[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Fangirl #3

cover

Author : Oktyas

Sandara Park | Kwon Jiyong | Fluffy, Romcom

.

3

YG Family

.

“Mungkin lain kali saja bagaimana? Terlalu banyak orang di luar Ji.” Dara melihat ke luar jendela mobil yang ia tumpangi dengan Jiyong dan Soonho.

“Dara mereka sudah menunggumu, mereka ingin mengenalmu. Apa yang kau takutkan?” Jiyong menatap lembut ke arah wanita itu sambil mengusap lembut puncak kepalanya.

“Aku, a-ku bukan dari golongan mereka, ini hal baru bagiku Jiyong.”

“Ini akan menjadi lingkunganmu juga Dara, kau adalah kekasihku, dan mereka adalah temanku, pekerjaanku, mau tidak mau kau harus belajar untuk menerima lingkungan baru ini. Aku akan mendampingimu, tidak akan ada hal buruk yang terjadi. Kau percaya padaku?”

Dara menghembuskan nafasnya mengatur rasa gugupnya. Ia tahu ia berlaku tidak adil kepada Jiyong. Meminta laki-laki itu untuk berbaur dengan keluarganya, tapi bahkan untuk bertemu dengan teman-teman Jiyong saja ia tidak  bisa. Baiklah, menyingkirkan segala kegugupannya, ia siap mengambil langkah untuk bersama Jiyong, termasuk mengenal dunianya. “Aku percaya padamu Jiyong.”

Sesuai rencana yang mereka susun, Jiyong akan turun terlebih dahulu didampingi staf yang sudah menunggu di depan, kemudian disusul oleh Dara dan Soonho. Di luar restaurant baru Yang-nim, YG Republique terdapat cukup banyak penggemar, dan Jiyong tidak ingin mengambil risiko wajah mereka berdua menjadi headline pada surat kabar atau pun media gosip.

Di dalam, Jiyong menunggu Dara di depan ruang VIP yang sudah dijaga ketat sehingga media maupun penggemar tidak bisa masuk. Sambil tersenyum, ia menggenggam tangan mungil Dara dan masuk bersama ke ruangan. Jiyong langsung mencari Hyunsuk untuk mengenalkan Dara kepada sajangnimnya tersebut. “Hyunsuk Hyung.” Panggilnya, membuat lelaki paruh baya itu menoleh.

Eoh, Jiyong-ah, kau baru datang?”

Neh, maafkan aku ada sedikit urusan tadi.”

Hyunsuk melirik ke arah Dara yang terlihat gugup di sebelah anak emasnya itu. “Dan siapa wanita cantik ini?”

“Perkenalkan Hyung, dia adalah Sandara Park, kekasihku.” Ujar Jiyong dengan senyuman bangga di bibirnya. Dara menundukkan kepalanya memberi hormat sambil berjabat tangan dengan CEO YG Entertainment tersebut. “Annyeonghaseoyo, Sandara Park imnida.” Katanya dengan suara lembutnya.

“Akhirnya kau punya keberanian untuk membawa kekasihmu.” Kekeh Hyunsuk. “Seunghyun dan Youngbae sudah merajuk beberapa kali padaku, memintaku untuk mengenalkan mereka pada kekasihmu. Padahal aku sendiri belum bertemu.”

“Dua orang itu memang,ah.” Gerutu Jiyong. “Tidak semudah itu mengenalkan Dara pada mereka Hyung, dia tidak datang dari dunia hiburan, jadi harus bertahap.”

Neh, aku mengerti.” Hyunsuk mengangguk-angguk, “Sandara-ssi, tidak perlu tegang, aku harap kau menikmati malam ini. Pergilah ke meja Bigbang, mereka sudah menunggu kalian. Selamat bersenang-senang.”

Setelah mengucapkan salam, mereka berdua mendatangi meja di mana para member Bigbang duduk. Dilihatnya ada Chaerin, Soonho, bergabung di meja mereka. Beberapa langkah sebelum sampai, Seungri, melihat ke arah mereka, matanya langsung berbinar saat melihat wanita cantik di sebelah hyung-nya itu. “Jiyong Hyung, ayo kemari!” Katanya bersemangat. Dan semua orang di meja itu langsung menoleh ke arah Jiyong dan Dara, wajah mereka terlihat terkejut dan senang dalam bersamaan.

