THETA [Chap. 6-End]

theta

Author : Defta

Cast     : Sandara Park, Kwon Jiyong

Genre   : School life

Berita tentang putri CEO YG Ent Yang Hyun Suk menjadi trending topic,  terlebih ditambah dengan anak asuhnya –Jiyong- yang memanfaatkan anak CEOnya sendiri, sungguh menjadi berita yang sangat menarik.

Jiyong berdiri dihadapan seorang yang terlihat sangat berwibawa.

“Aku kira memberimu informasi tentang Sandy adalah hal yang tepat karna kalian satu sekolah, dan aku berharap kau bisa melindunginya” Ucapnya dengan nada yang berat. “Tapi ternyata kau sendiri yang menyakitinya. Aku kecewa padamu Jiyong”

#TOKTOKTOK suara pintu yang diketuk terdengar. Selajutnya 5 manusia masuk keruangan itu dan berdiri berjejer disamping jiyong.

“Maafkan kami Sajangnim, kami juga ikut andil dalam masalah ini” Yongbae membuka suara mewakili kawan-kawannya.

“Saya juga, sebenarnya hal ini semuanya terjadi karna saya juga” Ucap satu-satunya yeoja dalam ruangan itu. “Jika saya tidak mencoba merebut Jiyong dari Dara maka hal ini tidak akan terjadi”

“Chaerin…”

“Saya minta maaf Sajangnim” Chaerin membungkukkan badannya dengan dalam.

#TOK TOK suara pintu yang diketuk kembali terdengar. Lalu sebuah kepala menyembul dari balik pintu itu.

“Apa aku boleh masuk ?” suara cempreng dari Darapun terdegar.

“Sandy…” Desis Yang hyunsuk. “Masuklah sayang”

Dengan senyuman dan langkah kecilnya Dara berjalan, mengabaikan tatapan takut dari 6 manusia yang berjejer dihadapan ayahnya.

“Ada apa ? Kau menemukan sekolah lainnya ? kau ingin sekolah dimana ? jepang ? Amerika ? atau….”

“Aku akan tetap dikorea” Sela Dara membuat Jiyong, Yongbae, Seunghyun, Seungri, Daesung dan Chaerin melotot tak percaya. “aku akan tetap bersekolah ditempat yang sama seperti mereka”

“Sandy…”

“Aku sudah lelah bersembunyi, lagi pula aku sudah bisa menghadapinya, seseorang bilang kepadaku, aku harus menghadapi kenyataan jika aku ingin berjalan maju”

Jiyong langsung menoleh kearah Dara, itu adalah ucapannya, jadi orang yang Dara maksud adalah dirinya.

“Kau yakin ?” Yanghyun suk sekali lagi bertanya.

Dara mengauuk mantap. Ia lalu beralih pada 6 orang yang masih berdiri dengan kaku. “Aku belum mengucapkan terimakasih karna telah menolongku, dan mari bersahabat” Dara mengulurkan tangannya pada Chaerin.

Dengan sedikit ragu Chaerin meraih tangan itu dan membalasnya.

Lalu Dara mengangkat tangannya untuk mengajak highfive, urut dari Seungri, Seunghyun, Daesung, Yongbae dan terakhir Jiyong.

“Oh ya Ayah…” Dara beralih pada ayahnya. “Jangan menghukum mereka, aku berhutang budi pada mereka”

Pagi yang cerah mengisi langit seoul. Dara turun dari mobil ibu tirinya. Ia membungkuk untuk mensejajarkan kepalanya dengan wajah sang ibu tiri.

“Kau yakin bsa melakukannya ?” Tanya wanita paruh baya itu dengan wajah khawatir.

Dara tersenyu manis sambil tersenyum. “Aku bisa melakkannya” Ia mengulurkan kedua lengannya meminta pelukan. “Bisakah kau menunggu sampai aku siap memanggilmu ibu ?” Dara bertanya pelan.

Ibu tirinya yang bernama Lee Eunjoo melepaskan pelukannya. “Aku akan menunggunya walau itu memakan sisa umurku”

Unuk sekali lagi Dara tersenyum. “Aku pergi” Dara melambaikan tangannya.

Tanpa mereka sadari, kamera paparasi meotret aktivias mereka barusan, dan dijamin 2 jam lagi berita kedekatan Sandy Yang dan Ibu tirinya sangat baik akan tersebar ke seluruh korea.

