[Part 3] My Crazy Neighbor : Dance Competition

panda-gifAuthor : Haru & VA Panda|| Title : My Crazy Neighbor || Genre : Comedy, School life, Romance, Drama || Starring : Sandara Park, Kwon Jiyong, Jang Kiyong, Mizuhara Kiko, Stephanie

.

.

Sandara melahap dua roti selai strawberry yang ada di kedua tangannya secara bergantian, Kiyong sesekali melirik ke arah Sandara sembari meminum susu yang ada ditangannya dengan santai. Mereka memutuskan untuk makan siang di halaman belakang sekolah agar tidak ketahuan guru.

“Kau tidak makan?” ujar Sandara dengan mulut penuh yang membuatnya terlihat lucu.

“Ah, tidak aku sudah makan saat jam istirahat tadi.”

“Hm, baiklah terimakasih untuk rotinya.” Sandara mengangkat bungkus roti dikedua tangannya dan tersenyum. “Ngomong-ngomong, mengapa kau membolos? Aku juga tidak pernah melihatmu di sekitar sekolah, kau anak baru ya?”

“Umm.. Ya, bisa dikatakan seperti itu.” Kiyong terkekeh pelan. “Aku dipindahkan dari SMA Borjuis kesini, aku…..”

“SMA BORJUIS! SMA IMPIANKU! Bukankah disana sangat terkenal dengan kelas dance dan vokalnya? Kau belajar di kelas apa? Temanku Gong Minzy sekolah disana apa kau mengenalnya? Ayolah kau pasti mengenalnya.” Sandara menggoyang-goyang badan Kiyong dengan bersemangat karena SMA Borjuis adalah sekolah kejuruan yang dikenal sebagai sekolah artis dan sangat mahal tentunya, Sandara sangat ingin menjadi siswi disana namun orang tuanya menentang mimpinya. Ia boleh sesuka hati menari mengikuti passion nya namun tidak dengan menempuh pendidikan.

“T-tidak, aku mengambil kelas arsitek disana, aku tidak terlalu mengenal teman di kelas lain.”

“Dasar payah.” Ujar Sandara memicingkan matanya ke arah Kiyong yang dengan canggung tersenyum ke arahnya.

“Kau suka menari Dara-ssi?”

“A-Ahahaha ha ha ya begitulah, menari adalah bagian dari diriku. Aku merasa diberkati jika menari dimanapun musik mengalun.”

Kiyong menaikkan satu alisnya seperti sedang berpikir dan mengambil ponsel disakunya.

“Bagaimana jika aku melihatmu merasa terberkati?” Ia tersenyum ke arah Sandara seraya menggoyangkan ponselnya di udara. Sandara dengan riang mengangguk senang dan mulai beranjak dari tempat duduknya seperti anak kecil

“Putar lagu apapun sesukamu, Sandara Park adalah the queen of random dance!” Sandara mengacungkan jempolnya dan mulai menari diiringi lagu 2NE1 – Do You Love Me.

Ia menari dengan lincah dan bebas mengikuti irama yang mengalun, Kiyong menganga kagum dan merasa senang melihat tarian Sandara. Sandara menyebarkan aura Happy Virus dalam setiap gerakan tariannya.

Sandara menarik tangan Kiyong untuk ikut menari bersamanya mengikuti setiap gerakannya dan Kiyong merasa hidup saat itu juga karena bisa tertawa lepas dan bebas. Sampai akhirnya kehidupan itu terhenti sejenak oleh bunyi ponsel Sandara.

Sandara membuka ponselnya dengan nama katak rawa muncul di layarnya.

Siapa yang kau sebut katak, Chihuahua?!

Sandara benar-benar jengkel dengan Jiyong, kali ini ia akan benar-benar membunuh lelaki itu tanpa ampun.

“Kiyong, sampai disini dulu. Terimakasih untuk rotinya, jangan sungkan untuk membelikanku setiap hari, aku menerimanya dengan lapang dada hehe sampai jumpa lagi” Sandara beranjak dari tempat duduknya dan tersenyum riang sambil melambai ke arah Kiyong.

