Behind The Scene #19

hhhh

Author : Oktyas

~~~

Sandara dan Park Bom memilih untuk mengunjungi Chaerin dan Minzy. Terakhir kali Dara bertemu kedua gadis itu adalah saat pesta perpisahaan bersama kru Drama Paper Heart, sudah sekitar tiga minggu yang lalu. Dan sudah tiga minggu pula ia tidak berkunjung ke Gedung SBC.

Keempat gadis itu memutuskan untuk menghabiskan waktu mereka di kafetaria yang berada di lantai satu gedung SBC. Makanan yang ditawarkan benar-benar membuat lidah ketagihan. Mulai dari jenis cake, kopi, sampai makanan berat pun tersedia. Bahkan Dara pernah meminta Jiyong untuk membawakan satu kotak cheese cake dan smoothie mangga.

“Aku merindukan brownis lezat ini.” Ujar Park Bom sambil memandangi sepotong brownis pada piring di hadapannya. “Pantas saja kalian berdua sangat betah bekerja di sini. Kwon Jiyong benar-benar terbaik.”

“Aigoo Eonni, maka dari itu kau harus sering-sering mengunjungi kami.” Jawab Minzy yang duduk di hadapan Park Bom.

“Dara tidak mau menemaniku ke sini. Mana mungkin aku ke sini sendirian, untuk apa?” Gerutu Bom sambil mengerucutkan bibirnya.

“Kau kan bisa ke sini sendiri kenapa harus bersamaku? Sebenarnya aku merasa gugup tiap kali ke sini. Aku merasa diriku akan terekspos, seakan semua mata mengawasiku.” Tutur Dara sambil mengaduk milkshake cokelatnya.

“Kenapa kau harus merasa seperti itu? Lagipula Jiyong Oppa kan pemilik gedung ini?” Tanya Chaerin.

“Ya! Jangan keras-keras! Bagaimana kalau ada yang mendengar?” Dara melihat ke sekelilingnya, takut jika ada yang menaruh perhatian pada mereka. “Ini kan milik Jiyong, bukan milikku, aigoo. Dan tidak ada yang tahu aku berkencan dengannya.”

“Kenapa tidak mengumumkan hubungan kalian saja? Lagipula Krystal sudah lengser dari kedudukannya sebagai kekasih CEO terkaya di Korea Selatan.” Goda Chaerin.

“Benar Eonni! Untungnya dia masih punya urat malu jadi mau mengakui kalau mereka putus. Aku ingin sekali menendang bokongnya saat dia berakting di depan kamera, matanya tiba-tiba dipenuhi oleh air mata palsunya!” Dukung Minzy.

“Apa sih yang kalian bicarakan?” Dara tidak bisa menahan tawanya. “Kenapa kalian tidak meniru Bommie saja? Makan dengan tenang.” Dara menunjuk ke arah Park Bom yang tenang memakan brownis ke tiganya.

“Kenapa melihatku seperti itu? Bukankah kita datang ke sini untuk makan?” Tanya Park Bom saat melihat tatapan aneh yang diberikan oleh Dara, Chaerin, dan Minzy.

“Ingat kau sedang diet Bom-ah, dua minggu lagi kau akan menghadiri fashion week di Itali kan? Kau bahkan sudah menyiapkan gaunmu.” Dara mengingatkan.

“Kau, kau beraninya kau menghancurkan kebahagiaanku?!” Park Bom memicingkan matanya ke arah gadis mungil itu. Mulutnya menggumam yang Sandara yakin merupakan kata umpatan yang ditujukan ke padanya. “Jahatnya dirimu Sandara.”

“Kalau begitu kue tiramisu yang sudah kau pesan aku saja yang makan.” Minzy mengambil piring berisi dua potong kue tiramisu dengan saus cokelat dan potongan strawberry di atasnya.

“Ya! Minzy-ah!” Dengan gerakan super ninjanya Bom menahan tangan Minzy, dan memberikan tatapan memelas. “Jangan, tolong jangan.”

“Hey! Hentikan Bommie, apa kau mau gaunmu tidak muat? Lemak di perutmu terlihat? Tidak kan?” Dara menghalangi sahabatnya itu sambil menahan tawa, sementara Chaerin yang duduk di hadapannya sudah tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.

