MOBSTER FOR RENT : RENT 36 – AFTER THE STORM

Story by : huntress
Link : asianfanfics.com
Indo trans : JJ_arba_TOP

1

2

TOP POV

“Apa dia akan baik-baik saja?”

Itu mungkin ke-48 juta kalinya Boss menanyakan pertanyaan itu. Balasanku muncul seketika karena mulutku sudah pada mode autopilot, “Ya Boss.”

“Apa dia akan baik-baik saja?”

“Ya Boss.”

Jiyong membelai kening Dara dengan tangannya yang diperban dan menatapnya lekat-lekat. Dia menerima begitu banyak pukulan dari anggota Alliance sialan itu namun dia terlihat tidak sadar denhgan cideranya dan lebi fokus pada Dara. Dia bertingkah seperti maniak psikopat selama 3 jam Dara tertidur.

Ya, Dara hanya sedang tertidur dan sekarang ini berada di salah satu fasilitas medis Triad miliknya. Para dokter sudah meyakinkannya bahwa kondisi vital Dara stabil dan dia hannya butuh istirahat. Aku tak yakin menghapa dia bertingkah seperti para dokter itu pembohong besar dan aku lah yang palinng dapat dipercaya mengenai kondisi Dara. *menghela nafas

Setelah ini, Dara tidak akan bisa berjalan di muka bumi ini tanpa sepasukan penjaga, kubilang. Aku sudah bisa membayangkan penjaganya melakukan tugas dan menyisir setiap area untuk mencari bom setiap kali dia ingin pergi ke suatu tempat. Sejujurnya aku menanti pertarungan besar menakjubkan antara mereka berdua ketika boss kami menyampaikan berita itu padanya, kekekeke.

Meski aku mengerti tindakannya itu. Stelah melihat Dara dalam peti mati, aku yakin boss kami telah berada pada badai emosional. Jung Ilwoo itu benar-benar mempermainkan pikiran boss dengan lihai, menghancurkannya dengan pemandangan yang tak diragukan lagi membuatnya tersiksa.

“Dia terlihat sangat pucat. Apa dia akan baik-baik saja?”

OMG, aku benar-benar bisa kehilangan kewarasanku!

“Ya boss”, gumamku sambil cemberut.

Tiba-tiba, pintu terbuka dan Daddy Youngbae masuk. Aku memberinya pandangan paling menyedihkan yang aku bisa.

Keluarkan aku dari sini, Daddy Youngbae!

“Boss, Dragon Head memanggil untuk pertemuan penting di Hung Gates”, katanya.

“Aku tidak akan meninggalkan Dara”, balas Jiyong tegas.

“Dragon Head telah emmperkirakannya tapi tangan kananmu harus hadir untuk mewakilimu. Hampir semua anggota Triad sudah berkumpul.”

Thank heavens for Daddy Youngbae!!!

“Okay. Hyung, datanglah untuk mewakiliku”, boss bilang tanpa melirik ke arah kami.

“YES BOSS!”, jawabku cepat.

Segera setelah kami di luar dan jauh dari pendengarannya, aku melompat ke punggung Daddy Youngbae dan melingkarkan tangan dan lenganku di torso atasnya.

“MY HERO!!”, teriakku.

“HYUNG!!!!”

_________________________________________________________

 

TOP POV

Kami berada di sebuah tempat seperti teater Roma, dengan tempat duduk stadium-style melingkar. Kami menyebut tempat in iHung Gates dan disini dimana acara-acara Triad banyak digelar.

Pertama kali aku disini adalah saat kenaikan pangkat kami dari Blue Lanterns ke 49ers. Setiap kali Jiyong naik ke jabatan Triad yang lebih tinggi,  kami berkumpul bersama disini dengan anggota Triad lainnya untuk melakuukan upacara tradisional dari promosi jabatan. Hung Gatesadalah tempat yang berarti bagi anggota Triad karena banyak memori kami disini.

Ketika Dragon Head berada di platform, gumaman-gumaman terdiam dan keheninan meliputi tempat ini. Matanya menyapu seluruh area sebelum dia mulai bicara.

“Aku telah mengumumkan bahwa descendant Klan Hung sebelumnya meninggal dan descendantyang baru adalah Choi Sulli…”, dia berhenti dan ekspresi kecut melintas di wajahnya.

“Yang sebenarnya adalah… kita tidak punya seorangdescendantbaru. Garis keturnan Klan Hung telah terhenti.”

WHOAHHH!!!!!!!!!!!!! What the hell?!

Kumpulan bisikan dari anggota Triad mengisi ruangan itu saat rasa terkejut meliputi kami. Daesung dan Seungri sudah merencanakan sesuatu untuk membalas perlakuan Sulli pada mereka selama ini. Ketika Dragon Head bicara lagi, kami seketika menutup mulut kami dan fokus pada kata-katanya.

“Sulli adalah yang menemukan descendantsebelumnya ketika salah satu gangster lokal memberitahunya tentang laki-laki yang dia temui di tempat BlueFire dan dalam keadaan sakit. Katanya laki-laki itu sekarat dan terus bergumam tentang Triads, yang dia pikir hanya hasil imajinasinya saja.Tapi Sulli berpikir sebaliknya dan memutuskan untuk mengunjungi laki-laki itu dan menemaninya ke fasilitas medis Triad. Dan ternyata, laki-laki itu benar-benar descendant yang hilang.”

“Sayangnya, descendantitu meninggal sebelum dia mampu mengumumkan siapa pewarisnya. Dia juga tidak punya keluarga untuk meneruskan garis descendant Klan Hung. Tapi Sulli, yang menemukan descendant itu, memberitahuku jika dia ingin mengklaim keinginannya. Keinginannya adalah untuk menjadi descendantbaru dengan Deputy Mountain Master sebagai Protector-nya. Aku tidak mengumumkan jika dialah yang menemukan descendant itu karena akan membuat semua jadi rumit.”

