Behind The Scene >> Take #8

bts1

Author : Oktyas

“Joongki Oppa!” Dara berlari kecil menghampiri Joongki. “Apa para aktris dan aktornya sudah datang?”
“Ya. Tebak? Hampir semuanya datang hari ini. Kita bisa menyelesaikan ini lebih awal.” Ujar Joongki. “Ayo jangan membuat mereka menunggu lama.” Mereka berdua memasuki aula. Minzy sudah di sana terlebih dahulu mewakili Dara.

“Itu Sandara Sunbaenim!” Pekik Lee Yoo Bi salah seorang aktris yang akan berperan sebagai musuh Krystal di drama. Kontan membuat para aktris dan aktor yang akan mengikuti casting melihat ke arah pintu masuk.

“Annyeonghaseyo. Terimakasih kepada yang sudah hadir hari ini.” Joongki memberi salam. “Perkenalkan penulis drama kita Sandara Park-ssi.” Joongki menepuk pundak Dara yang berada di sebelahnya. Suara sorakan kesenangan memenuhi aula.

“Annyeonghaseyo. Senang bertemu kalian.” Dara membungkukkan badannya.

“Hari ini kami akan memulai casting untuk pengambilan peran di drama terbaru yang akan ditayangkan SBC TV. Di sini Sandara-ssi akan ikut menilai penyeleksian casting berhubung dia juga seorang aktris yang hebat, meskipun sudah mundur dari dunia hiburan. Mohon kerja samanya.”kata Joongki.

Para aktris dan aktor mengikuti seleksi dengan tenang. Mereka diberi sepenggal dari naskah drama. Dan mereka dituntut untuk menjiwai peran yang diberikan pada mereka. Aktris dan aktor yang mendapat nilai terbaik akan mendapatkan peran drama tersebut. Kecuali dua pemeran utama laki-laki dan perempuan tidak ada penyeleksian lagi.

“Aku suka penghayatanmu, Yoobi-ah. Kau punya sifat centil dan keras kepala cocok untuk memerankan Kang Yunhee –lawan Krystal.” Puji Dara pada aktris muda Lee Yoobi. Yoobi tidak bisa menyembunyikan senyumnya.

“Khamsahamnida Sandara Sunbaenim.” Yoobi membungkukkan tubuhnya. Yoobi lalu kembali ke tempatnya. Walaupun Dara menyukai Yoobi, tapi dia tetap harus melihat para aktris lain yang juga akan memerankan sebagai Kang Yunhee. Seperti Siapa tahu ada yang lebih tepat dari Lee Yoobi.

“Eoh, Annyeonghaseyo.” Krystal memasuki aula bersama manajernya. Berjalan menuju tempat duduk yang disediakan. Dia memang datang terlambat karena mempunyai jadwal yang padat. Para aktris dan aktor yang melihatnya memberikan salam.
Ia duduk di sebelah Kang Minhyuk yang menjadi lawan mainnya.

“Annyeonghaseyo Minhyuk Oppa.” Sapa Krystal.

“Kau sudah datang?” Krystal mengangguk.

“Kau sudah dari tadi?” Minhyuk menggeleng.

“Aku baru datang sekitar 10 menit yang lalu. Aku ada acara off air bersama CN Blue.”

“Aku ada pemotretan untuk majalah Allure. Aku harap drama ini bisa melejit. Aku sudah tidak sabar.” Krystal mengungkapkan rasa tertariknya.
“Aku juga. Aku berharap aku bisa bertambah tampan di drama ini.”
“Aigoo. Kau sudah tampan Oppa.” Goda Krystal. “Ayo kita mendalami peran kita menjadi sepasang kekasih, agar para penonton iri melihat kita.”

“Apa kekasihmu tidak cemburu?” Dengus Minhyuk. “Kwon Jiyong-ssi adalah pemilik SBC TV, bisa-bisa aku ditendang keluar kalo aku macam-macam denganmu.”

Krystal tertawa. “Tidak. Dia tidak akan menendangmu selama kau bisa menghasilkan uang. Tapi mungkin setelah drama ini tamat, berhati-hatilah.”

