Behind The Scene #15

bts1

Author : Oktyas

~~~

[BREAKING NEWS] : Mantan Aktris Sandara Park dan Sutradara Song Joongki Berkencan?

Mantan aktris Sandara Park yang kini menjadi penulis drama dan novel terlihat bersama dengan Sutradara Song Joongki yang  juga menjadi sutradara pada drama pertama yang ditulis Sandara Park. Keduanya makan siang di sebuah restaurant di Gangnam. Pada foto yang diambil oleh netizen, terlihat Song Joongki dan Sandara Park keluar dari mobil sutradara tampan itu. Pada foto lain juga diperlihatkan mereka sedang bercanda, bahkan Song Joongki sempat menggandeng tangan Sandara.

Sutradara Song dan Sandara sebelumnya pernah bertemu dalam satu proyek yaitu pada debut film Sandara pada tahun 2011. Beberapa hari lalu saat fan meeting Drama Paper Heart, Sandara sempat membeberkan jika ia sudah mempunyai kekasih yang menemaninya sejak awal ia merintis karir di dunia hiburan. Mungkinkah sosok lelaki yang digambarkan Sandara Park adalah Song Joongki?

[+23 098] Media play apa lagi ini? Tolong Sandara Park aku tahu kau tidak perlu melakukan cara semurahan ini untuk membuat dramamu terkenal kan?

[+67 154] Dari awal aku sudah curiga bagaimana bisa Sandara Park kembali ke dunia hiburan dengan title penulis naskah drama semudah ini? Dan dia bisa dapat pemain-pemain yang sedang naik daun untuk membintangi dramanya dan sutradara kondang. Dia pasti memanfaatkan Joongki Oppa!

[+08 111] Aku kira mereka hanya berteman. Tidak bisakah teman mengajakmu makan siang? Ada apa dengan berita bodoh ini? Aku mohon tinggalkan Sandara Park. Dia bukan lagi aktris. Biarkan dia memiliki hidup tenangnya. Dara eonni adalah orang yang baik. Dia berteman dengan siapa saja. Tolong tinggalkan dia!

[+92 336] Aku tidak peduli dengan Sandara Park. Tapi bagaimana dengan Baby Krystalku? Dia dan pemain lainnya akan dapat dampak yang buruk dari pemberitaan ini. Bagaimana bisa penulis naskah drama dan sutradaranya malah membuat skandal? Ini Gila!

[+34 555] Kenapa yang aku lihat hanya komentar negatif untuk Sandara Park? Dia bahkan belum mengkonfirmasi apakah dia benar-benar berkencan denan Song Joongki. Kalian berlebihan!

“Lihat apa yang dia lakukan? Bagaimana bisa dia berkencan dengan bebasnya tidak memerdulikan netizen?!” Desis Krystal setelah membaca berita di internet. “Oppa!Apa kau sudah membaca berita?” Krystal duduk di pangkuan Jiyong dengan tiba-tiba membuat laki-laki itu tersentak. Dengan kesal ia mengangkat tubuh gadis itu dari pangkuannya.

“Krys, bisakah kau tidak menggangguku? Aku sedang sibuk.” Mata Jiyong kembali terpaku pada layar laptop di hadapannya.

“Oppa, tapi ini juga bersangkutan dengan perusahaanmu!” rengek Krystal. “Kau belum baca beritanya kan? Aku yakin kau menyesal telah mengontrak Sandara-ssi dengan Song Joongki.”

Ketika nama Dara disebut seperti sebuah alarm di telinga Jiyong. “Ada apa dengan Sandara?” Krystal menyerahkan ponselnya pada Jiyong. “Bacalah.”

Jiyong membaca berita tersebut, keningnya berkerut. Bagaimana bisa? Kapan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut memenuhi otaknya. Dan pandangannya semakin gelap saat melihat komentar-komentar netizen. Jiyong tahu berita itu hanya media play, meskipun laki-laki itu  menyesalkan Dara yang tidak memberitahunya ia akan keluar dengan Song Joongki sialan itu. Tapi rasa kesal itu berganti cemas saat melihat komentar-komentar menyakitkan yang ditujukan pada kekasihnya itu. Jiyong segera bangkit dari kursinya, bahkan lupa jika ada Krystal di ruangan tersebut.