“Yo! That’s my bro!” Seru Youngbae membuat Jiyong menggelengkan kepalanya karena malu.

Hallo guys! Maaf kami datang terlambat.” Wajah Jiyong memerah, di bawah tatapan menggoda teman-temannya ini. Mereka memandang ke arah Jiyong dan Dara secara bergantian membuat kegugupan wanita di sampingnya meningkat. Jiyong langsung melingkarkan lengannya ke pinggang ramping Dara, dan merapatkan tubuh mereka.

“Tidak masalah. Asalkan kau perkenalkan dia terlebih dahulu.” Sahut Seunghyun dengan tersenyum lebar.

“Ayolah, biarkan kami duduk terlebih dahulu.” Protes Jiyong membuat mereka tertawa. Dara mendapat kursi di sebelah Chaerin, sedangkan Jiyong duduk di sebelah Soonho. Setelah duduk, mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian. Tidak ada yang bicara, mereka menunggu leader Bigbang itu membuka mulutnya. “Oke, uhm, mungkin lebih baik jika kau bertanya langsung padanya.” Kata Jiyong membuat Dara membulatkan matanya dan menatap Jiyong dengan sebal.

Dan secepat kilat pandangan mereka beralih pada Sandara. “Biar aku saja.” Usul Chaerin. “Jadi siapa namamu?” Tanyanya langsung tanpa basa basi.

“Uhm, Annyeonghaseoyo, Sandara Park imnida.” Dara memperkenalkan dirinya, mencoba memperlihatkan senyuman termanis yang ia punya.

“Nama yang indah. Jadi apa kau dan Jiyong Oppa adalah sepasang kekasih?”

“Pertanyaan macam apa itu Chae-ah?” Kata Seungri. “Kau membuatnya gugup.”

N-neh, kami berpacaran.” Jawab Dara dengan suara kecilnya. Bagaikan mendapat undian berhadiah, mereka langsung bersorak kegirangan saat mendengar jawaban Dara. Wanita itu langsung membenamkan wajahnhya ke dada Jiyong saking malunya. Melihat para idola yang ia sukai dan sekarang duduk di hadapannya, dan menggodanya.

Jiyong ikut tertawa bersama teman-temannya yang menggila. Tangannya mengusap-usap rambut Dara untuk menenangkannya. “Guys cukup oke? Kalian membuat kekasihku ini tidak nyaman.”

“Sejak kapan kau bisa bermanis-manis seperti ini Kwon?” Tanya Seunghyun melihat ke arah Jiyong yang sedang membisikkan sesuatu kepada Dara dan kemudian mencium keningnya.

“Ketika kau sudah menemukan wanita yang tepat.” Jawaban Jiyong membuat mereka kembali bersorak.

“Jadi kapan kalian bertemu?”

“Sudah berapa kalian berpacaran?”

“Jika boleh tahu, apa pekerjaanmu Dara-ssi?”

“Ah kenapa Jiyong Hyung bisa mendapat perempuan secantik ini? Sepertinya aku juga menyukai Sandara.” Dan pertanyaan bodoh ini keluar dari mulut maknae Bigbang.

“Pekerjaan Dara, yah! Lee Seungri!” Seru Jiyong siap memakan bocah itu bulat-bulat. “Dan panggil dia noona! Dasar tidak sopan!”

Noona? Kenapa? Auch!” Seungri mengaduh kesakitan saat Jiyong menjitak kepalanya.

“Karena usianya lebih tua darimu.” Gerutu Jiyong membuat Dara terkekeh.

Jinjja?! Mana mungkin.” Elak Seungri, tidak percaya dengan Jiyong, Seungri langsung bertanya pada Sandara. “Dara memangnya berapa usiamu?”

“Usiaku, cukup untuk kalian semua memanggilku noona.” Jawab Dara dengan tersenyum.

Daesung yang sedang makan tiba-tiba tersedak. “Jangan bercanda, termasuk Seunghyun Hyung? Kau lebih tua dari Seunghyun Hyung?!”