“Krystal-ssi, Minhyuk-ssi.” Seorang pegawai memanggil mereka. “Sekarang giliran kalian.” Krystal dan Minhyuk berdiri dan menuju ke depan para juri.

“Kalian ditunjuk sebagai pemeran utama drama ini. Meskipun kami tidak menyiapkan pemeran pengganti untuk kalian berdua, tapi kami perlu melakukan casting untuk memenuhi prosedur. Dan apabila hasil casting tidak memuaskan, bukan tidak mungkin kami memanggil pemeran cadangan. Kalian mengerti?” Jelas Joongki. Krystal dan Minhyuk mengangguk.

“Aigoo Oppa, jangan terlalu keras.” Ujar Dara tersenyum. “Kalian bisa memulai.”
Krystal dan Minhyuk mulai berakting menjadi sepasang kekasih. Mereka memainkan adegan saat suasana canggung, saat mereka sedang bertengkar, dan tentu saja adegan romantis sebagai sepasang kekasih. Joongki dan Dara tidak bisa menyembunyikan rasa kagum mereka. Mereka memainkan peran mereka dengan sangat luwes. Padahal mereka memainkan adegan-adegan tersebut tanpa naskah seperti pemain lain.

“OMO. Kalian sangat cute. Aku benar-benar menyukai karakter Krystal-ssi dan Minhyuk-ssi. Sepertinya kalian tidak perlu pendalaman karakter lagi, karena kalian sudah sangat sempurna.” Kata Dara penuh kekaguman.

“Pilihan Sandara-ssi tidak salah.” Joongki tersenyum ke arah Dara. “Kalian bisa kembali menuju tempat duduk kembali.”

“Khamsahamnida Sunbaenim.” Kata Krystal dan Minhyuk bersamaan.

“Ehrm. Mohon perhatiannya. Terimakasih untuk kerja samanya. Kami sudah memutuskan siapa saja yang akan kami pilih untuk bermain pada drama kami. Kami akan mengirimkan hasilnya lewat e-mail. Dan pada hari ini juga kami akan mengeluarkan konfirmasi para pemainnya. Untuk yang belum beruntung pada drama ini, aku yakin masih banyak drama yang membutuhkan kalian. Khamsahamnida.” Kata Joongki mengakhiri acara tersebut. Lalu mereka meninggalkan aula.

Saat Dara akan meninggalkan aula, banyak para aktris dan aktor yang meminta foto bersama. Termasuk Krystal, Lee Yoobi, dan Kang Minhyuk.

“Sandara Sunbaenim!” Panggil Yoobi. Otomatis Dara berhenti dan menoleh ke arah Yoobi yang berlari kecil ke arahnya.

“Aku ingin berfoto denganmu, apa kau keberatan?”

“Tentu saja tidak Yoobi-ah. Ayo kita mengambil foto.” Lalu Yoobi menyerahkan ponselnya pada manajernya dan meminta mengambil foto mereka berdua.

“Khamsahamnida Sandara Sunbaenim. Aku fans beratmu.” Kata Yoobi malu-malu.

“Panggil aku Eonni mulai sekarang, mengerti?” Yoobi mengangguk.

“Dara Eonni!” Krystal datang bersama Minhyuk. “Aku juga ingin berfoto denganmu. Ayo kita berfoto Eonni.” Krystal menarik Yoobi yang sudah akan pergi untuk berfoto lagi.

“Aku akan mengunggahnya nanti.” Krystal sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku mantelnya. “Oh My God! Aku lupa. Aku akan menemui Jiyong Oppa. Victoria Eonni, bisakah aku menemui Jiyong Oppa dulu? Jadwal ku selanjutnya masih ada selisih setengah jam kan?” Victoria manajer Krystal mengangguk membuat gadis itu melompat-lompat kesenangan.
Tiba-tiba saja nafas Dara menjadi sesak setelah mendengar Krystal ingin menemui Jiyong. Entah kenapa ada rasa sakit yang menelusup ke dalam hatinya. Harusnya ini tidak boleh terjadi, yang dicintai Jiyong hanya dirinya, jadi kenapa dia harus merasa cemburu? Sebelum Dara mendengar pembicaraan Krystal dengan manajernya tentang Jiyong lebih lanjut, Dara memilih untuk meninggalkan aula secepatnya. Sesampainya di luar ternyata Minzy masih berada di sana untuk menunggunya.

