Behind The Scene #14

bts1

Author : Oktyas

~~~

“Terima kasih, terima kasih.” Krystal membungkukkan badannya memberi salam kepada para staf. Segera Victoria memberikan botol air minum untuk Krystal. Syuting hari ini benar-benar melelahkan. Gadis berambut panjang itu duduk sambil memerhatikan seseorang yang menarik perhatiannya. Tidak menarik perhatiannya dalam arti yang menyenangkan, tapi menarik perhatiannya karena entah kenapa ia merasa kesal dengan kehadiran wanita itu. Sandara Park.

Krystal memerhatikan Sandara. Banyak staf yang bagi Krystal terlalu memujinya. Di mana-mana ia selalu mendengar bagaimana orang mengaguminya, karena sifatnya yang rendah hati, tidak pernah marah, dan profesional. Itu yang selalu mereka katakan. Dan yang membuat Krystal semakin kesal pada Dara adalah, ia tidak pernah melihat wanita itu berhenti tersenyum. Bahkan di bawah terik matahari tadi, di dalam kacaunya gagalnya syuting hari ini sehingga harus di ulang.

“Sepertinya aku bisa benar-benar membencinya.” Ujar Krystal sambil memainkan botol air minumnya.

“Siapa?” Victoria, managernya menoleh ke arah gadis muda itu.

“Sandara Park. Lihat, kenapa semua orang di sini mengaguminya? Kau tahu, saat aku syuting aku selalu menjadi pusat perhatian, tapi sekarang lihatlah eonni, apa-apa selalu Dara, Dara dan Dara.”

“Krys, dengar, kau boleh merasa kesal dengannya, tapi ambil sisi positifnya, rating drama ini pada episode pertama sangat tinggi, jangan perlihatkan rasa tidak sukamu padanya. Bertahanlah untuk drama ini. Bagaimana pun, Dara-ssi adalah aktris senior yang memiliki image sempurna di mata masyarakat.”

“Tapi eonni, lihatlah! Apa menurutmu dia benar-benar tersenyum sepanjang hari? Aku yakin dia hanya berakting! Dan lihat, dia juga memermainkan Joongki Oppa!” Krystal memicingkan matanya melihat Joongki yang membawakan tas Dara dan berjalan di sampingnya. “Aku tahu dia sudah punya kekasih, tapi dia masih juga menggoda Joongki Oppa.”

Menyadari ada sesuatu yang salah dengan Krystal, sikap gadis itu yang tidak seperti biasanya. Dan tiba-tiba ia membicarakan betapa bencinya ia pada Dara. “Krys, sebenarnya ada apa denganmu?”

“Tidak, aku hanya…” Kalimat Krystal menggantung. Sesaat dia teringat kejadian yang mungkin alasan dirinya seperti ini.

“Sandara-ssi benar-benar terlihat cantik jika melihatnya secara langsung.” Kata seorang gadis di dalam kamar mandi.

“Aku setuju. Aku pikir Krystal-ssi tidak bisa dibandingkan dengan Sandara-ssi. Sandara-ssi berada di kelas yang berbeda.” Jawab yang lainnya.

Krystal yang berada di dalam salah satu kamar toilet itu tiba-tiba terdiam. Sebenarnya dia tidak peduli apa yang mereka katakan sampai pada mereka menyebut namanya. Gadis itu memutuskan untuk tetap diam di dalam, dan mendengarkan kedua perempuan itu berbicara.

“Yah, walaupun sekarang karirnya sedang berada di puncak , tapi menurutku dia tidak akan mendapat spotlight yang sama seperti Sandara-ssi. Lihat Sandara-ssi, meski skandal ayahnya benar-benar menghancurkan karirnya saat itu, tapi sekarang netizen tidak mengungkit masalah itu lagi.”

“Kau pikir siapa kekasih Sandara-ssi? Dia pasti mempunyai seorang yang istimewa sehingga dia dapat kembali bangkit. Tidak mungkin kan diusianya yang sudah 30 tahun dia belum punya kekasih?”

