WITCHLOVE ~ Datangnya Awan Kegelapan #13

witchy

Author : Zhie

~~~

Hannyoung High School

Langit yang cerah menghiasi kota Seoul siang itu. Dara dan teman-temannya tengah menikmati makan siang mereka seperti biasa di kantin sekolah mereka…

“Dara… wajahmu terlihat murung- tak seperti biasa, waeyo?” tanya Krystal di sela-sela makannya.

“Anio. Gwaenchana.”

“Jinjja? Atau kau sedang sakit?” CL ikut bertanya, Dara menggelengkan kepalanya cepat.

“Entah kenapa perasaanku tidak enak beberapa hari ini.” jawab Dara kemudian, Bom pun sekilas melihat ke arahnya.

“Apa yang mengganggumu, eoh?” tanya Bom.

Dara mengangkat bahunya lemah, “Entahlah.” jawab Dara singkat- tak lagi melanjutkan makannya.

~~~

Saat di sekolah magic…

“Witch, Dara. Tolong kau ambil buku magic level 11 di perpustakaan.” perintah seorang penyihir senior.

“Baik, Madam Lee.” jawab Dara segera menghilang dengan kekuatannya, dan saat ia telah berada di perpustakaan sekolah magic, “Dimana buku itu?” gumam Dara mencari buku yang dimaksud dengan seksama, “Ah. Itu dia.” serunya saat berhasil menemukan buku yang dimaksud seraya mencoba mengambilnya namun tanpa sengaja ia menjatuhkan buku lain yang berada tepat di sampingnya, “Omo. Apa ini? Buku mantra ilmu hitam? Apa gunanya?” pikir Dara saat ia memperhatikan buku yang tadi tak sengaja ia jatuhkan, dan belum sempat ia melihat isi buku itu… Madam Lee telah memanggilnya. Dara pun segera meletakkan buku tersebut kembali ke tempatnya dan dengan cepat kembali ke kelas karena Madam Lee telah menunggunya.

~~~

Malamnya…

APARTEMEN KELUARGA PARK

“Aku pulang!” seru Dara saat baru masuk ke apartemennya.

“Kau dari mana saja sih? Ini sudah jam 1 malam.” ucap Jiyong begitu melihatnya.

“Apa kau tidak membaca pesanku? Aku sudah mengirimimu pesan kalau aku harus ke sekolah magic hari ini. Apa kau lupa? Atau kau tidak membacanya?”

“Tapi kau tidak katakan akan pulang selarut ini, Dara. Memang apa sih yang kau kerjakan di sana?” tanya Jiyong akhirnya.

“Kau tidak akan mengerti walaupun aku menjelaskannya, Jiyong. Sudahlah aku lelah- mau istirahat. Selamat malam.” ucap Dara kemudian telah membuka pintu kamarnya tapi sebelum itu, “Gomawo… sudah menungguku.” sambungnya dan tak lagi melihat Jiyong, ia masuk ke dalam kamarnya.

“Cih. Ada apa sih dengannya? Beberapa hari ini- ia tak seperti biasa. Apa ia tengah mendapati tamu bulanan? Aigo. Dasar menyebalkan.” gumam Jiyong akhirnya tak lagi memikirkannya, dan masuk ke dalam kamarnya.

Paginya…

“Selamat pagi.” sapa Dara saat tiba di meja makan.

“Selamat pagi.” balas Jiyong dan Lauren yang telah menunggunya untuk sarapan bersama, tapi tiba-tiba Dara merasa ada kekuatan aneh di sekitarnya  dan itu membuat kepalanya berdenyut hebat.

“Wae, Eomma?” tanya Lauren kemudian.

“Entahlah. Aku merasa hawanya buruk.”

“Hawa? Hawa apa?” tanya Lauren tak mengerti.

“Kau mungkin lelah, Dara… itu mengingatkanmu untuk tak lagi pulang larut malam.” celetuk Jiyong akhirnya memberikan segelas air putih kepada Dara, dan tepat saat itu jam tangan mereka bertiga menyala dan berbunyi secara bersamaan.

“Penguasa kegelapan datang.” ucap Lauren membuka tirai jendela di ruang tengah.

“Tidak mungkin… awan kegelapan itu datang lagi.” ucap Jiyong tak percaya melihatnya- awan gelap yang hitam pekat menutupi seluruh langit pagi itu.

“Cepat. Kita harus ke atas, di sana tempat tertinggi dan kita bisa melakukan apa saja.” ajak Dara yang kemudian pergi meninggalkan apartemennya disusul Jiyong dan Lauren, dan pada saat mereka telah tiba di atap apartemen- angin yang berhembus kencang telah menyambut mereka.

“Awannya gelap sekali. Seluruh kota terlihat sunyi.” ucap Dara saat menyadari tak ada kebisingan atau kesibukkan di pagi hari seperti biasa.

“Dunia ini tak lagi berpenghuni, Eomma. Penguasa kegelapan telah mengacaukan dimensi yang ada.” ucap Lauren yang melihat dengan kekuatan indera keenamnya.

“Sebenarnya apa yang akan terjadi setelah ini Lauren?” tanya Jiyong kemudian.

“Sebuah bencana, Appa. Penguasa kegelapan akan benar-benar muncul dan kita harus siap melawannya.”

“Jadi ini adalah pertempuran yang terakhir.” gumam Jiyong.

“Neh, dan menang adalah tujuan kita satu-satunya… karena setelah ini tak akan ada kesempatan kedua.”

Clap… clap… clap