Saat mereka sedang sibuk membicarakan fashion week yang akan Bom hadiri di Itali, dan betapa inginnya mereka untuk datang, tiba-tiba mata mereka tertuju pada Dara yang menjerit saat merasakan sebuah cairan, dingin dan lengket membasahi rambutnya.

“What the fuck?!” Desis Dara, lalu ia berbalik dan menemukan Krystal berdiri di belakangnya tangannya memegang gelas kosong, yang Dara asumsikan itu berisi jus alpukat yang ditumpahkan di rambutnya.

“Ya bitch! Ada apa denganmu?!” Teriak Bom yang kini sudah berdiri di sebelah Krystal siap untuk memakan bocah itu hidup-hidup.

Krystal menatap Bom sekilas, tidak terganggu dengan keberadaan Bom yang siap meledak karena amarah. Lalu kembali menatap perempuan di hadapannya, Sandara Park. Matanya terlihat dingin, ia tidak menutupi rasa marah dan bencinya seperti yang biasa ia lakukan ketika bertemu Dara.

SLAP!

Mata Dara membulat, terkejut. Tangannya meraih pipinya yang terasi perih. Dia baru saja ditampar oleh Krystal.

“Apa yang kau lakukan?” Tanyanya dengan terkejut, suaranya penuh dengan emosi yang bercampur. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa marahnya. Ada apa dengan gadis ini? Menamparku dengan tiba-tiba?

“Apa kau gila?!” Kini suara Dara meninggi. Bom, Chaerin dan Minzy berdiri mengelilingi Krystal siap untuk memasukkan gadis itu ke dalam karung dan melemparkannya ke Sungai Han. Mereka sekarang menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung café. Semua orang memerhatikan mereka, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya dengan diam. Tiba-tiba café ini terasa hening.

“Ya aku gila!” Teriak Krystal dengan suara seraknya. “Bagaimana aku tidak gila saat ada perempuan lain bercinta dengan kekasihku?!”

Mata Dara terbelalak, nafasnya tercekat di tenggorokan.

“Aku tahu Sandara-ssi! Seharusnya aku sudah sejak awal kedatanganmu ke sini hanyalah untuk merebut Jiyong Oppa dari sisiku! Dasar kau pelacur!” Krystal menarik nafasnya dalam-dalam, memandang ke arah Dara dengan penuh kebencian. “Kau bersembunyi di balik image polosmu! Bahkan kau menghabiskan waktu bersama Jiyong Oppa di hari ulang tahunnya! Kau bagaimana kau tega melakukan itu? Dia milikku Eonni, dia milikku!”

Terdengar suara gumaman tidak percaya dari para pengunjung café. Mereka memberikan pandangan jijik, dan tidak percaya pada Sandara.

“Kau salah Krys.” Kata Dara tenang dengan senyum getirnya.

“Kau masih berani menyangkal? Lalu apa ini?” Krystal mengeluarkan ponsel dari tasnya dan memutar rekaman panggilan pada Jiyong saat Jiyong dan Dara di Hawaii.

“Yoboseoyo?” Krystal memulai panggilan.

“Yoboseoyo, nuguseoyo?” Jawab Dara.

“Maaf, tapi ini siapa?”

“Bukankah ini nomor Jiyong?”

“Ya, tapi Jiyong-,”

“Babe! Bisa kau ambilkan handuk untukku?” Terdengar teriakan Jiyong dari kamar mandi.

“Neh!”Jawab Dara. “Aku minta maaf, tolong tunggu sebentar.”

“Hallo, hallo.” Ujar Dara tapi tidak ada suara balasan, padahal panggilannya masih tersambung. “Yoboseoyo? Uhm apa anda akan menunggu Jiyong atau ada yang ingin disampaikan?” Tetap tidak ada suara.

“Sepertinya anda tidak serius dengan panggilan ini, aku meminta maaf karena aku akan menutup teleponnya.”

“KYAHHHH!!!” Jerit Dara dan terdengar suara debuman benda jatuh. “Ya Jiyong! Kau membuatku jantungan!”