“Aiyoo, tentu saja dia punya. Dia pasti lelaki yang hebat. Lihat saja senyum cerah Sandara-ssi setiap hari. Kenapa ini sangat berkebalikan dengan Krystal-ssi ya? Meskipun dia terlihat bahagia dengan Mr. Kwon, tapi aku tidak berpikir Mr. Kwon bahagia dengannya. Tidak pernah sekali pun Mr. Kwon tersenyum saat bersama Krystal-ssi.”

“Aigoo, kau punya pengamatan yang bagus ya? Ayo kita keluar, waktu istirahat hanya tersisa sepuluh menit.”

Krystal keluar dari kamar toilet saat memastikan kedua perempuan yang membicarakan dirinya pergi. Sebenarnya ada apa dengan mereka berdua? Kenapa membanding-bandingkan dirinya dengan Sandara Park? Sudah dari awal dia syuting di drama barunya ini semua orang mengelu-elu kan Sandara bagai seorang dewi. Dia cantik lah, ramah lah, profesional lah. Dan yang lebih membuat Krystal kesal adalah kenapa mereka harus membandingkannya dengan dirinya?! Apa dia tidak cukup cantik?! Apa dia tidak cukup ramah?! Semua usahanya, kecantikannya, keramahannya seperti hanya sia-sia jika Sandara ada di sini. Seberapa keras dia bekerja tidak akan terlihat jika ada Sandara di sini!

Krystal keluar dari kamar sempitnya untuk menikmati angin malam. Dia merasa bosan di dalam kamarnya. Para kru menyewa villa sederhana untuk tempat tinggal mereka sementara saat mereka syuting film di desa di Pulau Jeju. Langkahnya terhenti saat melewati kamar Sandara. Dia mendengar suara lelaki di dalam kamar Sandara.

“Apa kau gila?!” Tanya Dara tidak percaya. “Bagaimana bisa kau datang ke sini? Bagaimana jika ada yang lihat?!”

Babe, please calm.” Terdengar suara lelaki asing itu. “Aku menggunakan jet pribadiku. Tenang, besok pagi aku akan kembali ke Seoul.”

Jadi kekasih Sandara datang ke sini? Menggunakan jet pribadi?! Sebenarnya siapa dia? Tanya Krystal pada diri sendiri. Ia merasa penasaran.

“Aku hanya di sini seminggu. Kau tidak akan mati di sana.”

“Jagiya, apa kau tidak merindukanku? Belum ada 24 jam pun aku sudah mati-matian menahan rinduku kepadamu.” Ujar Jiyong dengan nada lesu.

“Aigoo, tentu saja aku merindukanmu babo! Kemari, kekasihku yang paling tampan yang paling baik sudah jauh-jauh datang ke sini!” Kata Dara dengan menahan tawanya.

Krystal melihat ke arah pintu Dara dengan penasaran. Ia berniat untuk mengetuk pintu kamar Dara untuk mengetahui siapa lelaki itu. Tapi sebelum melakukannya Yoobi datang dan mengajak Krystal untuk keluar ke taman depan villa.

“Krystal-ah, apa yang sedang kau lakukan di sini?” Yoobi heran ketika melihat Krystal berdiri di depan kamar Dara.

“Ah, aniya. Aku hanya lewat. Ingin cari angin segar.”

“Kebetulan sekali, aku juga ingin keluar. Kau mau ikut berjalan-jalan di taman depan? Itu baik untuk melepaskan penat.” Ajak Yoobi, lalu Krystal mengangguk mengikuti Yoobi.

***

Dara dan Jiyong makan bersama di dalam kamar villa yang gadis itu tempati. Betapa terkejutnya dia tadi saat kembali ke dalam kamar, menemukan pacar seksinya, hanya memakai handuk sedang berpose di atas tempat tidur. Untung saja ia tidak mengajak Minzy masuk.  Dan dengan alasan yang tidak masuk akal, Jiyong menyusulnya ke Jeju. Hanya karena dia merindukan Dara. OKE! Dara juga merindukannya, tapi ini belum ada satu hari dan Jiyong sudah nekat terbang ke sini. Mungkin jika itu di dalam sebuah adegan film akan terlihat romantis. Tapi bagi Dara ini malah terlihat tidak masuk akal.