Wow. Kepalaku seperti meledak karena terlalu banyak informasi. Aku melihat ke DaddyYoungbae dan cemberut tapi dia hanya mendelikkan matanya ke arahku.

“Tapi kejadian baru-baru ini yaitu serangan New World Alliance membuatnya memikirkan kembali keputusan itu. Kita semua tahu bahwa sekali keinginan telah diklaim, itu tidak bisa dibatalkan. Tapi untuk kasus ini, aku akan memberi pengecualian. Tapi masalah ini bukan sepenuhnya tanggung jawabku, tapi milik kalian juga. Kita adalah saudara yang dipersatukan sumpah dan permintaan Sulli akan sangat mempengaruhi kita karena kita akan kehilangan descendant – perwakilan dari Klan Hung salah satu pendiri Triad. Untuk alasan ini, aku ingin bertanya pada kalian jika kita semua setuju untuk membatalkan keinginan Sulli. Berdirilah jika kalian setuju”

Damn, aku seketika itu juga berdiri! Tentu saja kami semua setuju! Sulli has been nothing but a pain in the ass sejak dia mengklaim posisi descendant!Mempunyai kekuasaan dan kekayaan tidak cocok untuknya, itu malah semakin merusak kepribadiannya.

“jadi sudah diputuskan. Sulli sekarang telah dibebaskan dari posisidescendantdan Triad tidak punya descendantKlan Hung Clan mulai hari ini”, DragonHead mengumumkan.

WHOOHOOO!!! Ini juga berarti satu hal, boss sekarang terbebas dari posisi Protector!

________________________________________________

GD tidak mengalihkan pandangannya dari dia. Dia duduk di kursi, tangannya menggenggam tangan Dara sambil mengusap wajahnya sesekali.  Dia hampir kehilangannya dan hanya memikirkan itu saja membawa luka tajam di dadanya lagi. Sangat menyakitkan untuk ditahan ketika menginngat pemandangan Dara yang ada di dalam peti mati. Dan ketika dia menyadari Dara memperdayanya agar bisa menyelamatkan nyawanya, tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan neraka yang dia rasakan saat itu.

Dara tergerak dari tidurnya dan GD langsung siaga. Dia menahan nafasnya saat kelopak mata Dara perlahan membuka. Dara berkedip pelan beberapa kali sebelum fokus meliihatnya.

“Hey you”, katanya sambil meremas tangan GD. GD mearik nafas cepat, masih tidak percaya jika Dara hampir kehilangan nyawanya beberapa jam lalu.

“Hey you”,balasnya serak, wajahnya masih diliputi kekhawatiran. Ekspresinya perlahan melembut ketika Dara tersenyum padanya, meyakinkannya bahwa Dara baik-baik saja.

Dara duduk meski GD protes. GD duduk di tempat tidur dan memeluk Dara.

“Mmmhhhmmm”, gumam Dara sambil bergelung ke tubuh GD, menghirup aroma tubuhnya yang familiar. Dia melihat cincin pasangan yang dipakai GD dan menyentuh dengan jarinya.

“Milikku”, kata GD dan menangkap tangannya dan meletakkannya di dada.

“Milikmu”, Dara tertawa.

“Bagaimana perasaanmu?”, tanya GD.

“Aku butuh ciuman”, dia mendongakkan wajahnya dan dengan bercanda mengerucutkan bibirnya. GD tertawa pelan dan memberinya ciuman cepat sebelum menanyakan keadaannya lagi.

“Sedikit pusing tapi aku baik-baik saja”, dia berhenti sejenak ketika melihat keadaan GD. Dia diperban hampir di seluruh tubuhnya.

“Oh my God, kamu terluka di bagian mana?”, tanyanya cemas sambil memeriksa memar GD.

“Dara…”

“Apa kamu baik-baik saja?!”, Dara menangkup wajah GD dan melihat goresan-goresan di dahinya. Dara mulai panik.

“Dara…”

“Kamu harus dibawa ke-…”

“Calm down, babe”, GD menenangkannya sambil menghujani wajah Dara dengan ciuman. Dia memeluk Dara erat, memejamkan matanya beberapa detik dan menikmati keberadaannya.

“Kau bohong padaku. Kau bilang penawarnya ada di sakumu,” dia menarik diri dan mengunci tatapannya pada Dara, matanya menampilkan rasa sakit yang melandanya.

“Aku harus melakukannya. Aku tahu Ilwoo akan menggunakanku untuk melawanmu. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu,” mata Dara berkaca-kaca saat pengalaman mengerikan itu menyerbu pikirannya. Dia mengalungkan tangannya ke leher GD dengan erat dan membenamkan wajahnya di dada GD.

“Jangan pernah lakukan itu lagi. Aku lebih baik mati, Dara. Kamu hidupku. Jika sesuatu terjadi padamu, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan,” dadanya terasa berat.

Pembicaraan mereka terhenti saat seseorang berdehem di pintu. Mereka tidak menyadari YG berdiri disana.

“Aku punya sesuatu yang ingin kusampaikan pada kalian berdua,” mulainya. Dia duduk di kursi dan mulai memberitahu mereka tentang pengumumannya beberapa saat lalu di Hung Gates. Dia juga memberitahu mereka bahwa organisasi Yakuza dan Mafia organizations sukses membasmi anggota Alliance seperti yang sudah ditugaskan. The New World Alliance sudah benar-benar musnah.

“Kau sekarang bebas dari posisi Protector -mu, Jiyong”, katanya di akhir. Kedua pasangan it menghela nafas lega saat mendengar berita baik itu.