Dara mengangguk, “Aku lahir pada tahun 1984.” Dan sekali lagi dia membuat satu meja terkejut. Mana mungkin perempuan dengan wajah imut, suara mungil seperti ini berusia 32 tahun.

“Bagaimana bisa?!” Chaerin bertanya dengan terkagum-kagum. “Lihat wajahmu, dan kulitmu, kau terlihat berusia dua puluh tahunan. Apa rahasiamu?” Sebagai perempuan Chaerin jujur merasa iri dengan kecantikan Sandara.

“Rahasia apa? Aku tidak melakukan apa-apa.” Dara menggelengkan kepalanya.

“Ah jinjja? Ya! Jiyong Oppa! Kau benar-benar beruntung ya mendapat kekasih seperti Dara Eonni.” Chaerin melirik ke arah Jiyong. Laki-laki itu tersenyum sambil mengangguk-angguk menyetujuinya di dalam hati.

Dan pada akhirnya acara makan malam itu menjadi sesi interogasi pada Dara dan Jiyong. Meskipun awalnya Dara merasa canggung, tapi karena teman-teman Jiyong menerimanya dengan baik sehingga membuatnya merasa nyaman untuk mengobrol. Ia menceritakan bagaimana awal pertemuannya dengan Jiyong yang membuat member Bigbang tercengang tidak percaya. Siapa yang tahu jika rencana kabur mereka dari kantor YG menjadi jalan bagi Jiyong untuk bertemu dengan kekasihnya itu.

Hyung, kenapa kau tidak pernah mengajak kami huh? Kau tahu kami semua juga menyukai kopi.” Selidik Daesung memberikan tatapan tidak terima pada leadernya itu.

Jiyong tertawa, “Jika aku mengajakmu atau yang lain bagaimana kami akan kencan?”

“Apa kau punya café lain Dara Noona, atau hanya café yang menyambung dengan rumahmu itu?” Tanya Youngbae.

“Aku hanya punya satu café, tapi tidak sepenuhnya aku menghabiskan hariku berada di sana, karena aku mempunyai butik di Gangnam. Namanya DEE’s Collection.” Jawab Dara.

“Wow keren! Brand-nya cukup populer, beberapa kali aku melihat adikku menggunakan brand itu.” Cerita Seungri.

Jinjja? Adikmu menggunakannya?” Mata Dara berbinar. Ia tidak pernah berpikir brand-nya akan dikenakan oleh kalangan keluarga selebritis sebenarnya.

Eonni, aku ingin pergi ke sana, siapa tahu ada yang cocok untukku.” Ujar Chaerin.

“Kau yakin? Brandku tidak sebagus atau mewah seperti brand-brand yang kalian pakai.” Dara ragu jika Chaerin yang terbiasa menggunakan brand mewah akan puas melihat hasil karyanya.

“Harga bukan jaminan Eonni.”

“Biarkan Chaerin berkunjung Dara. Lagi pula, butikmu bisa dibilang cukup besar, dan secara pribadi aku menyukainya.” Jiyong meyakinkan kekasihnya.

“Oi Jiyong, tapi kenapa kau tidak pernah memakai DEE’s Collection?” Seunghyun memicingkan matanya kepada Jiyong.

“Aku memakainya Hyung. Apa aku harus mengatakan kepadamu brand apa yang aku pakai? Kemarin saat acara ke Jeju aku memakai sweater dari DEE’s Collection.” Bela Jiyong.

“Kau harus mempromosikannya Jiyong, pasti butik Dara Noona akan menjadi ramai.” Usul Youngbae.

“Aku sudah punya gagasan itu Bae-ah, tapi kenapa aku tidak melakukannya, karena Dara melarangku. Ia tidak ingin brand itu melejit di pasaran karena menumpang namaku katanya.” Jiyong melihat Dara dengan tatapan kau-jelaskan-padanya.