“Kau harus janji besok pagi-pagi sekali kau sudah harus pulang.” Kata Dara disela-sela kegiatan mengunyahnya.

“Habiskan dulu makanmu baru bicara.” Jiyong mengambil tisu dan mengelap ujung bibir Dara.

“Apa kau janji?”

“Babe, apa kau sedang mengusirku?” Jiyong berpura-pura memasang ekspresi sakit sambil memegangi dadanya dengan dramatis.

“Tentu tidak, tapi aku tidak ingin ada yang melihatmu. Apalagi ada ‘pacarmu’ di sini.”

“Aku ke sini tentu untuk mengunjungi pacarku.”

“Bukan aku, tapi pacarmu yang lain. kau tahu kan betapa hebohnya dia nanti jika melihatmu?” Dara memberikan tatapan bosan pada Jiyong yang mulai terusik berbicara tentang Krystal.

“Sudah kukatakan beberapa kali jangan bahas anak ingusan itu di hadapanku Dara.” Rengek Jiyong. “Itu membuat mood-ku seketika menjadi buruk.”

Dara tertawa melihat tingkah pacar seksinya yang sekarang berubah menjadi seorang bocah umur lima tahun. “Aigoo, come here. Aku akan jadi moodbooster-mu.” Dara mengedipkan sebelah matanya dengan genit lalu sengaja menggigit bibir bawahnya dengan seksi.

“Dammit woman. Jangan menggodaku.” Jiyong menghampiri Dara yang duduk di tepi tempat tidur berukuran sedang. “I will take you fast and hard.” Bisik Jiyong dengan mata terbakar gairah.

“Oh tidak Jiyong, mereka akan mendengar kita. Aku hanya bercanda.” Dara mencoba membebaskan dirinya dari Jiyong. Kamar-kamar di villa sederhana ini saling bersebalahan dengan kayu yang Dara yakin tidak kedap suara.

“Biarkan mereka mendengarnya babe. Dan jika kau berpikir aku akan melepaskanmu malam ini, salah besar sweetie.” Kata Jiyong sebelum mendorong Dara terlentang di atas kasur. Dan ketika tangan dan bibir Jiyong mulai melakukan hal ajaib pada tubuh Dara, gadis itu tidak peduli jika besok ia menjadi bahan gosip para staf. Yang ada di pikirannya bagaimana Jiyong membuatnya menjerit penuh kenikmatan, membawa mereka ke puncak langit ketujuh.

***

Minzy mengetuk pintu kamar Dara berkali-kali. Ini sudah pukul tujuh tapi Dara eonni-nya belum terlihat keluar dari kamar. Dan setelah beberapa menit menunggu Dara membukakan pintu untuknya, dia sudah terlihat segar dan rapi.

“Aku kira eonni kau belum bangun.” Ujar Minzy lalu menjatuhkan bokongnya di atas sofa empuk sebelah kasur.

“Aku sudah bangun dari tadi Minzy-ah.” Jawab Dara sambil merapikan barang-barangnya.

Minzy mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Ia melihat ada beberapa botol wine di atas meja, lalu seprei tempat tidur yang acak-acakan, dan kemeja laki-laki tergantung di dekat lemari. Tunggu, kemeja laki-laki?

“Eonni, apa kau semalam kedatangan tamu?” Tanya Minzy dengan penuh selidik.

“Kenapa?” Dara berhenti merapikan barang-barangnya saat mendengar pertanyaan Minzy. Tidak masalah sebenarnya jika ia memberitahu Minzy tentang kedatangan Jiyong. tapi entahlah, ia merasa tiba-tiba gugup.

“Ada beberapa botol wine, dan aku rasa minum wine sendirian itu terlalu menyedihkan bukan?” Minzy memberikan tatapan –aku-tahu-apa-yang-kau-sembunyikan- pada Dara dengan seringai menggoda.