Tepukan tangan terdengar dari arah belakang mereka. Dara, Jiyong, dan Lauren seketika berbalik- melihat siapa yang kini mengamati mereka.

“Kalian sudah berkumpul ya para penyelamat dunia, tapi sepertinya usaha kalian akan sia-sia karena sekarag lawan kalian adalah aku… sang penguasa kegelapan, dan satu hal untuk kau Park Sandara… aku- bukanlah pengecut. Lalu bersiaplah, karena dunia ini akan kukuasai… ha ha ha!” Terdengar suara penguasa kegelapan bergema di langit yang diselubungi awan hitam dan tak lama munculah cahaya hitam yang akhirnya memperlihatkan sesosok laki-laki yang memperlihatkan seringainya.

“Omo. Siapa dia?”

“Dialah penguasa kegelapan, Eomma.” jawab Lauren, membuat Dara lebih membuka matanya- mengamatinya.

“Jinjja? Dia penguasa kegelapan? Aku pikir ia harusnya pria tua yang menakutkan, tapi ia terlihat seperti anak laki-laki biasa yang seumuran denganku.” ucap Dara tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Eomma, ingatlah… dia sama sepertiku, kami berasal dari dunia yang memiliki dimensi berbeda dengan dunia kalian- jadi sebenarnya dia itu lebih dewasa dari yang terlihat dan kekuatan yang ia punya tentu lebih kuat dari kita, jadi… berubahlah sekarang, Eomma.”

“Ah. Araesso.” Dara pun telah bersiap, “Magical Witchlove Dee!” seru Dara dan seketika kalung liontinnya pun bersinar, tak lama ia pun telah berubah dengan baju sihir modern berwarna putih dengan list merah dan kuning serta alat komunikasi yang terpasang di telinganya, membuat Dara benar-benar terlihat berbeda.

“Hebat. Kau sudah berubah sekarang, itulah yang kutunggu-tunggu… sekaranglah saatnya.” Sang penguasa memperlihat senyum jahatnya, “HALILINTAR DARI DUNIA KEGELAPAN, TUNJUKKANLAH KEKUATANMU SESUAI PERINTAHKU… SERAAAAAAAANG!”

“AWAAAASS!” pekik Jiyong saat halilintar itu menuju pada Lauren, Lauren pun dengan cepat menghindar.

“Sebaiknya kalian mencari tempat yang aman, percayakan semuanya padaku.”… “Love magic star unicorn!” seru Dara kemudian membalas serangan penguasa kegelapan, sedangkan ada halilintar yang lain- menyerang Jiyong dan Lauren, namum mereka masih dapat mengatasinya… Jiyong dengan kekuatan jam yang ada di tangannya sementara Lauren dengan tongkat sihir bintangnya.

“Bagaimana Park Sandara? Kau tidak bisa mengalahkanku bukan?”

“Cih! Janganlah banyak bicara, pecundang… kau benar-benar membuatku muak.” jawab Dara kali ini menekan tombol love di jam tangannya dan saat itu munculah tongkat sihir berbentuk hati, “Magic love, bersatulah dalam diriku… sesuai perjanjian turutilah perintahku… sinar pengunci sihir kegelapan, munculah! Christal Shine Love!!!” lanjut Dara mengarahkan sinar yang muncul dari tongkatnya ke arah penguasa kegelapan, tapi diluar dugaan itu tak dapat menyegel penguasa kegelapan… “Mustahil.” gumam Dara yang kini telah terbang- berada di udara dengan sayapnya.

Sementara itu Jiyong dan Lauren yang juga tengah melawan kekuatan halilintar dari penguasa kegelapan pun mulai kewalahan menghadapinya…

“Lauren… bahaya!!!” seru Jiyong yang melihat Lauren berlari menghindari serangan halilintar yang menuju ke arahnya hingga ia berada tepat di ujung atap, Jiyong dengan cepat berlari ke arahnya namun tepat saat itu halilintar menyerang Lauren- membuat Lauren terjatuh namun Jiyong tepat waktu menangkap tangannya dan menariknya kembali ke atas, “Kau baik-baik saja?”

“Ne. Appa, aku baik-baik saja.”

Dan setelah itu mereka pun kembali menghampiri Dara…

“Eomma… kau baik-baik saja?” tanya Lauren saat melihat nafas Dara yang memburu karena terus berusaha menghindar dari kekuatan hitam yang menyerangnya tanpa henti.

“Gwaenchana, tapi sihir penyegelku tidak berfungsi. Bagaimana ini?”

“Ah. Begitu ya? Ada satu hal yang belum kuberitahu padamu, Eomma… jadi kajja, kita pergi dari sini dan menyusun rencana mulai dari awal. Kita harus mundur saat ini, Eomma.” ucap Lauren, membuat Dara menatapnya tak percaya.

“Apa? Mundur? Yang benar saja… aku tidak ingin jadi pengecut.” jawab Dara tak setuju kali ini.

“Eomma… kumohon, dengarkan aku kali ini… kita tak akan berhasil bila memaksakan diri sekarang, Eomma. Jadi… kajja.” Lauren memohon sekarang.

“Dara, dengarkanlah dia.” ucap Jiyong mengingatkannya.

Dara menghela nafas panjang, “Baiklah.” jawab Dara akhirnya.