“Oppa! Kau mau ke mana?!” Krystal mengikuti Jiyong yang berjalan telalu cepat. “Tunggu aku!”

“Krys, kau sudah baca beritanya kan? Aku harus membereskan skandal ini. Bisakah kau berhenti merepotkan untuk satu hari ini saja?” Kata Jiyong geram, sebisa mungkin untuk tidak membentak gadis di depannya.

“O-oke. Mianhae, kau bisa pergi. Banyak pekerjaan yang harus kau lakukan.”

Jiyong menghubungi Seungri menanyakan bagaimana perkembangan skandal tersebut. Sudah menjadi peraturan jika ada skandal yang menyangkut perusahaan ini, orang pertama yang bertanggung jawab adalah Seungri. Meskipun ia adalah sekretaris kedua Jiyong. Dan jika skandal tersebut terlalu besar dan diharuskan Jiyong sendiri yang turun tangan, Seungri baru menghubungi Jiyong. Karena pekerjaan Jiyong sebagai CEO sangat  padat ia tidak perlu tahu skandal-skandal yang menyangkut perusahaannya. Dan dalam akhir bulan akan diadakan rapat dengan ketua-ketua divisi untuk melaporkan kegiatan mereka, di situ juga Seungri akan melaporkan skandal-skandal apa yang sudah terjadi.

“Kami sudah menghapus komentar-komentar negatifnya hyung, dan menghapus beberapa artikel.”

“Kenapa hanya beberapa artikel? Tidak bisakah kau menghapus semuanya?”

“Tidak bisa hyung. Media-media besar sudah memposting berita tersebut, jika kita menghapus berita itu, netizen akan merasa janggal. Jalan satu-satunya adalah memberikan konfirmasi pada berita tersebut, dan membersihkan nama mereka berdua agar drama Dara noona bisa berlanjut dan tidak kehilangan penggemar.”

“Oke, apa kau sudah berbicara dengan Joongki? Karena saat ini Dara tidak punya agensi atau pun manajer, aku ingin Joongki yang mengkonfirmasi berita ini lewat manajer atau agensinya.”

“Ya hyung. Aku akan membicarakan ini pada Joongki Hyung.”

“Terima kasih Seungri, aku harus pergi.”

***

Sesuai janjinya, siang ini Joongki menjemput Dara di apartemennya. Lalu ia membawa ke salah satu restaurant terkenal di daerah Incheon. Joongki sengaja memilih restaurant tersebut agar jauh dari daerah Gangnam yang ramai, dan juga menghindari paparazzi.

“Oppa, tempatnya sangat bagus. Bagaimana kau bisa menemukan restaurant ini?” Dara mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

“Seorang teman pernah membawaku ke sini. Oh, dan makanan di sini sangat enak.” Layaknya gentleman, Joongki menarik kursi untuk Dara, dan gadis itu mengucapkan terima kasih yang dibalas Joongki senyuman.

Mereka memesan makanan yang direkomendasikan sebagai menu terbaik oleh pelayan. Mata Dara berbinar saat pelayan membawa sup kepiting, dan lobster dengan saus teriyaki yang Dara lupa apa namanya.

“Aromanya sangat menggiurkan.” Ujar Dara sudah tidak sabar mencicipi makanan di hadapannya.

“Ini adalah yang terbaik.” Joongki tersenyum pada Dara. “Selamat makan.” Kata lelaki itu setelah pelayan mengantarkan semua makanan mereka. Dara dan Joongki benar-benar menikmati makanannya. Mereka sesekali berbincang, dan obrolan mereka tidak pernah jauh dari memuji makanan di sini dan pekerjaan. Mengenang masa lama saat Dara masih menjadi aktris.

“Oh Oppa, kau yang terbaik. Terima kasih sudah mengajakku ke sini.” Dara membersihkan mulutnya dengan tisu.

“Tidak masalah. Aku memang sudah lama ingin mengajakmu ke sini.”

“Berbicara denganmu membuatku mengingat banyak hal di masa lalu. Aku tidak percaya sudah selama itu aku meninggalkan dunia aktris.” Ujar Dara tersenyum. “Dari dulu hingga sekarang, kau tetap tampan Oppa.” Goda gadis itu membuat sutradara muda itu salah tingkah.