“Aigoo, my baby.” Kekeh Jiyong. “Dan sekarang ini adalah waktumu mandi Miss Sandara Park.”

“Turunkan aku! Ponselmu terjatuh!”

“Aku bisa membeli ponsel baru lagi, tapi jika kekasihku bau keringat seperti ini, aku bahkan tidak bisa berganti pacar. Maka dari itu kau harus mandi.”

“YAH KAU!”

“I LOVE YOU TOO BABY!”

“SHIT!”

“OH mulut nakal harus diberi hukuman nanti.”

“Oh My God.” Terdengar suara bisikan tidak percaya Bom. Chaerin, Minzy dan semua orang yang mendengar rekaman telepon itu memiliki ekspresi sama. Mulut dan mata terbuka lebar, terlalu terkejut untuk mengatakan sesuatu.

“Aku meneleponnya menggunakan nomor Victoria Eonni, dan kau yang menjawabnya! Apakah kau masih ingin menyangkal?!” Teriak Krystal histeris.

“Tidak. Karena aku hanya kembali pada tempat seharusnya aku berada.”

“Hentikan omong kosongmu! Kau adalah jalang murahan! Merebut seseorang yang bukan milikmu, bersembunyi di balik image polosmu!” Krystal menunjuk Dara dengan amarah yang siap meledak. “Ha! Pantas saja, ayahmu adalah seorang pembunuh kan? Lalu ibumu? Apakah juga pelacur sepertimu? Ia yang mengajarkanmu untuk membuka kakimu pada pria-pria kaya yang terbodohi dengan senyum manismu itu!”

“CUKUP!” Dara menampar Krystal yang membuat gadis itu memegangi pipinya yang terasa panas. “Kau boleh mengatakan apapun tentang ayahku, aku tidak peduli! Kau bisa menghinaku semaumu aku tidak peduli! Tapi kau jangan sekali-kali mengatakan hal buruk pada ibuku!”

“Anak sepertimu pasti dibesarkan di keluarga berantakan! Ayahmu seorang pembunuh Sandara-ssi, melihat kau besar menjadi perempuan jalang, dipastikan ibumu tidak jauh berbeda.” Setiap kata yang diucapkan Krystal seperti sebuah pisau yang menancap di dada Dara. Ibunya adalah seorang wanita terhebat di dunia, malaikat yang selalu menjaganya, dan gadis di depannya memanggil ibunya dengan nama yang sangat tidak pantas.

“Katakan satu kata buruk untuk ibuku lagi, hanya Tuhan yang tahu apa yang akan aku lakukan untukmu Krys.” Desis Dara lalu menarik rambut Krystal.

“YA!” Krystal berteriak kesakitan, tangannya meraih ke depan untuk menarik rambut Dara tapi gadis itu menahan tangannya. “Dasar kau perempuan tidak tahu malu! Apa kau pikir masyarakat bisa menerimamu? Bisa menerima hubunganmu dengan Jiyong Oppa? Jangan bermimpi!” Katanya sambil menahan sakit karena Dara belum melepaskan tangannya dari rambut Krystal.

Chaerin menarik tubuh Krystal menjauh dari Dara, sedangkan Bom mencoba menenangkan sahabatnya.

“SHIT! Kita butuh Jiyong!” Ujar Bom.

“Aku akan meneleponnya Eonni.” Kata Minzy yang langsung mengeluarkan ponsel untuk menelepon Jiyong.

“Dara! Kendalikan dirimu!” Gertak Bom menyadarkan Dara. “Kau tidak perlu menghabiskan tenagamu untuk bitch ini Dara.” Tapi sepertinya Dara tidak mendengar apa yang dikatakan Bom. Dirinya sudah terlalu dipenuhi rasa sakit hati yang menumpuk yang lama terpendam.

***

“Sepertinya kau butuh minum Jiyong.” Youngbae menawarkan segelas wine pada Jiyong, tapi lelaki itu menolak.

“No. Tidak ada wine selama bekerja. Dan siapa yang mengijinkanmu meminum wineku?” Tanyanya.

“Seungri mengatakan ini free. Semua tamu di ruanganmu berhak mencicipi segelas wine mahalmu yang bahkan tidak kau sentuh.” Gerutu Youngbae.