***

 

 

 

 

Dara POV

Aku segera beranjak dan meninggalkan Kiyong, sejujurnya aku merasa sangat aneh dengannya, dia begitu introvert namun di saat tertentu ia sangat hangat. Jika dilihat-lihat ia anak yang baik, aku harus baik-baik dengannya agar di traktir setiap saat!

Aku melangkahkan kaki menuju gedung olahraga di mana si Katak Rawa itu menyuruhku pergi, sungguh menjengkelkan siapa yang ia sebut Chihuahua? Jika dilihat secara teknis aku adalah anjing dan aku lebih unggul dari dia. Tunggu…. Anjing?

“Kau menyebalkaaaaaaaaaan!” aku dengan spontan berteriak begitu saja di tengah keheningan kelas yang sedang melangsungkan pelajaran terakhir.

Mati aku kali ini!

Aku segera berlari menuju gedung olahraga dan menemukan Jiyong dan Kiko teman sebangku ku berdiri seperti menatap satu sama lain, apa aku salah sangka?

“G-dragon!” Ia menoleh dengan tatapan bodohnya yang sangat mengintimidasi jiwa dan ragaku saat ini.

Sejenak Jiyong hanya terdiam beberapa detik, saat kurasa dirinya bermaksud untuk meninggalkan ruang olahraga. Lantas aku menghampiri keduanya dan berdiri di antara mereka, terlihat seperti seorang kekasih yang ingin mengintrogasi lelakinya karena ketahuan berselingkuh, seperti di drama. Tapi aku sama sekali tidak tertarik menjadi kekasih tuan Kwon si Katak Rawa.

“Kiko sebaiknya kau mundur jangan dekati lelaki ini.” Kiko menatapku bingung seolah berkata apa? Sedangkan Jiyong justru mendelikan mata sekalipun ia cukup terlonjak karena kedatanganku yang tiba-tiba.

“Hey, Chihuahua! Apa maksudmu?”

Cih! Lelaki menyebalkan

“Mengapa kau merusak kencanmu dengan Stephanie Lee? Aku sudah berusaha untuk membuatmu tampil keren dengan nilai minus pada sepatu neon mu itu. Sekarang aku harus berhadapan dengan Stephanie Lee si Ular Cobra karena ulahmu!” Kemarahanku sangat membara bahkan telunjuk indahku tepat menujuk ke hidung mancung Jiyong.

Jiyong melirik Kiko sesaat dan menarik napas panjang sambil melihat ke arahku.

“Apa maksudmu? Kiko, sebaiknya kau bawa temanmu pada Ahn songsaengnim karena membolos pelajaran. Aku pergi.” Ia melenggang pergi sembari menenggak air mineral yang ada di tangan kanannya. Dia pikir bisa lolos kali ini?

Aku menarik tangannya ke belakang cukup kuat yang membuat kami berdua tersungkur menindih tubuh satu sama lain dan air mineral yang di pegang Jiyong tumpah mengenai sebagian bajuku. Wajah Jiyong berhadapan langsung dengan ubin lapangan sementara tubuhnya menindih badanku, aku sangat tidak mengharapkan ini terjadi. Uh, apakah dia sudah mencium ubin dengan wajah rawanya itu?

“Kyaaaa!!!! pergi kau dasar kau bodoh!”

Kiko membantuku menyingkirkan Jiyong yang hidungnya sedikit mengeluarkan darah, Kiko terlihat Shock dengan apa yang ia lihat di depan matanya. Ia melirik Jiyong yang terkapar dengan tatapan ngeri dan memberikan ku sapu tangan.

“Ini bersihkan bajumu.”

Gomawo Kiko” Ia tersenyum dan langsung membantu Jiyong untuk berdiri.