“Oke oke. Jiyong datang semalam.” Dara mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. Lalu menceritakan kedatangan mendadak Jiyong dan alasan mengapa ia sudah rapi sekarang karena tadi dia mengantar Jiyong ke depan pukul lima pagi.

“Jiyong Oppa sangat manis. Berharap ada laki-laki yang akan memperlakukan aku seperti itu.”

“Aigoo Minzy-ah, tentu ada jika waktunya sudah datang, kau cantik, cerdas.”  Dara merapikan seprei tempat tidurnya lalu mengambil tas tangannya.

“Berharap saja. Ayo eonni.” Minzy sudah berdiri di depan pintu, kemudian mereka berjalan menuju ke halaman luar di mana mobil-mobil yang sudah disediakan menunggu untuk membawa mereka ke tempat syuting.

Para staff langsung menyapa Dara dan Minzy keteika keduanya sampai di halaman depan. Dara memberikan senyuman hangatnya membalas semua salam satu per satu. Inilah hal yang disukai orang dari sosok hangatnya. Senyumannya tidak pernah berarti kepalsuan, mereka bisa merasakan hangat dan tulusnya senyum yang terukir di bibir mungilnya.

“Selamat pagi Dara. Sepertinya kau sedang dalam good mood.” Joongki menghampiri Dara dan memberikan satu gelas kopi panas.

“Selamat pagi dan terima kasih untuk kopinya oppa. Uhm, ya bisa dibilang begitu.” Dara merasakan pipinya memanas. Ia teringat tentang kunjungan Jiyong semalam. Tidak sadar bibirnya membentuk senyuman, oh betapa dia merindukan kekasihnya itu.

“Well, itu bagus memulai harimu dengan good mood.” Joongki ikut tersenyum ketika melihat perempuan di depannya tersenyum. Dadanya merasa hangat, dan entah kenapa jantungnya berdetak lebih kencang.

Mereka berjalan ke arah mobil, Joongki membukakan pintu untuk Dara, gadis itu mengucapkan terima kasih sebelum masuk ke dalam yang diikuti Joongki. Sedangkan Minzy duduk di kursi depan samping pengemudi. Dan setelah satu jam perjalanan mereka sampai ke tempat syuting.

Syuting hari ini berjalan lancar. Tanpa ada ‘gangguan’ seperti kemarin. Tidak terasa mereka sudah memasuki waktu makan siang. Joongki mengambil nasi kotak makan siang untuk Dara sebelum Minzy mengambil untuk eonni-nya itu. Joongki membantu, memerhatikan Dara dari sejak pagi dan itu membuat Dara merasa tidak enak. Ia tidak ingin merepotkan dan menjadi beban untuk orang lain.

“Terima kasih, tapi aku bisa mengambilnya sendiri oppa.”

“Tidak masalah. Ayo cepat makan, kau tahu badanmu itu sangat kurus.”

Dara mengerucutkan bibirnya dengan imut. Kenapa semua orang mengatakan jika badannya terlalu kurus? “Seberapa pun banyak aku makan aku tidak bisa gemuk oppa.”

“Aku tidak percaya. Jika kau makan sedikit lebih banyak setidaknya tubuhmu tidak hanya tulang dan kulit.” Goda Joongki dengan sengaja.

“Oppa!” Dara memukul lengan Joongki pelan yang membuat laki-laki itu tertawa.

“Ya! Kenapa kau memukulku? Oke oke aku berhenti, sekarang makanlah nasimu.”

Dara menyelesaikan makan siangnya ditemani mengobrol dengan Joongki. Menurutnya Joongki adalah orang yang menyenangkan, dia merasa mempuanyai kakak. Ia sangat perhatian, dan sepertinya akan menyenangkan jika mempunyai kakak laki-laki seperti dirinya. Dara meminta izin untuk ke kamar mandi setelah menyelesaikan makan siangnya dengan Joongki dan pria itu menganggukkan kepalanya sambil meneguk air mineral.

“Dara-ssi.” Panggil seseorang ketika ia sedang mencuci wajahnya. Dara mematika kerannya dan melihat bayangan Krystal dari cermin.

