaawwwhh….endingnya kok jadi romantis begini sih?” tiba-tiba dami berseru dengan lantang.
“yah! noona!!!”
“eh? ”
“ini semua rencana jiyong sejak awal…aahh aku jadi merasa berdosa harus membuat dara menangis…dasar kau laki-laki tak tahu diri!” dami meraih tubuh dara dan mengelus lembut kepala dara.

“ja-jadi…ini?” dara terbata-bata berseru lemah.

“maafkan kami yaa dara-yaa…kami terpaksa mengikuti rencana jahat laki-laki setengah landak ini…kami tak menyangka kau akan begini….huhuu”
dara terbelalak kaget dan menatap jiyong dengan takjub.
“mianhe dara-ya…hehe…k-kau boleh lakukan apa saja padaku…” jiyong memberikan kepalanya pada dara, menunggu sebuah pukulan atau tamparan yang perih tapi sebaliknya, dara malah mengelus kepala jiyong.

“aku mencintaimu jiyong…”
jiyong mengangkat kepalanya dan tersenyum bahagia.

“kau tak tahu betapa aku ingin kita menikah saat ini juga….”

***

perayaan parents day berakhir dengan membahagiakan. dara membaur bersama keluarga jiyong dengan sangat baik…sejak awal memang dara adalah wanita yang mudah dicintai.
waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, jiyong dan dara berjalan bersama menuju tempat parkir yang lumayan jauh dari bangunan utama.
tetapi mereka tak keberatan, udara malam yang sejuk membuat mereka tenang seraya mereka berjalan dengan tangan saling terggenggam erat.
“ah…photo yang diambil dami-noona ternyata cukup bagus loh…lihat…”
dara melihat layar handphone yang menunjukkan gambar jiyong dan dara berdiri berdampingan, jiyong dengan senyum dinginnya dan dara seperti biasa dengan senyuman yang cerah bersama peace-sign pose yang menjadi andalannya. saat melihat foto itu mengalir 2 perasaan dalam diri dara. Kebahagiaan dan kesedihan. bahagia karena melihat betapa serasinya mereka berdua, kesedihan karena hubungan ini hanya akan terus berada dalam batas ini, tersembunyi dan penuh misteri.
“aku akan post ini di instagram…” jiyong tertawa senang sambil bersiap meng-upload photo tersebut.
“heey….kau ini gegabah sekali…sini aku saja yang upload…” dara tersenyum kecut saat ia memotong fotonya sendiri dan menyisakan sebagian jari dan rambutnya saja. “ini…biarkan mereka terus bertanya-tanya tentang kita…hmm?”
jiyong menangkap tangan dara dan menatapnya dengan khawatir.
“heey…you okay?”
“yeah…”
“aku tahu kau kecewa…dengan bagaimana hubungan kita berjalan…kita hanya akan berhenti pada batas ini kan? terus penuh misteri….maafkan aku…”
dara meraih pipi jiyong dan mengamati wajah pria yang sudah bersamanya selama hampir 10 tahun ini.
“asal kau ada disana….aku akan bahagia…asalkan kau terus bersamaku…aku tak akan bisa lebih bahagia lagi…”
“saranghae-yo….” jiyong menarik tubuh dara mendekat dan melingkarkan lengan dara pada lehernya.
“nado, saranghae…” dara menempelkan dahinya pada dahi jiyong dan memejamkan matanya saat parfume lembut jiyong memenuhi hidungnya.
“sekarang atau bahkan 50….60….70….100….tahun lagi….akan selalu begitu…kau akan jadi istri paling bahagia di dunia…aku akan jamin itu…”
“kiss me already…”
jiyong menekankan tubuh mereka bersama dan bibir mereka bertemu, terasa hangat dan menyenangkan. ciuman tulus dan penuh gairah. perlahan tapi pasti, lidah dan saliva mereka bergerak dengan sangat pelan dan menyatu dengan hati-hati. membuat tubuh mereka menegang dan kulit mereka bergidik.

“ehem…bertambah dingin…” dara menempelkan hidungnya pada hidung jiyong saat mereka menyelesaikan ciuman mereka.
“aku akan langsung menghangatkanmu saat kita sudah sampai nanti….”

dara mendorong tubuh jiyong pelan dan mereka tertawa bersama seraya jiyong merangkul tubuh dara. mereka berjalan bersama sambil terus saja menggoda satu sama lain menuju mobil lamborghini putih yang jaraknya sudah tak lagi jauh.
Bulan bersinar cerah menjadi saksi sumpah cinta yang kuat diantara mereka malam itu.


NOTES:

*tampar diri sendiri dengan sendal hotel*

yaaahhhh….*pijet dahi kuat-kuat*
jadi….

HAI SEMUANYAAA!!! habibanono disiniii loh! apaa kabaarr??? hahahhaha^^
sudah berjuta-ratus-milyaran tahun yaa kita tidak bertemu hahahahah!

maafkan saya semuanyaa….

setelah bermilyar-milyar tahun menghilang (lebay) ehh malah datang lagi dengan one-shots…bukannya ngelanjutin X-agent atau sakura drop…ehehhe…mianhee….

yahh tenang ajaa…sebentar lagi pasti update kok^^ maaf ya kalo one-shots ini terlalu cepaat alurnyaa dan yah…biasa-biasa sajaa..udah lama nggak nulis gini deehh…
dan saya heran sebenarny…kenapa setiap update FF selalu kisaran jam-jam segini ?
uaahh lelah sekalii^^ baiklahh semuanya….saya tinggal tidur lagii yaaa?

silahkan di comment…ayo comment yang banyak biar FF laen updatenya cepet dan biar saya nggak menghilang selama ratusan-juta-milyaran tahun lagi…mueheheheheheh!

*di lempar tombak sama pembaca*

annyeong!^^

– HABIBANONO –

Advertisements

21 thoughts on “[Oneshoot] From now on until 50 years later

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s