“Kau benar – benar melakukannya” Suara Jiyong hinggap ditelinga Dara, datanganya dari arah belakangnya, jadi ia tak perlu repot berbalik karna sedetik kemudian jiyong sudah ada disampingnya. “Kukira kau hanya membual demi menyelamatkanku”

“Kau sudah meyelamatkanku, jadi aku harus membalasnya”

“Dara….” Suara panggilan dari Seungri dan lambaian laki-laki itu terdengar dan terlihat oleh Dara.

“lihat Jiyong, dia benar-benar pandai dalam mempermainkan wanita”

“kau sudah lihat video itu kan ? di video itu dia mengakui kalau dia pacaran dengan Dara hanya untuk mendapatkan posisi di YG, sungguh licik”

“Aku kira dia pia yang baik, ternyata…”

 Suara bisk-bisik dari beberapa siswa wanita juga tak luput dari pendengaran Dara. Ia melirik Jiyong yang tengah menunduk dan melihat ujung sepatu nya.

“Ayo cepat” Dara meraih tangan Jiyong dan menarik pria itu untuk berlari.

Bel istirahat makan siang terdengar beberapa menit yang lalu. Jiyong dengan nampan yang penuh berbagai jenis makanan melangkahkan kakinya menuju salah satu meja yang masih kosong. Kali ini ia sendiri. Yongbae tengah sibuk dengan OSIS, Seunghyun sedang berlatih dengan team basketnya, Daesung sedang ditugaskan untuk memandu paduan suara sekolah, dan seungri, pria itu tengah memburu seorang gadis mungkin.

“Lihat dia… sama sekali tidak terlihat menyesal…”

“Dulu dia tipe idealku.. tapi sekarang melihat wajahnya membuatku mual”

“Kau benar, bagaimana mungkin pria sempurna sepertinya masih mengandalka seorang wanita untuk bertahan hidup, menjijikkan”

Semua ocehan itu hanya seperti angin lalu bagi Jiyong, ia berusha menekankan hal itu, tapi jujurdalam hatinya ia sangat tersiksa dengan hal itu.

Suara nampan yang bergesekan dengan meja terdengar dari samping kanan jiyong. jiyong menoleh, mencari tau siapa gerangan yang masih mau duduk disampingnya. Ia tersenyum ketika orang itu adalah Dara. Wanita itu melepas headset yang melekat di telinga kananya dan memasangkannya ditelinga kiri Jiyong.

“Jangan dengarkan mereka”

Jiyong mengagguk sambil meraih sumpitnya. Seleramakannya sudah hilang, jadi ia hanya memainkan makanannya, menusuk-nusuk tahu yang berada dinampannya membuatnya hancur tak berbentuk.

“Jiyong” Dara memanggil Jiyong membuat jiyong menoleh. “Buka mulutmu !” perintahnya yang menjadikan jiyong hanya menerutkan dahimu.

“Apa yang ka…” Tanpa membiarkan jiyong menyelesaikan ucapannya dara memasukkan sesendok penuh nasi kedalam mulut Jiyong. dia kemudian menatap nasi dinampannya. “Jam pelajaran masih panjang, pastikan kau makan, karna kau tidak akan konsentrasi jika perutmu kosong.”

Dengan perlahan Jiyong mengunyah makanannya.

“Aku sudah melihat beritanya”

“Berita apa ? Aku dan bibi ?” Dara bertanya tanpa menatap Jiyong.

“Kau memiliki masalah dengan sammunim ?”

Dara tersenyum tipis. “Tidak, dia yang merawatku sejak kecil, aku mengaggapnya seperti bibiku, aku menanamkannya dalam hatiku bahwa dia bibiku, dan sekarang dia menjadi ibuku, aku butuh waktu untuk mengubah sugesti bibi menjadi ibu”

“Aku yakin kau bisa melakukannya”

“Buka mulutmu lagi” Dara menyodorkan sesendok penuh nasi kedepan muka Jiyong. dan jiyong hanya menerimanya dengan senang hati.

“Kenapa Dara masih  berada disisi Jiyong ?”

“Wanita itu bodoh atau bagaimana ? kenapa dia masih mau berbicara dengan orang yang jelas-jelas memanfaatkannya”

“Mungkinkah Jiyong menghipnotsnya”

Chaerin dan Seungri kemudian bergabung dengan Dara dan jiyong.

