넌 FALLING YOU [Chap. 7]

picsart_01-28-09-19-35

Falling You

Author : Annisa lathifah

Dara’s day part 2

~~~

“Oppa kau mau yang warna apa? Biru atau hitam?”

“Aku tak ada ide”

“Bagaimana kalau yang pink saja”

“Mana bisa, kau kira oppamu berubah menjadi eonnimu?”

“Ah.. bagaimana kalau begini saja, oppa memakai punyaku dan aku akan mengambil yang pink ini?”

“Dan aku mendapatkan bekasmu?”

“Ya! Oppa kau dengar apa yang dikatakan eonni tadi, promonya hanya berlaku hari ini. Dan itu warna yang bagus benar-benar”

“Dara tapi oppa yang harus membelinya, itu tabunganku kaukan sudah punya, warna biru itu menyejukkan”

“Ahh..mianhae mengganggu argumen kalian tapi, apakah kalian jadi membeli?” mereka berdua seketika terdiam tak melanjutkan argumen tadi. Dara merajuk sedikit menjauh dengan kedua tangannya terkait di depan dada dan membelakangi jiyong. Jiyong menatap SPG handphone yang menghentikan perdebatan kedua kakak adik tersebut.

“Sebenarnya aku tak menyukai situasi seperti ini tapi…”

“Tapi gadis itu sangat menyukainya, kalau boleh tahu apakah ia pacarmu?” jiyong terdiam sejenak lalu tertawa sekilas

Aniya ia adalah adikku” wajah SPG tersebut terkejut

Jinjja? Kalian lebih pantas menjadi pasangan yang manis” jiyong terhenyak dengan kalimat itu ia menatap dara sekilas yang masih dengan posisi yang sama lalu kembali menatap sang SPG dengan senyum ramahnya

“Aku tak pandai menjadi kakak yang baik, ya jadinya begitulah. Aku ambil handphonennya”

“Baiklah”

Dara menatap hal yang menarik di seberang tempatnya berdiri, disana ada tempat ramalan kartu. Benar, posisi dara dan jiyong kini berada di sebuah bazar yang menampilkan banyak pertunjukan, dan juga semua produk dari berbagai bidang. Dara menatap punggung jiyong yang masih bercakap dengan sang SPG yang bisa dibilang menarik perhatian. Cantik, tinggi, dan ya.. errr montok hahaha… yang membuat dara semakin risih dengan mereka berdua. Dara merasa jiyong masih saja betah dengan SPG tersebut, jadi dara memutuskan mendatangi peramal kartu tarot tersebut. Iseng saja, sembari menunggu jiyong selesai dengan urusanya dengan handphonennya.

“AKU KE SEBERANG” teriak dara tanpa menoleh ke arah jiyong. Tentu saja jiyong juga mengerti maksud teriakan tersebut untuknya.

Dara sampai di depan tenda ramal tersebut. Ia mulai memasuki tenda tersebut yang sedikit remang-remang dan bernuansa magic disana sini terdapat aura yang pertama kali dara rasakan.

“Kemarilah gadis cantik” dara menatap yang diketahui sang peramal yang berpenampilan nyentrik peramal. Dara menghampiri dan duduk di depan sang peramal yang menatap takjub wajah dara.

“Garis wajah yang sangat cantik, aku mengaggumimu” dara tersenyum mendengar pujian itu

“Ahh.. terima kasih”

“Apa yang membawamu kemari wahai gadis cantik?” dara kikuk, jika ia mengatakan jika iseng bukan jawaban yang pas menurutnya. Tapi bukankah ia peramal harusnya tanpa dara menjawabpun ia sudah mengetahuinya batin dara

“Ada hal yang akuingin ketahui di masa depan mungkin, karena saat aku menatap tenda ini aku sangat ingin memasukinya” sang peramal mengangguk mengerti

“Kau kemari bersama dengan siapa?”

“Bersama dengan oppaku”

“Apakah kau sudah lama tak bertemu dengannya?”

“Ahh.. ne kami terpisah selama kurang lebih 10 tahun”

“Karena gempa itu” dara sedikit terkejut

“Aku peramal sayang kau tak perlu kaget mendengarnya” benar juga dara sedikit tertawa. Sang peramal mulai mengambil kartu tarot miliknya, ia menaruh semua kartu dengan posisi terbalik dimana nanti dara akan mengambil tiga dari total semua kartu tarot dihadapannya.

“Sekarang kau boleh mengambil tiga diantara yang lain sayang” dara telah menentukan pilihannya. Sang peramal membuka tiga kartu pilihan dara.

Sebenarnya author bener-bener nggak tahu bentuk dan gambar-gambar kartu tarot jadi maaf kalo kurang nyaman dengan imajinasi author dengan ramalan ini

“Kartu pertama menunjukkan identitasmu. Namamu Sandara Park menantikan umur 17 tahun, masih sekolah dan selalu peringkat kedua dikalahkan dengan murid yang bernama Stephani lee, ibumu memiliki kedai ayam dan kau masih labil, polos, dan manja” hanya dengan  gambar seorang wanita yang dikelilingi dengan bunga berwarna –warni saja ia dapat mendeskripsikan sosok dara.