“Uhm itu sebenarnya tidak masalah jika hanya mempromosikan DEE’s Collection tapi masalahnya lama-lama orang-orang akan menyadari jika brand ini bukan brand besar sehingga akan membuat curiga. Dan nanti saat hubungan kami dipublikasikan, mereka pasti akan mengatakan bahwa aku hanya memanfaatkan Jiyong untuk mempopulerkan brandku, aku tidak mau. Aku akan senang jika mereka menyukai pakaian yang aku buat karena memang mereka menyukai modelnya, kualitasnya.” Dara menundukkan kepalanya. Sebenarnya mereka sudah membicarakan masalah ini beberapa kali, dan Jiyong tidak mempermasalahkan jika orang-orang berpikir brand Dara terkenal karena dirinya, toh memang kualitasnya bagus. Jiyong hanya ingin membantu, setidaknya jika Jiyong mempromosikannya, banyak orang yang tahu akan butik Dara yang memang model dan kualitasnya bisa diacungi jempol. Selebihnya itu masalah mereka jika mau pelanggan atau tidak.

“Aku tahu dilema yang kau rasakan.” Ujar Youngbae.

“Aku bukan dari dunia seperti kalian, jadi mungkin ini masih baru bagiku. Seperti membaca komentar-komentar jahat di instagram Jiyong hanya karena dia melakukan sesuatu yang seharusnya tidak menjadi masalah aja aku tidak bisa.” Dara berkata jujur. Ia takut akan mendapatkan komentar-komentar menyakitkan tidak bertanggung jawab sebagai kekasih seorang G-Dragon, tapi ia lebih khawatir apa yang akan didapatkan Jiyong.

Jiyong memeluk Dara dan mengecup keningnya, turun ke puncak hidungnya, lalu bibir ranumnya. “Its okay, its okay. Kita melangkah bersama-sama, tidak perlu tergesa-gesa.”

Well kalau begitu biar aku saja yang promosi. Aku perempuan jadi tidak masalah.” Usul Chaerin.

“Tapi Chaerin kenapa kau mempromosikannya, padahal kau belum melihat barangnya?” Dara melihat Chaerin dengan wajah bingung.

Chaerin tertawa, “Ayolah, jika seorang G-Dragon menyukainya, pasti kami semua menyukainya.” Dara hendak membuka mulut lagi, yang Chaerin yakin akan memprotesnya namun sebelum Dara sempat bicara, dengan cepat Chaerin menambahi, “Oke, jika aku menyukainya aku akan membelinya, lalu memakainya. Tidak ada promosi. Bagaimana?”

Mengalah, Dara menganggukkan kepalanya. Dengan Chaerin memakai sesuatu dari brand-nya saja sudah termasuk melakukan promosi. Di samping kekhawatirannya, Dara merasa senang mendapat bantuan tulus dari teman-teman Jiyong.

Dara dan Jiyong memutuskan untuk pulang saat pukul menunjukkan pukul sebelas malam. Malam ini, Jiyong meminta Dara untuk menginap dengan alasan rumahnya lebih dekat dari rumah Dara. Setelah hampir berpacaran selama empat bulan, laki-laki itu merajuk agar mereka membuat jadwal di mana mereka akan tidur, rumahnya atau rumah Dara. Mulai saat itu, Jiyong lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah Dara, apalagi ditambah Sanghyun sudah tinggal di apartemennya sendiri. Tapi pada akhir pekan, Dara akan berada di rumah Jiyong.

“Bagaimana? Apa kau merasa nyaman bertemu dengan mereka?” Tanya Jiyong yang sudah terlentang di atas tempat tidur.

Dara yang sedang meamakai krim malam di depan cermin pun berbalik menghadap Jiyong. “Mereka semua luar biasa. Aku senang bisa diterima dengan baik.”

“Tentu saja mereka akan menerimamu dengan baik Dara.”

Dara berjalan ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di sebelah Jiyong. “Kau tahu perasaanku kan? Aku hanya melihat mereka melalui konser, internet, SNS, dan tiba-tiba mereka ada di depanku.” Gumam Dara di pelukan Jiyong. “Dan salah satunya bahkan menjadi pacarku.” Tambah Dara dengan tawa kecilnya.

Jiyong melepas pelukannya, memberi jarak diantara tubuh mereka agar dapat menatap wajah gadisnya itu. “Apa kau pernah membayangkan berpacaran dengan idolamu Dara?” Gadis itu menggelengkan kepalanya. “Aku juga tidak pernah membayangkan akan jatuh cinta pada seorang VIP.”