“Aniyo. Apa lah aku dibandingkan dengan Choi Seunghyun?” Balas Joongki. “Kalian masih berhubungan baik kan?”

“Tentu. Beberapa minggu yang lalu kami bahkan makan bersama.”

“Aku lega kau masih berhubungan baik dengan teman-temanmu di dunia aktris.”

“Kenapa tidak? Aku hanya berhenti menjadi aktris bukan berarti aku memutuskan pertemanan dengan mereka.”

“Aku harap kau sering menemui kami lagi Dara-ah.” Joongki menatap Dara membuat gadis itu merasa risih lalu menundukkan kepalanya.

“Ah, neh akan kuusahakan.”

“Dara-ah, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu.”

“A-ada apa? Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Kau adalah wanita yang hebat Dara. Kau mencapai kesuksesanmu dengan kerja kerasmu sendiri. Aku tahu wanita sepertimu tidak mungkin tidak ada lelaki yang tertarik padamu. Dan kemarin saat fanmeeting kau juga mengatakan jika kau sudah punya seseorang yang selalu mendampingimu. Apa itu benar Dara-ah, meskipun aku berharap saat itu kau berbohong tentang kau memiliki seseorang spesial.” Terang Joongki menatap kedua manik mata wanita canti di hadapannya. Dara seperti kehilangan kata-kata. Ia tidak mengira jika Joongki akan berbicara seperti ini.

“M-maksudmu apa Oppa?” Dara terlihat bingung.

“Aku menyukaimu Dara-ah. Aku bertemu denganmu beberapa tahun yang lalu, dan aku tahu kau adalah wanita yang istimewa. Tentu saja kau cantik, cerdas, baik hati, dan kepribadianmu itu membuatku ingin mengenalmu lebih.”

“A-apa? Sebentar, baru saja Oppa mengatakan menyukaiku? Sebagai teman? Junior? Kau juga orang yang baik Oppa. Aku juga menyukaimu.” Balas Dara. Meski Dara bisa menebak Joongki menyukainya tidak sebagai teman, tapi Dara butuh memastikan. Apa yang dikatakan Jiyong, Minzy selama ini benar? Joongki menyukainya? Tidak mungkin.

“Tidak. Aku menyukaimu sebagai seorang pria yang menyukai seorang wanita yang dikenalnya lebih jauh, dan berbagi perasaan.” Jawab Joongki tegas.

Dara membuka mulutnya tapi menutupnya lagi. Bagaimana bisa Joongki menyukainya? Dia kira selama ini Joongki hanya menganggap dia sebagai juniornya, adiknya. Tidak sebagai wanita yang memikat hatinya.

“Oppa, kau adalah lelaki yang baik, humoris, perhatian. Aku yakin banyak perempuan di luar sana yang lebih pantas denganmu. Maaf, aku benar-benar minta maaf.” Akhirnya Dara menemukan suaranya.

“Jadi benar ya, seseorang yang spesial itu?”

“Ehm, ya.” Dara menunduk malu. Ia membayangkan jika Joongki tahu kekasihnya adalah Jiyong.

“Dia laki-laki yang beruntung Dara. Bisa memilikimu.” Kata Joongki tersenyum getir.

“Tidak. Aku lah yang beruntung. Dia adalah seseorang yang selalu membuatku percaya adanya hari esok. Dia sudah melakukan banyak hal untukku, termasuk mengorbankan kebahagiannya sendiri. Dia adalah laki-laki yang memperjuangkan diriku bahkan ketika aku sudah berhenti berjuang untuk diriku sendiri.”

Jiyong memasuki apartemennya, hening. Melihat ke dalam kamar, tapi tidak menemukan sosok gadis yang dicarinya itu. Jiyong mulai panik ketika ia tidak menemukan Dara di ruang kerjanya, tapi Jiyong mencoba untuk tetap tenang. Dara bukan tipe orang yang akan melakukan hal-hal bodoh ketika ada masalah besar seperti ini, atau pun mengunci diri di kamar mandi sambil menangis seperti cerita di drama-drama.

