WITCHLOVE ~ Pesta Valentine #11

witch

Author : Zhie


Main Cast : Park Sandara, Kwon Jiyong, Lauren

witch5

Support Cast : Park Bom, Lee Chaerin, Krystal, Seungri

Genre : Family, Fantasy, Romance

Dalam imajinasi saya kalo Dara berubah, mungkin kurang lebih seperti pict. di bawah ini hohoho >///<~~~~Gomawo tuk Dilla dah manipin ne pict. kkkkkk 😛

posts

~~~~~~~

Anneyong, mianhe melanjutkan ini sangat lama. So… monggo dibaca bagi yang masih inget ma jalan ceritanya, moga ini bisa sedikit menghibur. Happy Reading, Ne >.<

.

APARTEMEN KELUARGA PARK

Seperti biasa… Dara, Jiyong dan Lauren tengah menikmati sarapan mereka dengan tenang.

“Lusa hari valentine ya? Hmm… pasti Krys membuat pesta lagi.” ucap Dara membuka suara, di sela-sela sarapannya.

“Wah, itu pasti meriah.” tebak Lauren. Dara pun menganggukkan kepalanya membenarkan.

“Kau mau ikut ke pesta valentine itu? Aku rasa tidak apa-apa mengajakmu.” ucap Dara kemudian membuat Lauren sejenak melihatnya.

“Ah… aku ingin, tapi aku harus kembali ke masa depan hari ini eomma.”

“Mwo? Wae?”

“Ada sesuatu yang harus aku lakukan.”

“Ais, sayang sekali… kita tidak bisa merayakan hari valentine bersama.” ucap Dara sedikit kecewa, tapi ia kemudian kembali melihat ke arah lauren, “Ah… apa aku di masa depan yang menyuruhmu untuk kembali Lauren? Tidak bisakah kau katakan padanya kalau aku tak mengijinkanmu pulang… bukankah ia bisa mengerti? Kau terlalu sering kembali ke masa depan akhir-akhir ini.”

“Ah… itu-“ Lauren terdiam sejenak, kembali membalas tatapan Dara yang menunggunya, “Mianhe eomma, aku benar-benar harus pulang.” jawabnya akhirnya, membuat Dara benar-benar kecewa, “Tapi tenang saja eomma, bukankah kita masih bisa merayakannya di saat aku kembali nanti. Iyakan appa?”

“Ne. Kapanpun itu… aku pikir kita akan selalu bisa merayakannya.” jawab Jiyong yang menganggap hari valentine sama saja dengan hari-hari biasanya.

“Tapi kan, itu-“

“Sudahlah Dara, kau seperti anak kecil. Jika Lauren harus pulang, itu berarti benar-benar ada yang harus ia urus… ia pasti sangat dibutuhkan di sana. Jadi cepatlah habiskan sarapanmu sekarang atau kita akan terlambat nanti.” ucap Jiyong memotong apa yang Dara ingin katakan. Dara pun untuk kali ini tak membalas, karena apa yang Jiyong katakan mungkin benar dan ia harusnya bisa mengerti.

“Eomma… aku akan segera kembali setelah urusanku selesai, aku janji.” ucap Lauren kemudian, membuat Dara kembali melihatnya, dan akhirnya tersenyum.

“Araesso. Baiklah kembali makan, atau seseorang di hadapanmu itu akan mengeluarkan taringnya.”

“Ya… ya… ya, siapa yang kau maksud itu hah?”

“Siapa? Kau tak tahu?”

“Ya!”

“Omo-“

Keributan kecil pun mulai terdengar antara Jiyong dan Dara, sementara Lauren tak ingin terlibat dan kembali melanjutkan makannya dengan tenang.

~~~

HANNYOUNG HIGH SCHOOL

Krystal tengah sibuk membagikan undangan kepada teman-temannya, Dara dan Jiyong yang baru datang pun telah mendapatkannya. Undangan berwarna PINK untuk anak perempuan dan BIRU untuk anak laki-laki. Belum sempat Dara membuka undangan  itu… bel masuk telah berbunyi, segera ia menuju kursinya dan bersiap menerima pelajaran dengan tenang.