“Aku tidak tau apa yang terjadi di antara kalian dan aku minta maaf mendengarnya, anggaplah aku tidak ada. Dan G-Dragon, terimakasih untuk sapu tangannya, ku berikan pada Dara karena ia lebih membutuhkannya.”

APA! INI SAPU TANGAN MILIK JIYONG?! Pantas saja tercium aroma rawa yang menyengat!

“A-aku akan membersihkan toilet, Dara sampai jumpa.”

Blam

Ya, sekarang tersisa aku dan Kwon Jiyong yang memegangi hidungnya dengan handuk bau yang ia pakai entah untuk apa tadi. Aku melirik ke arahnya pelan, sesungguhnya aku sangat menyesal dengan apa yang ku lakukan, menarik tangannya dengan kekuatan banteng seperti itu.

Minta maaf Dara! Buang gengsimu, mengalahlah kali ini saja.

“Jiy…”

Ia menoleh dengan keadaan kesakitan namun tak berkata apa-apa, mungkin berkat efek dari aura famous yang ia tampilkan, ia tak ingin menunjukkan bahwa ia kesakitan bahkan di depanku. Aku menghampirinya dengan tatapan bersalah dan sangat menyesal.

M-Mianhae.”

“…. Bisa juga kau mengatakan itu padaku.”

“A-Apa?! Grr..”

“Sangat mirip seperti Chihuahua. Ya! Sandara Park, jika kau sampai menyuruhku kencan dengan perempuan seperti itu lagi, aku akan menaruhmu di tempat rehabilitasi anjing gila.”

Suara langkah kaki terdengar samar dari kejauhan dan semakin mendekat diantara perkelahian seru kami. Stephanie Lee! Ia ada disini.

“Benar dugaanku, kau disini cebol.”

***

G-Dragon POV

M-Mianhae.”

Aku melihat wajah Dara dengan tidak percaya mulanya. Wajahnya sangat jauh dari kesan normal meskipun gadis gila ini bukan termasuk orang normal. Ia berkata dengan segan pun sama halnya saat ia menatapku, sangat berbeda dengan kepribadian Dara yang aku kenal.

“…. Bisa juga kau mengatakan itu padaku.”

“A-Apa?! Grr..”

Dara memutar matanya dan mendengus kesal padaku. Nah, inilah kepribadian yang sedikit normal untuk Dara dan sangat biasa untuk aku lihat. Aku kini terus melihat kedua mata Dara, namun gadis gila ini justru melakukan pukulan lain pada tubuh berhargaku, sedangkan kakinya justru beringas di sekitar ubin, sangat sama persis seperti kecoa yang terbalik dan berusaha untuk memulihkan posisinya … tapi wajah Dara sangat persis seperti Chihuha, sekarang.

“Sangat mirip seperti Chihuahua. Ya! Sandara Park, jika kau sampai menyuruhku kencan dengan perempuan seperti itu lagi, aku akan menaruhmu di tempat rehabilitasi anjing gila.”

Aku berteriak nyaring tepat pada telinganya namun gadis itu justru diam dan membungkus mulutku dengan telapak tangannya. Aku dan juga Dara saling mendelik tak terima namun telingaku menangkap derap langkah kaki yang menggema juga mulai terasa dekat ke arah kami.

“Benar dugaanku, kau disini cebol.”

Stephanie datang bersama suara pintu yang kedua temannya buka dengan sangat kuat. Uh, supermodel ini sangat tidak sopan untuk datang secara tiba-tiba saat aku justru perlu perkelahian kecil dengan Chihuahua ini.

“Stephanie, um … soal kemarin malam … aku.” Dara terbata dengan ucapannya sedangkan telapak tangannya masih menutup mulutku yang membuat sebuah getaran di sana, sampai akhirnya aku memaksa untuk melepaskan telapak tangan Dara dari mulutku.

“OMO! Apa yang terjadi dengan hidungmu!” Stephanie memekik dan memincingkan mata pada Dara yang terlihat kaku di hadapannya. Oh man, apa yang terjadi dengan Chihuahua ini?