“Omo, Minzy-ah. Mianhae membuatmu menunggu.” Kata Dara menyesal.

“Jangan khawatir Eonni. Aku tahu kau masih punya banyak fans.” Jawab Minzy dengan senyum lebarnya. Dan mereka pun berjalan menuju ruangan mereka yang kebetulan juga di lantai ini.
Dan pada saat bersamaan, Jiyong dan Seungri keluar dari lift. Berjalan ke arah Dara dan Minzy. Senyum menghiasi bibir Jiyong saat melihat gadisnya berjalan ke arahnya. Tampak wajah kaget Dara saat melihat Jiyong berjalan ke arah mereka, lelaki itu malah mengedipkan matanya genit. Tapi, senyuman Jiyong segera hilang saat melihat sosok di belakang Dara dan Minzy yang baru keluar dari aula.

“Oppa!” Terdengar teriakan nyaring dari Krystal. Krystal berlari kecil ke arah Jiyong tidak memerdulikan orang lain yang di sana. Krystal langsung memeluk Jiyong, sehingga membuat laki-laki itu sedikit terhuyung ke belakang.

“Apa yang kau lakukan?” Bisik Jiyong marah menggertakan giginya sambil melepaskan lengan Krystal yang melingkar di pinggangnya.

“Waeyo Oppa?” Tanya Krystal sambil mengerucutkan bibirnya.

“Jangan menarik perhatian.”

“Aku merindukanmu. Hampir satu minggu kita tidak bertemu. Kau tidak merindukanku?”

“Tidak usah berlebihan. Kembali ke agensimu dan bekerjalah.” Perintah Jiyong sambil menatap Krystal tajam. Dan pada saat itu, Dara dan Minzy berjalan melewati mereka. Dara memberikan senyum tipis pada mereka berdua. Sebelum Dara berjalan jauh Jiyong memanggilnya.

“Ms. Park.” Dara berhenti dan menoleh ke arah Jiyong.

“Ya Sir?”

“Temui aku di kantor.” Kata Jiyong menatap Dara lekat.

“Maaf Sir, aku tidak bisa menemuimu sekarang. Tapi aku mempunyai jam kosong saat menjelang makan siang, apa anda keberatan Sir?”

“Tidak. Bawa file yang aku minta.” Kata Jiyong. Dara menatap Jiyong bingung. File apa? Pikirnya. Jiyong menyeringai melihat ekspresi Dara.

“Ya Sir.” Dara berbalik dan kembali ke ruangannya.

“Oppa!” Jiyong kembali menoleh ke arah Krystal dengan kesal. “Aku ingin mengajakmu ke acara pelelangan amal di Hotel Grand White. Kau pasti diundang.”

“Itu masih satu minggu lagi Krys. Dan hotel itu milikku.” Jiyong mengacak rambutnya frustasi.

“Tapi kau kan pelupa. Dan kau juga pernah sengaja tidak datang ke acaramu sendiri.” Tidak. Aku bukan pelupa. Tapi aku berpura-pura lupa dengan semua janji dan ajakanmu.

“Sekarang bisakah kau pulang, biarkan aku bekerja dengan damai?” Krystal menatap Jiyong cemberut. Tapi akhirnya dia menurut. Dia meninggalkan Jiyong diikuti Victoria.

“Ri, bisa kau sewa agen FBI untuk menyuliknya?”

***

“Ehm Minzy, aku mau menemui Mr. Kwon dulu. Kalau kau ingin makan siang jangan khawatirkan aku.” Dara merapikan berkas-berkas di mejanya.

“Uhm, Eonni, sebenarnya apa file yang Mr. Kwon minta? Apa aku melupakan sesuatu?” Minzy menatap Dara takut. Ia takut jika melupakan pekerjaannya.

“Tidak. Aku sudah menyelesaikannya Minzy. Jangan khawatir.” Dara tersenyum lalu keluar dari ruangan.