“Ketika takdir memainkan perannya, bukankah menjadi lebih indah?” Bisik Dara menatap manik mata Jiyong dengan kehangatan. Laki-laki itu tersenyum dan membisikkan betapa ia mencintai gadis itu dan bersyukur Tuhan mempertemukan mereka. “I love you too, Kwon Jiyong.” Dara memejamkan matanya saat bibir Jiyong mendekat dan menempelkan bibir mereka. Merasakan lembutnya bibir pria itu di atasnya. Mencium aroma maskulin yang mengisi rongga hidungnya. Dan membangunkan syaraf-syarafnya, menggelitiknya.

Jiyong tidak membuang waktu untuk memperdalam ciuman mereka. Rasa manis gadisnya yang tidak pernah berubah. Menghisap bibir bawah Dara membuat gadis itu melenguh, dan mendesah. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Jiyong memasukkan lidahnya ke dalam mulut hangat Dara, merasakan setiap bagian di dalamnya. Ciuman mereka menjadi semakin mendesak, menuntut, mereka menginginkan lebih. Jiyong mengerang saat Dara menghisap dan memainkan lidahnya, membuat ia semakin panas dan menginginkan gadis itu.

“Dara-ah, babe.” Bisik Jiyong dengan suara seraknya. “I want you.” Menatap Dara dengan penuh gairah. Ia mengubah posisi mereka, membuat Jiyong di atas Dara. Laki-laki itu kembali melumat bibir bengkak Dara. Tangannya berkelana ke balik gaun tidur Dara, meraba perut datarnya, semakin naik hingga menangkup payudara wanita itu di balik bra yang ia kenakan, lalu berpindah ke kaitan bra yang berada di punggung Dara dan melepasnya. Jiyong menyudahi ciumannya membuat keduanya terengah-engah, kemudian melucuti gaun tidur Dara beserta branya, meninggalkan gadis itu dengan celana dalamnya.

Dara menahan nafasnya saat merasakan tatapan berapi-api Jiyong. Laki-laki itu lalu menenggelamkan wajahnya ke lekukan leher Dara, mengecupi titik-titik sensitif kekasihnya membuah Dara mendesah penuh kenikmatan. Tidak berhenti di situ saja, ia kemudian menghisap, menggigit kulit halus Dara, menandai gadisnya sedangkan tangannya menangkup payudaranya, memberi pijatan, dan meremas dadanya hingga Dara mengeluarkan suara desahan seksi yang membuat Jiyong semakin keras di bawah sana.

“Jiyong-ah.” Dara tidak bisa menahannya. Ia ingin Jiyong berada di dalamnya. “Take me.”

“Sabar babe.” Laki-laki itu tidak mau tergesa-gesa. Ia ingin memuaskan wanitanya terlebih dahulu. Tanpa membuang waktu, ia menundukkan mulutnya ke dada Dara, mengambil payudaranya, memainkan dengan lidahnya, lalu menggigit dengan pelan, menyentakkan dengan keras membuat wanita itu menjerit, merasakan gelenyar diantara kedua pahanya. “Jiyong-ah please.” Matanya tertutup, tangannya menarik kepala Jiyong semakin menekan ke dadanya.

Melihat Dara yang sudah tidak bisa menahan lagi, dan Jiyong yang sudah semakin kesakitan, ia langsung melepas kaos dan celana piyama yang ia pakai bersama dengan baju dalamnya. Ia kembali merangkak naik ke atas Dara tanpa sehelai benang pun, menarik celana dalam Dara yang sudah basah dan melemparkannya ke lantai. Menahan tubuhnya dengan kedua sikunya agar tidak menindih wanita mungil di bawahnya. Tersenyum, ia mengecup kening Dara. “Aku mencintaimu Dara.” Dan dengan satu kali dorongan, ia berhasil memasuki tubuh ketat wanita itu. Dinding Dara langsung meremas miliknya dengan nikmat, ia merasakan kehangatan menyelimutinya. Dara mencengkeram punggung licin Jiyong, nafasnya tersengal-sengal menggelitik telinga Jiyong.

