CHEONGDAMDONG HOST CLUB ~Battle [Chap. 11]

cheongdamdong host club

Author :: Hanny G^dragon (twitter : @Hannytaukand)
Cast     :: Sandara Park (dara), Kwon Jiyong (Gdragon), All Member Big Bang
Genre  :: WARNING ~~Menjunjung tinggi kemewahan, kekonyolan, dan keromantisan,,,kekeke

“Happy reading chinguuuu…^^”

Dara Pov

            Entah apa yang terjadi padaku saat ini, hidupku seakan direnggut, nyawaku seakan bukan milikku dan aku cukup muak karena itu. Dan semua ini karena 2 namja yang mungkin yeoja-yeoja lain berteriak histeris dikala mereka lewat, namun yups aku Sandara Park tidak mengidolakan makhluk astral seperti mereka. 2 namja itu tidak lain adalah Kwon Jiyong si kemoceng blink-blink dan Kim Woo Bin si alis elangnya karena dia jika sedang berseteru dengan Jiyong alisnya akan terangkat keduanya dan itu seperti elang menurutku. Mereka itu membuntuti kemanapun aku pergi hari ini, kemarin, bahkan seminggu ini. Dan aku muak dengan keduanya. Bisakah mereka menjadi pasangan homo saja mereka nampak cocok.

“Ya!!! Berhenti mengikuti ku, berhenti menjadi bayanganku. Aku tak nyaman dengan kalian” ucapku pada kedua namja yang dengan tampang tak berdosa mereka sedang menjilati ice cream.

“Aku hanya ingin melindungimu Dara-aah dari makhluk nyentrik ini” ucap Woo Bin.

“Ya!!! Mengapa kau perlu melindungi Dara dariku, aku yang akan menjaganya” pungkas Jiyong tak mau kalah.

“Aiishht, Kau (nunjuk Woo Bin) aku tidak perlu kau lindungi aku bisa melindungi diriku sendiri, dan kau kemoceng jangan mendekat denganku dari jarak 5 meter kau mengerti, dan cukup untuk hari ini terakhir kalian mengikutiku, atau aku tidak akan mau lagi bertemu dengan kalian, arasso?” ancamku tegas melototi kedua namja yang melongo dengan satu tangan memegang ice cream yang meleleh. Cukup bodoh dengan pemandangan itu membuat aku ingin tertawa namun aku harus menahan tawaku di depan mereka.

            Aku pun pergi melangkah dengan cepat meninggalkan mereka yang mungkin masih bertampang bodoh karena shock dengan ancamanku. Mengapa aku tidak melakukannya seminggu yang lalu. Heemm Dara pabbo.

Author Pov

“Aiiissshhtt, ini semua karena mu, kau mengikutinya terlalu dekat sehingga dia tidak nyaman dengan kehadiran mu” ucap Jiyong dengan menodai wajah porselen Woo Bin dengan ice cream stroberi Jiyong.

“Ya! Apa yang kau lakukan, rasakan ini” Woo Bin pun membalas dengan menumpahkan ice cream vanillanya. Dan mereka seperti anak TK yang sedang berkelahi dengan lugunya dengan wajah dan baju penuh ice cream.

~ Keesokan Harinya di Apartemen Big Bang Host Club~

“Hyuuung, punggungku gatal, bisakah kau garuk punggungku?” pinta Seungri dengan wajah memohon pada Daesung.

“Aku sedang sibuk panda, kau minta tolong pada yang lain saja” tolak Daesung yang sedang sibuk menyabuti bulu hidungnya.

“Top hyung, bisakah…”

“1 menit menggarukmu 1 Juta Won” sela Top pada Seungri sebelum panda malang itu melengkapi kalimatnya. Top sedang amat sangat konsentrasi penuh pada uang tabungannya.

“Bae hyung, apakah kau sibuk?” tanya Seungri pada Youngbae yang sedang bermain game di tab nya.

“Anni, tapi aku rasanya ingin pup, tunggu sampai aku selesai ne Seungri-aah”ucap Bae sambil mengambi seribu langkah menuju toilet. Memang pencernaan Bae sedang tidak bagus hari ini.

“Hyung, kau yang terakhir bisakaaaaahhhh….”ucap Seungri ragu-ragu.

“Shiroo”ucap Jiyong tegas dan singkat sambil membaca majalah di sofa leopardnya. Jawaban itu memang sudah terduga oleh panda malang yang banyak dosa itu, namun apalah daya punggungnya sangat ingin digaruk oleh seseorang namun lagi-lagi apalah daya tangannya tak sampai.*kekekeke~

“Annyeong, apakah aku terlambat” ucap Dara yang baru datang ke apartemen.