Sesampainya di depan ruangan Jiyong, Dara mengetuk pintu tidak perlu menunggu lama, Seungri membukakan pintu untuknya. Senyum cerah di bibir Seungri ketika ia melihat siapa yang ada di balik pintu.

“Oh, noona. Ayo masuk!” Seungri menarik tangan Dara.

“Apa yang kau inginkan Jiyong?” Tanya Dara mendekati meja kerja Jiyong. Jiyong mendongak ke atas menatap Dara lalu tersenyum simpul. Kemudian ia menutup laptopnya dan menepuk pangkuannya. “Kemarilah babe.” Dara memutar matanya tapi tetap menuruti perintah laki-laki itu dan duduk di pangkuannya.

“Aku merindukanmu kau tahu?” Jiyong mencium puncak kepala Dara.

“Tapi sayangnya aku tidak.” Goda Dara.Dia duduk menghadap samping, kepalanya bersandar di dada bidang Jiyong.

“Heol.” Jiyong menggigit bahu Dara membuat gadis itu menjerit. Jiyong hanya tertawa. Oh betapa dia merindukan suasana seperti ini.

“Ehrm.” Seungri dengan sengaja mengganggu moment mereka. “Aku merasa tidak berguna di sini.”

“Kau tahu itu kenapa tidak keluar?” Jiyong memberikan tatapan tajam pada sekretaris abal-abalnya.

“Aniyo Seungri-ah, bagaimana kalau kau membeli makan siang untuk kita, lalu kita bisa makan bersama.” Usul Dara. Wajah Seungri langsung berubah ceria.

“Oke noona-ku. Kau ingin apa? Aku akan membelikan apapun untuk noona favoritku.” Sekarang dia bertingkah seperti anak kecil.

“Apapun. Oh iya, dan kau tidak perlu membayar Seungri. Hanya bilang ini perintah dari Mr. Kwon.” Dara tersenyum lebar pada Seungri, lalu berbalik menatap Jiyong. Memberikan tatapan polos pada pria-nya. “Aigoo, berhenti bersikap keras padanya.” Dara mengecup bibir Jiyong setelah kepergian Seungri.

“Kau tahu betapa aku merindukan ini.” Jiyong memeluk Dara erat.

“Ya Jiyong aku juga. Oh God! Aku suka baumu.” Kata Dara tertawa. Ia menghirup dalam-dalam aroma khas Jiyong. Melingkarkan tangan kecilnya di pinggang Jiyong. Mengusap-ngusapkan hidungnya di dada bidang laki-laki itu.

“Woah, my baby girl being pervert eh?” Jiyong memegangi pundak Dara dan mendorongnya ke belakang agar ia dapat melihat wajah Dara. Tapi gadisnya benar-benar tidak membantu. Dara memberikan tatapan menggoda sambil menggigit bibir bawahnya dengan sensual.
“Dara kau tidak tahu betapa seksinya dirimu saat ini hm?” Bisik Jiyong dengan suara seraknya. Dara menggeleng. Menatapnya dengan tatapan polos.

“Oh girl, aku bisa mengambilmu di sini, cepat, dan keras.” Kata Jiyong lagi. Memperpendek jarak mereka sehingga Dara bisa merasakan nafas Jiyong tepat di bibirnya.

“Than, take me.” Tantang Dara. Jiyong memejamkan matanya sejenak. Menenangkan dirinya, sebelum ia membukanya lagi, dan mencium bibir ranum gadis itu. Mata Dara dengan sendirinya tertutup, dan tangannya tenggelam di rambut pria itu menikmati sensasi yang diberikan Jiyong. Bibirnya bergerak lembut di atas Dara. Mengulum dengan perlahan. Dan dengan sengaja, Jiyong menggigit bibir Dara agar gadis itu memberikan jalan masuk lidahnya menuju mulut Dara. Mengeksplorasi seluruh bagian mulut Dara tanpa ada yang tertinggal. Tangannya bergerak naik turun di punggung Dara. Terdengar suara desahan dari Dara saat Jiyong menghisap dengan keras lidahnya. Mereka tidak akan berhenti, jika udara tidak dibutuhkan untuk bernafas.