Jiyong mulai menggerakkan tubuhnya pelan, menikmati setiap siksaan yang tubuh Dara ciptakan. Kemudian gerakannya semakin keras dan cepat. Gerakannya diikuti Dara dengan menaikkan pinggangnya untuk bertemu irama yang diciptakan laki-laki itu, kakinya ia lingkarkan pada pinggang Jiyong. Menarik rambut basah Jiyong, membisikkan nama pria itu dengan desahan yang membuat Jiyong semakin menggila. Suara erangan lolos dari tenggorokan lelaki itu saat merasakan dirinya akan meledak. Ia mempercepat gerakannya, dinding Dara mencengkeramnya dengan sangat kencang, dan dengan dorongan terakhir ia mengisi tubuh Dara dengan semua cintanya. Mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, dan menenggelamkan wajahnya ke dada Dara. Wanita itu membelai dengan lembut rambut Jiyong dan mencium puncak kepalanya. “Aku juga mencintaimu Kwon Jiyong.”

***

Sejak pertemuan pertamanya dengan para anggota Bigbang dan artis YG yang lain, Dara menjadi semakin akrab dengan mereka. Yang ia bayangkan para selebriti mempunyai kriteria tinggi dalam memilih teman untuk pergaulan mereka, tapi ternyata tidak. Ia sangat diterima baik, bahkan sudah beberapa kali ia dan Chaerin pergi bersama, dan para artis YG juga dapat dibilang cukup sering mengunjungi butik maupun cafenya. Entah itu karena ia kekasih Jiyong atau pun mereka memang tidak memilih-milih dalam berteman, Dara merasa bersyukur.

Seperti hari ini, Jiyong, Dara, Soonho, Chaerin, Youngbae, dan kekasihnya Hyorin sedang berkumpul di café Dara. Ia sengaja tutup lebih awal untuk menjamu mereka.

“Jadi Jiyong, apa rencanamu untuk hari ulang tahunmu dua minggu lagi?” Tanya Youngbae sambil memakan ramen yang dimasakkan oleh Dara.

“Aku ingin menghabiskannya di Jeju bersama Dara tentu saja.” Jawab laki-laki itu tanpa pikir panjang.

Oppa!” Pekik Chaerin. “Apa kau lupa? Tanggal 17 malam besok ada pesta perilisan produk peaceminusone bersama +82 di Monsant.” Chaerin mengingatkan Jiyong. Pria itu mengerutkan keningnya, mencoba mengingat-ingat jadwalnya.

“Aku tidak ingat.” Gumamnya sambil menghisap rokoknya.

“Apa kau tidak membuka grup tadi? Soojoo bahkan sudah meminta kita bersiap-siap.” Ujar Soonho

“Ah aku mematikan pemberitahuannya.” Kata Jiyong tak acuh. “Aish! Bagaimana bisa aku punya jadwal di hari ulang tahunku?!” Jiyong mengacak rambutnya kesal. Dara yang duduk di sampinya mencubit pahanya untuk menghentikkan tingkah kekanak-kanakkan Jiyong.

“Kita sudah merencanakan ini lama Oppa, sejak acara di Paris.” Chaerin menyeringai, menikmati melihat wajah tersiksa seniornya itu.

Jiyong mengerang jengkel, “Itu Desember tahun lalu. Ya Tuhan, aku benar-benar lupa.” Ia memutar tubuhnya lalu menghadap ke arah Dara. “Padahal aku sudah membuat rencana untuk menghabiskan ulang tahunku seminggu bersama Dara di Jepang.”

“Masih ada hari lain Jiyong. Lagi pula acaramu diadakan tanggal 17 malam kan? Dan kenapa harus di Jepang, di Jeju pun tidak masalah.” Saran Dara.

“Kenapa tidak mengajak Dara Noona saja. Kau belum mengenalkannya pada temanmu yang itu kan?” Sambung Youngbae yang disetujui Hyorin dan Chaerin.

