Coincidence Or Destiny? [Part 2] : A Deserted Street

Daragon1

Author :: Hesty_
Length :: Chapters
Genre :: Fluffy

Annyeonghaseyo, jae ireumeun Hesty imnida. Jaega kalimantan selatan wasseumnida. Ini FF pertama saya, semoga dapat diterima dengan baik, Mian ne jika masih terdapat banyak kekurangan. Saya akan terus memperbaiknya dan saya menerima masukan-masukan yang membangun. Semuanya, selamat membaca FF saya. Semoga kalian terhibur dan dapat menikmati ceritanya^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Di sebuah jalan yang sepi, terdapat sekelompok namja yang sedang berusaha untuk memukuli seorang namja berambut blonde. Namja itu terus berusaha melawan hingga akhirnya sekelompok namja itu berhenti untuk memukulinya secara tiba-tiba.

*

Jiyong Pov

Aku mengemudikan mobilku melalui sebuah jalan sepi, tiba-tiba saja ada seorang namja yang dengan sengaja menabrakan dirinya kemobilku.

“Apa ini? Apa yang dilakukan namja itu?” tanyaku heran pada diri sendiri dengan apa yang baru saja terjadi dan akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari mobilku untuk melihat namja tadi.

Dan tiba-tiba saja, sekelompok namja menghampiri ku. “Sepertinya kau orang kaya, cepat serahkan seluruh harta yang kau miliki atau kau akan kami buat tidur untuk selamanya!” ucap seorang namja dengan luka diwajah bagian kirinya padaku tepat didepan wajahku dengan memberikan penekanan pada kalimat terakhirnya.

“Bagaimana jika aku tidak mau?” jawabku dengan seringai di wajahku.

Dan tiba-tiba saja seseorang dari mereka mencoba memukulku.

Dan ketika aku mencoba untuk menghindarinya, mereka semua berusaha untuk memukuliku secara bersamaan.

Aku terus melawan, hingga akhirnya secara tiba-tiba mereka berhenti. “apa yang terjadi?” batinku mencoba untuk bertanya dengan apa yang terjadi.

“Lihat! Ada seorang yeoja yang begitu sangat cantik berjalan kearah kita,” teriak seorang namja penuh tatoo kepada teman-temannya.

“Kau benar, yeoja itu sangat cantik.” lanjut namja yang memiliki dua buah pierching di bagian atas alis sebelah kanannya.

“Apakah dia malaikat, tapi dimana sayapnya? Aku tidak dapat melihatnya.” seru seorang namja dari belakang yang berusaha mencari sayap yang mungkin dimiliki oleh yeoja yang dilihatnya.

“Aku rasa dia bidadari, atau mungkin seorang dewi yang dikirimkan Tuhan untuk menjadi ibu dari anak-anak ku.” lanjut namja yang memiliki gigi emas dengan senangnya.

“Dia milikiku!” ucap namja dari arah kiri dengan suara yang cukup keras.

 “Miliku!” ucap namja dari arah kanan dengan suara yang juga cukup keras sambil memberikan tatapan membunuhnya pada namja dari arah kiri itu.

“Hentikan itu bodoh, hanya aku yang boleh memilikinya!”  bentak namja yang berada ditengah-tengah kedua namja yang berusaha mengklaim yeoja itu adalah miliknya.

“Kalian semua ingin mati? Aku yang akan memilikinya!” ucap namja bertubuh besar sambil memperlihatkan sebuah pisau yang dimilikinya.

“Tidak bisa, dia milikku!” bentak namja yang berada di sebelah namja bertubuh besar itu dengan melemparkan tatapan membunuhnya langsung pada manik mata namja itu.

 “DIAM!” bentak yeoja yang dieluh-eluhkan oleh sekelompok namja itu setelah berada didepan sekelompok namja itu.

“Aku pikir ini adalah waktunya untuk bermain!” lanjut yeoja itu dengan seringai dan tatapan mematikannya yang di arahkan langsung kepada para namja di depannya.