Jiyong menatap Dara dengan tatapan sensualnya dan memberikan satu kecupan di bibir yang sekarang bengkak itu. “Aku bisa melakukannya di sini Ms. Park, jika aku tidak ingat Seungri akan kembali.” Dara terkekeh mendengar pengakuan jujur Jiyong.
“Minggu depan, akan ada acara lelang amal yang diadakan oleh Cartier’s Jewelry di Hotel Grand White. Dan aku berencana akan mengundangmu.”

“Oh. Siapa saja yang hadir?”

“Beberapa orang yang mungkin kau kenal selama kau di dunia hiburan. Pengusaha. Semua orang yang gila uang dan popularitas akan ada di sana baby.” Jiyong menyelipkan rambut Dara yang menutupi wajahnya.

“Apakah pacarmu datang?” Jiyong mengangguk. Bibirnya berubah menjadi satu garis tipis. Menandakan dia tidak senang dengan topik ini. “Ah, sayang sekali Mr. Kwon, aku tidak bisa mengganggu kencanmu.” Tambah Dara dengan senyum yang dibuat-buatnya.

“Please, kau tahu betapa aku membenci gadis itu. Tolong jangan hancurkan moodku.”

“Oh, Jiyong aku hanya bercanda.” Dara menepuk dada Jiyong pelan. “Jika kau mengundangku, tidak mungkin kau akan membiarkan aku sendirian di sana kan?”

“Bom noona diundang. Dan kalau kau mau, aku bisa mengundan Chaerin dan Minzy.”

“Tidak ada laki-laki pendamping eh?” Goda Dara lagi. Entah kenapa hari ini Dara sedang ingin menggoda Jiyong.

“Tidak Dara. Jangan bawa laki-laki lain di dalam topik kita. Aku posesiv babe. Aku hanya ingin mengingatkan. Siapa tahu kau lupa?” Jiyong menaikkan sebelah alisnya. Wajahnya masih memasang tampang serius.

“Oke oke Jiyong. Terima kasih. Kau sudah mengundang sahabat-sahabatku.” Dara tersenyum lebar. “Tapi aku tidak punya baju yang akan kupakai. Sudah lama aku tidak menghadiri acara-acara seperti ini.” Wajah Dara berubah panik, ketika mengingat beberapa gaunnya tertinggal di New York, dan beberapa lagi ia serahkan pada manajernya.

“Jangan kuatir sayang. Kita akan berbelanja. Dan kencan.” Jiyong menunjukkan senyum kekanak-kanakannya. Dan Dara, gadis itu merona saat memikirkan dia akan berkencan lagi dengan Jiyong sejak empat tahun berpisah.

“Aku suka berkencan.” Ungkap Dara malu.
Dan seolah Seungri diciptakan untuk mengacaukan moment mereka. Pria itu datang dengan membawa berbagai bungkusan makanan. Seungri melihat ke arah Dara yang masih berada di pangkuan Jiyong. lalu mendecak.

“Aku tidak tahu bahwa kalian sangatlah cheesy. Please, usia kalian tidak lagi 17 tahun.” Seungri menempatkan bungkusan makanan di meja. Jiyong dan Dara bergabung untuk makan siang.

“Aigoo, Seungri-ah, apa kau bertemu dengan Chaerin saat membeli makanan? Apa dia yang membuat mood-mu buruk?” Tanya Dara.

“Gadis itu benar-benar pembawa masalah.” Gerutu Seungri. Oh jadi benar dia bertemu Chaerin tadi? Batin Dara.

“Hey, hati-hati dengan ucapanmu. Kau tahu Seungri, walaupun Chaerin sedikit ‘liar’, well, tapi dia punya banyak penggemar. Jangan sampai kau keduluan dengan yang lain.”

“Dengarkan noona-mu Rat. Chaerin cukup seksi sebenarnya. Berdoa saja, bahwa dia menyukai tikus pembawa sial sepertimu.”

“Aishht. Hyung! Apa kau memberi tahu noona?” Tanya Seungri jengkel. Jiyong menggeleng.