Dara masih bersembunyi di GD ketika YG memuji apa yang telah dia lakukan.

“Miss Park, kau menunjukkan keberanian yang sangat mengagumkan”, komentarnya.

“aku tidak berani. Aku sangat ketakutan saat itu”, katanya pelan.

“Keberanian bukan hanya tidak adanya rasa takut, Miss Park. Dan kekuatan bukan tentang tidak adanya air mata. Aku sudah mengawasimu sejak malam ketika aku memintamu untuk bergabung di acara makan malam gangster itu. Aku bahkan menyaksikan bagaimana kau menahan dirimu ketika aku mengumumkan Sulli sebagai descendant. Your resilience is extraordinary”, dia tersenyum hangat pada Dara.

“mengapa dia ingin menjadi descendant Triad yang baru?”, tanya Dara penasaran.

“Sebenarnya, dia berpikir antara menikah dengan Jiyong atau menjadi descendant yang baru.”

Dara terkesiap dan meremas tangan GD saat mendengar kabar itu.

Sulli ingin Jiyong menikahinya?! Dadanya sesak menyakitkan mendengar itu.

“Pada akhirnya, dia memutuskan untuk menjadi descendant yang baru dan memiliki Jiyong sebagai Protectornya. Mungkin dia tahu jika dia memaksa Jiyong menikahinya, Jiyong akan menelantarkannya atau mengacuhkannya jadi dia memilih pilihan dimana Jiyong tidak bisa menolak tapi diahruskan untuk berada di sampingnya selalu.”

“Bgaimana kau tahu tentang penawarnya, paman?”, tanya GD, sengaja mengalihkan pembicaraan.

“ketika aku mendengar rekaman pembicaraanmu dengan leader Alliance tentang obat spesial yang berbahaya, aku ingat tentang obat yang hilang ketika kami mengembangkannya di fasilitas penelitian kita di sekitar sesort pemandian air panas. Dokumentasi penelitian dan 2 hasil penelitian hilang – obat itu untuk membuat tubuh dalam keadaan koma tapi obat itu belum sempurna jadi orang itu akan mati jika tidak segera diberi penawar pada waktu yang telah ada. Aku melakukan sesuatu apalagi setelah membaca undangan pemakaman Sandara Park.”

Pegangan GD di bahu Dara mengencang saat mendengar undangan pemakaman itu.

That fcking bastard is really a psycho! Dia bahkan meinta anggota Alliance untuk memakai jas pemakaman!

“Jika perkiraanku tentang obat itu salah, kamu bisa mati Miss Park”, YG tanpa peduli memberitahunya, membuat Dara bergidik ngeri.

“PAMAN!”, GD meraung marah. Dia tidak ingin mendengar tentang pengalaman Dara yang hampir mati lagi.

“Oh! Jadi itu alasan mengapa aku melihat Il Woo di resort pemandian air panas hot spring resort saat liburan akhior pekan kita! Dia kesana untuk mencuri obat itu!” Dara tiba-tiba menceletuk.

“Wait, what?! Kau tahu si bajingan itu sebelumnya?!”, mata GD melebar penuh amarah dan bahkan di hadapan Dragon Head, mereka berdua mulai bertengkar.

YG tertawa pelan dan melihat pasangan di hadapannya itu sambil menggelengkan kepalanya kagum.

“Kalian berdua mendapatkna restuku, Jiyong”, dia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu.

GD langsung berhentio bicara dan melihat ke arah YG dengan alis mengkerut. Saat dia akhirnya menyadari apa maksud kata-kata pamannya dia tersenyum lebar.

“Terima kasih, Paman”

“Tunggu, Mr. Yang”, Dara memanggil.

YG berhenti di pintu dan berbalik.

“kau bisa dengan mudah membujuk Sulli untuk merubah keinginannya tapi kau dengan mudahnya menyetujui keinginan Sulli untuk menjadi descendant. Apa kau melakuakn itu untuk mengujiku?” tanyanya.

Alis YG terangkat dengan ketertarikan, “Mungkin ya, mungkin tidak.” Lalu dia meninggalkan mereka berdua.

Wajah Dara cemberut. Dia lalu berbalik ke arah GD.

“Itu mengalir di keluarga kalian kan?”, gumamnya.

“Apanya?”, GD bertanya sambil menahan senyum.

“JERKINESS!”

___________________________________________________

SANDARA POV

Tingkah lakunya perlahan membuatku gila!

Ini sudah dua hari sejak kejadian itu dan dia masih memperlakukanku seperti aku kan mati jika aku tidak berada dalam pengawasannya. Daftar Yang Tidak Boleh Dilakukan milikku semakin panjang dan lebih panjang lagi setiap menitnya dan itu benar-benar membuatku kesal!

“Aku ingin berangkat kerja!”, teriakku.

“Tidak”, balasnya singkat.

WAHH! This jerk!!! Dia bahkan meminta Bom untuk menuliskan permintaan cutiku dan tidak membiarkanku hilang dari pandangannya! Aku telah tinggal disini di tempatnya selama beberapa hari dan para dokter telah rutin memeriksaku dan meskipun mereka telah meyakinkan Jiyong bahwa aku baik-baik saja.

My God! He’s unbelievable! Ya, aku hampir saja mati tapi semuanya baik-baik saja saat ini Dragon Head telah memastikan  NewWorld Alliance dibasmi. Aku ingin kembali ke kehidupan normalku jadi aku bisa membuang semua pengalaman mengerikan itu dan melangkah ke depan. Itu yang ingin kulakukan tapi dia tidak mau mendengarkannya!