~~~

Lauren kini membawa Dara dan Jiyong ke sekolah magic Dara, itu membuat Dara melihatnya tak mengerti untuk apa mereka ke sana.

“Mau apa kita di sekolah magicku, Lauren?”

“Kita harus menemukan sebuah buku yang dapat menyegel penguasa kegelapan dan buku itu ada di sekolah magic ini, Eomma.” jawab Lauren menjelaskan.

“Tapi di sini ada peraturan yang melarang siapapun mengambil buku di perpustakaan bila tidak dalam jam pelajaran, apalagi bila itu buku penting… kita pasti tidak akan diperbolehkan mengambilnya.” ucap Dara kemudian.

“Eomma, tidak akan ada yang melarang kita.”

“Mwo? Tapi para penjaga-“

“Sekarang hanya ada kita, Eomma… dunia ini telah hampir dikuasai penguasa kegelapan, hanya kita yang masih bertahan.” ucap Lauren, membuat Dara tersentak.

“Hanya kita?” gumam Dara lirih- teringat bagaimana nasib orang tua dan teman-temannya, “Baiklah. Aku mengerti… sebentar, aku akan masukkan passwordnya.” ucap Dara kemudian beralih pada pintu yang berdiri kokoh di hadapannya.

Dan tak lama, pintu itu terbuka dengan lebar… terlihat bagaimana semua benda terlihat melayang di dalamnya.

“Wah… tempat ini sangat hebat.” ucap Jiyong tak mampu menutupi rasa keterkejutannya.

“Neh. Di sinilah aku belajar hingga larut, Jiyong.” tambah Dara kemudian, lalu mereka pun akhirnya telah tiba diperpustakaan- perpustakaan yang sangat luas dengan banyaknya buku yang berada di sana.

“Aigo. Bagaimana kita akan menemukannya? Lauren, apa buku yang harus kita cari sekarang?” tanya Jiyong.

“Buku mantra ilmu hitam, Appa.”

“Mwo? Buku mantra ilmu hitam?” ulang Dara kemudian.

“Ne, Eomma.”

“Omo. Sepertinya aku pernah melihatnya.” ucap Dara segera menuju di tempat dimana kemarin ia tak sengaja menjatuhkannya, ia pun mencarinya… “Wae? Apa seseorang memindahkannya? Aku yakin melihatnya di sini kemarin.”

“Apa kau yakin di rak yang ini?” tanya Jiyong memastikan, Dara mengangguk cepat.

“Aku yakin Jiyong.”

Dan tepat saat itu, jam tangan mereka kembali berbunyi…

“Penguasa kegelapan.” pikir mereka serempak.

“Biar Lauren yang menanganinya, Eomma dan Appa teruslah mencarinya… karena hanya buku itu yang mampu menyegel penguasa kegelapan.”

“Tapi Lauren- itu berbahaya.” larang Dara.

“Jangan khawatir, Eomma… aku akan baik-baik saja. Percayalah.” Lauren meyakinkan Dara kali ini.

“Kalau begitu biar aku yang ikut bersamamu.” ucap Jiyong kemudian.

“Anio, Appa… kau harus membantu Eomma menemukan buku itu. Tenanglah, aku pasti bisa menghadapinya.”

Dara dan Jiyong pun saling berpandangan, hingga akhirnya mereka hanya mampu menghela nafas panjang.