Dan pada detik berikutnya, “BUGH BUGH BUGH – – – BUGH,” yeoja itu memukuli para namja di depannya tanpa ampun.

Para namja itu mulai berhamburan karena pukulan yeoja itu. “BUGH BUGH – – – BUGH,” lanjut yeoja itu memukul sekelompok namja yang ada di bagian kirinya.

“BUGH BUGH BUGH – – – BUGH.” lanjut yeoja itu lagi pada sekelompok namja di bagian kanannya.

Akhirnya yeoja itu berhasil membuat sekelompok namja itu mengerang kesakitan karena pukulannya dengan mengunakan pemukul baseball berwarna silver miliknya yang membuat para namja itu tergeletak dijalan dengan darah di beberapa bagian tubuh mereka masing-masing.

“Anggap ini sebagai balas budi.” bisik yeoja itu menghampiriku yang hanya bisa diam mematung dengan apa yang baru saja terjadi di depan kedua mataku.

Akhirnya yeoja itu berlalu meninggalkanku. “Park Sandara.” bisikku pada diriku sendiri dengan senyum di wajahku.

*

 

Dara Pov

Aku melewati sebuah jalan sepi setelah mengambil mobilku dari bengkel, ketika sekelompok namja menarik perhatianku dan membuatku menghentikan mobilku.

Namja-namja itu sepertinya sedang berusaha memukuli seseorang. “Astaga, apakah itu Kwon Jiyong?” batinku bertanya saat menyadari sosok namja yang terus berusaha melawan mereka semua tanpa henti.

Akhirnya aku turun dari mobilku dan membawa pemukul baseball berwarna silver milikku sambil berjalan kearah mereka.

 “Sepertinya mereka mengeluh-eluhkanku, sangat memuakan” batinku dengan malas menyadari apa yang terjadi dengan sekelompok namja di depan ku saat aku berjalan kearah mereka.

 “DIAM! Aku pikir ini adalah waktunya untuk bermain.” ucap ku pada mereka.

Dan pada detik berikutnya, “BUGH BUGH BUGH – – – BUGH,” aku memukul para namja di depanku tanpa ampun.

“BUGH BUGH – – – BUGH,” lanjutku memukul sekelompok namja yang sekarang ada di bagian kiriku.

“BUGH BUGH BUGH – – – BUGH.” lanjutku lagi memukul sekelompok namja yang ada di bagian kananku.

Akhirnya aku berhasil membuat sekelompok namja itu tergeletak dijalan dengan darah di beberapa bagian tubuh mereka masing-masing.

“Ini karena pemukul baseball ku yang sangat hebat.” batinku berucap pada diriku sendiri dengan senyum kemenangan di wajahku.

Aku berbalik kearanya, memiringkan sedikit kepalaku. “Anggap ini sebagai balas budi.” bisiku tepat ditelinga kananya dan meninggalkannya.

“Kwon Jiyong.” gumamku tanpa sadar dengan senyum di wajahku setelah aku meningagalkannya dan kembali berjalan ke arah mobilku yang aku tinggalkan tidak jauh dari tempat sekelompok namja yang berusaha memukuli Jiyong tadi.

 

~ To be Continue ~

<< Back  Next >>

Advertisements

38 thoughts on “Coincidence Or Destiny? [Part 2] : A Deserted Street

  1. jadi sekarang mah dara yg ngelindungi jiyong, bukan jiyongnya yg ngelindungin dara……kekekekkek tapi nggak apa2 itu malah lebih keren.

    FIGHTING THOR….!!!

  2. Haha lg bayangin darong dg wajah garang.kkkk gabisa deh krn wjh dia dewi bgt.jd keinget d mv go away dia kaku wkt nendang jaket n minum soju

  3. “Anggap ini sebagai balas budi” kyaaa dara unnie kereenn. Dara unnie lagi maen baseball kah kok pake bawa pemukul baseball??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s