Jiyong bertindak seperti seseorang yang mengalami stress pasca trauma. Aku mencoba mengonfrontasinya tapi dia tidak mau membicarakan tentang Ilwoo dan tentang apa yang terjadi malam itu. Dia menjadi kaku tiap aku menyinggung hal itu.

Baru kemarin, dia membuat keributan karena keusilan yang aku lakukan. Aku sangat bosan jadi aku bersembunyi di lemari saat dia di ruang makan bicara dngan anak buahnya. Saat dia masuk ke kamar dan memanggil namaku, aku tidak membalas. Panik dalam suaranya harusnya jadi tanda buatku untuk keluar dari tempat persembunyianku tapi kupikir akan lucu jika aku sedikit memperlamanya.

Saat dia mencari di kamar mandi dan tidak menemukanku, he went NUCLEAR. Aku tidak bercanda! Saat aku melompat keluar dari lemari dan berlari ke arahnya, dia telah mengumpulkan anak buahnya, senjata mereka telah siaga untuk menghancurkan seluruh kota!

Holy crap, it was so awkward!

Jika aku benar-benar meninggalkannya tanpa memberitahunya kemana aku pergi, aku bertaruh unitnya akan menyebar ke seluruh kota dan anjing pelacak akan disebar. Aku tidak membohongimu. Okay yeah, aku sedikt melebih-lebihkan sih.

Jika dia mengalami episode kegilaan lagi. Aku bersumpah aku bisa mati karena rasa malu.

Ini harus dihentikan. Aku tidak mau sisa hidupku seperti ini.

Aku menghentakkan kakiku dan duduk di tepi tempat tidurnya.

“Babe..”, dia duduk di sampingku dan aku melengos. Dia lalu merubah posisinya, duduk di belakangku dan mendudukkanku di pangkuannya. Dia lalu melingkarkan lengannya di pinggangku, dadanya berada di belakangku dan dagunya diletakkan di bahuku. Aku bisa merasakan kekesalanku mulai memudar. Ugh! Dia selalu menggunakan taktik ini!

“Beritahu apa yang kau inginkan”, bisiknya di telingaku membuatku merinding. Gah!!

“aku akan memberikan apapun yang kau inginkan, babe. Cukup berhenti nmenghilang dari pandanganku. Kau masih harus beristirahat setelah apa yang terjadi”, aku hampir melonjak ketika dia menggigiti telingaku tapi lengannya menahanku lepas dari dekapannya.

“Jiyong…”, aku menghela nafas dan meliriknya. “I’m fine. Kamulah yang tidak”

“aku akan baik-baik saja jika kau ada di dekatku. Bersabarlah dengku babe,mmmhhhmmm?”, dia mencium leherku pelan.

Aku berbalik dan duduk menghadapinya lalu meletakkan tanganku di dadanya, mata kami terkunci. Dia harus berhenti melakukan ini agar kami mempunyai kesepakatan yang sesuai.

“Ji, meski aku disini, tidak akan ada yang berubah darimu. Ini seperti kau ingin mengunciku disini untuk memastikan aku aman. Kita harus membicarankan apa yang mengganggumu”

Dia menelan ludah dan berpaling dariku, dagunya mengeras. Saat dia mmemandangku, wajahnya menegang dan dia membuka mulutnya untuk bicara tapi memutuskan untuk membatalkannya. Sebaliknya, dia mempererat pelukannya dan membenamkan wajahnya di bahuku.

“Jiyong, come on. Mari kita bicarakan ini”, aku dengan lembut membelai punggungnya untuk menenangkannya.

Dia menggelengkan kepala, wajahnya masih terbenam di bahuku, menyembunyikan matanya dariku. Aku menarik nafas berat dan menatap kosong ke atap.

“aku juga berpikir akan mati malam itu, Jiyong”, kataku hati-hati. Dia menarik diri dan menatapkuu terluka.

“STOP IT! Don’t say that!”, dadanya terengah naik-turun, jarinya mencengkeram lenganku.

“tapi aku tidak mati. Dan itu  membuatku sadar bahwa-“

“No…no…Stop. aku tidak mau membicarakan tentang malam itu”

“Tapi kita harus melakukannya, Ji”

“A-Aku tidak bisa”, dia menundukkann kepalannya. “Aku tidak bisa,” ulangnya.

“Jiyong..”

“Babe, aku sudah membuat sub-unit unutk selalu mengikutimu kemana saja. Kau harus dijaga sepanjang waktu. Jangan membantahku kali inni. Kumohon.”

“Tidak, Ji-”

“aku berencana bertemu dengan seluruh official Triad jadi aku bisa yakin jika Seouul aman untukmmu dan aku akan-“

“JIYONG! Ini  gila!”

“AKU HAMPIR KEHILANGANMU!”, teriaknya sambil mengguncangku. Matanya dipenuhi perasaan yang selama ini dipendamnya.

“Sialann, Dara. Melihatmu di peti mati… itu pengalaman paling menakutkan sepanjang hidupkuu. Aku tidak mau mengalamminya lagi. Aku… aku tidak sanggup,”

“Aku mengerti. Tapi kau tidak bisa membuatku seprti tahanan. Jika waktuku untuk mati, apapun usahamu untuk menahannya aku akan tetap mati. Ya, aku akan berusaha keras untuk berhati-jhati mulai sekarang tapi aku menolak untuk diliputi ketakutan dan dijaga pasukanmu 24/7. Ayo move on dan menjadi seperti kita yang dulu, kita berdua bisa melakukannya”

“lihat kita berdua. Kita tidak bahagiaaku ingin kita yang dulu, Jiyong”

“pikiranku tidak akan tenang jika kau tak ada di pengawasanku”, katanya lemah.