“Hey.” Jiyong bernafas lega saat melihat Dara di dalam perpustakaan pribadinya, duduk di sebuah sofa sambil memangku laptop. Laki-laki itu lalu menghampiri gadisnya dan duduk di sebelahnya. Merangkulkan lengannya pada pinggang mungil gadis itu.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Jiyong sambil tersenyum pada gadis di hadapannya. Dara tahu maksud pertanyaan Jiyong. Dia menanyakan bagaimana perasaannya terhadap berita kencannya dengan Song Joongki. Entah mengapa hal ini membuat Dara merasa bersalah. Kekasihnya itu bahkan tidak menanyakan kapan dirinya keluar bersama Joongki.

“Aku baik-baik saja Jiyong.” Kenapa aku harus merasa tidak baik ketika kau ada di sini? “Aku minta maaf Jiyong, aku tidak mengatakan padamu saat aku pergi makan siang dengan Joongki Oppa.”

“Well, aku akan bohong jika aku tidak merasa kecewa. Kau bisa mengatakan padaku Dara.” Dara menunduk tidak berani menatap Jiyong. “Kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu.” Kata Jiyong akhirnya setelah beberapa saat diam. Lelaki itu lalu memeluk wanita mungil di sebelahnya.

“Jiyong.” Dara memanggil Jiyong ragu-ragu. Ia bingung haruskah dia bercerita jika Joongki menyatakan perasaanya padanya atau tidak. Dara tahu kekasihnya itu akan cemburu, dan melakukan hal-hal yang tidak ingin Dara bayangkan. Bisa saja dia melarang Dara mengikuti proses syuting dramanya, melarang Dara menemui Joongki atau pun mengganti Joongki dengan sutradara lain. Itu bukan hal yang tidak mungkin bagi Jiyong ditambah dia berada pada posisi yang mempunyai kekuasaan untuk melakukan itu.

“Ehm?”

“Apa aku harus mengatakan pada mereka jika aku dan Joongki Oppa tidak berkencan? Di twitter mungkin?” dan akhirnya Dara memilih tidak mengatakan itu. Ia akan mengatakan pada Jiyong tapi nanti setelah dramanya selesai.

“Kami sudah menanganinya. Kau tidak perlu melakukannya Babe.”

“Thank you. The best boyfriend ever.” Dara tersenyum lalu mencium pipi Jiyong.

“Hanya ini yang kudapatkan?” Jiyong menunjuk pipinya yang baru dicium Dara. “Aku adalah kekasih terbaik yang pernah ada Ms. Park? Kau yakin tidak punya hadiah tambahan?”

“Ehm, baiklah.” Dara menyeringai sambil menatap Jiyong. “Aku punya sesuatu nanti malam, apa kau bisa menunggu?”

“Tergantung seberapa berharga hadiah itu.” Jiyonng tidak bisa menyembunyikan kegelian di wajahnya. Wanita di hadapannya mencoba keras untuk terlihat misterius, seksi entahlah ia tidak paham.

“Hm, ah sayang sekali kau hanya memerhatikan harga Mr. Kwon. Tch, aku kira kau adalah pria baik hati yang tidak peduli apa yang akan diberikan orang padamu, asalkan seseorang itu memberikannya dari hati.” Kata Dara dengan sarkastis. Oh dia sangat menikmati peran ini, berakting dengan Jiyong menyenangkan juga.

“Apa kau akan senang jika aku memberimu hanya selembar tisu? Dengan segala yang aku miliki, tapi aku hanya memberimu selembar tisu, bagaimana perasaanmu?”

“Tentu saja aku senang. Itu berarti kau siap di sisiku saat aku dalam keadaan terburukku. Kau akan menggunakan tisu itu untuk menghapus air mataku saat aku terjatuh, mengusap keringatku saat aku berlari, berusaha, untuk sesuatu yang aku impikan, menghapus make up ku karena di hadapanmu aku tidak perlu berpura-pura lagi.” Jawab Dara. Menatap Jiyong penuh cinta, merasa bersyukur, terberkati, karena Tuhan mengirimkan Jiyong untuknya. Tidak tahu dari mana Dara dapat menjawab pertanyaan Jiyong. Tapi itulah yang ingin Dara sampaikan. Sekecil apa pun yang Jiyong berikan padanya, itu untuk kebaikannya.