“Aku tidak tahu hubungan apa yang kau miliki dengan Joongki Oppa, tapi mengingat kau sudah punya kekasih, bukankah itu sedikit tidak pantas?” Kata Krystal dingin.

“Maaf, apa maksudmu?” Alis Dara bertautan. Ia bingung. Apa yang sebenarnya gadis ini katakan?

“Bukankah kekasihmu datang semalam eonni?”

Mata Dara membulat. Jantungnya seperti akan melompat dari tempatnya. Apa ia tahu Jiyong datang? Apa gadis itu melihat?

“Mendengar kalian berbicara semalam di kamarmu, terdengar dia sangat mencintaimu, tapi kau malah bermain dengan pria lain?” Kata Krystal lagi sebelum Dara berkata sepatah kata pun.

Apa sih yang sebenarnya dia katakan? Aku bermain dengan laki-laki lain?”

“Apa kau melihatnya semalam?” Sebelumnya Dara perlu memastikan bahwa gadis di depannya tidak melihatnya.

“Apa kau takut aku tahu siapa kekasihmu?” Krystal tertawa. “Tenang aku tidak akan melaporkan ‘perselingkuhanmu’ dengan Joongki Oppa padanya jika aku tahu siapa dia.”

“Selingkuh?! Demi Tuhan Krystal-ssi apa yang kau bicarakan?”

“Kau memberi harapan pada Joongki Oppa, dia orang yang baik dia tidak pantas untuk mendapatkan seseorang palsu sepertimu.” Matanya memancarkan kebencian.

Beraninya dia! “Maaf Krystal-ssi, kau bahkan tidak mengenalku dengan baik tapi kau sudah berani menuduhku melakukan sesuatu yang tidak aku lakukan? Dan karena aku merasa semua tuduhanmu itu tidak berdasar aku tidak perlu menjelaskan kehidupan pribadiku padamu. Karena aku tidak menjual kehidupanku.” Dara mencoba menahan amarahnya yang hampir membludak.

“Oh dan satu lagi, siapa yang kau panggil palsu Krystal-ssi? Apa kau yakin kehidupanmu benar-benar apa yang kau pikirkan? Mungkin saja dirimu adalah bagian dari kepalsuan sandiwara seseorang.” Tambahnya lagi kali ini dengan tersenyum. Krystal terbelalak tidak percaya saat mendengar perkataan Dara. Tidak pernah terpikirkan dia akan membalasnya bicara. Dan sekarang giliran Krystal bingung dengan perkataan Dara.

“Oh sepertinya instingku benar. Kau bukan perempuan polos seperti yang mereka pikir.” Sindir Krystal.

“Krystal-ssi sebaiknya kita kembali karena syuting akan segera dimulai. Aku berharap kau bisa mengesampingkan apapun perasaan bencimu padaku sampai kau menyelesaikan syutingnya.” Dara tersenyum sekali lagi dan meninggalkan Krystal yang mendesis marah.

***

DramaIts Okay Its Hurtyang ditulis Sandara Park, disutradarai Song Joongki dan dibintangi oleh Krystal Jung, Kang Minhyuk dan Lee Yoobi menuai sukses besar. Memasuki episode 9 drama ini terus bertengger di rating tertinggi, dan bahkan sudah dibeli oleh 14 negara dengan harga tinggi.

Hal ini membuat Sandara Park kembali ramai mendapat tawaran di acara talkshow, variety show, atau pun pemotretan majalah maupun brand fashion terkenal. Tetapi sedari awal Dara memang tidak ingin kembali ke dunia hiburan dan memilih bekerja di balik layar mengharuskan dia untuk menolak tawaran tersebut. Hanya beberapa tawaran yang ia ambil seperti wawancara di majalah dan talk show.

Tidak hanya para bintang utama saja yang mendapat perhatian dari media, para pemain pembantu pun cukup menarik perhatian media dan netizen. Dan yang pasti kehidupan cinta mereka juga mulai membuat penasaran awak media dan netizen. Dengan bukti di setiap kesempatan wawancara mereka akan menanyakan tipe ideal dan kemungkinan bahwa mereka sedang dalam relation ship atau tidak. Seperti pada acara jumpa fans di Seoul sore ini.