“Nunaaaaaaa, kau harapan terakhirku, bisakah kau menggaruk punggungku, mereka tidak mau melakukanya untukku?”ucap sedih si kantung mata itu.

“Ah, emm baiklah. Buka bajumu, aku punya krim untuk pereda gatal. Dahulu aku sering memakaikannya pada appaku” ucap Dara dengan baiknya dan seperti perayaan tahun baru kembang api banyak bermunculan di mata Seungri, ia amat senang. Namun sesuatu aura-aura hitam mulai menyelimuti tubuh panda itu dan saat ia melirik dengan baju yang sudah terlepas dari badannya.

“AKU YANG AKAN MEMAKAIKAN KRIM PADAMU PANDA” ucap Jiyong dengan mata penuh api membara. Ia tak akan membiarkan Dara menggaruk bahkan menyentuh kulit namja lain sekalipun itu panda malang seperti Seungri. Dan dengan mengambil krim milik Dara yang masih tak mengerti akan sikap protectif Jiyong. Dan apa kabar dengan Panda? Ia mendapat garukan dari sang naga yang berapi, membuat panda itu menyesal tidak menunggu Bae dari toilet yang akan menggarukkan punggungnya lebih baik dibandingkan dengan garukan naga protectif.

“Seungri, aku sudaaah..” ucapan Bae yang baru selesaikan urusannya di toilet terhenti saat ia melihat pemandangan tragis seperti ibu tiri sedang menyiksa anak tirinya.

“Hentikan, hentikan, aku sudah tak kuat hyung” ucap Seungri dengan mata bergetar dan ingus menggantung di hidung seperti di drama-drama yang ia tonton.

“Bae hyung, aku terlukaaaaa” teriak panda lebay itu berlari menjauh dari Jiyong dan menghamburkan dirinya pada pelukan Bae.

“Cup, cup, palli kita ke kamar. Akan ku garuk punggungmu hingga tertidur ne. Masih ada 1 jam sebelum para tamu datang” ucap Bae menghibur Seungri yang memainkan ingusnya dengan telunjuknya.

“Ya!!! Berhentilah menyakiti Seungri, kau hyung yang sangat buruk”ucap Dara pada Jiyong yang mengalihkan amarahnya dengan melihat-lihat majalahnya lagi.

“Mwo apa kau bilang? Aku menyakitinya? Dia itu pervert dan kau akan menggarukkan punggungnya? Apakah itu tidak terlalu konyol jika ku biarkan?” jawab Jiyong kesal pada Dara.

“Kau tidak lebih baik darinya, kau pun pervert Kwon Jiyong. Apakah aku tidak mengetahui kau berdansa mesra dengan wanita Jepang tangan kanan kakakmu? Dan apakah aku tidak tahu kau menikmatinya, huh?”jelas Dara membongar semua yang ia pendam.

“Ooooowwww”ucap serempak Daesung dan Top yang menjadi penonton abstrak pertengkaran Dara dan Jiyong yang kesekian kalinya.

“Ya!! Jangan dengarkan dia, aku tidak menikmatinya dada kerucut. Ghah kau semakin menyebalkan. Aaahh kau pun pervert saat aku menemukanmu yang sedang tersesat dan kau langsung memelukku, kau mencuri-curi kesempatan dengan pesona tubuhku, huh???”ucap Jiyong bangga dengan pernyataannya kali ini.

“Oooooowwww” ucap serempak lagi duo penonton abstrak.

“aa-aku, aku tidak seperti itu. Aku hanya senang karena kau menemukanku. Itu saja tidak lebih” ucap Dara dengan wajah memerah.

“Sudahlah, memang salah diriku yang mempunyai tubuh mempesona sehingga banyak yang tak tahan dengan kemilau dan pesonaku. Aku memakluminya Dara, sudahlah aku tak mengapa”ucap Jiyong arogan.

“Aiishhtt, terserah kau saja, aku malas menanggapi otak setengah matang seperti mu” ucap Dara berjalan menuju kamar lain selain kamar yang berisi 2 namja yang sedang bergaruk ria.

~ jam para tamu datang~

            Semua tamu sudah berdatangan, dan para member Host club pun bersiap dengan tema kali ini yaitu elegant rose. Semua berisi tentang mawar. Para member memberikan sekuntum mawar pada setiap tamu. Dan saat mereka sudah melakukan aktivitasnya, seseorang datang dengan gemilau.