Jiyong terdiam sejenak. “Oh My God. Dari mana kau menghafal itu hah?” Dengan tiba-tiba Jiyong memeluk Dara erat, seakan gadis itu akan hilang dari pelukannya. “Katakan padaku bagaimana aku bisa berhenti mencintaimu baby?”

***

Hampir seminggu sejak munculnya gosip kencan antara Dara dan Joongki yang sudah diklarifikasi jika keduanya tidak mempunyai hubungan kini tak terdengar lagi. Nama Sandara Park dan Song Joongki menjadi pencarian nomor satu di berbagai situs. Mereka kembali mencari Dara saat ia masih menjadi aktris. Dan beberapa artikel tentang kecantikan Dara yang tidak berubah menjadi perbincangan netizen. Drama Paper Heart mengalami penurunan rating, tapi tetap menjadi yang drama yang tertinggi.

Setelah skandal tersebut rilis, Dara segera mengirimkan pesan permintaan maaf pada Joongki dan kru drama serta pemeran-pemerannya. Ia juga mengirimkan truk makanan ke tempat syuting sebagai tanda permintaan maaf darinya serta tidak bisa hadir dalam proses syuting untuk mencegah adanya skandal yang muncul kembali.

Dan hari ini ia bersiap untuk datang ke Gedung SBC setelah satu minggu ia mengurung diri di apartemen. Harapannya untuk tidak menjumpai wartawan pupus sudah. Saat Dara turun dari taksi, wartawan yang sudah menunggu di depan gedung SBC segera mengejarnya dan mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.

Dara tetap berjalan tidak menghiraukan para wartawan yang mengejarny. Jika dulu saat menjadi aktris akan ada bodyguard dan manajer yang melindunginya, tapi kini ia hanya sendiri dengan tubuh mungilnya mencoba lolos dari wartawan-wartawan yang mengerumuninya.

“Ms. Park ada urusan apa anda datang ke SBC?”

“Apakah anda punya relasi di sini?”

“Apa anda akan mempersiapkan proyek baru setelah ini?”

“Apa hubungan anda dengan Sutradara Song?”

“Apa anda akan menemui Sutradara Song sekarang?”

Dan masih terus berlanjut. Pada akhirnya Dara memilih berhenti melawan dan membuka mulut untuk memberikan klarifikasi.

“Aku mempunyai urusan yang perlu aku selesaikan jadi aku datang. Aku tidak tahu akan bertemu Joongki-ssi atau tidak di dalam, karena aku tidak tahu di mana dia. Kami hanya berteman, jadi jangan berikan pertanyaan sia-sia seperti ini. Oh, satu lagi, setelah aku ingat kembali aku sudah berhenti menjadi aktris sejak empat tahun yang lalu dan kini pekerjaanku adalah penulis. Dan aku rasa agak berlebihan jika kalian terus memberitakan tentang kehidupan pribadiku. Terima kasih.” Dara meninggalkan mereka yang masih tercengang, dia tidak seperti Sandara Park yang dulu lagi. Dulu ia takut akan kehancuran imagenya, ia harus menjaga apa yang akan ia lakukan, katakan di depan kamera. Dan sekarang dia bukan lagi aktris yang hidupnya terus menjadi santapan hangat bagi paparazzi untuk dijadikan berita dan netizen untuk jadi objek bullian. Dia ingin terbebas dari kehidupan itu. Meskipun aktris adalah impiannya, tapi menjadi penulis dan mendapat kebebasan itu yang ia inginkan sekarang.

Dara memasuki ruangan di mana Chaerin dan Minzy bekerja. Kedua gadis itu terkejut melihat Dara di sini. Chaerin dan Minzy bergegas menemui Dara dan memeluk gadis itu.

“Eonni! Kenapa tidak memberi kabar jika akan datang?” tanya Minzy yang masih memeluk lengan kanan Dara dan Chaerin di sebelah kiri.

“Aigoo, apa kalian berdua begitu merindukan aku?” Dara menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kedua temannya ini yang lebih mirip menjadi adiknya. “Aku akan bertemu dengan kru-kru drama membahas sesuatu. Karena kami tinggal syuting dua episode terakhir.”

“Oh jinjja? Wow cepat juga syuting dramanya. Padahal baru tayang sampai sepuluh episode di televisi.” Ujar Chaerin.