“Satu pertanyaan terakhir untuk masing-masing pemain dan Song Joongki-ssi serta Sandara Park-ssi.” Kata sang pembawa acara. “Mulai dari Kang Minhyuk-ssi, anda adalah aktor muda, tampan, dan kaya tapi bagaimana bisa anda masih single?”

Laki-laki berwajah imut itu tertawa. “Apa ada masalah dengan itu?”

“Tidak, tapi bukankah pasti banyak perempuan yang mengantri untukmu?”

“Usiaku 25 tahun, akan sangat berbohong jika aku mengatakan tidak berkencan, tapi percobaan-percobaan itu sepertinya belum ada yang berhasil.” Jawabnya yang membuat pemain lain tertawa.

“Oh sayang sekali. Bisakah aku mencobanya?” Tanya pembawa acara itu dengan tertawa.

“Tentu tentu. Ayo kita makan malam setelah ini.”

“Sangat disayangkan jika laki-laki setampan Minhyuk selalu gagal dalam kencannya. Aku harap Sandara Park-ssi tidak mengalami hal yang sama dengan Minhyuk-ssi. Anda terlihat sangat cantik, bahkan di usia yang sudah 30 tahun ini Dara-ssi masih terlihat seperti 20 tahun. Sangat tidak mungkin jika anda tidak berkencan bukan?”

Dara tertawa pelan mendengar pertanyaan yang dilayangkan oleh sang pembawa acara. “Aigoo, aku tidak tahu aku harus menjawab apa. Dari dulu saat aku menjadi aktris aku tidak pernah berbicara tentang kehidupan pribadiku. Tapi sepertinya tidak ada salahnya sekarang untuk berbagi sedikit.” Ujar Dara dengan tersenyum yang disambut suara setuju antusias pengunjung.

“Ehm, tentu saja ada seseorang istimewa yang mendampingiku dari awal memulai karir hingga sekarang.” Senyumnya bertambah lebar ketika wajah Jiyong muncul di otaknya. Laki-laki yang selama ini tidak pernah menyerah untuk dirinya, yang mengorbankan kebahagiaannya dirinya sendiri untuk kebahagiaan mereka.

“Wow. Dari mulai awal karir hingga sekarang? Itu berarti sudah 5 atau 6 tahun bersama?” Pembawa acara merasa terkejut dan kagum saat mendengar jawaban Dara.

“Ya bisa dibilang seperti itu.”

“Apakah kami akan mendengar berita pernikahan dalam waktu dekat ini?”

“Ehm, aku belum bisa memberitahunya sekarang. Jika waktunya sudah datang, aku akan dengan senang hati memperkenalkan dia pada kalian semua.”

Di sisi lain Joongki sama terkejutnya dengan yang lain ketika mendengar pengakuan Dara. Dia menjalin hubungan sudah hampir enam tahun? Benarkah? Dia masih sangat ingat bagaimana dulu saat mereka pertama bertemu. Dara benar-benar terlihat seperti gadis polos tapi memiliki segudang talenta. Selama syuting film bersama Dara tidak pernah sekali pun ia membawa seorang laki-laki. Dan sekarang ketika mereka bertemu kembali, Joongki juga merasa belum bertemu dengan kekasih Dara itu. Salah satu egonya ingin percaya bahwa pengakuan Dara ini hanyalah pengalihan perhatian dan jawaban-jawaban palsu yang biasa dilakukan selebriti. Tapi hatinya yang lain sudah terlanjur merasa perih.

***

Setelah selesai event fan meeting, Joongki mengantar Dara pulang ke apartemennya. Awalnya dia bingung ketika alamat apartementnya tidak sama seperti saat pertama ia mengantarkan Dara pulang.

“Aku memutuskan pindah ke sini. Karena apartement yang waktu itu sebenarnya itu milik Bomi. Aku tidak ingin merepoti dia.” Jelas Dara yang membuat Joongki bernafas lega. Awalnya ia sudah berpikir jika Dara pindah ke apartement kekasihnya.