“Tidak Seungri. Semua orang pun tahu betapa kau tergila-gila dengan Chaerin.” Dara menyuapkan daging ke mulutnya. “Tapi sepertinya dia menyukai seseorang seperti Seunghyun.”

“Benarkah? Tapi aku kira dia menyukai Yongbae.” Timpal Jiyong menyeringai.

“Bisakah kalian berhenti menggodaku??!!”

***

“Bommie, kami pergi dulu, oke?” Dara memeluk Bom erat. Sore ini ia berpamitan dengan Bom, karena mulai hari ini ia akan tinggal di penthouse Jiyong. Barang-barangnya sudah diangkut oleh truk pengangkut barang. Dan tebak siapa yang ditugasi Jiyong untuk mengurus kepindahan Dara? Tentu saja sekretaris serba gunanya. Lee Seungri. Poor him.

“Hati-hati Dara.”

“Jangan lupa besok untuk datang ke apartemen Jiyong.” Dara mengingatkan Bom agar hadir di acara makan malam bersama yang lain. Karena mungkin saja Bom mangkir untuk datang karena Seunghyun.

“Tentu, tapi aku hanya akan datang jika Jiyong menjemputku dengan koleksi mobil sportnya.”

“Tidak masalah noona. Aku akan mengirim Seunghyun Hyung untuk menjemputmu.” Jiyong mengedipkan sebelah matanya pada Bom.

“Ya! Baiklah aku tidak akan datang. Bersenang-senanglah sendiri.” Kata Bom marah.

“Bom-ah, please datang oke. Jiyong akan menjemputmu dengan mobil barunya. Audi R8-Coupe bagaimana?” Bujuk Dara. Mobil mewah itu baru datang dua hari yang lalu. Mata Bom berbinar seketika.

“Jiyong jemput aku pakai itu oke?” Bom melompat-lompat kesenangan. Itu adalah mobil yang sama yang digunakan Jamie Dornan di film Fifty Shades Of Grey. Berhubung Bom merupakan fans berat film itu, untuk mengatakan tidak pada tawaran ini sangat tidak mungkin.

Jiyong mendesah. Mobilnya? Audi-nya? Bahkan Jiyong belum sempat menjajal untuk mengelilingi Seoul. “Baiklah.” Apapun asal Dara bahagia. Kata Jiyong dalam hati.

“Baiklah Bommie, aku pergi dulu. Sering-seringlah untuk menelepon.”

“Jadi malam ini kita akan belanja untuk makan malam besok?” Tanya Jiyong saat mereka sudah di dalam mobil. Dara mengangguk dengan antusias.
“Tapi, aku tidak membawa kacamata hitam, hoodie ataupun beanie, kau tahu, untuk menyamar.” Desah Dara kecewa. Bagaimana bisa dia keluar berbelanja bebas dengan ‘pacar’ orang?

“Kau hanya perlu pakai beanie dara, kau sudah hampir tertutupi dengan mantel yang kau kenakan. Jangan khawatirkan aku, aku tidak kehilangan keahlianku soal kencan diam-diam.” Jiyong terkekeh. Ingatannya kembali pada masa lalu saat ia dan Dara sering menghabiskan kencan secara diam-diam di tempat umum tanpa ada yang tahu.

Dan sampailah mereka di mall untuk berberlanja makan malam besok. Dara dengan mantel cokelatnya, rambutnya ia gelung dan memakai beanie, sehingga rambutnya tidak terlihat. Dan Jiyong memakai topi dan kacamata hitam. Dara segera mengambil troli dan memilih bahan-bahan apa yang akan ia beli. Ia mulai mengambil daging sapi, berbagai sayur, apel, jeruk, anggur dan beberapa makanan ringan.

“Menurutmu kita butuh apa lagi Ji?” Tanya Dara pada kekasihnya yang setia berjalan di belakangnya.

“Jagung, Dara. Kau tidak mau Bom Noona mengamuk kan?” Dara menepuk dahinya. Bagaimana dia lupa makanan favorit sahabatnya?