Saat istirahat

“Kau akan datang, Dara?” tanya Bom yang telah merubah posisi duduknya agar bisa melihat Dara yang duduk di belakangnya.

“Ne. Aku akan datang.” jawab Dara singkat setelah membaca undangan Krys itu.

“Wah… anak perempuan harus memakai gaun atau sejenisnya.” celetuk CL kemudian, Dara dan Bom pun reflek saling berpandangan dan tersenyum karena mereka tahu CL tak terlalu suka memakai pakaian yang terlalu feminim seperti itu.  “Ya.. Ya.. apa yang kalian diam-diam tertawakan, hah?” omel CL melihat kedua temannya itu.

“Anio. Kau pasti akan terlihat sangat cantik… cobalah memakainya nanti.” ucap Dara kemudian, Bom pun mengangguk membenarkan.

“Coba kita lihat, apa lagi syarat yang Krys buat kali ini…” Bom kembali membaca undangan itu, “Anak laki-laki diwajibkan memakai setelan jas lengkap dan… waw, datang dengan berpasangan?” Mereka pun kembali saling berpandangan.

“Mwo?” CL tersentak.

“Berpasangan?” gumam Dara pelan.

“Omo… kenapa banyak sekali syaratnya? Enak ya Dara, kau bisa datang bersama Jiyong nanti.” ucap CL kemudian.

“Eh, kalau itu sih… mungkin, tapi entahlah.” Dara menjawabnya ragu.

“Mau datang banyak peraturannya, tidak datang… pasti rugi besar. Ah dan akan banyak makanan nanti di sana, huwaaaa… aku tidak bisa menyia-nyiakannya.” ucap Bom tiba-tiba histeris, membayangkan segala jenis makanan yang ia suka pasti tersaji di sana, “Omo. Aku harus segera mencari pasangan, siapa pun itu… aku akan mendapatkannya.” sambung Bom mengebu-gebu dan pergi begitu saja meninggalkan Dara dan CL yang tak bisa lagi berkata-kata.

“Dia temanmu?” tanya Dara saat melihat Bom menghampiri setiap laki-laki yang berada di hadapannya tanpa canggung, bahkan ia tak pandang bulu dan menghadang adik kelas yang lewat.

“Ani. Aku tak mengenalnya.” jawab Cl akhirnya menutup wajahnya.

