IF YOU [Chap. 2]

if-you-pic

Author :: Hanny G^dragon (twitter : @Hannytaukand)

Cast     :: Sandara Park (dara), Kwon Jiyong (Gdragon).

Annyeong, gumawo untuk yang udah baca ff comebacknya author, ya walupun ternyata komennya masih sangat minim dan membuat hatiku hancur wkwkw bodo amatan deh yang penting readers setia author menikmati, paling yang sider ujung-ujungnya minta Pw’an dan sorry ya ga ada komen ga da Pw hihi. Dan mohon maaf untuk ff ini memang bukan kegesrekan author ini adalah emm seperti tantangan kalau author juga bisa buat ff yang hurt/angst genre hehehe. Semoga kalian menikmatinya dan merasakan kesesakannya hahaha #ketawajahat.

 

Author Pov

“Bagaimana Jiyong-ssi, benarkah gosip yang mengatakan bahwa kau sebagai trainee yang akan debut ternyata sudah bertunangan?” tanya wartawan yang membludak di gebang gedung YG saat Jiyong turun dari mobilnya.

“Mian, itu tentu saja salah besar itu hanya gosip belaka. Bagiku debut ini merupakan hal terpenting yang saat ini ku prioritaskan tidak dengan hal berbau asmara seperti itu”jawab Jiyong enteng, berbohong. Sepertinya dia cocok juga untuk menjadi aktor handal. Dia sudah berakting sangat banyak dan itu benar-benar akting yang meyakinkan.

“Lalu apakah kau sedang menjalin kasih dengan seseorang?” tanya wartawan dari media lain.

“Anni, aku sedang fokus pada debutku. Dan lagi pula aku punya sedikit masalah mengenai percintaan. Aku sungguh payah dengan itu, bisa kalian carikan untukku yang terbaik kekeke” jawab Jiyong yang dibumbui candaan dan lagi-lagi dengan kebohongan tentunya tanpa memperdulikan yang menonton disana, yang merasa terikat dengannya. Ya dilain tempat, yeoja berkacamata tebal yang menutupi wajah manisnya yang menahan tangis melihat dan mendengar bahwa tunangannya tidak menganggapnya ada.

“Huft, sesak. Aku tahu dan aku mengerti bahwa ini kau lakukan karena impianmu, cita-citamu Ji. dan aku akan selalu mendukungmu” ucap yeoja itu dengan senyum manisnya namun tak bisa ia tahan luncuran air mata dari manik indahnya itu.

“Dara-aaah kau sedang apa? bukankah sekarang waktunya kau cek up?”teriak sang kakak dari belakang tubuh Dara.

“Ne, Bomie eonie aku akan segera bersiap. Ah dan jika ada telfon dari kakek tentang tunanganku tolong beritahu kakek bahwa aku akan selalu mempercayai dan mendukung tunanganku jadi ku harap kakek tidak ikut campur lagi” ucap Dara pada Bom yang menyimak apa yang dikatakan adiknya, terlihat adiknya sangat yakin namun mata indahnya itu seperti kosong tak berjiwa. Entah Bom bingung melihatnya.

“Ne, aku kan sampaikan pada kakek. Kau tidak boleh terlalu banyak memikirkan yang berat, arra” respon Bom pada Dara yang kemudian mengangguk memahami.

~Rumah Sakit Seoul~

“Dara-aaah, kenapa masih banyak sisa kapsul obat yang ku berikan padamu?kau tidak meminumnya?” tanya Gummy pada sang adik sepupu.

“Eon, aku sudah lelah memakan itu semua. Semua warna tablet ataupun kapsul sudah aku telan namun apa?aku tahu akhirnya” ucap Dara terlalu santai membuat Gummy terperangah melihatnya. Namun gummy tahu bahwa setelah kecelakaan ayahnya dan Dara, Dara memang tak bisa lepas dari obat-obatannya.

“Tapi kau harus minum ini semua sayang. Aku tak ingin terjadi yang lebih buruk dari ini. jujur padaku kau sering mimisan karena tidak meminum ini bukan? dan jujur padaku, kau tak menceritakan hal itu pada kakakmu. Benar?” tanya Gummy seperti sedang menyudutkan Dara. yang di tanyai hanya tersenyum lucu.

“Hehe, kau kan tahu aku bagaimana eonie. Sudah ya, kau kirimkan obat dengan dosis yang lebih tinggi, obat kemarin sudah tidak mempan aku tidak tahan dengan peningnya”ucap Dara beranjak dari kursinya dan memeluk sang dokter pribadi sekaligus kakak sepupunya itu dengan sayang.

“Gumawo karna sudah sabar menangani pasien yang bebal seperti ku kekeke” ucap Dara riang yang kemudian mendapatkan jitakan sayang dari sang dokter.