Bertemu dengan para artis dari YG Family masih bisa Dara atasi, tapi bertemu dengan teman-temannya dari +82 itu lain cerita. Tentu Dara tahu siapa mereka dari postingan foto Jiyong dan teman-temannya yang lain. Dara tidak yakin bisa membaur bersama mereka, di pikiran Dara teman-teman Jiyong yang itu sedikit liar. Selalu bertemu di bar, berfoto dengan pose yang cukup dekat dan intim dengan Jiyong. Mengingat foto terakhir yang diunggah salah satu teman perempuan Jiyong yang bernama Daum saja membuatnya tidak nyaman. Dalam foto itu Jiyong duduk di sebuah sofa dan gadis itu duduk di sampingnya, tubuh mereka menempel tanpa ada jarak, kepala Daum disandarkan pada bahu Jiyong hampir menempel pada wajahnya.

“Sebenarnya aku tidak masalah, tapi aku tidak tahu dengan Dara.” Ia melirik ke arah perempuan itu yang tampak tidak fokus. “Babe?” Panggilnya sambil mengguncang dengan pelan tubuhnya. Dara tersentak dari pikirannya, dan melihat ke arah Jiyong dengan bingung. “Apa kau mau datang pada acara itu?”

“Aku-,”

“Sejujurnya aku sangat ingin mengenalkanmu pada mereka. Sudah setengah tahun kita berpacaran tapi mereka sama sekali belum mengetahui tentang hubunganku. Tapi jika kau tidak nyaman, aku akan mengenalkanmu pada kesempatan yang lain.”

“Jangan khawatir Eonni, aku dan Chaerin nanti juga akan ada di sana. Aku juga tidak terbiasa dengan clubbing dan sejenisnya.” Hyorin meyakinkan Dara. Seperti Dara, Hyorin juga tidak suka dengan dunia malam seperti itu. Tapi karena pekerjaannya sebagai aktris dan model menuntutnya untuk mengerti hal-hal seperti itu.

“Aku akan datang Jiyong, itu adalah hari ulang tahunmu, bagaimana bisa aku melewatkannya?” Ujar Dara tersenyum. Jiyong yang cukup terkejut dengan jawaban Dara tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya, dan langsung memeluk gadis itu.

“Tapi kau harus memastikan Dara selalu berada di sisimu Ji.” Youngbae memperingati sahabatnya itu.

Jiyong menatap sahabatnya dengan tidak percaya. “Astaga Youngbae, tanpa kau beritahu aku juga akan memastikan Dara selalu di sampingku, aman dan tidak terganggu oleh apapun.” Katanya sengit membuat mereka tertawa, selalu menyenangkan bisa menggoda Kwon Jiyong.

“Jiyong-ah, kenapa kau bahkan tidak pernah mengunggah foto bersama Dara di akun pribadimu?” Tanya Hyorin penasaran.

“Ah itu, itu permintaan Dara. Ia tidak ingin menarik perhatian, katanya apalagi aku sudah mengikutinya.”

“Karena aku tidak suka menjadi pusat perhatian. Kau ingatkan saat Chaerin mengunggah foto aku bersamanya, Harin, Jiyong, dan Seungri? Langsung banyak orang yang berkomentas di instagramku dan menanyakan apa hubunganku dengan mereka.”Jelas Dara.

“Tapi kan akun Jiyong diprivat, tidak ada yang bisa melihat kecuali teman-temannya saja.” Youngbae terlihat bingung.

“Itu karena aku belum siap bertemu dengan semua temannya, jika tiba-tiba Jiyong mengunggah foto bersamaku itu akan aneh.” Dara menghembuskan nafas, “Tapi kurasa aku sudah siap.”

“Auw, its my girl.” Jiyong mencubit pipi Dara. “Soonho Hyung, tolong pastikan dari tanggal 18 pagi aku tidak punya acara apa pun. Siapa yang tahu tahun ini aku merayakan ulang tahun dengan seorang kekasih?” Jiyong terkekeh lalu mencuri ciuman dari Dara dan langsung membuat wanita mungil ini menjadi semerah kepiting rebus.

Jiyong sudah tidak sabar merayakan ulang tahun pertamanya dengan Sandara Park, his love, his woman, his everything.

.

To be continued…

.

Advertisements

32 thoughts on “[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Fangirl #3

  1. Nggak nyangka juga kalo chaerin sama hyorin bisa sebaik dan seramah itu sama dara. Beruntung banget dara bisa temenan sama mereka. Gak sabar pingin tau gimana acata ulang tahun nya jiyong hehehe😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s