“kau akan bertahan”, aku tersenyum  padanya dan memberinya kecupan keras di bibirnya. Aku tahu aku telah memenangkann perdebatan ini melihat bahunya yang terkulai itu.

“I hate you”, gumamnya cemberut.

OMOOO!!! The mobster, G-DRAGON, is pouting?! My gosh, what is air?! Aku tidak bisa bernafas!Dia terlihat sangat lucu!! KYAAAHH!!!

Aku menatapnya beberapa saat,terpukau.

“apa?”, tanyanya.

“Pout again, Ji”, aku menatapnya memohon.

“No”

“Jiyooonnnngggg!!!”

 

_______________________________________________________________

 

 

TOP POV

Dara menghela nafas berat saat dia melihatku bersandar di pohon dekat gedung kantornya.

“aku malaikat penjagamu hari ini”, kataku.

“Aku benar-benar minta maaf, TOP. Aku sudah meminta Jiyong berulang kali untuk tidak mengganggu salah satu dari kalian untuk menjagaku setiap dia tidak bersamaku,” katanya.

“It’s okay. Sejujurnya aku kagum bahwa kamu berhasil meyakinkannya untuk mengurangi jumlah penjagamu menjadi hanya satu saja. Dia benar-benar membentuk sub-unit diantara kami untuk memastikan bahwa kau diikuti 24/7”

Dara mulai berjalan sambil menggelengkan kepalanya pusing, “aku akan mencoba untuk bicara dengannya lagi.”

Kami berjalan dalam keheningan saat kami menuju restauran karena ini waktu istirahat makan siangnya.

Tiba-tiba tubuhku membeku saat secara insting aku merasakan seseorang mengikuti kami. Aku memeriksa keadaan sekitar dan menggunakan bayangan yang terpantul dari toko terdekat untuk mengecek keadaan. Aku memutar mataku frustasi saat akhirnya mengenali siapa dia.

“Duduklah dulu, aku akan segera bergabung denganmu,” kataku pada Dara dan membalikkan langkahku ke arah Seungri, yang mencoba meloloskan diri dari taringku. Aku menjewer telinganya segera setelah aku mendapatkannya di tanganku.

“ADUH! Hyung!”, erangnya.

“Mengapa kau mengikuti kami?” tanyaku sambil menarik telinganya dan berjalan ke restauran. Aku memberi senyuman pada Dara ketika alisnya mengerut ke arah kami.

“Aku hanya ingin bergabung dengan kalian berdua untuk makan siang! Boss masih sibuk mengurusi beberapa hal dan aku bosan!” alasannya. Aku akhirnya melepaskan telinganya dan memandangnya curiga.

“Lalu mengapa kau tidak langsung menampakkan dirimu saja ketimbang menguntit kami seperti kau punya niat terselubung?” tanyaku.

Dia memainkan jaringa dengan guggup dan langsung memasukkan ponselnya ke kantong. Aku hampir memiting lehernya untuk membuatnya bicara tapi itu tidak perlu karena jawabannya muncul etelah itu.

Adku merasakan aura hitam milik ‘nya’ sesaat sebelum dia masuk ke restauran.

“Teletubby!”, suara menjengkelkannya membelah kesadaranku seperti kuku jari yang menggores papan tulis.

Aku mengirim pandangan membunuh pada Seungri. Dia mengatur ini semua! Dia tahu aku selalu mencoba menghindar dari Miss Piglet tiap kali aku mendapat giliran menjaga Dara! Tidak ada yang lebih kuinginkan saat ini daripada menyeret Seungri ke suatu tempat dan menguburnya.

“Thanks Seungri”, kata Bom.

“bagaimana kalian saling kenal?”, tanyaku.

“Errr… Dia bicara padaku sebelum aku mengantar Dara noona ke kantornya. Dia tahu kita bekerja di…. Perusahaan Keamanan yang sama,” jelas si tikus itu.

“aku juga bertemu Youngbae dan Daesung. Sungguh, Jiyong sangat protektif pada Dara,

eh? Dia bahkan meminta kalian untuk menjaganya. Memangnya ada apa sih?”, tanya Bom sambil menarik Dara mendekat padanya. Dara melihat ke arah lain, mungkin merasa Bom mulai curiga dengan semua ini.

“Apa terjadi sesuatu hingga Jiyong memintaku untuk mengajukan ijin liburmu?” lanjutnya.

Seungri hampir mau menjawabnya tapi aku buru-buru menghentikannya, menyuruhnya diam. Aku tidak mempercayainya untuk menjawab pertanyaan Bom karena maknae kami itu terkenal dengan usahanya yang justru selalu membuat masalah lebih keruh. Yang dia butuhkan hanya membuka mulutnya dan semua akan tersedot, meledak, terbakar habis… kau tahu maksudku lah.

“Tidak ada. Dia hanya berjaga-jaga. By the way, mengapa kau disini? Kamu menguntitku?” kataku berusaha mengalihkan pembicaraan sambil membunuh Seungri dengan pelototanku.

Miss Piglet cemberut dan menatapku, “Kau menghindariku! Kau tidak menjawab teleponku dan membalas pesanku!”

HUH??????? Alisku hampir mengenai atap. Seungri dan Dara memberi kami pendangan menggoda.

Sebelum aku membuka mulutku untuk bereaksi, Miss Piglet telah menarikku ke sebuah meja dan membuatku duduk di sampingnya. Seungri seperti orang gila langsung mengirimi pesan pada seseorang saat dia duduk di depanku, di samping Dara.