“Oke, lalu apa lagi?” Dara mencoba mengingat-ngingat adakah barang yang tertinggal.

“Kita butuh saus, susu, jus jeruk instan, telur, mentega, roti tawar, selai buah, oh, pencukur rambut, balsam, pasta gigi, sabun, dan oh, boxer.” Kata Jiyong. Dara menatap Jiyong dengan alis yang berkerut. “Oh baby, kita berbelanja untuk satu minggu ke depan Dara.”

Dara mengangguk. Lalu mereka sampai pada rak berbagai ramen. Mata Dara membuka lebar, dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari ramen-ramen itu. “Ramen!” Dara mengambil ramen berbagai rasa, dan memaksa Jiyong mengambil satu troli lagi untuk meletakkan ramen-ramen yang ia beli.

“Dara, kau tidak berencana untuk membeli semua persediaan ramen di mall kan?” Jiyong menatap troli yang sudah penuh terisi ramen.

“Ini untuk persediaan satu minggu Jiyong.”

“Ini cukup untuk satu tahun.”

“Percayalah ini hanya satu minggu.”

“Dara, kita bisa membeli makanan yang lebih sehat dari ini. oke?” Jiyong tersenyum manis pada Dara berharap kekasihnya ini menurut padanya.

“Sireo!”

“Aku tahu kau suka ramen, tapi please baby, mereka tidak sehat untuk badan kecilmu.” Bujuk Jiyong. Dia tidak akan membiarkan kekasihnya membeli ramen sebanyak ini.

“Aku jauh-jauh datang dari New York, pindah ke apartemenmu, dan aku hanya minta ramen kau tidak mau membelikanku!” Dara menghentakkan kakinya di lantai seperti seorang anak kecil yang merajuk. “Kalau kau tidak mau aku akan membeli sendiri, dan aku akan kembali ke apartemenku.” Dara membalikkan badannya dan mendorong ‘troli ramennya’ menjauh dari Jiyong. Jiyong menarik tangan Dara sebelum ia berjalan.

“Oke. Tapi ada syarat untukmu, kau harus berjanji hanya makan ramen satu kali dalam satu hari.” Dara menghela nafas berat sebelum akhirnya mengangguk dan setuju dengan Jiyong. Jiyong mendekat dan mencium kening Dara. Gah, dia sangat mencintai wanita ini yang bahkan lebih mencintai ramen dari pada dirinya sendiri.

***

“WOW! Apartemenmu keren.” Kata Dara saat ia memasuki apartemen, lebih tepatnya penthouse Jiyong. Well, Jiyong tinggal Galleria Foret komplek apartemen paling mahal di Korea Selatan, dan tidak tanggung-tanggung, pria itu memilih lantai paling atas –penthouse sebagai tempat tinggalnya.

“Kau suka?” Jiyong meletakkan belanjaan mereka di dapur. Dara mengikuti di belakangnya.

“Siapa yang tidak suka tinggal di sini Jiyong? Ini luar biasa.” Pekik Dara senang sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

“Well, aku senang jika kau suka. Ini akan jadi rumahmu juga ngomong-ngomong.” Jiyong berbisik di telinga Dara membuat gadis itu merinding. “Ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan padamu, ayo.” Jiyong menuntun Dara menuju lantai dua. Dan sampailah mereka di depan sebuah pintu. Dara menatap Jiyong bingung. Jiyong memberikan kode agar Dara membukanya. Perlahan Dara memutar kenop pintu dan membukanya. Mulut Dara terbuka saat melihat pemandangan di hadapannya.

“J-jiyong.” Dara menutup mulutnya dengan telapak tangannya, menahan suara isakan yang keluar. Di hadapannya adalah sebuah kamar yang penuh dengan foto-foto mereka berdua. Satu foto terbesar yang tertempel di dinding adalah foto mereka saat Jiyong sedang menggendong Dara di padang rumput, dengan Dara menghadap ke arah Jiyong, mereka berdua tertawa. Itu adalah foto favorit Jiyong. Foto itu diambil saat mereka liburan musim panas di Miami. Tapi yang lebih mengejutkan Dara adalah, dekorasi kamar ini sama persis seperti kamar mereka dulu. Hanya ini lebih luas dan cantik tentu saja.