“Baiklahlah, Lauren… tapi kau harus hati-hati, neh.” ucap Jiyong tidak bisa memungkiri- ia begitu mencemaskannya sekarang.

“Kau harus bertahan sampai kami datang, dan berjanjilah… kau akan baik-baik saja.” pinta Dara kali ini bersungguh-sungguh, Lauren pun mengangguk- meyakinkan Dara dan Jiyong dengan senyuman.

~~~

Lauren kini telah keluar dari sekolah magic Dara untuk menghadapi penguasa kegelapan, ia telah benar-benar siap sekarang… siap untuk menghadapi apa yang telah ada di hadapannya.

“Lauren… Lauren- Lauren Lunde, kau mau menghadapiku? Lihatlah dunia ini sekarang… dunia ini sudah rusak- seperti duniamu dulu dan harusnya kau bergabung denganku untuk menghancurkan dunia yang penuh kemunafikan ini, tapi… jika kau berubah pikiran sekarang- mungkin aku akan mempertimbangkannya, bagaimana?” tawar sang penguasa kegelapan, membuat Lauren berdesis.

“Cih! Aku tidak akan pernah bergabung denganmu, kau telah merusak- memusnahkan- menghancurkan duniaku dan kau juga telah merenggut seluruh keluargaku… aku tidak akan pernah memaafkanmu, tidak- tidak akan… dan kali ini, tidak akan kubiarkan kau menghancurkan dunia baruku.” jawab Lauren dengan suara bergetar karena amarahnya yang tak lagi terbendung- mengingat kembali apa yang telah di alami sebelumnya, dan kembali terdengar suara tawa yang menggelegar.

“Ha ha ha… dunia baru? Kau katakan ini dunia baru? Ini sama sekali tidak cocok denganmu, Lauren… kau tidaklah pantas tinggal di dunia ini. Kau… lebih cocok berada bersama puing-puing duniamu sebelumnya, dan harusnya kau berterimakasih padaku sekarang…. karena aku akan dengan cepat mewujudkannya- mewujudkan dirimu agar bisa kembali berkumpul dengan orang-orang yang kau sayangi di surga. Bagaimana? Hebat bukan? Ha ha ha….!!!”

Deg

Lauren kembali membeku mendengarnya- ia menggenggam tangannya dengan kuat sekarang… terlintas kembali bayangan-bayangan yang begitu tak ingin dia ingat, karena itu begitu menyakitkan- menakutkan dan mengerikan baginya. Lauren berusaha keras untuk tak lagi memperlihatkan air matanya sekarang dan ia telah bertekad, bahwa penguasa kegelapan harus berakhir di tangannya.

“Kau-“… “Kau benar-benar perusak, aku… aku akan membunuhmu. Magic magical lauren… star love miraculous!!!” seru Lauren, dan saat itu cahaya putih yang sangat kuat muncul dari tongkat sihirnya… namun terlihat sang penguasang kegelapan kembali memperlihatkan seringainya.

“Aigo. Kita lihat siapa yang akan membunuh siapa, gadis kecil. Janganlah terlalu percaya diri.” ucap penguasa kegelapan kali ini hanya menjentikan jarinya pelan, dan tepat saat itu kekuatan hitam yang lebih dahsyat dari sebelumnya- mengelilingi Lauren, membuat Lauren terjebak di dalamnya.

.

.

.

=Next Chap=

.

“Apa kau baik-baik saja?”

“Wajahmu pucat sekali, dan tubuhmu dingin…”

~

“Tapi kenapa harus kami?”

“Karena hanya kalianlah yang bisa melakukan ini semua.”

~

“Ini membuatku bingung. Aku harap aku bisa melupakannya.”

~

<<<back next>>>

Tolong jangan menyinggungku dengan mantra-mantra gaje yang kubuat dulu, karena jujur… saat ngetik ini aku jadi geli sendiri, waks >. <

Sampai bertemu di chapter selanjutnya, and bila itu tiba-tiba di PW… tolong cek email kalian dulu sebelum bertanya. Ok.

Note : PW dikirim bagi chingudeul yang memang selalu meninggalkan jejak, kalau ketinggalan 1/2 chapter itu nggak masalah. So, thanks selalu support ku neh. Hengsho. ^.^

Advertisements

76 thoughts on “WITCHLOVE ~ Datangnya Awan Kegelapan #13

  1. Itu si penguasa kegelapan rakus amat sih
    Udah sama dunia depan ajaa lah, kenapa harus mengincar masa lalu juga
    Aku khawatir sama lauren, diaa terperangkap ?
    Harus selamat dong, plis
    Dara jiyong selamatkan lauren ;(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s