“Kalian dari mana ?” Tanya Dara pada Chaerin dan Seungri begitu mereka duduk.

“Jangan tanyakan itu” Jawab chaerin dengan nafas yang terengah-engah

“Chaerin kumohon jadilah pacarku”

Jiyong dan Dara kembali kekelas sambil berjalan beriringan.

“ku kira lebi baik jika kau menjauhiku” Bisik Jiyong.

Dara menatap jiyong dengan tatapan bingungnya. “Kenapa aku harus melakukan hal itu ?”

“Karna aku hanya memanfaatkanmu saja Sandy-ah” Jiyong menghentikan langkahnya hingga Dara berdiri beberapa langkah didepannya.

Senyuman hangat terukir di wajah Dara, ia berbalik dan menatap wajah Jiyong yang sedang menunduk. “Aku menghabiskan masa SMP-ku di Filipina karna saat SD seseorang melihat ijasah milikku dengan nama Sandy Park, putri dari Yang Hyun Suk. Aku takut identitasku terbongkar, jadi aku melarikan diri, dan beberapa saat yang lalu hal yang sama terulang, aku bersekolah disini karna identitasku terbongkar di sekolah yang sebelumnya”.

Jiyong mendongakkan kepalanya.

“Tapi aku lelah Jiyong, aku lelah menyembunyikan identasku, tapi aku takut, aku takut semua orang akan mengambil keuntungan dariku, aku takut mereka berteman denganku hanya karna aku ayah dari seorang CEO agency terbesar di Korea, aku selalu takut hal itu terjadi padaku”

“Dan aku melakukan itu padamu” Sahut Jiyong.

“Dari sisi mana kau memanfaatkanku ?” Dara berteriak frustasi. Ia melihat beberapa Yongbae, Senghyun, Seungri, Daesung juga Chaerin berdiri beberapa meter dibelakang Jiyong. “Katakan padaku ? bagian mana kau memanfaatkanku ? Apa kau masuk YG karna kau adalah pacarku ? apa kau mendapat jatah libur lebih banyak dari teman-temanmu karna kau adalah pacarku ?”

Setetes air mata keluar dari sudut mata Jiyong.

“Jawab aku Kwon Jiyong !!”

“Tidak, dia masuk YG bersama kami, dia masuk sebelum kalian berpacaran” Suara melengking Yongbae terdengar.

“Dia juga mendapat jatah latihan dan libur sama dengan kami” Kali ini Seungri menyahut.

“Dia bahkan lebih bekerja keras dari kami karna dia ditunjuk sebagai leader kami” Daesung menambahkan setelah mengapus air mata dari pipinya.

“Jadi man, kau tidak memanfaatkannya” Seunghyun menjadi yang terakhir.

“Aku tidak takut lagi sekarang” Dara berkata sambil berjalan kearah Jiyong. “Aku punya pacar yang akan selalu menjagaku dari siapa saja yang mencoba memanfaatkanku, aku punya teman yang tetap tulus padaku walau sudah tau identitasku yang sebenarnya”

Jiyong menarik Dara dalam pelukannya. Mereka tak menyadari bahwa sejak awal mereka manjadi sebuah pusat perhatian. Tak lama sebuah tepukan tangan terdengar lalu disusul dengan tepukan tangan yang lebih keras lagi, semakin banyak dan semakin banyak.

“terimakasih” Bisik Jiyong di telinga Dara. “Aku menyukaimu”

“Aku juga”

==END==

Mian All typo dari part 1-6, terimakasih atas dukungan dan komentarnya…..

Defta

 

Advertisements

25 thoughts on “THETA [Chap. 6-End]

  1. Aahhhh sosweettt bgtttt.Gak nyangka kalo dara bakal maafin jiyong dan tmen2,huhuhu.
    Sirik amat sih itu yg bnak mulut,hhmm.
    Sequel dong.
    Ditunggu next ff selanjutny^^

  2. Ahhh…aku ketinggalan satu ff yg super bikin mood kembali cerah ini…
    Aku langsung koment di chapter akhir krn gk rela buang2 waktu jika tidak segera membacanya…
    Ffnya sukaaaaa banget dahhhhh..
    Moodku lngsng baek usai baca ini, padahal drtd bawaannya marah2 mulu dikelas
    Ehh pas baca ini jd senyum2, lngsng diblng aneh sama tmn😀,,tp gkpapalahhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s