“Aku tidak mengatakannya Hyung! Ya! Youngbae Hyung!” Seungri memberikan tatapan kesalnya pada Youngbae yang duduk di sofa.

“Dan siapa yang mengijinkan kalian berdua untuk bersantai di kantorku? Kembali ke kantor kalian dan bekerja!”

“Hyung akhir-akhir ini kau cepat marah.” Gumam Seungri.

“Dan ini karena siapa?” Jiyong menatap Seungri dengan malas. “Ini karena-,”

Drrrt… Drrrt…

Jiyong merasakan ponselnya bergetar, dan mengangkat panggilannya.

“Ya Minzy?”

“Oppa! Cepat ke kafetaria!”Terdengar suara panik Minzy.

“Minzy-ah, ada apa? Jangan panik oke?”

“Dara Eonni dan Krystal mereka adu mulut. Cepatlah Oppa! Di sini sangat kacau!”

“A-apa? Dara dan Krystal?”

“Neh, Oppa, aku tidak punya banyak waktu. Ya! Krystal! Hentikan!”Dan sambungan teleponnya terputus.

Jiyong segera berlari keluar kantor dengan panik. Sulit percaya pada apa yang dikatakan Minzy. Tapi gadis itu tidak pernah menelepon sebelumnya, kecuali memang keadaan darurat.

“Ya! Jiyong! Mau ke mana kau?” Youngbae dan Seungri mengikuti Jiyong.

“Kafetaria! Dara dan Krystal-,” Jiyong menggantungkan kalimatnya. Tidak tahu harus mengatakan apa. Karena dia sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi. “Kalian berdua ikut aku.”

Dengan bingung, kedua lelaki itu pun mengikuti Jiyong menuju kafetaria. Dengan tidak sabar Jiyong menghentak-hentakkan kakinya sambil menunggu lift berhenti di lantai satu. TING!Dengan langkah panjang dan tergesa-gesanya, Jiyong diikuti Youngbae dan Seungri keluar dari lift dan berjalan ke arah kafetaria.

Dan ketika memasuki kafetaria, ketiga laki-laki itu berhenti, Jiyong merasakan nafasnya tercekat di tenggorokan, kakinya seakan tertancap pada lantai yang dipijaknya dan matanya tidak bisa mempercayai kekacauan yang dilihatnya.

“Oh My God.” Bisik Seungri yang berdiri tepat di belakang Jiyong.

“Jiyong! Apa yang kau lakukan?! Bantu kami!!!” Dan suara Park Bom menyadarkannya kembali, dengan gugup ia segera menghampiri Dara dan Krystal yang sedang berkelahi. Ya, benar.

Krystal tidak bisa mengendalikan emosinya, sambil terus berteriak ia berusaha untuk lepas dari Minzy dan Chaerin yang memegangi pinggangnya. Tangannya meraih benda apa saja yang berada di jangkauannya dan melemparkannya ke arah Sandara yang hanya berdiri diam di sebelah Park Bom.

“CUKUP!!” Teriak Jiyong berdiri di antara kedua perempuan itu. “Kendalikan dirimu! Berhenti bertingkah seperti anak kecil!” Bentaknya kepada Krystal.

Jiyong berjalan ke arah Sandara lalu melepaskan jasnya dan memakaikan pada gadis itu. Kemeja putihnya basah, dua kancing kemeja Dara hilang entah ke mana, rambutnya juga basah, dan pipinya ada bekas cakaran.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Jiyong khawatir, sambil membelai wajahnya yang kotor dan terluka.

“Dia menghina ibuku Jiyong.” Hanya itu yang bisa Sandara ingat. Ia tidak merasakan sakit hati tentang apa yang dikatakan Krystal padanya, tapi kepada ibunya.

“Tak apa.” Jiyong menenangkan Dara, memeluk Dara  dan mengusap-usap puncak kepalanya dengan lembut. Ia tidak peduli dengan tatapan orang-orang kepada mereka. Yang ia inginkan adalah wanitanya merasa aman.

