Behind The Scene >> Take #2

nnnnnnnnnnnn

Author : Oktyas

*Sorry… Ada kesalahan pengetikan di chapter 1. Ada yang aku ketik GD sama Dara nggak ketemu 4 taun, terus ada yang aku ketik mereka nggak ketemu 2 taun. Yang bener yang empat tahun. Dara udah kabur ke New York 4 taun. Sorry gaes! 😀 Happy reading!”

“Oppa!” Suara gadis menggema di lorong tersebut. Tampak seorang gadis cantik rambut panjang hitamnya tergerai di punggunya. berjalan ke arah mereka dengan senyum tersungging di wajahnya. “Jiyong oppa!” Panggilnya manja.

Jiyong menggeram pelan mendengar suara itu. Menoleh dengan kesal, dan memberikan tatapan tajam pada gadis itu. Tapi gadis itu 100% mengabaikannya. Gadis itu terus tersenyum sampai ia berdiri di samping Jiyong, menggelayut manja di lengannya.

“Kenapa kau tidak mengangkat telfonku.” Protesnya. Mengerucutkan bibirnya dengan maksud memberi kesan imut.

“Aku ada rapat.” Jiyong berusaha menyingkirkan Krystal yang menempel pada tubuhnya. “Bisa kau lepaskan aku? Aku akan berbicara padamu nanti.” Krystal melepaskan lengan Jiyong dengan cemberut.

“Baiklah. Tapi janji kau akan makan siang denganku.” Jiyong memejamkan matanya frustasi. Gadis ini datang di waktu yang sangat tidak tepat.

“Pergilah.” Kata Jiyong dingin. Dia melirik Dara yang berada di hadapannya. Wajahnya pucat, ia lebih shock dari tadi saat melihat Jiyong. Jiyong mengutuk dirinya sendiri. Aku harus menjelaskan pada Dara.

“Eoh, Oppa! siapa dia?” Tanya Krystal, belum benar-benar memperhatikan Dara di sana. Setelah tahu siapa yang berdiri di situ, Krystal menutup mulutnya dengan tangannya mencoba menahan jeritan lolos dari mulut nyaringnya.

“Ohmygod! Dia Sandara Park! OMO! Sandara Park!” Kata Krystal tidak percaya. Dara sedikit tersadar dari rasa kagetnya, dan mengangguk kaku pada Krystal dan mencoba tersenyum.

“Eonni! Aku fans-mu! Akhirnya aku dapat bertemu denganmu. Oh My God!” Krystal belum bisa mengendalikan histeria-nya. “Apa yang anda lakukan di sini?” Tanyanya penasaran. Dara terdiam kaku, lidahnya kelu.

“Ah, benar. Aku belum mengenalkan diri padamu. Maafkan aku.” Krystal membungkukkan badannya. “Namaku Krystal Jung. Aku mungkin belum seterkenal dirimu, tapi aku sedang berusaha. Oh iya, dan ini, pacarku Kwon Jiyong.” Katanya bangga sambil menghadap ke arah Jiyong.

Dara terhuyung ke belakang. Untungnya Seungri yang di sebelahnya langsung memeganginya. Dara kembali menatap gadis di depannya, lalu beralih ke Jiyong. Ada rasa sakit menusuk di dadanya sekarang. “Maaf?”

“Kwon Jiyong CEO SBC ini pacarku. Mungkin anda tidak tahu? Apakah anda tidak tinggal di Korea akhir-akhir ini?”

Deg! Seperti sebuah bom atom dijatuhkan tepat di jantungnya. Dara mencoba mengatur nafasnya yang berantakan. Bodohnya kamu Dara, masih percaya dia menunggumu? Tentu saja banyak gadis menarik di sekitarnya yang bisa jadi pacarnya.

“Maaf, Mr. Kwon, sepertinya aku harus pergi. Aku harus menemui Ms. Lee.” Dara memasang senyum palsunya. Dan berbalik pergi.

“D-dara, tapi,-”

“Hyung, biarkan dia. Aku akan mengantarnya.” Seungri berbalik menyusul Dara.

Seung berlari kecil, berusaha mengimbangi langkah terburu-buru Dara. “Aku akan mengantarmu Noona.” Seungri tersenyum. Berharap dapat sedikit menghibur Dara. Seungri sudah menganggap Dara sebagai noona-nya sendiri. Melihat Dara bersedih adalah hal terakhir yang ada di pikirannya. Apalagi setelah dia pulang kembali entah darimana. Setidaknya Seungri akan menjadi penjaganya untuk sementara waktu.

“Terimakasih.” Ujar Dara singkat.

“Noona, kau tahu, kau harus berhati-hati dengan Lee Chaerin. Dia kucing liar yang sedikit bar-bar. Dia akan berterika-teriak di pagi hari. Kau harus berhati-hati.”

Dara terkikik mendengar penjelasan Seungri. Seungri mendesah lega melihat Dara terhibur dengan leluconnya.

