SEOULITE [Chap. 5]

FXXK WIT US

Author : DeeXXI

Genre : romance

Cast : Kwon Jiyong and Sandara Park

Inpiration from lee hi’s album seoulite

This fiction dedicated for all readerdeul XD comment juseyoooo ^^

Annyeong!!!! How are you every badeh????? Hari apa ini? Yess senin. So, check this out 😉

><><Fxxk Wit Us><><

Sandara POV

Aku sudah tidak memikirkan itu lagi. Yang terpenting saat ini adalah Jiyong milikku dan aku miliknya. terlebih ia membelikanku cincin pasangan 3 hari setelahnya. Kekeke. Dan perilaku Jiyong semakin menggemaskan.

Aku berada di ruang meeting untuk membicarakan sebuah hal penting bersama bossku dan yang lain. Jiyong duduk disampingku. Dan perlu kau tahu, aku memiliki seorang saingan. Chris Amber. Yeoja asal new york yang baru bekerja beberapa bulan yang lalu. Umurnya lebih tua 1 tahun dariku, ia menyukai Jiyong dan tentu saja Jiyong tidak merespon. Dia juga adalah seorang fotografer, dan sialnya dia satu ruangan dengan Jiyong.

Kami tengah membicarakan tentang pekerjaan kita bulan depan. Ya, beberapa tawaran telah masuk ke agenda dan beberapa tawaran itu akan dibagi sekarang. Beberapa client meminta referensi tempat untuk pemotretan. “aku ingin mendengar usul dari kalian, seperti apa seharusnya sebuah foto prewedding itu dilaksanakan?” tanya diresktur. “aku fikir, sesuatu yang tidak dapat dilupakan oleh para mempelai. Sesuatu yang unik bisa menjadi referensi karena mungkin beberapa orang memiliki type anti-mainstream. Seperti berjalan disungai, berendam, berenang, atau kegiatan air lainnya. Kita hanya mengambil gambar air terjun sebagai background dan mengapa kita tidak mencoba untuk bermain air disana?” usulku dan mendapat beberapa balasan antara pro dan kontra.

Kami telah menyelesaikan acara meeting dan kini aku dan Jiyong berada di kantin untuk menikmati makan siang kami. Chris berada dibelakangku, mengantri untuk mengambil makanan. “kau tidak seharusnya mengatakan itu. itu ide tergila yang pernah aku dengar Dara, bagaimana bisa kita memakai gaun yang indah dan bermain air? Pikirkan itu! kau hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Kau tidak seharusnya menjawab pertanyaan direktur karena kau bukan orang dewasa. Kau masih anak kecil!” ucapnya dan untungnya aku telah menyelesaikan bagianku, aku berbalik. “apa yang kau tahu tentangku huh?” tanyaku lalu berbalik dan pergi meninggalkannya.

Terima kasih kepada chris yang telah menghancurkan mood makan siangku. Jiyong menyentuh tanganku “ada apa?” tanyanya. Aku menggeleng dengan mengambil satu sendok salad dan memakannya. “hanya katakan itu babe” ucapnya menyingkirkan makanan yang ada didepannya. Itu artinya Jiyong tidak akan memakan itu hingga aku menceritakannya. “aku membenci gadis itu! sialan. Dia pikir dia siapa? Aku bahkan lebih hebat darinya. Aku mengejar mimpiku bahkan saat ia bermalas-malasan di tempatnya. Seharusnya dia melihat cermin terlebih dahulu sebelum membenciku. Aku tidak mengambil sesuatu tanpa alasan. Aku tidak akan menjawab jika itu hanya ditujukan kepadanya. Aku hanya mengerjakan apa yang harus aku kerjakan” ucapku kesal. Aku benar-benar ingin memakinya bahkan dengan bahasa korea ku.

Jiyong tersenyum lalu menarik tanganku untuk diciumnya. Aku menatapnya bingung, “kau terlihat lucu saat kau kesal” aku mengerutkan keningku, apa aku tidak salah dengar? “YA!” aku memberenggut membuatnya mencubit ujung hidungku. “jangan pikirkan dia, dia hanya iri padamu, kau yang mengatakannya padaku bahwa dia menyukaiku bukan begitu? Mungkin dia hanya iri karena kau lebih sempurna dibanding dirinya”Aku mendengus pelan, ia sama saja. Dan apa hubungannya dengan itu? dia jelas membenciku! Tunggu, itu bisa jadi, karena aku memiliki Jiyong dia jadi membenciku.

Aku berjalan di koridor hendak mengambil sesuatu dibagian pencetakan. Dan saat itu aku mendengar chris sedang berbicara dengan seorang perempuan lainnya, menggunakan bahasa inggris. “aku tidak habis pikir, mengapa Jiyong bisa mencintai gadis gila itu. kau dengar tadi saat meeting? Bagaimana bisa kita memakai gaun dan berendam? Atau bermain air? Dia benar-benar gila dan aku membencinya. Dia bahkan belum menikah diumurnya yang ke 28 tahun” heol memangnya umurnya berapa? Dia bahkan 29 tahun dan masih sendiri? Dimana letak otaknya? Apakah ia lupa untuk membawanya kemari?