“Apa yang dimiliki dia sehingga kau meninggalkan aku? Katakan Oppa!!” Pekik Krystal. Hatinya seperti diremas-remas saat melihat Jiyong dengan tanpa rasa bersalahnya memeluk Dara di depan matanya, memilih dia di atas dirinya. “Dia hanya perempuan tua, yang terlahir dari keluarga kacau, tapi kau lebih memilihnya!” Air matanya semakin deras membasahi pipinya.

“STOP! Jangan pernah katakan apa pun lagi tentang Dara, karena kau tidak mengenalnya sama sekali.” Geram Jiyong dengan suara lirih tapi penuh dengan bahaya yang membuat Krystal langsung menutup mulutnya dan menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata Jiyong.

Sebenarnya ia merasa kasihan kepada gadis itu. Jiyong tidak ingin melihat Krystal seperti ini, dan tidak pernah menyangka akan menjadi seburuk ini. Dirinya hancur hanya karena harapan palsu yang ia bangun sendiri. Jiyong sekalipun tidak pernah memberikan secercah harapan pada Krystal, tetapi dia sendiri yang selalu menyimpulkan hal yang tidak pernah terjadi, yaitu hubungan mereka.

Sekali lagi ia memandangi gadis itu. Rambutnya terlihat berantakan, pakaiannya kusut, dan matanya sembab. Dengan menghela nafas Jiyong melepaskan pelukannya pada Dara dan berjalan menghampiri Krystal.

“Aku minta maaf, karena membuatmu seperti ini. Sejak awal aku sudah mengatakan, aku tidak bisa mencintaimu Krys. Tapi kau keras kepala memaksakan cinta yang tidak pernah ada.” Kata Jiyong dengan suara menyesal.

“Kau dasar lelaki brengsek!” Kata Krystal dengan penuh kebencian di matanya. “Apa kau pikir kau bisa hidup bahagia dengan Dara?! Mereka, masyarakat tidak akan pernah melepaskan kalian. Mereka akan membuat hidupmu dengan perempuan sialan itu seperti di neraka! Karena di mata mereka, aku lah korbannya.”

Jiyong menghembuskan nafas dengan keras sebelum kembali berbalik ke Sandara, tidak menanggapi perkataan Krystal.

“Youngbae aku ingin kejadian di kafetaria ini tidak menyebar ke media. Dan pastikan setiap orang di sini yang memiliki video atau fotonya dihapus. Dan kau Seungri, tolong kau pastikan Krystal baik-baik saja, lalu antar dia kembali ke rumah sampai selamat.”

“Oke bro.”

“Baik Hyung.”

“Oh satu lagi, jika aku menemukan ada yang menyimpan video maupun foto dan menyebarkannya ke luar, aku akan memecat kalian. Mengerti?”

“Mengerti.” Jawab orang-orang yang berada di kafetaria serentak.

Dengan menuntun Dara, Jiyong keluar dari kafetaria ditemani Park Bom dan kembali ke ruang kantornya. Di sana, Jiyong memberikan kemeja baru untuk Dara. Karena kondisi kemeja Dara yang tidak layak pakai.

“Babe, kau baik-baik saja?”

“Ya. Aku ingin pulang.” Dara

“Oke, Bom Noona akan mengantarmu. Noona kau tidak keberatankan?”

“Tentu tidak.”

“Maaf aku tidak bisa mengantarmu, aku harus mengurus kekacauan ini.”

“Dan tolong beri pelajaran pada Krystal-mu itu. Benar-benar menyebalkan.” Gerutu Park Bom dengan kesal.

“Noona dia bukan Krystal-ku.” Elak Jiyong.

“Ayo Bom-ah kita pulang. Tiba-tiba aku merasa lelah.” Ajak Dara. Kedua perempuan itu pun keluar dari ruang kantor Jiyong.

Dan tepat saat pintu kantornya tertutup, ponselnya bergetar. Tanpa melihat siapa nama yang tertera di layar ponselnya, ia langsung menjawab.

“Hallo.”

“Oppa! Cek internet!”

“Chaerin?”

“Iya, cepat cek internet. Berita tentang kau, dan Dara Noona tersebar.”

“Oke terima kasih.”