Aku merasa terjebak di dunia tak nyata saat Miss Piglet melanjutkan dramanya sambil kami makan siang. Youngbae dan Daesung memasuki restauran beberapa menit kemudian dan aku langsung tahu itu pekerjaan Seungri. Mereka semua tersenyum lebar padaku, sepertinya menikmati rasa tersiksa yang tampak jelas di wajahku. Mereka duduk di meja kami dan menyapa Bom sambil memberiku senyuman menakutkan.

Aku mengerang dan menutupi mukaku dengan telapak tangan, mengutuk Seungri tiada henti. Aku mengangkat wajahku dan menatap Seungri sambil berusaha mengirimkan ancaman pembunuhan padanya dengan telepati.

‘Aku akan membakar pantatmu, you fcking bastard’’ ucapku dalam hati.

“Kamu bisa lari. Tapi aku akan menangkapmu. Kamu akan mati,” gumamku cukup keras untuk Seungri mendengarnya kalau-kalau telepatiku tidak bekerja.

Seungri bergidik dan menggelantungkan tangannya di lengan Dara tapi tidak ada seorang pun yang bisa menyelamatkannya dari pembunuhan brutal yang akan menimpanya nanti setelah kami keluar dari sini.

Miss Piglet memukulku pelan untuk menarik perhatianku. “Stop embuli Seungri. Aku memintanya untuk mengirimiku pesan dimana kamu berada karena dia tahu aku menyukaimu.”

Aku hampir mendapatkan serangan jantung. Aku sangat yakin sebagian besar sel otakku tiba-tiba meledak.

“A-APA?!” mataku melotot shock saat aku menatapnya dengan pandangan ketakutan.

Ia dengan acuh mengangkat bahunya dan menggembungkan pipinya, tersenyum padaku dengan licik. GAHH!!! Aku melihat ke arah mereka semua yang menunduk, terlihat sedang konsentrasi pada makanan mereka yang ada di meja sambil tersenyum seperti maniak gila. Mereka terlihat menyeramkan! Para saudaraku sudah mengalami penurunan dari mahluk berintelegensi tinggi menjadi monyet.

Aku mendorong kursiku sejauh mungkin darinya dan mulai bicara ngawur.  “P-Park Bom. Uh…Kau tahu..uh…Aku…uh…”

Dia dengan lugu menayunkan bulu matanya dan menarik kursinya mendekatiku, menyadarkan wajahnya ke dekat wajahku! OTTOKAE!

“Mmmhmmm?”, gumamnya.

“Aku..uh..Well..”

Wajahnya semakin mendekati wajahku dan aku tersentak mundur. Dia mengerucutkan bibirnya dan aku terkesiap shock!

“Apa kau mendapatkannya?”, katanya tiba-tiba menghentikan tindakannya dan bertanya.

“Iya, noona!”, aku mendengar Seungri menjawab.

“Bagus. Kirimkan padaku”, Bom meluruskan duduknya dan mengambil ponselnya. Lalu dia menerima pesan dan membukanya.

“Wajah shockmu benar-benar lucu”, katanya menunjukkan video thesuper flabbergasted ME yang terjadi barusan.

“Tunggu…jadi kau hanya mengerjaiku?”

“P-Park Bom…Uh…Kau tahu…Uh”, ejeknya menirukanku dan raungan tawa terdengar di meja kami.

Aku tak percaya ini! Dia menghancurkanku!

Dengan marah aku menatap tiga monyet di meja kami.

“Kalian semua, kita akan bicara nanti”, kataku sambil menggertakkan gigi.

Translate : Bawa bokong menyedihkan kalian ke markas dimana aku bisa menghajar kalian sampai mati.

“Aigoooo, Teletubby. Kau sangat lucu saat malu. Kau terlihat sangat…tidak berpengalaman”, tambahnya dan mengedip padaku.

WHAT THE FCKING HELL DOES SHE MEAN BY THAT?!

Saat dia berdiri untuk ke belakang bersama Dara, aku mencoba menarik pistolku keluar tapi Daddy Youngbae melaju ke arahku dan mendorongku duduk di kursiku.

“jangan hentikan aku. Aku harus membunuhnya”, kataku tapi dia tak melepaskanku.

“I’m serious man, dia harus mati”, aku mau mengambil pisau di bootsku dan melemparkannya ke arah wanita itu tapi Daesung ikut-ikutan menghentikanku.

“TOP”, Bom memanggil saat dia berjalan ke arah kami dengan Dara yang mengikutinya di belakang. Ya, datang kemari Miss Piglet. Ini akan mempercepat kematianmu.

Yang membuatku terkejut, dia meletakkan tangannya dengan lembut ke bahuku dan matanya menatap kami berempat.

“Aku tak yakin siapa kalian sebenarnya tapi karna Dara bahagia dengan Jiyong, aku akan berpura-pura buta dan menutup mulutku. Dia seperti adik bagiku. Aku hanya ingin yakin kalau Dara aman. Aku benar-benar cemas karena kalian terlihat selalu menjaganya sepanjang waktu,” katanya.

Youngbae, Daesung dan Seungri mengalihkan pandangan dengan rasa bersalah. Aku menghela nafas, niatku untuk membuhnya terlupakan sudah. Aku berdiri dari kursiku dan menghadap ke arahnya.

“Dara punya penggemar rahasia gila sebelumnya dan kau tahu bagaimana boss kami itu. Jangan cemas, keamanan Dara adalah prioritas kami,” yakinku padanya.

Kelegaan terpancar di wajahnya dan dia tersenyum, “ Senang mendengarnya.”

Aku menggaruk kepalaku saat dia berbalik dan berjalan ke arah Dara.

Relief flooded her face as she smiled, “That’s good to hear”

“Park Bom”, panggilku. Dia berbalik dan menatapku bertanya.

“Dara beruntung mempunyai sahabat sepertimu,” kataku dengan serius.