“Kyaaaaa, so handsome. Apakah ia member baru disini?” ucap yeoja yang terkagum dengan seseorang yang datang itu. Dan semua yeoja beralih pada sosok itu.

“Annyeong, aku Kim Woo Bin. Aku datang sebagai tamu. Aku penyuka sesama namja dan aku ingin dia (nunjuk Dara ) yang menemaniku di sini” ucap enteng namja penuh karismatik itu. Hening seketika…krik..krik…krik…

“Moragoyoooo?” ucap berjama’ah Seungri, Daesung, Top, Bae, dan Jiyong dengan rahang mereka jatuh kebawah (ala kartun gitu, kekeke).

“Akh ternyata dia guy. Sayang sekali ya. Dara fighting” ucap seorang yeoja.

            Setelah kejadian mengejutkan itu, semua kembali normal. Namun seseorang sedang menyudut memeluk kedua lututnya diselimuti awan kelam, hujan jarum dan suara pecahan hati yang ia punya. Ketua Host Club yang dikenal super cool dan mempesona itu kini tak bisa melakukan apa-apa. Ia kalah dengan saingannya. Woo Bin berani mengambil resiko dengan mengatakan dirinya seorang guy demi ditemani Dara. Sungguh kemalangan menghampiri Jiyong.

“Tuhan, bukankah IQ ku sebanding dengan Einsten? Tapi mengapa oh mengapa aku lagi-lagi kalah langkah dengan si namja tower itu?? Why nasibku seperti ini” tangis pilu Jiyong di sudut ruangan yang tak terlihat oleh para tamu.

            Namun di lain sudut terdapat sepasang yang sedang tertawa ceria mendengar lelucon dari sang namja. Mereka adalah Dara dan Woo Bin. Dara menertawakan kebodohan Woo Bin dengan pernyataannya itu namun bagi Woo Bin ditemani Dara dan melihat Dara tertawa dengannya seperti ini merupakan surga baginya.

“Dara-aah, apakah kau menyukai makhluk nyentrik itu?”tanya Woo Bin tiba-tiba.

“Mwo??”

“Apakah kau menyukai Jiyong? Jujur saja padaku Dara-aah?” ucap Woo Bin sambil tersenyum.

“Anni, aku tak menyukainya. Mengapa kau menanyakan itu oppa?” tanya Dara.

“Begitukah, syukurlah karena aku menyukaimu Dara” ucap Woo Bin terus terang membuat panas wajah Dara.

“Candaanmu tak lucu oppa” bisik Dara. ~Chuuuu~ Dengan cepat Woo Bin mengecup pipi Dara.

“Oppa, apa yang…” ucap Dara yang tak mengerti.

“APA YANG KAU LAKUKAN DI TEMPATKU, HUH? KAU MAU MATI, HUH?” ucap geram sang pemilik apartemen. Woo Bin hanya tersenyum dengan polos pada naga yang mengamuk itu. Daesung, Seungri, Top, dan Bae langsung berinisiatif memegangi tubuh Jiyong yang mengeluarkan api biru (kaya kompor gas *^^) yang siap menerkam makhluk di hadapannya.

“Tenang hyung, aku akan pergi, annyeong. Bye Dara. Saranghae” ucap Woo bin masih dengan tampang tak berdosanya. Dan selama kepergian Woo Bin, dan kepergian para tamu, keempat namja yang menahan naga yang sedang murka seperti kapas, mereka terpontang panting tak berbentuk. Dan Dara hanya menjadi penonton yang tak mengerti mengapa Jiyong dan yang lain melakukan itu. Dara yang polos.

Jiyong Pov

            Tuhan sungguh aku ingin membunuhnya. Ia benar-benar keterlaluan menyatakan cinta dan mencium pipi Dara di hadapanku. Menyebalkan.

“Ya! Kau, apakah kau senang diperlakukan seperti itu olehnya? Kau seperti yeoja murahan saja” ucap Jiyong sambil memalingkan wajahnya.

“Cih, baiklah sebaiknya aku pulang. Lama-lama berada di sini membuatku ingin menguliti tubuh seseorang” ucap Dara yang terlihat marah.

“Pergi saja. Cari namja tower itu lagi tak akan ada yang melarangmu, pergilah”ucap ku cuek. Darapun dengan senyum getirnya melangkahkan kakinya meninggalkan ku yang masih berceloteh tentang dia.

“Ya! Kau keterlaluan Ji, cukup. Kau menyakitinya mengatakan dia yeoja murahan”ucap Top hyung dengan nada yang cukup tinggi.

“Mwo?? Kapan aku mengatakan ia yeoja murahan?” ucapku tak percaya.