“Ne… aku juga tak mengenalnya.” tambah Dara berbalik tak lagi melihatnya.

~~~

APARTEMEN KELUARGA PARK

Malamnya…

Dara baru saja pulang dari latihan magicnya, dan melihat Jiyong tengah berada di dapur membuat sesuatu.

“Kau belum tidur?” sapa Dara akhirnya.

“Kau pulang sangat larut malam ini.” ucap Jiyong tanpa memperdulikan pertanyaan Dara sebelumnya.

“Ah… itu karena ada beberapa latihan yang harus aku ulang.”

“Apa dari dulu juga selalu seperti ini?” tanya Jiyong lagi, membuat Dara berpikir sejenak.

“Anio. Eomma membatasi waktu latihanku, jadi aku tak pernah pulang selarut ini.”

“Kalau begitu, tidakkah sebaiknya kau tetap mengikuti batasan waktu eommamu? Karena jujur itu akan menyusahkanku jika suatu saat eommamu menelpon disaat kau belum pulang. Dan kau tahu aku bukan anak yang suka untuk berbohong.” ucap Jiyong kali ini, membuat Dara tersadar Jiyong tengah memperingatkannya. Ia bisa saja mengadukannya dengan mudah.

“Araesso… araesso. Aku tak akan lagi pulang selarut ini. Cih Kau benar-benar terlihat seperti eommaku sekarang… benar-benar terlihat sama.” sungut Dara, Jiyong hanya mengangkat bahu menanggapinya.

“Duduklah dulu, minum ini untuk sekedar merilekskan tubuhmu.” ucap Jiyong akhirnya menaruh secangkir teh hijau di atas meja makan, Dara pun menarik salah satu kursi dan duduk dengan tenang menyesap teh hangatnya. Tiba-tiba Dara teringat dengan undangan Krys.

“Ah… Jiyong, kau akan datang ke pestanya Krys?”

“Entahlah, wae?”

“Anio. Hanya saja… aku masih belum menemukan pasangan. Kau tahukan salah satu syaratnya harus datang dengan berpasangan… sementara Bom akan pergi dengan Seunghyun, CL mengancam Seungri untuk berpasangan dengannya karena dia pikir aku pasti akan pergi denganmu… jadi-“

“Ah… araesso, araesso. Kalau begitu… tidak ada pilihan lainkan? Kita bisa pergi bersama.” potong Jiyong kemudian.

“Benarkah? Kau akan pergi denganku?” tanya Dara memastikan.

“Ne.” jawab Jiyong akhirnya, membuat Dara tanpa sadar menyunggingkan senyumnya, “Omo. Kau terlihat senang sekarang.” celetuk Jiyong tiba-tiba menyadarkan Dara.

“Mwo??? YA! A… anio, kenapa kau begitu percaya diri hah? Aku… aku hanya-” Seketika Dara membeku karena kini Jiyong tengah membalas tatapannya, “Ah… sudahlah. Selalu berakhir menyebalkan bila bicara denganmu.” sungut Dara akhirnya beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamarnya, sementara Jiyong hanya melihatnya yang berlalu dengan senyuman.

~~~

Malam valentine pun tiba, waktu telah menunjukkan pukul 8 malam saat Dara tak kunjung keluar dari kamarnya. Itu membuat Jiyong kesal menunggunya.

“YA! Dara… cepatlah, aku bosan menunggumu. Apa yang kau lakukan sih?” sungut Jiyong tak habis pikir apa yang membuatnya begitu lama, ia telah siap dari setengah jam yang lalu dan Dara sama sekali tak ada tanda-tanda akan keluar dari kamarnya.

“Iya… iya sebentar, Jiyong. Sabar sedikit kenapa sih?” balas Dara dari dalam kamarnya, dan lagi-lagi itu berhasil membuat Jiyong mendesah, dengan malas Jiyong kembali merebahkan tubuhnya di sofa dan melonggarkan dasi yang ia gunakan. Yah… malam ini ia berpakaian cukup formal tapi tetap terlihat trendy dengan setelan jas seusianya.

Beberapa menit kembali berlalu, baru saja Jiyong akan kembali mengingatkan Dara… Dara telah lebih dulu keluar dari kamarnya. Dara mengenakan gaun yang sangat cantik- gaun pesta diatas lutut berwarna merah muda tanpa lengan serta tatanan rambut yang ia gulung membuat itu terlihat simple tapi tetap elegan… ditambah sepatu heels yang senada dengan gaun yang ia gunakan.

“Aku siap.”

“Ah… mwo?”

“Wae? Apa ada yang aneh?” tanya Dara kemudian, saat Jiyong tak juga memberi tanggapan.

“Ani.”

“Aku terlalu bingung dengan rambutku, apa ini tak masalah? Atau harus aku urai saja?” tanya Dara lagi, saat ia merasa Jiyong masih terdiam memperhatikannya tanpa tanggapan. “Ah… aku rasa, memang ini tak cocok denganku.” gumam Dara akhirnya merasa diamnya Jiyong itu berarti membenarkan, tapi baru saja ia akan melepaskan gulungan rambutnya Jiyong menahannya.

“Andwae… biarkan seperti itu.” ucapnya kemudian, mendekati Dara. Entah kenapa itu membuat Dara membeku sejenak saat Jiyong tak melepaskan pandangan darinya, tapi rasa aneh di dadanya tiba-tiba menguap saat Jiyong memperlihat senyuman menyebalkannya. “Kupikir itu akan lebih dari ini… kau membuat waktu menungguku sia-sia Dara.”