Begitu banyak yang membicarakan tentangku dan Jiyong. aku tahu Jiyong memang terlalu tampan untukku tapi apakah itu perlu? Mengatakan aku tidak pantas untuknya? Aku bahkan pernah memaki chris beberapa waktu lalu “bersikaplah wajar Dara seperti wanita biasa. kau seharusnya tahu batasanmu. Kau tidak normal. Kau melakukan sesuatu yang berbeda setiap harinya. Dan aku penasaran, apakah Jiyong hanya mempermainkanmu? Dia tidak menikahimu, kau tidak ingin menikah? Semakin cepat semakin baik Dara” shit aku benar-benar ingin merobek mulutnya saat itu juga.

Dan saat itu aku hanya menjawab “kau tidak perlu mengatakannya padaku, aku tahu kau lebih tua dibanding aku, kau bisa memberiku saran tapi inilah aku. Aku tidak bisa menjadi dirimu dan kau tidak bisa menjadi diriku. Apa yang ingin aku lakukan hanya menjadi diriku. Jika kau hebat dalam mengedit, mengapa tidak kau yang menjadi editor dan masih setia pada profesimu. Hanya lakukan apa yang kau bisa Chris. Dan aku melakukan apa yang aku suka karena aku fikir hari kemarin adalah hari kemarin, sekarang adalah sekarang dan besok adalah besok. Kita harus memiliki cerita cerita tersendiri untuk menghidupkan duniamu. Dan tentang itu, kami telah sepakat dan aku telah memiliki ini” aku menunjukkan cincinku dengan Jiyong. “matahari masih akan bersinar besok pagi, jangan terburu buru akan cinta. Aku yang menjalani hidupku, aku yang memilih waktu yang tepat untuk sesuatu yang spesial. Dan hanya aku yang bisa melakukan itu. seseorang yang tidak mengenalku hanya bisa diam.” ucapku kesal dan ia hanya diam karena semua ucapanku barusan.

Aku kesal setengah mati karena yeoja itu. ia benar benar membuat ulah akhir akhir ini. Kini aku berada di kamarku menatap wajahku yang terpantul. Aku teringat pada ucapan mereka.  Apakah aku tidak pantas untuknya? Oh shit aku memulainya. Aku melirik pantulan tubuhnya di sampingku, ia mendekat dan seperti yang sudah aku duga “kau masih memikirkannya?” tanyanya

Ia membawaku ke kasur dan berbaring disana berhadapan. “apakah aku tak pantas untukmu ji?” tanyaku, ia mengerutkan keningnya, “tentu saja pantas babe” aku menarik nafas dalam, “mengapa semua orang menentang kita, bahkan dunia seperti menentang kita. Umur kita tidak sama” gumamku, “itu hanya angka babe, hanya jangan mengkhawatirkan itu” ucapnya dengan senyum diwajahnya.

Aku tersenyum, “meskipun dunia menentang kita, semuanya akan baik-baik saja, tidak ada yang bisa menghalangi kita. Meskipun semua orang membicarakan hubungan kita, mengatakan bahwa kita tidak pantas bersama, jangan pernah takut karena tidak ada yang bisa menghalangi perasaan kita” ia mengangguk dengan senyumnya. Ia memelukku dan mencium puncak kepalaku “itu baru kekasihku” ucapnya. Aku tertawa pelan di dalam pelukannya “jangan pikirkan itu lagi, mereka hanya iri padamu” aku mengangguk. “selama kau menjadi milikku dan aku milikmu” ia mengangguk “tidurlah, selamat malam” aku memejamkan mataku yang mengantuk dan tidur di pelukannya.

_to be continue_

a/n : huaaaaaaa i don’t know whyyyy i feel bad for this fanfic. mianhae yeorobun (ㅠ_ㅠ) aku bukan author yang baik huhuhu (“ㅠ_ㅠ). Gomawooo untuk reader yang udah komentarrrr entah emang Cuma segitu yang bacanya hahaha, ntahlah aku Cuma mau share fanficku disini dan meramaikan blog ini doang. BUT! Aku juga butuh penyemangat dan perhatian dari kalian (ㅇㅅㅇ) kekeke. Aku selalu dapet semangat setiap baca komentar dari kalian, entah itu positive atau negative, kebanyakan positive sih hehe… ahh ya ini chapter terakhir di half album seoulite, mulai kamis kita udah masuk ke full album dan dengan cerita yang makin amburadul hehehe, semoga kalian suka dan enjoy guysss ^^. Don’t forget comment, arraseo?

Advertisements

27 thoughts on “SEOULITE [Chap. 5]

  1. muncul lagi masalah satu ,tuh cewek klo beneran ada di muka bumi ini mau gw tabok pake sendal,mulutnya enggk di sekolahin pke ngatain orang udh umur belum nikah juga ,,eeeh apa kabar lo? umur loh tua dri dara 1 tahun kelessss…***maaf kebwa suasana bacanya heheee..😆

  2. Dara dengerin kata2 Jiyong ya…christ itu cuma iri kok…hehehe Dara bisa milikin Jiyong, Btw yg diluar ceritapun juga iri…pgn bgt ngrasain pelukan jiyong dan dilamar gitu eh trnyata cuma imajinasiku…wkwk tp klo misa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s