“Hanya sedikit kecelakaan,” kataku singkat sebelum gadis itu mencoba mendekatkan dirinya padaku.

“Tapi, maaf G-Dragon, tapi kami memiliki keperluan pada tetanggamu yang satu ini,” dengan berusaha menarik Dara untuk terbangun dari posisinya, Stephanie sedikit memincingkan senyum dari bibir tipisnya.

Aku akhirnya hanya diam, lagipula apa yang harus aku lakukan untuk perdebatan para gadis yang sama-sama memiliki tingkat kewarasan yang tidak normal seperti itu. Aku akhirnya terbangun, menepuk celanaku dan sekilas melihat pada Dara yang terlihat …. Memohon? APA?! Apakah anggapanku tidak salah?

Dara berkata sesuatu tanpa suara yang terdengar sama sekali. Aku mengerutkan dahi dengan tidak mengerti atau bahkan tidak percaya bahwa sekarang aku merasakan aura ketakutan dari Chihuahua yang takut dengan kucing seperti Stephanie.

Stephanie lantas menarik Dara bersamanya, berjalan untuk ke pojok ruang olahraga dan aku membiarkan mereka namun tak lama, aku bersuar. “Apa yang akan kau lakukan dengan Dara, sebenarnya?”

Mereka berhenti, aku menemukan keterkejutan dari mereka semua sebenarnya. Salah satu teman Stephanie yang memegang tangan kanan Dara, Lee Sung Kyung, berjalan ke arahku sembari memainkan rambut panjang kecoklatannya lalu berkata, “kami hanya perlu perlu berbincang dengan si Cebol, kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun.”

Aku berdecak, memandangnya dari bawah sampai atas. Sama seperti postur tubuh dari Stephani, gadis ini pun sama tingginya juga dengan pakaian sekolah yang dikenakan dengan tidak biasa karena mereka memotong rok di atas delapan senti. Oh ayolah, mereka bahkan bukan model sungguhan jika tidak memiliki tubuh di atas rata-rata seperti Dara tentunya.

“Bagaimana kalau aku ikut mendengarnya. Aku sudah sangat mengenal Dara dan melihat wajah aneh yang diperlihatkan padanya baru pertama kali seperti ini.” Aku berjalan mendekat tepat pada hadapan Lee Sung Kyung yang memajukan bibir meronanya seolah tak terima pada apa yang aku katakan.

“Um … tunggu!” dengan sedikit kesal, Sung Kyung mencoba mencegahku dengan kedua tangannya dan gadis itu melirik pada kedua temannya, Stephanie Lee dan Kang Seung Hyun yang masing-masing memegang kedua lengan Dara.

“Demi apapun, aku tidak pernah melihat keajaiban di dunia ini saat ketiga kucing justru seperti menyekap anjing Chihuahua seperti Dara.” Merasakan keheningan, aku akhirnya membuka suara dengan sedikit terkekeh saat Dara semakin lemah seperti agar-agar. “Stephanie Lee, bukankah kau ketua dari Cheerladies? Bisakah kau biarkan Dara ikut serta dalam klub kalian?”

“MWO?!”

Suara keterkejutan itu memekakan telingaku. Sebuah timbalan suara antara Stephani, Sung Kyung dan juga Seung Hyun dengan Dara yang kini baru terdengar suaranya. Aku melirik dengan menaikkan satu alisku, lucu rasanya melihat ekspresi dari keempat siswi aneh yang selalu memikirkan dance di otaknya.

“Jiyongie,” aku melihat pada Dara yang terdengar lirih memanggil namaku tapi aku tahu kalau ia berbinar dalam hatinya jika saja ia bisa masuk dalam klub yang sangat ia impikan …. Aku tersenyum sangat puas.

“Dance competition.” Telunjukku mengempas di antara udara yang mulai sesak bagi Dara dan tepat telunjuk itu mengarah pada poster yang terpampang jelas di belakang Stephanie Lee dan juga Kang Seung Hyun. “Dara akan mengikutinya dan jika ia berhasil, kalian harus berjanji membiarkan Dara masuk dalam klub kalian.”