“Mwo?”

“Tapi lumayanlah. Kajja, kita berangkat sekarang.”

“Mwo? Lumayan? Apanya? YA! Jiyong-shi.” pekik Dara kesal, “Menyebalkan, tak bisakah ia sedikit memujiku? Memuji? Ya! Itu tak akan pernah dia lakukan.” sungutnya menyusul Jiyong.

~~~

KEDIAMAN KELUARGA KRYSTAL

Dara dan Jiyong akhirnya tiba di pesta yang diadakan Krystal dan pada saat memasuki ruangan, semua mata tiba-tiba tertuju pada mereka.

“Wae… waeyo? Kenapa semua menatap kita?” bisik Dara pada Jiyong.

“Entahlah. Mungkin karena penampilanmu malam ini cantik.”

“A– apa? Apa kau katakan barusan?” tanya Dara memastikan.

“Apa?” ucap Jiyong balik bertanya.

“Itu yang baru saja kau katakan.”

“Yang mana?”

“YA!” Dara dibuat kesal oleh Jiyong, dan tepat saat itu Krystal menghampiri mereka.

“Hei, Dara… selamat malam Jiyong.” sapa Krystal saat telah dihadapan mereka, “Kalian datang cukup terlambat malam ini.” lanjut Krystal membuat Dara tersenyum kecut.

“Mianhe, aku terlalu bingung menata rambutku.”

“Dan itu berakhir dengan membuang-buang waktu.” celetuk Jiyong membuat Dara menatap tajam padanya, Krystalpun hanya tertawa.

“Ah. Aku hampir lupa, ada yang ingin kukenalkan.” ucap Krystal kemudian memanggil seorang anak laki-laki yang berpostur lebih tinggi dari mereka, bahkan ia terlihat lebih muda. “Dia sepupuku, Chanyeol… dia baru tiba dari Jerman.” lanjutnya memperkenalkan sepupunya yang terlihat cute dan manis di mata Dara.

“Kau mau berdansa denganku.” ucap Chanyeol tiba-tiba setelah mereka berkenalan membuat Dara membelalakan matanya.

“De- denganku?” tanya Dara tergagap, karena ini pertama kalinya ada yang mengajaknya berdansa… Chanyeol pun mengangguk dengan senyuman khasnya yang seketika dapat meluluhkan siapapun yang menjadi korbannya, Dara akhirnya menerima uluran tangan Chanyeol meninggalkan Jiyong dan Krystal. Jiyong hanya mengernyit melihat semua itu, ia kecewa… tapi tak tahu karena apa.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita juga berdansa sekarang. Bukankah ini memang saatnya berdansa?” tawar Krystal pada Jiyong.

“Ah. Ne.”

Jiyong menerima ajakan Krystal.

“Waaahhh… pasangan baru mulai bermunculan.” cuap Bom disela-sela menikmati hidangan yang ada saat matanya menangkap sosok Dara dan Jiyong dengan pasangan dansanya masing-masing.

“Ne. Sementara kau di sini masih sibuk dengan cupcakemu.” seloroh Seunghyun kesal tak bisa menikmati berdansa seperti yang lain karena pasangannya kali ini lebih memilih menikmati cupcakenya.

“Cih. Apa masalahmu? Aku suka ini.” jawab Bom tak mau tahu.

“Masalahku karena datang bersamamu. Aku jadi tidak memiliki teman untuk berdansa sekarang.” batin Seunghyun hanya bisa meluapkan emosinya dengan mengambil sisa cupcake di piring Bom.

“YA!” pekik Bom tak terima, hingga terjadi perebutan yang sengit hanya karena sebuah cupcake.

“Ehm, Dara… kau tahu- kau sangat cantik.” puji Chanyeol.

“Ah. Benarkah? Terima kasih.” jawab Dara berusaha menyembunyikan rona di pipinya.

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Mwo?”