“Kartu yang kedua keadaanmu saat ini, kau merasa sangat bahagia dengan kondisimu sekarang, aku bisa sangat jelas melihatnya di kedua bola matamu. Tapi saat ini juga kau harus berhati-hati dengan dua sosok yang digambarkan di kartu ini, mungkin kau tidak akan menyadari jika mereka awalnya adalah ancaman bagimu” kartu berikutnya menampakkan dua siluet yang hanya menampakkan bagian belakangnya saja

“Apa? Ancaman? Apakah suatu petaka?”

“Tenang sayang, kau kelihatan panik sekali. kau memiliki oppa apa yang kau khawatirkan?” dara mengehla nafasnya dalam-dalam dan kembali menatap sang peramal

“Tapi saat pertama kali aku bertemu dengan oppaku ada sedikit rasa kurang yakin jika ia adalah oppaku” sang peramal menarik seulas senyum manis dari bibir merahnya

“Keyakinan seseorang tak akan ada yang kekal kecuali keyakinannya pada Tuhan, aku tak bisa memastikan akan dirimu, tapi… jadilah wanita yang berhati malaikat, jadilah seseoarng yang tak akan pernah melukai hati orang yang kau sayangi” dara menangguk, ia berpamitan dengan sang peramal. Ketika dara akan membayar untuk servis ramalannya sang peramal menolak.

Dara keluar dari tenda ramalan kartu tarot yang sekarang memenuhi pikirannya.

Jiyong laki-laki yang membuat dara senang, sedih, dan bimbang di waktu yang bersamaan. Apakah ilusinya terlalu tinggi untuk mengkhayal hal-hal yang tak penting untuk masuk kedalam otaknya. Park jiyong siapakah dia sebenarnya?

“Untukmu, mana punyaku!”

“Uh..” dara sedikit tersentak dengan kehadiran jiyong secara tiba-tiba

“Kenapa masih bengong, mana punyaku?”

Jinjja oppa kau akhirnya membelinya? Wooww… daebak oppa jjang!!” dara bersorak senang dengan apa yang ia inginkan sekarang ada dalam genggamannya

Gomawo” jiyong tersentak dengan pergerakan dara melingkarkan kedua lengannya pada leher jiyong, membuat jiyong sedikit membungkuk. Ia membeku, pipinya memanas

“Oppa gwenchana? Apa kau sakit oppa, keringatmu sangat banyak memang kau dari mana?”

“Tidak pen—“

“Bagaimana anak muda sudah menemukan adikmu?” seorang ahjumma yang terlihat membawa belanjaannya menghampiri jiyong

Ne ahjumma ini dia orangnya” dara tersenyum dengan ahjumma tersebut

“YA!! Apa kau tak kasihan dengan oppamu? Ia mencarimu kemana-mana, seperti orang gila. Ia telah mengelilingi bazar ini 3 kali dengan waktu 15 menit. Bertanya kesana-kemari akan keberadaanmu! Kalau kau akan pergi setidaknya berpamitan dulu agar oppamu tak kesusahan mencarimu, aku tak tega mengamatinya dari tadi dan ikut mencarimu!” dara tercengang dengan penuturan ahjumma tersebut. Dara mengamati jiyong yang mulai mengontrol emosi sang ahjumma dengan baju yang basah karena keringat

“Tenanglah ahjumma ia kini sudah ketemukan, tak ada yang perlu dikhawatirkan ne” sang ahjumma kini sudah luluh dengan jiyong, ia mengambil bungkusan kresek dari tas belanjaannya

“Ini untukmu nak, aku mendapatkan diskon tadi, masih segar” jiyong mengintip isi dari kresek tersebut berisi dua ekor ikan salmon

“Wah.. ahjumma ini sangat berlebihan”

Gwenchanayo itu ucapan iriku pada adikmu yang memiliki oppa sebaik dirimu. Aku duluan sampai berjumpa lagi nak”

Ne khansahamnida”

 

Mianhae”

Mwo?”

 

“Mianhae jeongmal mianhaeyo” jiyong memebawa tubuh dara kedalam dekapannya

Gwenchana yang terpenting sekarang kau ada disini” dara mulai menangis dalam dekapan jiyong, baju jiyongpun bertambah basah dengan tangisan dara yang berlangsung sekitar 10 menit.

“Jangan ulangi lagi yakso!”

 

“Ne yakso!”

****

 “Bagaimana?” Omo.. apa yang aku fikirkan. Kenapa tampan sekali?? hanya dengan celana joging dan kaos oblong warna abu-abu. Mempesona benar-benar, dara kehabisan kata-kata.

“Dara-ya!”

“Uh.. ne wae?”