Segera setelah menutup panggilannya dengan Chaerin, Jiyong membuka internet dan melihat berita tentang Dara sebagai orang ketiga pada hubungannya dengan Krystal tersebar. Bahkan berita itu menyertakan rekaman telepon saat Jiyong dan Dara di Hawaii, serta beberapa foto mereka bersama.

“FUCK!”

FLASH BACK

SATU HARI SEBELUMNYA.

DI KEDIAMAN KRYSTAL JUNG.

“Krys, perkenalkan Choi Minho. Dia adalah hacker ahli.” Victoria datang bersama seorang laki-laki tinggi yang cukup tampan.

“Ah, neh, silahkan duduk. Aku Krystal Jung.” Krystal dan Minho berjabat tangan.

“Senang bertemu dengan anda. Seorang aktris papan atas. Ah kenapa aku gugup sekali?” Minho mengusap-usapkan kedua tangannya.

“Tidak perlu gugup Minho-ssi.” Ujar Krystal.

“Akan kuusahakan. Jadi, apa yang harus aku lakukan?”

“Uhm sebelumnya, ada kontrak yang harus ditanda tangani, apa kau keberatan?”

“Apa kita akan menghack suatu bank, perusahaan?” Wajah Minho bertambah gugup.

“Tidak. Hanya akun seseorang yang disetel privat. Aku hanya berjaga-jaga agar hal ini tidak menyebar.”

“Baiklah.”

Victoria mengeluarkan kontraknya, yang berisi kedua belah pihak setuju tidak akan mengatakan kegiatan hack pada hari ini ke publik. Minho kemudian menandatangani kertas tersebut.

“Minho-ssi, aku ingin kau menghack instagram pribadi Kwon Jiyong.”

“Kwon Jiyong? Dia punya akun pribadi?”

“Neh, tidak ada yang tahu jika dia memiliki akun instagram pribadi.”

“Baiklah, apa nama usernamenya?”

“Peaceminusone.”

“Oke, oke tunggu sebentar.” Minho menyalakan laptopnya. Dan kemudian mulai mengutak-atik menggunakan bahasa program, yang tidak dimengerti Krystal maupun Victoria. Dan setelah lima belas menit, ia berhasil membobol instagram tersebut.

“God.” Bisiknya saat melihat foto-foto yang di dalamnya. “Aku berhasil.”

“Bisakah aku melihatnya?” Tanya Krystal yang di iya-i Minho.

Sesuai dengan dugaan Krystal melihat foto-foto mesra Jiyong dengan Dara di sana. Saat berlibur di Hawaii, di Jeju, foto Dara mencukur kumis Jiyong, dan bahkan ada foto mereka sedang berciuman. Memang tidak terlalu jelas karena diambil dari jarak jauh.

Foto di Hawaii

Caption : Hawaii in Love

Screenshot_2016-07-26-23-06-46-1

Caption : Girlfriend’s duties.

Screenshot_2016-07-26-23-07-20-1

Tapi ada satu foto yang menarik perhatian Krystal. Dalam foto itu terlihat Dara sedang membawa bunga dengan Jiyong berdiri sebelahnya Dara.

Caption : Five years ago. When she was The Best Actress. Never forget this moment. Old but Gold. And this girl still be my everything.

Screenshot_2016-07-26-23-07-49-1

Foto itu diunggah sekitar tiga bulan yang lalu. Krystal menatap foto itu dengan tidak percaya. Tapi ia tahu foto itu diambil sekitar lima tahun yang lalu saat Dara menerima penghargaan tersebut.

“Mereka sudah bersama selama itu? Lima tahun? Enam tahun?”Sambil menghapus air matanya yang tidak terasa sudah menetes, ia berdiri, “Victoria Eonni, simpan semua foto Jiyong bersama dengan Dara. Dan serahkan pada jurnalis foto-foto itu, tapi hanya foto terbaru mereka yang diambil tahun ini.”

“Baik Krys.”

“Oh dan minta mereka luncurkan beritanya besok. Jamnya belum aku tentukan. Besok aku akan mengabarimu Eonni.” Kata Krystal. “Minho-ssi terima kasih atas kerja samamu.” Dan dengan itu Krystal meninggalkan ruang tamu.