“Ah. Itu… anak laki-laki yang datang bersamamu tadi, apa kalian memiliki hubungan?” tanya Chanyeol kali ini membuat Dara bingung.

“Hubungan dengan Jiyong? Ehm… ani- anio. Wae?”

“Hanya ingin tahu. Karena sepertinya ia cemburu saat aku memintamu berdansa denganku.”

“Cemburu? Jiyong? Ha ha ha… mana mungkin.” jawab Dara cepat, walaupun di dalam hatinya… ia mulai bertanya-tanya. Benarkah Jiyong cemburu padanya?

“Aku tadi melihatmu datang bersama Jiyong, Dara. Waaahh… daebaak, kalian benar-benar terlihat serasi bersama.” ucap CL saat mereka kini tengah berkumpul bersama di satu meja.

“Omo, yang benar saja. Ia selalu mengomel sepanjang perjalanan karena terlalu lama menungguku bersiap-siap. Cih. Menyebalkan.” sungut Dara kesal ditambah Jiyong sama sekali tak sedikitpun melihat keterkejutan atas penampilannya.

“Lalu mengapa kau bisa berdansa dengan sepupunya Krys bukan dengan Jiyong?” tanya Bom kali ini.

“Dia yang mengajakku.” jawab Dara seadanya, dan akhirnya ia mendesah… “Ya! Mengapa kalian seperti menginterogasiku, hah? Kalian sendiri, dimana pasangan kalian? Aku bahkan tak melihat ada mereka di sekitar sini.”

“Huft. Jangan ingatkan aku. Lee Seungri… dia benar-benar bodoh.” ucap CL tiba-tiba menjadi kesal, “Kalian tahu? Ia menjemputku dengan motor yang ia punya, dan lihat… kalian masih bisa melihat sisa-sisa angin yang meluluhlantakkan riasan rambutku. Padahal aku sudah susah payah menyuruh eomma untuk mau menatanya. Cih.” CL meluapkan kekesalannya kali ini, sementara Dara dan Bom baru menyadari bahwa sahabat mereka itu untuk pertama kali memakai riasan wajah.

“Waaaaaw… waaaaw… waaaaw. Lihat ini.” Bom menatap lekat CL yang mengenakan gaun cukup feminim.

“Kyaaaaaaaaa!!! Mianhe… aku baru menyadarinya CL, kau sangat cantik malam ini.” seru Dara benar-benar terkejut sekarang.

“Cih. Bahkan kalian baru menyadarinya? Ini gara-gara bocah tengik itu mengendarai motornya dengan kecepatan penuh… ia benar-benar merusak riasanku.” sungut CL masih kesal membuat Dara dan Bom menyesal karena tak mampu mengubah moodnya kali ini.

Tak lama mereka melihat Krystal menaiki panggung yang berada di depan dan menyapa semuanya.

“Wah… apalagi kali ini?” gumam CL penasaran dengan acara selanjutnya.

“Aku dengar karena ini hari kasih sayang ia akan memberikan kado pertama kepada orang yang spesial baginya… walaupun pada akhirnya kita semua akan mendapatkannya, kalian tahu sendiri… Krys sangat royal.” jawab Bom.

“Ah. Bisa ditebak… siapa yang akan ia panggil naik ke atas panggung bersamanya.” ucap CL kemudian.

“Kwon Jiyong.” lanjut Bom, dengan anggukan CL membenarkan. Sementara Dara hanya diam mendengarkan dan akhirnya dugaan mereka tepat. Krystal menyebut nama Jiyong sebagai penerima kado valentine pertamanya. Dara dapat melihat Jiyong dengan tenang memenuhi panggilan Krystal dan berdiri di sampingnya… dapat Dara dengar jelas bagaimana anak-anak yang lain memuji keserasian mereka saat bersama. Dara menghela nafas panjang setiap mendengarnya ditambah Bom dan CL juga tak kalah memuji kebersamaan mereka… perlahan Dara pun berdiri dari kursinya, dan diam-diam pergi meninggalkan mereka.