“Ok girls, aku harus pergi. Meetingnya akan segera dimulai, kita bertemu saat makan siang oke?” Dara melihat jam tangan yang melingkar manis di tangan kirinya.

“Oke Eonni. Sampai jumpa saat makan siang.” Minzy dan Chaerin melambaikan tangan kepada Dara yang masuk ke dalam lift.

Ini adalah pertemuan pertama Dara dan para kru setelah skandal. Dia merasa gugup, bahkan telapak tangannya mulai berkeringat dingin. Ia yakin beberapa kru tidak percaya dengan skandal tersebut, tapi pasti ada juga yang percaya jika dia dan Joongki berkencan. Oh, dan Joongki, bagaimana dia berhadapan dengan dengan Joongki nanti. Dan pasti ia menemui kesulitan karena skandal tersebut.

Saat Dara memasuki ruang, semua pasang mata langsung menuju padanya. Sebisa mungkin ia bersikap seperti biasa. Melempar senyum kepada siapa pun yang bertatap muka dengannya. Pertemuan terakhir tim Drama Paper Heart ini berjalan dengan lancar. Dan sebelum pertemuan selesai, Dara meminta izin untuk berbicara sebentar untuk menyampaikan permintaan maaf rasa terima kasihnya.

“Ehm sebelumnya saya ingin meminta maaf secara langsung pada seluruh staf yang bekerja pada Drama Paper Heart, para pemain, dan semua orang yang sudah membantu pembuatan drama ini. Meskipun saya sudah berusaha sebaik mungkin melakukan tugasku di sini, tapi saya pasti melakukan kesalahan pada kalian semua, membuat kalian merasa kesal dan jengkel. Dan untuk tidak hadir dalam beberapa episode kemarin karena adanya skandal. Serta untuk para pemain yang namanya terseret karena skandal yang saya sebabkan, dan turunnya rating drama ini. Sekali lagi saya minta maaf. Dan khususnya Joongki Oppa, saya tahu setelah skandal itu keluar kau tidak bisa keluar lagi dengan nyaman, saya minta maaf oppa. Selain itu saya ingin mengucapkan terima kasih pada seluruh tim Drama Paper Heart. Kalian mengerjakan tugas kalian dengan luar biasa, dan saya sangat senang bisa bekerja sama dengan kalian, dengan aktor dan aktris papan atas, serta sutradara hebat. Terima kasih semuanya! Sepertinya ini adalah salam perpisahan dari saya untuk drama ini. berharap bisa bertemu di lain kesempatan, dan proyek-proyek hebat lainnya.” Dara membungkukkan tubuhnya memberikan hormat 90 derajat.

Beberapa staf yang dekat dengan Dara memeluknya dan mengucapkan terima kasih pada Dara. Bagaimana pun juga Dara yang menulis drama ini dan menjadi drama favorit masyarakat. Mereka juga berterima kasih Dara mau ikut serta dalam proses syuting drama dan membantu aktor dan aktris untuk melakoni adegan demi adegan.

“Jadi kau tidak akan ikut syuting untuk episode terakhir?” Tanya Direktur Jung.

“Uhm, sepertinya tidak. Tapi jangan khawatir aku tidak akan melewatkan pesta perpisahannya.”

“Oh Dara, kau tetap tidak berubah dari dulu. Gadis ceria yang baik hati.” Direktur Jung wanita berusia 45 tahunan itu memeluk Dara. Ia dulu pernah berada dalam beberapa proyek bersama Dara saat ia sedang jadi aktris.

“Kau juga tidak berubah Eonni, kau tetap menjadi Direktur Jung yang galak.” Goda Dara yang membuat kedua perempuan itu tertawa.

“Hey Dara.” Kedua wanita itu tersentak dan melihat ke arah suara. Dan saat melihat Joongki yang menyapa keduanya tersenyum. “Aku ingin berbicara denganmu.”

“Oh oke-oke aku pergi dari sini. Sepertinya Sutradara Song tidak menginginkanku.” Kata Direktur Jung dengan bercanda lalu meninggalkan mereka untuk memberikan privasi.

“Ada apa Oppa?”