“Aku akan membuat Sandara hancur.”

Keesokan harinya Krystal mendatangi SBC Gedung untuk bertemu dengan Jiyong. Dia ingin memberi kesempatan pada Jiyong, jika lelaki itu mau kembali padanya, dirinya tidak akan merilis berita Dara dan Jiyong. Namun saat melewati kafetaria ia melihat Sandara dan teman-temannya sedang makan bersama.

Tiba-tiba niat menemui Jiyong hilang begitu saja. Lalu ia mengeluarkan ponselnya, dan menelepon Victoria.

“Eonni, terbitkan berita itu sekarang.” Ia langsung menutup telepon, dan memasuki kafetaria.

FLASH BACK END

***

[HOT NEWS ] : Terungkap, Kwon Jiyong Berselingkuh dengan Mantan Aktris Sandara Park!

Setelah minggu yang lalu Krystal Jung mengejutkan publik dengan mengumumkan berakhirnya hubungan bersama Kwon Jiyong, setelah dibuat penasaran apa penyebab putusnya pasangan paling romantis di Korea ini, kini netizen dibuat geram saat tahu penyebabnya adalah orang ketiga.

Menurut sumber, Kwon Jiyong menjalin hubungan dengan mantan aktris Sandara Park, yang baru-baru ini debut menjadi penulis drama yang di bawah SBC TV, perusahaan milik Kwon Jiyong. Diduga mereka telah menjalin hubungan terlarang itu kurang lebih selama empat bulan.

Tidak hanya isapan jempol belaka karena rumor ini didukung dengan adanya rekaman telepon saat seorang perempuan –yang diyakini adalah Krystal- menelepon nomor Jiyong tapi diangkat oleh perempuan –yang dipastikan adalah Sandara-. Dalam rekaman telepon tersebut juga terdengar suara Jiyong menyebut nama Sandara Park, dan memanggilnya babe, layaknya sepasang kekasih.

Tidak hanya rekaman telepon saja, sumber juga menyertakan foto-foto mesra Kwon Jiyong dan Sandara Park. Diduga foto itu hasil dari membobol instagram pribadi Kwon Jiyong.

Banyak netizen geram pada Kwon Jiyong maupun Sandara Park. Mereka menganggap penampilan polos Sandara Park hanyalah topeng belaka.

Namun sejak berita ini dirilis, belum ada konfirmasi dari pihak Kwon Jiyong, Sandara Park mau pun Krystal Jung.

Sabar ya Krystal!

COMMENT :

[+23 098] Ini gila! Aku sudah menduga jika Kwon Jiyong berselingkuh, tapi dengan Sandara Park? Ckck, kau benar-benar aktris terbaik Dara-ssi. Bravo bravo. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya Krystal, ia menjadi aktris utama dalam drama Sandara-ssi. Dia wanita tidak tahu malu!

[+67 154] Wah aku benar-benar tertipu dengan senyum dan wajah polosnya. Dia ternyata rubah berbulu domba. Aku yakin setelah ini tidak ada yang memuji Sandara lagi. Dia benar-benar hancur.

[+08 111] Kau wanita jalang! Beraninya kau mengambil Kwon Jiyong dari Krystal?! Mereka berdua bahagia bersama selama dua tahun ini sampai kau datang! Dan kau Kwon Jiyong, kau benar-benar brengsek. Kau memilih Dara yang jelas-jelas hanya memanfaatkanmu agar bisa kembali ke dunia hiburan! Dasar bodoh!

[+92 336] Tidak hanya ayahnya yang gila, tapi putrinya juga! Aku penasaran dia dibesarkan di dalam keluarga seperti apa? Aku ingin muntah saat mengingat dia tersenyum saat acara fanmeeting dramanya. Benar-benar akting yang bagus. Dan bagaimana bisa dia memilih Krystal sebagai aktris utamanya, padahal dia menggoda kekasihnya?

[+34 555] Aku rasa berita ini tidak perlu konfirmasi lagi. Sudah terbukti semuanya oleh foto dan rekaman suara telepon itu jika mereka berdua memang berkencan. Tapi mungkin memang Kwon Jiyong tidak pernah mencintai Krystal, selama dua tahun aku tidak pernah melihat Jiyong-ssi tersenyum seperti ia bersama Sandara-ssi di foto.