“JIYONG!!!” Lengkingan Dara menggema di dalam ruang olahraga dan yang menjadi fokusku justru Dara yang tiba-tiba berlari menarik lenganku setelah berhasil dengan kekuatan bantengnya yang melepaskan cengkraman Stephanie dan Seung Hyun.

Gadis ini melompat-lompat seperti anjing yang tengah memantapkan diri untuk masuk ke rehabilitas anjing gila! Wajahnya yang semula murung dan lesu justru terlihat sangat berbinar seolah ia mendapatkan milyaran won di tangannya walau hanya melihat poster yang sedari tadi aku lihat di dalam ruangan ini –hal yang mengingatkan aku pada seorang, kecoa, Chihuahua, Sandara Park!

“Jiyongie, uh! Katak Rawa yang sangat cerdas!” Dara dengan kesenangan yang membabi buta ini justru memukul kedua pipiku secara bersamaan, memegang lenganku sekaligus berlompat-lompatan di tempat.

“YA! Cebol! Apa kau sudah menemukan teman untuk melakukan dance dengan seorang pria, lihatlah persyaratannya!” Lee Sung Kyung berteriak, melipat tanganya dengan mata mendelik tepat pada Dara yang sekarang justru semakin mengimpit padaku.

“Ya, jangan dekat-dekat denganku. Kau perlu suntik rabies!” Aku berbisik risih pada sikap Dara yang semakin mengimpitku sekalipun aku semakin melangkah ke samping sampai akhirnya aku terpojok di tempat ini seperti tikus di antara para kucing.

“Bantu aku ya, lagipula kau yang mengusulkan hal ini jadi kau yang mesti bertanggung jawab, katak rawa!” Dara membalasku dengan bisikan, lengkungan pada bibirnya kini menyembul yang membuat tiap detikku teramat seperti video slow motion seperti sekarang misalnya. “JIYONG BERSEDIA!” Dara menarik satu lengan kananku ke atas saat aku justru terpengaruh pada sihir yang tersembunyi di antara senyumannya.

Aku terkaget-kaget, melihat secara bergantian pada Stephanie yang tak henti mengantupkan mulutnya. Kang Seung Hyun yang membulatkan mulut dengan mata yang semula sipit kini mulai terlihat samar sekalipun. Dan yang terakhir, Lee Sung Kyung yang menjatuhkan kipas hello kitty nya. Mereka semua terlihat sangat tidak percaya juga tidak terima, sama halnya dengan aku sekarang.

“YA! Apa yang kau katakan!” Aku berteriak tapi Dara membekap mulutku dengan telapak tangannya dan menarikku dengan kekuatan banteng dari badan kurusnya menuju pintu keluar ruang olahraga tapi gadis Chihuahua ini justru berhenti sebentar dengan menyunggingkan senyum yang mampu membuat kepala siapapun meledak kapanpun.

Oh tidak, apakah ia akan mengatakan hal bodoh lain dengan menyeret namaku?

“Akan aku pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang dan Jiyong akan menjadi pasanganku dalam dance competition itu!”

 

 


-To be continue-

<<back  ||  next>>


Trailer Fanfiction :

A/N :
Sudah part 3 akhirnya … woah tetap setia dan selalu tinggalkan komentarnya yah buat Haru & Pinda supaya bisa semangat apalagi kita sudah mau masuk kuliah gini, hehe.
Oh iya, support kasih kita ucapkeun terimakasih untuk YGK+ model yang aduhai lah pokoknya.
Bye semua!! Tetap setia bareng kita yah~ moah!

 

 

Advertisements

31 thoughts on “[Part 3] My Crazy Neighbor : Dance Competition

  1. Wow just wow. Aku kira dara bakal minta kiyong yang jadi partnernya eh ternyataa jiyong. Emang jiyong bisa dance? semoga berhasil daraaa
    Next chap. Fighting🙌

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s