“Jaga dirimu, emm. Hubungi aku secepatnya jika kau merasakan sesuatu, arra!” perintah Gummy lalu Dara merespon dengan gerakan hormat ala prajurit dan melambai keluar dari ruang sang dokter. Namun baru saja beberapa langkah keluar dari ruangan Gummy, suara teriakan terdengar dari ruang inap yang kini di samping Dara yang sadang berjalan.

“AKU TIDAK MAU HYUNG!!!” teriak seorang namja. Dara sejenak menghentikan langkahnya, lalu kembali melanjutkan langkahnya.

Bruuuk.

“Yak!!!” teriak Dara pada namja yang menabraknya kini berlari dengan baju pasien yang masih melekat ditubuhnya.

“Huft, ada-ada saja” ucap Dara lalu segera beranjak keluar dari lorong rumah sakit menuju pintu utama. Namun saat di taman lebih tepatnya di halaman rumah sakit terlihat seorang namja dengan rambut hitam pekat duduk dikursi taman dan masih mengenakan baju pasien inap. Dan sepertinya Dara tidak asing dengan sosok itu.

“Hei” ucap Dara yang kini ikut duduk di samping namja yang masih tertunduk tak ingin melihat sosok yang menyapanya.

“Pantas saja kau tidak terlihat di bis belakangan hari ini. aku seperti kehilangan fansku saat kau tidak lagi ada di bis untuk sekedar memperhatikanku dari jauh” ucap Dara yang secara otomatis langsung membuat namja di sampingnya yang tertuduk kini mengangkat kepalanya dan menatap Dara yang tersenyum di hadapannya.

“Nu-nuna?” ucap namja itu tergagap, tak menyangka sang Crush nya ada di hadapannya. “Shit, mengapa dia ada disini saat aku yang sedang terpuruk bahkan berpenampilan seperti ini” ini batin namja itu.

“Kau sepertinya dirawat di sini? Sakit apa?” tanya Dara menatap obsidian hitam yang memancarkan kegembiraan saat mendengar suara yeoja dihadapannya.

“Emm sudah seminggu ini aku dirawat Dara nuna. Ada tumor di usus ku dan mengharuskan ku di operasi tapi aku tak ingin operasi. Itu mengerikan dan akan membuat abs ku tak indah lagi karena ada bekas sobekan disana, eeyyuu itu mimpi buruk”ucap namja yang diyakini masih pelajar itu, ya karena cara berfikirnya pun masih kekanakan.

“Mffttt, dasar kau…siapa namamu? Dan kau tahu namaku? Sebesar itukah kau mengidolakanku hingga kau menjadi seperti seorang stalker, huh?” tanya Dara menelisik namja disampingnya yang sedang tersenyum bodoh sambil menggaruk belakang kepalanya.

“Aku, Jimin- Park Jimin. Aku memang selalu memperhatikanmu saat di bis entah aku pun tak mengerti tapi seperti ada magnet yang melekat di sini, kekeke” ucap bocah yang bernama Jimin itu sambil memegang dadanya.

“Park Jimin? Kekeke marga kita sama. Dan yak!!! Jangan menggombal seperti itu dasar bocah” ucap Dara sambil mengusak rambut hitam kelam Jimin, membuat sang pemilik rambut terasa membeku karena perlakuan yeoja yang ia sukai.

“Mungkin kita berjodoh nuna, jadi marga kita sama. Dan jangan menganggapku bocah nuna, aku bahkan akan menjagamu nuna dari siapapun yang akan menyakitimu” ucap Jimin sambil tersenyum lebar hingga menampilkan eyesmile indahnya.

“Ku harap ini yang ku dengar dari orang yang ku cintai” batin Dara.

“Jika kau bukan bocah seperti yang kau katakan, buktikan dengan kau melakukan operasi itu dan oh bukankah lebih terlihat sexy saat seorang namja mempunyai bekas luka?” ucap Dara, ia memang memancing kelabilan sang namja yang masih kekanakan itu.

“Huaaah, nuna kau ini sedang menantangku, begitu?” protes Jimin dengan wajah yang tidak elite nya (mangap gak mingkem2).

“Aku hanya ingin pembuktian dari kata-katamu jika kau bukan BOCAH” ucap Dara menekankan kata di ujungnya, dan berhasil membuat sang ekhem-bocah-Jimin tersulut ego besar namja yang dalam masa pertumbuhan itu.

“Baik, aku akan memberitahu dokter Gummy dan Chanyeol Hyung bahwa aku menyutujui untuk operasi” ucap Jimin menggebu, menampakan semangat remajanya. Dara tersenyum, usahanya berhasil. Dasar bocah.

“Baiklah, aku tunggu kabar baiknya dan ku doakan kau selalu sehat, Jimin-aah” ucap Dara memanggil Jimin dengan akrab membuat namja itu seperti melayang-layang karena alunan dari syurga membawanya.

“Ne, nuna. Kau pun harus sehat selalu. Hati-hati dijalan. Aku masuk dulu ya, aku ingin memberi tahu hyungku, annyeong Dara nuna” ucap Jimin girang, dan langsung berlari seperti anak kecil dengan teriakan yang menggema di lorong “HYOOONG AKU MAU OPERASI”.