Dan ketika sampai di depan gedung apartemen paling mewah di Korea Selatan itu Dara tidak lupa mengucapkan terima kasih. Ia juga menawari Joongki mampir, karena sangat tidak sopan dan akan membuat Joongki curiga bahwa apartement ini bukan apartement miliknya.

“Oppa, apa kau ingin mampir?”

“Tidak usah Dara-ah. Aku akan langsung pulang saja.”

“Oh baiklah kalau begitu. terima kasih atas tumpangannya.” Dara tersenyum dan siap untuk membuka pintu saat Joongki memegangi lengannya membuat Dara menoleh ke ara laki-laki tersebut.

“Ehm, apa kau besok ada waktu?” Sekarang atau tidak sama sekali. Jika aku ingin tahu apakah Dara benar-benar mempunyai seseorang istimewa.

“Ada apa?” Alisnya berkerut.

“Aku ingin mengajakmu makan siang. Apa tidak masalah?” Dara tidak langsung menjawab. Ia mengingat-ngingat jadwal apa yang ia punya untuk hari esok.

“Aku free.”

“Great! Aku akan menjemputmu pukul 11.30 AM.”

“Ya. Terima kasih sekali lagi oppa.” Dan kali ini Dara keluar dari mobilnya. Meskipun 99% bisa dipastikan jika perempuan secantik dia, dengan sikap ceria dan baik sudah mempunyai kekasih, tapi Joongki ingin mengambil kesempatan 1% tersebut. Tidak ada yang salah baginya. Segalanya patut diperjuangkan.

Dara membaringkan tubuhnya di sofa. Perjalanan dari Jeju ke Seoul, syuting yang melelah selama seminggu, dan tingkah laku Krystal yang membuatnya stres membuatnya lelah. Ia membayangkan ia akan disambut Jiyong lalu kekasihnya itu akan memasakkan makanan favoritnya lalu mereka akan menonton dramanya dengan Jiyong memeluknya dari belakang. Tapi Dara harus menelan kekecawaan karena Jiyong hari ini ada rapat dengan para investor dan membuatnya pulang malam. Dia lalu memutuskan untuk berendam air hangat sebelum beristirahat. Ia ingin sekali menunggu Jiyong, tapi matanya sudah tidak bisa diajak kompromi.

***

Jiyong memasuki apartemennya dengan lesu. Rapatnya tidak selancar yang ia harapkan. Menghadapi investor-investor kolot rupanya menguras tenaga. Ia lalu melihat jam yang melingkar di tangan kirinya sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Seharusnya Dara sudah kembali, tapi lelaki itu tidak menemukan tanda-tanda di mana Dara. Dan saat ia memasuki kamar mereka, senyum simpul terbentuk di sudut bibirnya. Melihat gadisnya tergelung seperti bayi di atas tempat tidur yang luas. Dara pasti lelah, karena tidak biasanya dia tidur awal. Apalagi saat Jiyong ada rapat, gadis itu pasti akan menunggunya sampai dia pulang.

Jiyong melepaskan pakaiannya lalu menyegarkan tubuhnya yang terasa lengket. Dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana pendek. Dan melihat Dara terlelap di empuknya kasur membuat dia tidak bisa menahan godaan untuk tidak menyusul kekasihnya itu menuju ke alam mimpi. Menarik Dara ke pelukannya, mencium rambut wangi gadis itu membuatnya merasa relaks.

Dara mengedipkan-ngedipkan matanya beberapa kali. Merasakan sesuatu yang berat di atas perutnya.Ia terbangun di tengah malam ketika tiba-tiba merasa lapar, dan mendapati kaki Jiyong terparkir di atas perutnya. Dara tertawa pelan, bagaimana bisa? Jiyong memang romantis di awalnya saja tapi saat sudah terlelap dia akan bergerak dengan sesukanya. Dan kadang ia akan mendapati posisi kekasihnya terbalik. Posisi kepalanya berada di bawah dan posisi kakinya berada di atas. Dengan hati-hati ia memindahkan kaki Jiyong, takut membangunkan lelaki itu. Dengan perlahan ia duduk, sedikit demi sedikit bergeser ke tepi tempat tidur. dan saat Dara berpikir Jiyong tidak akan bangun, ia merasakan sebuah lengan menarik pinggangnya.