“Sejujurnya ini pertama kalinya aku terlibat skandal.” Ujar pria berusia 32 tahun tersebut sambil tersenyum. “Tapi ini tidak terlalu berdampak denganku karena aku bukan public figure. Tapi tidak denganmu. Jadi di sini aku juga ingin menyampaikan rasa bersalahku. Andai saja aku tidak mengajakmu makan siang waktu itu, ini semua tidak akan terjadi. Aku minta maaf.” Penyesalan terlihat dari sorot mata lelaki itu ketika menatap manik mata wanita di depannya.

“Iya benar. Andai saja kau tidak mengajakku makan siang hari itu, ini tidak akan terjadi.” Ujar Dara tanpa menampilkan ekspresi apapun. Joongki tahu kesalahan ini berawal darinya, tapi ia tidak mengira Dara akan mengatakan hal ini padanya.

“Dan, aku tidak akan pernah merasakan sup kepiting terlezat di dunia jika kau tidak mengajakku ke sana.” Bibir Dara terangkat, dan berubah menjadi senyuman. “Ayolah Oppa! Jangan tegang!” Kali ini Dara tertawa sambil memegangi perutnya.

“God, kau tahu aku hampir jantungan tadi.” Joongki mengelus dadanya, menghembuskan nafas lega.

“Well, aku akan menyesal seumur hidupku jika aku menolak ajakan makan siangmu minggu lalu. Lezat sekali. Aku kira itu sepadan dengan skandal yang muncul.”

“Serius?” Joongki mengangkat alisnya. Tidak percaya. Bagaimana bisa ia tidak masalah dengan skandal tersebut hanya karena makanan lezat. “Apa kekasihmu tidak cemburu?”

“Cemburu? Jangan tanya Oppa. Dia orang pencemburu di dunia.” Mendengar jawaban Dara wajah Joongki kembali panik yang membuat Dara tertawa lagi. “Tapi jangan khawatir. Semua sudah teratasi.”

“Kau tahu aku penasaran siapa dia.”

“Kau pasti kena serangan jantung.” Goda Dara. Tapi ia berpikir mungkin saja Joongki terkena serangan jantung saat ia tahu jika dirinya berkencan dengan Kwon Jiyong yang diketahui sebagai kekasih orang lain.

“Memangnya kau mengencani siapa? Jika kau berkencan dengan Brad Pitt aku akan mempersiapkan pemakamanku sendiri.” Kata Joongki dengan sarkastis.

“Aigoo. Oppa so grumpy. Joongki Oppa saat kau tahu siapa kekasihku nanti berjanjilah padaku tidak untuk mendengar kata-kata orang lain tentangku. Kau harus bertanya langsung padaku oke? Oh, dan tolong jangan benci aku.” Suara Dara menjadi lirih. Saat hari itu tiba, pasti banyak orang yang akan menghujatnya karena mengira telah merebut Jiyong dari Krystal. Dan dia ingin memastikan sahabatnya tetap berada di sisinya.

“Hey, ada apa?” Joongki memegang pundak Dara. Ia merasa khawatir melihat perubahan mood gadis itu. “Kau bisa cerita padaku.”

“Tidak. Aku akan bercerita padamu saat aku sudah punya keberanian.” Dara memamerkan senyuman manisnya, tapi Joongki bisa melihat ada rasa takut di matanya.

Setelah berbicara dengan Joongki ia memutuskan untuk meninggalkan ruangan karena dia mempunyai janji makan siang bersama Chaerin dan Minzy. Saat hampir sampai pada pintu keluar ia merasa ada tangan yang menepuk pundaknya.

“Krystal-ssi.”

“Kau tahu kan ini akan terjadi?”

“Aku dengan tulus meminta maaf padamu. Karena membuat drama yang kau bintangi menjadi berantakan.” Dara mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Krystal tapi gadis itu mengabaikannya.

“Aku sudah cukup mendengar permintaan maafmu Sandara-ssi. Kau adalah mantan aktris senior seharusnya kau tahu bahwa paparazzi selalu ada di kehidupan kita. Dan dengan bodohnya kau pergi berkencan dengan Joongki Oppa.” Kata Krystal marah. “Oh dan kau membuat turunnya saham pada SBC! Tahukah kau betapa sulitnya Jiyong Oppa saat ini?! Hanya karena satu kesalahan yang kau buat, kau menghancurkan segalanya. Kau membuat semua orang mengalami kerugian. Bayangkan, jika kau membuat lebih dari satu kesalahan apa kau akan menghancurkan dunia ini?!”