Dara hanya menggelengkan kepalanya, ia pun dalam hati mengamini doa Jimin agar dia sehat selalu, hingga ia punya banyak waktu untuk menunggu Jiyong membalas mencintainya.

Jiyong Pov

            Menyebalkan sekali, seharusnya aku sedang fokus menulis untuk lagu debutku yang sebentar lagi, namun aku harus direpotkan untuk menjemput si nerd itu. Bisa gila jika aku seperti ini terus.

“Cepat masuk, aku buru-buru” bentakku padanya, yang ia respon hanya dengan mengangguk lalu melesak masuk kedalam mobilku.

“Kau senang sekali berjalan-jalan, huh? apa kau seorang yeoja yang tak betah di rumah saja? hingga aku yang harus direpotkan dengan menjemputmu?” ucapku tanpa menoleh sedikitpun padanya.

“A-aku tidak menyuruhmu menjemputku Ji, bukankah-“

“Jadi kau kira aku kesini karena kehendakku, begitu? Hahaha kau melucu? Jika bukan karena ayahku yang sudah seperti kerbau yang di anting hidungnya oleh kakekmu aku tidak akan sudi repot-repot menjemputmu seperti ini”ucapku memotong ucapannya.

“Mianhae, merepotkanmu. Aku akan membicarakan ini pada kakek kau jangan khawatir” ucapnya dengan tersenyum yang ku lihat dari sudut mataku.

“Tck, kau kira dengan kau membicarakan ini dengan kakek mu yang kaya raya itu aku akan berterimakasih padamu, begitu? Nope” ucapku lagi dan ia hanya menunduk penuh, memainkan jemarinya bahkan meremas kuat jari-jarinya. Apa aku sudah keterlaluan (Bangeeeet ga sadar loe Ji tampol ni).

“Sudah sampai, cepat keluar sana. Aku tidak turun, aku buru-buru” bentakku saat dia tak kunjung turun dari mobil. Namun saat ia hendak membuka pintu aku melihat mobil Cl yang sepertinya baru pulang. Ahh, show time.

            Aku berlari mengitari bagian depan mobilku lalu membukakan pintu untuk Dara. Dara yang mungkin bingung hanya terdiam duduk masih di dalam mobil.

“Babe, kau tidak ingin keluar? Apa kau ingin kita berjalan-jalan dulu?” ucapku lembut padanya, ia hanya mengerjapkan matanya masih tak mengerti. Dan di sudut mataku aku melihat Cl keluar dari mobilnya.

“Anni” ucap Dara singkat lalu melangkah keluar dan berjalan menuju pintu namun aku menahan pergelangan tangannya.

“Bebe, kau melupakan sesuatu, hemm?” ucap ku saat aku menghalangi pintu masuk tepat berhadapan dengan Dara dan di belakang Dara adalah Cl yang sedang mematung menonton kami.

“A-aku tak ingat melupakan apa, ji” ucap Dara polos, namun aku menyeringai.

Cup

            Aku mengecup cepat pipi Dara tepat saat itu pula aku melihat pipinya merona, cih kau merona karena itu. Tapi pemandangan lebih menariknya sosok di belakang Dara yang kini menatap kosong kami dan masih membeku di tempatnya.

“Masuklah, aku akan menghubungimu jika aku sudah sampai studio. Bye babe” ucapku sambil mengelus pipi Dara, mungkin karena masih tak mengerti ia hanya mengangguk patuh dan masuk ke rumahnya. Aku pun berjalan menuju Cl dan membisikan sesuatu padanya.

“Suka dengan apa yang kau lihat Cl-aah?”

 -TBC-

            Bahahaha si Jiyong cetan amat disini, siapa sih yang bikin tuh karekter kok jahat bgt wkwkwkw (ditempong tatto bang jiyong). Oia maaf untuk namja pelajar yang di bis itu aku pake Jimin Bts, karena dia selingkuhan author klo lagi ga sama Jiyong, tadinya mau pake Chanyeol Exo tapi karena dia tu jerapah alias tinggi banget kasian bang jidi masa anak SMA lebih tinggi dari pada pemeran utama wkwkw, jadi aku milih Jimin karena tingginya 11-12 ama Jiyong, mereka duo bantet love akuh. Hahaha. Udah ah, banyak cincong dah author, so tulis komennya yua chingudeul. Annyeoong *bow

 

Advertisements

26 thoughts on “IF YOU [Chap. 2]

  1. Wkwkwk awalnya aku kira chanyeol eon, ternyata jimin. Udaa dara nuna sama jimin aja, dprd sm bang jidi digituin mulu. :””
    Fightiing eoon, seru bgt ceritanya. Keselnya juga dapeettt. Btw kesel bgt sm jidi di chap ini, tp terobati saat ketemu jimin hihihi
    Lanjut baca chap 3 ya eoon ~
    Sengaja bacanya nunggu sampe chap nya uda mulai banyak, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s