“Babe, kau mau ke mana?” Tanya Jiyong dengan mengantuk, matanya masih terpejam.

“Aku ingin membuat ramen. Maaf membuatmu terbangun.” Dara menghadap ke arah Jiyong dan mengusap-ngusap kepalanya. Berharap dapat menidurkan Jiyong kembali.

“Aniyo. Ini jam berapa?”

“Tiga pagi. Jiyong kembalilah tidur kau pasti lelah setelah rapat seharian.” Kata Dara saat melihat kekasihnya duduk.

“Setelah aku pikir-pikir aku juga lapar. Sepertinya ramen di tengah malam bisa mengganjal perut.”

“Aigoo, oke kau tunggu sini. Aku akan memasakannya untukmu.” Tapi Jiyong menolak, ia memilih pergi ke dapur bersama Dara. Memeluk Dara dari belakang dan berjalan bersama. Kadang-kadang, sikap manja Jiyong melebihi anak usia lima tahun.

“Jiyong lepaskan aku, aku tidak bisa memasak jika kau memelukku begini.” Dara mencoba melepaskan lengan Jiyong yang melingkar di pinggangnya, tapi lelaki keras kepala itu malah mengeratkannya dan membenamkan wajahnya di leher Dara.

“Dee, aku sangat mengantuk.” Rengek Jiyong.

“Kembalilah ke tempat tidur kalau begitu.”

“Tapi juga lapar.”

“Duduklah di sofa sana, aku akan memasak.” Dan kali ini Jiyong melepaskan lengannya, berjalan menuju sofa di depan televisi.

“Jangan lebih dari lima belas menit babe! Kau bisa membakar dapur jika lama-lama di dapur!” Serunya sambil memposisikan tubuhnya di sofa, lalu menyalakan televisi untuk membunuh rasa bosan selagi menunggu Dara menyelesaikan ramennya.

“YAH! KAU KWON JIYONG!”

TBC

***

HAPPY NEW YEAR! 😀

SUDAH BERAPA BULAN? SAYA TAHU SAYA BUKAN AUTHOR YANG BERTANGGUNG JAWAB. MAKLUM MASIH MASA TRANSISI DARI ANAK SMA KE MAHASISWA WKWK. Ngeles aja nih bisanya.

Terima kasih yang ngikutin cerita ini dari awal sampe sekarang. Leave your comment. Chap selanjutnya lumayan bikin kaget loohhh. Persiapkan dirimu.

Wish u all the best! Hope in 2016 God Bless You All. And Daragon Get Married.

<< Back | Next >>

Advertisements

39 thoughts on “Behind The Scene #14

  1. Krystal bener2 kasar
    Karena iri dia jadi kasar sama dara
    Jiyong manis banget sih kalau udah berduaan sama dara
    Udah si minhyuk sama krystal aja,biarin jiyong bahagia sama dara

  2. Si krystal belum tau jiyong sma dara pacaran aja udah kya gitu bencinya apalagi pas tau bisa2 dara di celakainnya,dan gimana ya klo jiyong tau joongki ngajak dara makan siang ?

  3. Aigooo Dara , semangat Unnie jangan mau kalah sama mrs.jutek itu
    Kasian ya krystal cinta mati sama orang yang engga cinta ama dia *makantuhcinta*
    Jadi jongki suka sm Dara
    Ohh jangan oppa Dara adalah Takdir buat Jiyong
    mending oppa sm aku aja ya *Lahh*

  4. Aigoo Dara , semangat Unnie jangan mau kalah sama si mrs.jutek itu ya
    Kasian ya krystal cinta sama jiyong, tapi jiyong engga akan mungkin suka dan cinta sama orang lain selain mvok darong haha *makantuhcinta*
    Jongki suka sm Dara??
    Oppa Dara itu adalah Takdir buat jiyong
    Mending oppa sama aku aja yu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s