“Argh. Kenapa di dalam aku merasa sesak? Menyebalkan.” gumam Dara yang kini tengah berada di taman- di samping aula milik Krystal dimana pesta masih berlangsung.

“Ya! Apa yang kau lakukan di sini, hah?” tanya sebuah suara mengagetkannya.

“Chanyeol?”

“Aku pikir hanya aku yang membutuhkan udara segar… ternyata kau juga.” ucapnya kemudian, duduk di kursi taman- di samping Dara.

“Ah. Ne.” jawab Dara lagi tak tahu harus menjawab apa. Dara pun kembali menatap langit malam.

“Kau mau?” ucap Chanyeol kemudian menawarkan cokelat yang baru saja ia buka, “Itu bisa membuatmu sedikit menenangkan hatimu.” lanjutnya saat Dara menerimanya.

“Menenangkan hati? Apa maksudmu? Tak ada yang salah dengan hatiku.” jawab Dara sambil menikmati cokelat yang baru saja ia terima.

“Ah. Kau belum tahu… aku adalah seseorang yang bisa membaca isi hati dengan hanya melihat raut wajah yang ditampilkan.”

“Omo. Apa kau bercanda? Itu tidak lucu.”

“Ya… ya… ya, kau sudah orang keseribu sekian yang mengatakannya. Tak ada yang percaya dengan keahlianku.”

“Jinjja? Jika itu benar, harusnya kau bisa melihat isi hatiku.” cuap Dara di sela-sela makan coklatnya. Ia yakin Chanyeol hanya bergurau.

“Baiklah.” Terlihat Chanyeol tengah mengamatinya, “Kau saat ini- cemburu melihat Jiyong bersama Krystal.”

“Uhuk… uhuk… uhuk.” Dara tersedak, “Mwo?” Ia membulatkan matanya.

“Aku benarkan?”

“I- itu-“

“Sedang apa kalian?” Lagi-lagi sebuah suara membuat Dara harus menoleh ke asal suara.

“Jiyong?”

“Ah. Waktunya aku kembali ke dalam… sampai nanti, Dara.” ucap Chanyeol berdiri dari duduknya dan berlalu pergi. Kini hanya ada Dara dan Jiyong yang masih diam satu sama lain.

“Kenapa kau meninggalkan pesta, Dara?” tanya Jiyong kemudian yang tetap berdiri di sampingnya.

“Aku hanya ingin mencari udara segar.” jawab Dara akhirnya tanpa melihatnya.

“Bukan untuk bertemu dengannya?”

“Ya!” elak Dara, dan saat itu tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah kotak kecil yang Jiyong pegang. Kotak kecil berwarna biru dengan pita silver di atasnya, “Itu… kado dari Krys?”

“Ah. Ini-”

“Pasti kau senang mendapat kado pertama darinya?” entah kenapa kali ini Dara terdengar sinis saat mengatakannya, membuat Jiyong mengerutkan keningnya. “Ku dengar anak-anak semuanya mengatakan kalian adalah pasangan serasi dan terlihat sempurna saat bersama… ah, itu keren bukan. Apa kau tidak merasa bangga akan hal itu? Atau sebenarnya kau tengah berlonjak kegirangan di dalam hatimu? Ck ck… kau menutupinya sangat baik dengan sikap cool-mu itu Kwon Jiyong. Aku bisa menebak, kalau sekarang hatimu tengah berdebar-debar karena Krystal… kau pasti telah menyadari bahwa ia terlihat cantik dan sempur-“

Deg

Dara tak lagi melanjutkan ucapannya dan membeku seketika saat tiba-tiba Jiyong menarik pelan lengannya dan mencondongkan tubuhnya hingga membuat jarak diantara mereka begitu dekat- itu mampu membuat Dara seketika berhenti bernapas.