“Bagaimana bagus tidak?” luar biasa, rasanya aku akan meleleh batin dara

“Uh.. biasa saja” ucapnya namun berusaha menampilkan wajah datarnya ketiak kedua pipinya memerah. Jiyong mendekati dara yang duduk dihadapnnya. Semakin dekat, dan tepat di depannya. Ia mensejajarkan tingginya dengan dara.

“Benarkah?” suaranya semakin seksi di pendengaran dara. Dara sedikit terperanjat dengan muka jiyong yang tepat di depan wajah dara. Dara meneguk air liurnya menatap wajah jiyong sedekat itu, dan tanpa sadar mata dara terkunci dengan mata jiyong. Ia terpesona dengan wajah lelah, teduh, dan tampan milik jiyong. Pantas saja dari pertama masuk ke kawasan bazar mereka berdua menjadi pusat perhatian, bukan mereka tapi lebih kepada jiyong.

“Akh.. oppa!” dara tersadar dengan ketukan dahi jiyong pada dahi dara

Ommo kalian lucu sekali” keduanya menoleh pada salah satu pegawai disitu

“Itu hal baru untuk menyadarkan lamunan lawan bicaramu tuan” jiyong terkekeh sambil menggaruk rambut bagian belakangnya yang tak gatal

“Kelihatannya kali pasangan yang baru resmi ya?” tanya sang pegawai tersebut

A—ni—ya ia oppaku, ne oppa” membuat sang pegawai membuat lengkungan yang membentuk o pada bibirnya

“Ia hanya terpesona dengan ketampananku hehehe” jawab jiyong pada sang pegawai

“Aku saja juga tuan, anda tampan” timpal sang pegawai dengan rona merah di pipinya, dara mendecak mendengarnya. Jiyong menatap dara sesaat

“Aku mengambil ini”

Ne silakahkan ke kasir tuan” jiyong mengikuti sang pegawai meninggalkan dara yang terduduk dengan sesekali memukul kepala dengan tangannya sendiri, menepuk kedua pipinya yang memanas mengingat peristiwa tadi.

****

Hari semakin sore. Belanjaan yang ditenteng oleh jiyong juga semakin bertambah. Jiyong menatap punggung gadis didepannya yang kelihatan lelah setelah mengunjungi banyak stand di bazar tersebut. Gadis asing yang sekarang yang berstatus sebagai dongsaengnya. Jiyong menghela nafasnya dalam. Ia memikirkan jikalau suatu saat nanti dara akan mengetahui jika dirinya bukan oppa yang selama ini ia nanti, meracau pikirannya.

Setelah beberapa saat mereka menunggu di halte, bis pun sudah datang, keduanya masuk dan duduk bersandingan. Dara memilih duduk di sampin jendela, dan jiyong menurutinya. Langit mulai gelap dalam perjalanan, dara juga telah menyenderkan kepalanya pada jendela bis untuk terlelap sejenak.

Duk..duk..duk.. suara itu ditimbulkan dari benturan kepala manusia tak sadarkan diri disampaing jiyong yang bertantukan dengan jendela. Melihat itu jiyong membawa kepala dara menyender pada bahunya.

Jika aku selamanya harus bersembunyi dari kenyataan, akan aku lakukan jika itu membuatmu bahagiaDara-yaa

-TBC-

Aloha 🌴 long time no see banget ini 🐭 ada yang nunggu author gj ini nggak? 😂 nggak juga nggak papa 😂😂 gimana?  Udah sweet kan 😙 ini chap full mereka berdua doang.  Terima Kasih para reader dan commenters 😘 atas kesabarannya doakan author jangan sok sibuk ya biar cepet update

See u 😚😚

Advertisements

7 thoughts on “넌 FALLING YOU [Chap. 7]

  1. Gile peramal’y jitu bgt bijak lagi😅
    Pikiran jiyong sibuk di penuhi takut akan ketauan dara klo diri’y bkn oppa asli’y si sisi lain pikiran dara di penuhi akan ketakutan’y jatuh cinta sm jiyong😊

  2. woaahhhh…… banyak yang nyangka dara sama ji itu sepasang kekasih….iya lah mereka kan gak cocok jadi adik-kakak…wkwkwkw
    next kak jgn lama….ok.
    semangaaat

  3. Banyak yang mengira mereka sepasang kekasih
    Dari liat kelakuan mereka aja udh pada tau kalau mereka bukan kakak adik
    Mereka berdua larut dalam pikiran masing2
    Jiyong yang takut dara tau jiyong bukan oppanya dan dara yang takut dia jatuh Cinta pada oppanya
    Bener2 dilema

  4. Wah peramalnya kok tau bgt ya padahal baru liat dara tp udah bisa nebak aja dan kira kira siapa ya yg akan jahat sama dara semoga jiyong bisa lindungin dara ya….. kasihan jiyong sampe lelah nyariin dara hehehe ahjumma itu baik bgt sm jiyong sampe ngasih ikan salmon segar ya semoga next chap moment DGnya makin sweet dan fighting juseo♡♡♡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s