“Kau tahu banyak tentang dia?” Tanya Dara. Mengangkat satu alisnya. Mereka terus berjalan sampai memasuki lift. Seungri memencet lantai 6. “Dia sangat terkenal sebagai ketua editor tercerewet dan galak noona. Itu reputasinya.”

“Mungkin aku harus mengenalkannya pada Bommi.”

“Eoh? Bommi noona, dia juga kembali?” Seungri sepintas membayangkan Bom yang galak.

“Ya. Dia akan tiba, siang nanti.” Mereka terus bicara sampai terdengar bunyi ting dan sampai di lantai tujuan mereka. Dara keluar dari dalam lift diikuti Seungri. Tapi kemudian Seungri yang memimpin. Dan menunjukkan ruangan dimana Dara akan bekerja.

“Noona, sebenarnya kalian bersembunyi dimana?” wajah Seungri berubah muram.

“Newyork.”

“Benarkah? Kau tahu, Jiyong hyung terus mencari seperti orang gila.”

Tubuh Dara menegang ketika mendengar nama laki-laki itu. “Seungri, cukup. Aku tidak ingin mendengar apapun tentang dia lagi.”

“Tapi noona, kalian butuh bicara. Dia sangat tersiksa.”

“Tidak, aku rasa. Dia sudah move on Seungri, dan aku juga sedang berusaha. Jangan memperumit jalan kami lagi.” Kata Dara berpura-pura kuat. Tapi sebenarnya air mata, sudah berkumpul di pelupuk matanya.

“Noona kau tidak tahu yang sebenarnya. Aku harap kalian bisa berbicara.” Seungri mendekat ke arah Dara dan memeluk tubuh mungil Dara. Dalam sekejap, pria itu seolah bisa merasakan kesedihan yang dirasakan Dara. “Aku akan mengantarmu masuk.”

Mereka berdua masuk ke dalam ruangan. Ruangan itu cukup luas. Tapi hanya ada beberapa staff yang bekerja di sini. Ada sekitar 15 meja dan kursi di ruangan tersebut, dan diberi sekat-sekat dari fiber untuk memisahkan meja satu dengan yang lain. Tetap memberikan privasi pada para pekerja di sini.

“YA! Lee Seungri! Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Chaerin sembari berjalan mendekat ke arah mereka berdua.

“Mengantar Dara noona.” Jawab Seungri sinis. Aura permusuhan seolah terpancar dari mata Seungri dan Chaerin.

“Oh iya, Chaerin, aku peringatkan, jangan macam-macam dengan Dara noona! Kalau kau menyakitinya kau akan berurusan denganku.” Ancam Seungri.

“Ya! Seharusnya aku yang bicara seperti itu. Laki-laki pervert sepertimu tidak pantas mendekati Dara eonni.”

“Jangan sok akrab Chaerin. Kau bahkan tidak mengenal dia. Dia noona kesayanganku.”

“Jaga mulutmu Rat! Kau di wilayahku!”

Dara tidak bisa menahan tawa yang dari tadi ia tahan. Dua orang sejoli ini benar-benar aneh. Mereka seperti anak SMA. Hal itu membuat Dara lupa akan pertemuannya dengan Jiyong. “Cukup. Kalian berdua menggelikan.” Ujar Dara sambil menahan tawanya. “Aku akan baik-baik saja, jangan khawatir.” Dara menatap Seungri dan mengedipkan salah satu matanya.

“Dia laki-laki yang manis sebenarnya Chaerin-ssi. Jangan khawatirkan itu.” Kata Dara tersenyum pada Chaerin.

“Chaerin, kau dengar apa kata Dara noona? Oh noona, aku harus pergi sekarang. Ehm, bagaimana kalau kita makan siang bersama? Aku yang traktir. Untuk merayakan kepulanganmu.” Seungri tersenyum lebar pada Dara.

“Tentu. Jam satu, aku akan menunggumu di sini.”

“Baik. Aku akan menjemputmu jam satu siang. Bye!” Seungri berbalik pergi keluar dari ruangan.

“Eonni, bisakah aku memanggilmu eonni? Aku hanya tidak ingin kita merasa canggung.” Tanya Chaerin.

“Tidak masalah Chaerin.”

“Eonni, bagaimana kau mengenal Seungri?” Tanya Chaerin penasaran.

“Dia teman lama saat aku di Seoul.”

“Eoh, begitu. Baiklah, ayo, akan aku tunjukkan dimana mejamu.” Chaerin berjalan mendahului Dara menuju salah satu bilik yang kosong. Di sana ada sebuah meja yang lumayan besar, dan sebuah kursi putar, yang lumayan nyaman. “Ini mejamu eonni. Minzy!” Dia memanggil seseorang. Lalu seorang gadis dengan dengan rambut pendek berwarna merah berdiri dari balik biliknya. Gadis berambut merah itu berjalan menghampiri Chaerin dan Dara.

“Dia adalah Gong Minzy, dia akan menjadi sekretarismu. Minzy, dia adalah Sandara Park, dia penulis naskah drama kita selanjutnya.” Minzy dan Dara bersalaman.

“Senang bertemu denganmu, Minzy-ah.” Dara tersenyum.