Dara memejamkan matanya. Mencoba menahan rasa marahnya agar tidak meledak di sini.

“Cukup.” Kata Dara akhirnya setelah beberapa saat ia terdiam. Semua yang dikatakan Krystal seperti racun yang terus masuk dalam otaknya. Benarkah aku menghancurkan segalanya? “Aku salah. Aku mengakuinya. Aku membuat banyak orang mengalami kerugian besar. Iya, aku juga mengakuinya. Tapi tahukah kau apa yang lebih buruk dari itu? Seseorang yang melakukan kesalahan yang tidak ia sadari . Dan dengan bangganya dia mengalungkan kesalahan tersebut untuk dipamerkan! Dia tidak tahu ia telah membunuh orang lain, tidak dengan cara fisik, tapi membunuh hati orang lain, membunuh perasaan lain, membunuh rasa bahagia orang lain!” Desis Dara. “Kau tahu mungkin kau salah satu dari mereka. Beritahu aku jika kau sudah mengetahui apa kesalahanmu oke?” dan dengan itu Dara berbalik meninggalkan Krystal.

***

Hari ini Dara merasa kacau. Ia menyesali tindakannya yang hilang kendali di hadapan Krystal. Gadis itu tentu tidak tahu apa-apa mengenai hubungannya dengan Jiyong. Bagaimana bisa ia menumpahkan segala kekesalannya pada Krystal. Bahkan tadi saat makan siang bersama dengan Chaerin dan Minzy, ia tidak bisa fokus. Dan akhirnya ia memilih pamit pulang untuk menenangkan pikirannya.

Dara mengambil ponselnya, haruskah aku mengirim pesan pada Krystal? Tentu saja! Setelah berdebat dengan dirinya sendiri, Dara memutuskan untuk mengirim pesan pada Krystal untuk meminta maaf. Entah sudah berapa kali dirinya meminta maaf hari ini. Sepertinya kata minta maaf menjadi favoritnya.

Hi Krys. Aku ingin meminta maaf soal tadi. Aku sangat kacau dan mungkin tersinggung dengan ucapanmu. Tolong tidak usah hiraukan perkataanku.

Sejujurnya dia bukan tipe orang yang blak-blakan seperti ini, jadi dirinya sendiri pun merasa terkejut bagaimana bisa dengan mudahnya ia mengatakan hal tersebut. Oh dan juga saat bersama wartawan. Sampai sekarang ia masih bertanya-tanya dari mana datangnya keberanian itu.

Tiba-tiba terdengar suara bel yang membuatnya terbangun dari lamunannya.

“Omo siapa itu?” Dara bertanya dengan dirinya sendiri dengan was-was. “Haruskah aku membukanya? Tapi tidak Jiyong belum kembali. Bagaimana ini?”

Ding Dong.

Terdengar lagi, kali ini dengan suara ketukan pintu. Dengan cemas Dara berjalan menuju pintu dan melihat dari intercom siapa tamu tersebut. Oh Dami Eonni! Kakak Jiyong. Bagaimana ini, haruskah aku membukanya?

Ding Dong.

Terdengar sekali lagi. Dara menarik nafas dalam-dalam, ia merapikan bajunya. Oh, jantungnya berdebar kencang sekarang. Ini adalah pertemuannya dengan Dami Eonni setelah empat tahun lamanya.

Lalu dengan perlahan, Dara membuka pintunya, dan menampilkan sosok Dami dan seorang bocah kecil berusia sekitar empat tahun berdiri di sampingnya.

“Hai, selamat sore.” Kata Dara gugup tidak tahu apa yang harus ia katakan.

“S-sandara?!”

TBC

***

Gimana? Komentar ya guys. Mungkin saya bakal jadi cerewet kalo soal komentar. Jangan jadi sider.. apa susahnya nulis tanggapan di kolom komentar yang cuman beberapa baris? Hengshoooo.

<< Back | Next >>

Advertisements

42 thoughts on “Behind The Scene #15

  1. fix jijique tingkat dewa sm krystal disini
    thor aku nggak tau knp kamu bikin jiyong super dupee sangat manis disini dan itu bikin aku download swmua lagunya dia yg baru walaupun penuh makian -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s