“Ke- kenapa?” tanya Dara terbata.

Jiyong sejenak mengamatinya, “Apa kau cemburu?”

“Mwo?”… “ANIOOO!!!” pekik Dara cepat, akhirnya mendorong Jiyong menjauh. “Buat apa aku cemburu padamu? Kupikir kau yang cemburu saat aku bersama sepupu Krys.” lanjut Dara, kini membuat Jiyong terdiam sejenak membalas tatapan Dara.

“Ya. Itu tidak mungkinkan?” jawab Jiyong mengalihkan pandangan darinya- membuat Dara pada akhirnya hanya tersenyum meratapi kebodohannya, bodoh karena ia terlalu jauh mengira Jiyong memiliki sedikit perhatian padanya.

“Ne. Araesso. Sebaiknya kita kembali ke pesta sekarang, yang lain pasti sedang mencari kita.” ucap Dara beranjak pergi.

“Tunggu sebentar.”

“Wae?” Dara kembali menghentikan langkahnya dan berbalik kembali menatap Jiyong.

“Ini.” Jiyong melempar pelan kotak kecil terbungkus cantik yang sedari tadi ia pegang, dengan sigap Dara menangkapnya.

“Apa ini? Bukankah ini kado dari Krys?” tanya Dara tak mengerti.

“Apakah aku tipe orang seperti itu?”

“Mwo?”

“Aku mampu untuk membeli barang sendiri jika memang itu untuk seseorang yang spesial.”

“Eh?”

“Kajja. Kita masuk.”

“Ta- tapi… apa ini?”

“Cih. Jawablah sendiri pertanyaanmu itu, Dara. Aku duluan.” ucap Jiyong dengan santai berlalu meninggalkan Dara, dan saat itu Dara sempat melihat Jiyong menarik tipis ujung bibirnya- tersenyum.

“Omo. Apa ia mengerjaiku?” batin Dara saat Jiyong telah menghilang kembali masuk ke aula pesta, dan dengan penasaran Dara pun membuka apa isi kotak kecil itu… “Ini-”

Sebuah gantungan hp berbentuk sayap dan secarik kertas berada di dalamnya.

-font-b-Feather-b-font-Pendant-Cowhide-Sport-font-b-Key-b-font-font-b

‘Happy Valentine, Dara.’

“Omo. Apa ia telah menyiapkan ini sebelumnya? Jiyong memberikan ini padaku?” batinnya tak mengerti, dan ia tiba-tiba teringat sesuatu…

~Aku mampu untuk membeli barang sendiri jika memang itu untuk seseorang yang spesial~

Blush

“Orang yang spesial? Aku?”

Seketika rona merah di pipi Dara kembali terlihat.

.

.

.

~NEXT CHAP~

“Tawaran menginap selama 3 hari, kalian mau?”

“Ne.”

~

“Dia tidak mungkin menyukainya.”

“Semua bisa berubah.”

~

“Dia yeoja yang cantik dan perhatian ya.”

“Kau menyukainya?”

~

“Menyayangkan keahliannya atau ketidakhadirannya?”

“Dua-duanya.”

.

.

.

Waaahhh… lamax >.<, tinggal 5 chapter lagi padahal. Mianhe, baru bisa melanjutkan… untuk saat ini penguasa kegelapannya masih bersemedi entah kemana so, kalau alurnya kecepatan harap maklumi and bila banyak typo ingatkan saya, ok? Jangan lupa selalu meninggalkan jejak y chingu. Hengsho.^.^

Eh, satu lagi… itu di widget DGI ada chat room baru, soalx yang dulu entah kenapa gak bisa lagi dipake. So, jika pingin ngobrol dengan author, admin ataupun readers lain silahkan ne… bisa masuk pake twitter juga kok. Jadi… mari jalin silahturahmi. 😀

Prolog |1|2|3|4|5|6|7|8|9|10|

<<back next>>

Advertisements

42 thoughts on “WITCHLOVE ~ Pesta Valentine #11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s