Dia tersenyum malu dan menggangguk. Sebelum aku menyadarinya, sebuah senyuman tersungging di bibirku juga.

_______________________________________________________

SANDARA POV

Aku menatap cincin pasangan yang dipakai Jiyong dan cemberut. Kami masih belum melakukan itu! WAAAAHH!

Sungguh, apa ada yang salah denganku? Apa dia tidak ada rasa tertarik denganku?

Kami ada di apartemenku dan dia sedang menikmati melihat Kung Pao mempermalukan diri sendiri dengan berlari kesana kemari. Aku merajuk di kursi sebelahnya, merasa disingkirkan.

Aku menghela nafas dan melihatnya dia hanya menaikkan alisnya dengan usil.

“Apa?” tanyanya acuh.

“Apa?” balasku.

“Aku bisa merasakan kau ingin menanyakan sesuatu”

“I can sense you want to ask me something”

“Uh..tidak..bukan apa-apa”, gumamku.

Dia hanya manaikkan  bahunya sambil tersenyum seolah dia tahu apa yang ada di pikiranku, membuatku mengernyit. Dia pergi ke dapur untuk mengambil botol beer dan mengambil beberapa kertas dari tasnya. Dia duduk di sampingku, menaruh beberapa dokumen Triad di pangkuannya sambil menarikku mendekat dengan tangan.

Dia melihat dokumen-dokumen itu dengan serius dan meminum beer dari botolnya. Aku menatap bibirnya yang lembab saat dia mengerutkan alis saat membaca dokumennya, botol beer berada sangat dekat dengan bibirnya. Dia kemudian menggigit bibir bawahnya, membuatku menelan ludah.

GAAHHH!!! He is so effing hot and gorgeous and sexy and…yummy!

Dia memiringkan kepalanya, masih fokus pada dokumennya dan menggigit bibir bawahnya dengan seksi. God, aku ingin menggigiti bibirnya itu! Hormonku menggila saat aku melihat mulutnya yang sedikit terbuka itu. Aku benar-benar sangat amat ingin melahapnya saat ini. GAAHHH!!! Apa yang baru saja kukatakan?!

Dia menenggakbeer-nya lagi dan menjilat bibirnya sebelum menggigitnya lagi, membuatku mengerang. Bagaimana dia terlihat selalu seksi dengan semua yang dia lakukan itu?!

Jiyong melirikku dan memberiku senyuman miringnya, kelihatannya tidak sadar dengan pikiran mesumku walau nafasku sudah terasa terengah-engah.

“Ji”, aku meraihnya dan emlingkarkan tanganku ke tubuhnya.

“Mmmhhmmm?”, dia melihatku dengan seringai kecil, tangan kanannya melingkari pingganku.

Alisku berkerut dengan bimbang saat aku berdebat dengan diriku sendiri apakah aku harus membuat langkah duluan atau tidak. Dia tiba-tiba menurunkan kepalanya dan mencium bibirku, menjilatinya dengan ujung lidahnya sebelun menekan bibirnya pada bibirku sekali lagi.

“Ada apa, babe?”, suara seraknya tidak terdengar jelas di pikiranku yang berkabut.

“Huh? Uhmm…”

Lalu sebuah gangguan menyebalkan mengusik momen ini, ponsel bodohku berbunyi! GAH!

Siapapun yang meneleponku saat ini benar-benar memilih waktu yang buruk.

Aku cemberut dan memberi Jiyong ciuman singkat sebelum mengambil ponselku. Saat aku melihat siapa yang meneleponku, aku langsung berdiri dan menyyembunyikannya dari Jiyong. Aku berdiri dan baru akan menjawabnya saat Jiyong menarik lenganku dan memberiku pandangan bertanya.

“Bommie”, aku berbohong dan tersenyum padanya meyakinkan. Dia lalu melepaskan tanganku dan aku langsung ke kamar untuk menerima telepon itu, dengan Kung Pao mengikutiku ke dalam.

“Sulli?”, kataku segera setelah menekan tombol jawab.

 

-TBC-

 

all manips credit to @kei_is_crazy , thanks kei for the beautiful manips here 🙂

berhubung link aff-nya g bisa dipake lagi, jadi mulai chap ini sampai tamat besok yang dipakai  manipnya kei semua …

terima kasih yang udah nunggu dengan setia ff ini… glad to read your comments , guys… dan skali lagi, sorry buat typo sana-sini yang masih banyak di chapter ini

enjoy this update , neh …

di bawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan pembaca di aff yang dijawab sama Huntress… mungkin banyak dari kalian punya pertanyaan yang sama kayak mereka, jadi baca juga ya bagian ini…

see ya in the next update,

Love.

WTH HUNTRESS! Apa Sulli itu the REAL descendant atau tidak?!

Sebenarnya, jawaban yang benar dari pertanyaan itu adalah YES AND NO. Ya, karena secara teknis, dia itu descendant yang sebenarnya setelah mengklaim keinginannya – yaitu menjadi Triad Descendant dengan GD sebagai protector-nya. Tidak, karena dia bukan benar-benar dari keturunan (tidak memiliki darah) Klan Hung dan jabatannya TIDAK diturunkan pada Sulli oleh descendant yang sebenarnya.

Akhirnya, dia menjadi descendant dengan mengklaim keinginannya karena dia menemukan lokasi descendant yang asli. Uhhh… kuharap kau mengerti apa yang kukatakan, hahahahahha!