“Aisshhtt”ucap serempak dengan mereka mengusap-usap wajah mereka dengan telapak tangan mereka bersamaan.

“Benarkah aku mengatakan itu?? Jinnjaaaaaaaa??? Kyaaaaa ottoke?ottoke?”ucapku panik.

“Kau ini benar-benar bodoh”ucap Bae yang kali ini merasa kesal padaku.

“Sebaiknya kau mengejarnya Ji, kami tahu kau menyukai Dara” ucap Top hyung dengan manik mata yang tajam. Dan tanpa menyia-nyiakan waktu akupun berlari mengejar Dara. “Dara-aah mianhae, jeongmal mianhae” ucapku lirih dalam hati sambil berlari.

**

~ Di rumah Dara ~

            Dengan ragu-ragu aku mengetuk pintu kost Dara, namun tak ada jawaban. Akupun kembali mengetuk pintu kecil dan rapuh itu. Ingin sekali aku mendobraknya dan langsung memeluk Dara namun jika aku melakukan itu Dara pasti akan lebih membenciku. Dan mengapa aku berbicara bodoh seperti itu.

“Asiisht dasar kau mulut tak berguna” omelku pada mulutku. Dan Krrreeeeek pintu terbuka dan terlihat sepasang mata bulat Dara. Namun saat ia mengetahui aku yang mengetuk pintu ia bergegas menutupnya kembali namun dengan cepat aku menghalangnya dengan tanganku.

“Dara, kumohon dengarkan penjelasanku, bisakah kita bicara”ucap ku memohon. Baru kali ini aku memohon pada seorang yeoja kecuali nenek dan eomma ku.

“Shirroo, pergilah aku tak ingin bicara dengan mu” tolak Dara mendorong kuat pintu yang masih terganjal oleh tanganku. Itu sakit namun aku dengan kuat masih menahan pintu itu. Aku tahu jika sekali saja pintu itu tertutup kesempatanku pun akan tertutup.

“Jaebal Dara-aah, kumohon beri aku kesempatan untuk menjelaskan”ucapku lagi sambil meringis kesakitan pada tanganku.

“Ya!!! Untuk apa kau datang, untuk apa kau bicara denganku lagi? Bukankah dimatamu aku hanya yeoja murahan, huh? Hiks kau mengapa jahat sekali Jiyong-aah? Apakah aku seburuk itu dimatamu?” ucap Dara mulai menangis dan kini ia telah membebaskan tanganku. Kini ia menangis seperti anak kecil. Aku melihat yeoja yang biasanya kuat ini menangis dan itu karenaku karena perkataanku.

“Dara-aah, mianhae jeongmal mianhae. Aku tak bermasud seperti itu. Aku sedang emosi. Aku tak bisa membiarkanmu disentuh oleh namja lain. Mian” ucapku langsung memeluk Dara yang masih menangis dan masih menangis dipelukanku.

“Tuhan hentikan waktu, aku ingin seperti ini. Ini menenangkan jiwaku. Memeluknya seperti ini membuatku ingin memilikinya” gumamku lirih sambil menyumpal hidungku yang mimisan.

TBC

“Happy new year readers. Yang lagi liburan sempetin baca n komentarnya yah. Yang liburannya di rumah mudah-mudahan jadi hiburan, kekeke. Tetep isik olom komentarnya yua, gumawo ^^”

 <<back next>>

Advertisements

29 thoughts on “CHEONGDAMDONG HOST CLUB ~Battle [Chap. 11]

  1. kalo naga marah serem ya,kata2 kotor pun keluar dari mulutnya ,ji kenapa sih tiap liat atau apapun itu berhuhungan sma dara pasti mimisan???

  2. ampun dah jiyong kelakuannya kalau lagi marah suka gak inget sama kata katanya sendiri,
    udah kalian jadian aja biar woo bin gak dateng dateng lagi,
    mulai gak suka sama kelakuannya
    dari satu chapter ke capter selanjutnya gak ada yang gak lucu,semuanya lucu sampe diomelin sama ortu gara gara ketawa ngakak malem malem

  3. Waah romantis lalu mimisan datang jadi ngaakakkk eon wkwkkwkwkw 😂😂😂😁😁
    Author eonni emang pinter bikin readers ngerasain feelnya cerita dan komedinya

  4. ngakak liat seungri yg diperlakukan seperti itu oleh jiyong…
    waduh knpa bisa bicara seperi itu, pantas aja dara marah….
    berharap ji bisa blg klo dia sebenarnya suka ma dara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s