Kwon Jiyong sibuk menelepon ke sana ke mari. Memberi perintah pada Youngbae untuk mengurus SBC TV terlebih dahulu, meminta Seungri untuk menghapus berita-berita tersebut, dan meminta Park Bom untuk menemani Sandara Park di apartemennya. Dia ingin pulang, dan memeluk gadis itu, mengatakan kepadanya semuanya akan baik-baik saja, tapi tidak, sebelum masalah ini selesai, dan ia menemukan siapa seseorang di balik ini, ia tidak akan pulangm meskipun ia sudah menebak siapa pelakunya.

“Lihat apa yang kau perbuat Kwon Jiyong? Semuanya berantakan!” Ujar Nenek Kwon. “Saham perusahaan turun, image mu menjadi buruk, ini semua gara-gara perempuan pembawa sial itu.”

“Cukup Halmeoni! Jika kau tidak punya solusi untuk menyelesaikan ini, aku harap kau diam saja.” Jiyong mencoba menahan emosinya. Hari ini, sepertinya Tuhan sedang menguji dirinya.

“Lalu apa? Apa yang kau lakukan?” Tanya neneknya kembali tidak puas dengan jawaban cucunya. Mereka sekarang sedang berdiskusi dikediaman Ayah Jiyong.

“Satu yang jelas, aku tidak akan meninggalkan Sandara.” Jawab Jiyong tegas.

“Jiyong, kau tahu siapa yang melakukan ini?” Tanya Dami noona-nya.

“Krystal. Perempuan itu. Dia tadi bahkan mengamuk di kafetaria dan memaki-maki Sandara.”

“Ya Tuhan, gadis itu gila!” Desis Dami. “Dara pasti akan mengalami waktu sulit untuk keluar seperti orang normal, meskipun dia sudah meninggalkan dunia hiburan.”

“Neh, kenapa aku harus membuat Dara bersembunyi lagi?” Jiyong mengacak-acak rambutnya dengan kesal.

“Son, tenang. Kita akan selesaikan masalah ini.” Kwon Sangwoo menepuk pundak putranya itu. “Kita akan merilis pernyataan, itu terserah padamu apa isinya, kau bisa mengkonfirmasi hubunganmu dengan Sandara Park, atau tidak. Setelah itu kita akan berbicara pada Krystal, kita minta dia secara baik-baik untuk mengakui jika hubunganmu dengannya tidak lebih dari kontrak, bagaimana?”

“Appa, sebenci-bencinya aku pada Krystal, jika aku melakukan ini, aku merasa menghancurkan hidupnya. Karirnya pasti akan turun setelah hubunganku dengan Krystal diketahui hanya karena kontrak dan paksaan. Aku tidak tega.” Erang Jiyong kebingungan. Ia ingin menyelamatkan Dara dari berita yang tidak benar ini, karena Jiyong tidak ingin kejadian empat tahun yang lalu terulang lagi. Saat semua orang mencela, menghina Dara. Tapi di sisi lain ia tidak bisa menjatuhkan Krystal, gadis itu masih terlalu muda untuk hancur.

“Jadi apa rencanamu Jiyong?” Tanya Ayahnya.

“Saat ini aku akan mengakui jika aku dan Sandara memang berkencan. Soal penjelasan sebenarnya bagaimana, aku tidak tahu kapan, mungkin menunggu sampai Krystal cukup dewasa untuk memaafkanku, dan ketika Dara siap.”

TBC

***

 

Advertisements

47 thoughts on “Behind The Scene #19

  1. Krystal memang nyebelin. Yaa walaupun kalau aku jadi krystal pasti bakal buat begitu.hohooo 🙂 kasian ama daragon disini , abis liburan ehh malah denger kabar mengejutkan.

  2. trouble maker krystal
    emosi bgt pas baca dia sm dara berantem tp senyum2 pas jiyong dtg meluk dia uhhhhh i want have someone like him
    dan thor itu foto beneran atau editan sih? ku pgn hack peaceminusone deh biar tau
    dan buat tulisan komentar itu, good job kamu bikin ff ini sedetail itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s