 

Question 1:

Rawr_Tabi on 4-28-2012 23:29:04 says:

unnie aku mau tanya….Dara mengatur virus untuk lampu-lampu di gedung itu kan? Jadi dia bisa mengirim pesan ke Jiyong…. Tapi dia bilang bahwa ‘obat penawar ada di kantongnya’, bagaimana Dara bisa tahu jika Ilwoo akan menyuntikkan sesuatu padanya sebelum Dara membuat semua program-program itu dan bahkan bisa memberitahu Jiyong???

punkiez on 4-29-2012 04:07:09 says:

Holy shiz!!!! That was AWESOME!!!! Aku sedikit penasaran tentang bagaimana Dara tahu bagaimana dia akan mati. Aku ingat dia mengirim virus tapi bagaimana bisa dia tahu jika Ilwoo akan memberinya racun dan ada penawarnya???? Itu lho kode morse-nya… But I still love this! Please update soon!!!!

FIGHTING!

Answer:

Baca lagi Chapter 34 ^_^ Guys, semua akan menjadi jelas jika kalian membaca TANDA-TANDA nya. Untuk memudahkan kalian, ini beberapa cuplikan dari chapter 34 :

— cuplikan Chapter 34 —

“Apa isi amplop itu?”, tanya Dara.

“Hmmm…oh well. Ini, lihatlah”, mata ilwoo berbinar penuh semangat saat dia mengulurkan amplop itu pada Dara.

Satu ditujukan pada Dragon Head dan satunya untuk GD. Dara serasa ingin muntah saat dia membaca pesan di dalamnya. Tangannya gemetaran saat dia meletakkan amplop itu di pangkuannya dan menatap ilwoo.

“A-Apa artinya ini?”, tanyanya.

“Sssshhh…kau temanku jadi aku akan memberitahumu satu rahasia”, katanya dan menjelaskan tentang pesan itu setelahnya, berhenti sejenak agar Dara memuji ide briliannya seperti anak yang haus perhatian.

Dara memijati kepalanya, mencoba menghilangkan rasa sakitnya. Ilwoo benar-benar sakit jiwa. Jika dia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, lalu dia harus memikirkan cara menyelamatkan teman-teman kantornya, Sulli, dan GD.

— akhir cuplikan Chapter 34 —

Kalian lihat, Ilwoo itu psikopat dan semuanya terlihat seperti permainan buatnya. Mentalnya benar-benar tidak stabil dan dia bahkan menjelaskan, atau tepatnya MENYOMBONGKAN, pada Dara rencana besarnya karena Dara adalah temannya. Jadi inilah alasan mengapa Dara tahu jika Ilwoo akan menyuntikkan sesuatu padanya.

Aku tidak menjelaskan tentang mengapa mentalnya terganggu tapi sebagian dari kalian pasti sudah menebak bahwa itu berasal dari masa kecilnya. Seperti yang kalian baca di chapter sebelumnya, dia memaksakan pertemanan pada Dara seperti orang tidak waras. Dia bahkan menyombongkan rencananya agar dipuji Dara – seperti anak kecil yang haus perhatian.

Satu hal lagi yang inginku tekankan di chapter 35:

Dara dengan lemah mengambil pena dan kertas di meja  Ilwoo. Dia lalu menuliskan sesuatu dan Ilwoo melongok dari balik bahunya, membaca apa yang dia tulis.

Ilwoo tertawa dan menggelengkan kepalanya, “Kau tidak butuh itu. GD lah yang seharusnya mati”

Dara membeku dan jantungnya teremas menyakitkan.

“Tidak semuanya berjalan sesuai rencana,” gumamnya dan menyelipkan sepotong kertas di saku kanan roknya.

Sperti yang kalian liihat, Ilwoo memberitahunya/menyombongkan rencananya. Aku telah menunjukkan semua jawabannya dalam sepanjang chapter itu ^_^

Question 2:

Bagaimana Ilwoo tahu waktu tepatnya obat penawar harus diberikan?

Answer:

Di chapter ini, YG menjelaskan jika dokumentasi penelitian dan 2 hasil percobaan menghilang. Dokumentasi penelitian berisi detailnya. Itulah caranya Ilwoo tahu waktu tepatnya penawar harus diberikan yaitu 1 jam setelah racun diberikan yang menyebabkan Dara dalam keadaan koma. Dia juga menyebutkan saat menelpon Jiyong. “dia hanya berada dalam keadaan koma. Tapi jantungnya akan terus menurun dan jika obat penawarnya tidak diberikan padanya tepat jam 11 malam, dia akan mati.

Question 3:

Apa kode morse bisa digunakan untuk lampu?

Answer:

Ya. Faktanya,kode morse via sinyal lampu benar-benar digunakan oleh tentara perang dan US NAVY untuk bertukar pesan.

http://en.wikipedia.org/wiki/Morse_code

 

 

Advertisements

76 thoughts on “MOBSTER FOR RENT : RENT 36 – AFTER THE STORM

  1. Edan yah yang bikin FF ini. Keren bgt jadi oengen berguru, curiga jangan jangan sutradara drama korea nih authornya. Ahhh suka tapi kena linknya ilang di aff jadi gak bisa ampe tamat?

  2. Sumpahh yang buat nih ff aku rasa dia benar2 hebat alurnya sungguh terinci…aku bertaruh jika di dramakan aku yakin bisa mengimbangi kesuksesan drama descendent of the sun yg sedang boming…dan aku rasa dia memang pecinta anime banget dan hal2 flim yg berbau blockbaster dengan action tingkat tinggi…
    Kenapa linknya ilang? Padahal aku ingin liat endingnya seperti apa?…

  3. Kagum banget sama huntress unnie yang udah ngebuat ff menakjubkan, hebat, keren inii. Bener bener suka sama jalan cerita dan isi cerita. Alurnya sama sekali nggak membingungkan dan membuat para readers membayangkan kejadian di ff ini dalam otak dan imajinasi masing masing.
    Oh iyaa, kenapa link ff nya ilang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s