“Kapan kau menyiapkan ini?” Tanya Dara. pipinya sudah basah dengan air mata.

“Pertama kali aku pindah ke sini.” Jiyong melingkarkan lengannya dari belakang ke pinggang Dara dari belakang.

“Sudah dua tahun yang lalu.” Dara berbalik dan memeluk laki-laki itu erat.

“Oh Jiyong! Aku sangat mencintaimu.” Tangisnya.

“Same here babe. I love you too.” Jiyong mencium puncak kepala Dara.
Sandara Park Pindah Profesi Jadi Penulis Drama.

Sandara Park menjadi penulis drama baru Paper Heart yang akan menjadi drama pengganti Kill Me Heal Me di SBC TV. Drama yang dibintangi oleh Krystal Jung dan Minhyuk ‘CN BLUE’ serta beberapa bintang lain seperti Lee Yoo Bi, dan Kim Myung Soo, bercerita tentang seorang mahasiswi Seo Hara yang diperankan oleh Krystal Jung yang memiliki kemampuan melihat kejadian yang akan datang.  Banyak para penggemar yang menantikan drama ini karena selain memilih aktor dan aktris yang sedang naik daun, tapi drama ini ditulis oleh mantan aktris terkenal Sandara Park. Dan para penggemar Sandara Park merayakan kembalinya aktris cantik ini setelah ‘menghilang’ 4 tahun dengan #SandaraParkisBack

“Wow, kau sudah jadi trending topic dunia.” Jiyong melihat ke arah Dara yang baru keluar dari kamar mandi.

“Benarkah?” Dara berjalan ke arah tempat tidur, dengan piyama pink favoritnya. Duduk di samping Jiyong yang sedang sibuk dengan ponselnya.

“Kau yakin tidak ingin kembali menjadi aktris?” Dara menggeleng. Jiyong menatap kekasihnya dengan dalam. Karena Jiyong tahu betapa Dara mencintai profesinya. Sudah dari dulu Dara bermimpi untuk menjadi aktris.

“Hey, aku baik-baik saja Jiyong. Menjadi penulis juga menyenangkan. Dan aku akan punya waktu lebih banyak untuk kau, dan anak-anak kita kelak.” Dara menangkup pipi Jiyong dan tersenyum.

“Kau akan jadi ibu yang hebat nanti.” Jiyong mencium ujung hidung Dara.

“Tapi Ji, pada drama ini, aku akan ikut melihat syuting. Pihak produksi memberikan tawaran, dan aku tidak bisa menolak. Tidak masalah kan jika aku ikut melihat proses syuting?”

“Tidak Dara. Asal kau tidak membuat lelah badan kecilmu ini.”

“Gomawo.” Dara mengecup bibir Jiyong, dan laki-laki itu menyeringai melihat tingkah menggemaskan gadis di hadapannya.

“Oh Dara, kau sudah berani sekarang eh? Kau tahu mungkin Bom Noona benar, bahwa kita lupa cara melakukan ‘itu’? Ayo kita buktikan bagaimana?” Goda Jiyong sambil menaik-turunkan alisnya.

***

Jamie Dornan : Aktor utama di film Fifty Shades Of Grey
Fifty Shades Of Grey : Film erotika yang berisi adegan seks dan BDSM.

Ehm? Maaf karna updatenya lama. Baru selesei Try Out, UAS sama US. Udah aku panjangin chapter ini. masih kurang panjangkah? MY FEELING SAID THAT THIS CHAPTER WAS BORED. So, im sorry reader. Bakal aku usahain buat update cepet. Dan nggak MEMBOSANKAN kaya part ini. maaf. Komentarnya jangan lupa appler?

TBC

<< Back | Next >>

Advertisements

57 thoughts on “Behind The Scene >> Take #8

  1. Wahhhh….moment daragonnya manis walaupun baru sedikit
    Semoga aja si krystal gak ganggu mereka
    Syukur2 si krystal kecantol cwo lain jadi dara bisa miliki jiyong untuk selamanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s