“Eoh, sama-sama, Dara-ssi.” Kata Minzy sedikit malu.

“Panggil aku eonni. Aku tidak keberatan.”

“Dan yang ada di ujung ruangan itu adalah Manager di lantai editor. Namanya Tiffany Hwang.” Chaerin, Dara dan Minzy berjalan ke arah Tiffany. Tiffany berdiri menatap Dara dari atas hingga bawah –tatapan menilai-.

“Aku Tiffany Hwang, manager di sini.” Katanya angkuh.

“Sandara Park. Aku penulis naskah drama. Senang berkenalan denganmu.” Mereka berdua berjabat tangan.

“Aku harap kau bisa bekerja maksimal di sini. Aku tidak peduli, kau mantan aktris terkenal, kau akan di perlakukan sama. Jadi bekerja keraslah.” Katanya ketus. Dara mengangguk sambil memasang senyum simpulnya.

“Jangan pedulikan dia, dia memang bitchy di sini.” Chaerin berbisik pada Dara ketika mereka berjalan menjauh, dan berkenalan pada staf-staf yang lain.

Dara terkikik, “Sepertinya kalian berdua tidak akur.” Mereka sampai pada meja mereka lagi. Dara meletakkan tas tangannya di atas meja.

“Ya begitulah. Eonni, bisakah kau kirim naskahnya sekarang? Lebih cepat naskah dikirim, lebih cepat proses pengeditannya.” Kata Chaerin dari mejanya, yang berada di seberang meja Dara.

“Okay. Aku perlu emailmu.” Dara menghidupkan komputer yang ada di atas meja tersebut, dan memasukkan flashdisk.

“Ada pada document. Di sana, ada daftar alamat email satu ruangan.”

“Aku melihatnya. Terimakasih.”

***

Tok Tok Tok

Jiyong menoleh ke arah pintu ruangan kantornya dengan malas. Bukankah, aku mengatakan pada Seungri aku sedang tidak ingin diganggu? Pikir Jiyong. Lalu dia kembali menyibukkan diri dengan dokumen-dokumen di komputernya. Tapi, sebelum Jiyong bisa konsentrasi kembali pada pekerjaannya, suara ketukan pintu terdengar lagi. Bahkan ini lebih keras. Okay! Hanya ada satu orang yang melakukan hal itu.

“Masuk.” Kata Jiyong malas. Dia tetap fokus pada layar komputer di depannya, saat seseorang itu masuk.

“Oppa!” Bentak seseorang yang sangat Jiyong tidak harapkan kehadirannya saat ini. “Ada apa denganmu eoh? Kenapa kau mengabaikan aku?” Rengeknya.

“Aku sibuk.”

“Ya! Itu bukan alasan yang masuk akal. Pokoknya nanti siang kau harus menemaniku makan siang dan nanti malam kau harus menemaniku menghadiri premier film Kim Soo Hyun.”

“Aku tidak bisa. Aku sangat sibuk.”

“Oh, tidak. Kau tidak bisa menolakku! Kau sudah berjanji untuk makan siang denganku tadi saat ada Dara eonni, dan aku tidak mau menghadiri premier film Soo Hyun oppa sendirian. Bagaimana kalau wartawan menggosipkan kita putus? Aku tidak mau!” Protes Krystal.

Jiyong menatap Krystal malas. “Oke.”

“Hanya oke?”

“Kau tidak menerima penolakan. Itu artinya aku harus menjawab oke.”

“Oppa? Apa ada masalah hari ini? kau bisa menceritakan padaku.” Katanya prihatin. Sebenarnya Krystal adalah tipe pacar yang perhatian.

Yes! Sandara kembali ke sini, dia ada di kantorku, tapi aku tidak bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya kembali padaku! Dan ini karenamu!”

“Masalah pribadi.”

“Aku ini pacarmu. Kita sudah bersama 2 tahun, tapi kenapa kau tidak bisa terbukan denganku.” Katanya cemberut. Membuat wajah memelas.

“This is me. Aku sudah mengatakan padamu, kita tidak cocok. Kalau kau tidak suka tinggalkan aku.”

“Nooo!!!!” Teriaknya histeris. “Aku tidak akan meninggalkanmu, oppa! aku akan bertahan. Aku benar-benar mencintaimu, kau tahu?” Jiyong tidak menjawab. Selama ini dia tidak pernah menjawab I Love You too pada gadis itu. Dia hanya tidak ingin memberikan harapan palsu pada gadis itu yang akan semakin melukai hatinya. Bagaimana pun juga Jiyong juga manusia yang masih bisa peduli pada perasaan orang lain.

Dia masih tidak bisa mengatakan kalimat itu. Aku akan menunggumu oppa. Aku akan menunggumu, sampai kau bisa mengatakannya padaku. Aish, aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di masa lalunya. Pikir Krystal.

Drrtt.. Drrtt.. Drrtt… Ponsel Jiyong bergetar di atas meja. Jiyong melirik sekilar pada layar ponselnya, siapa yang telah meneleponnya. Youngbae. Setelah ia membaca nama sang penelepon, segera Jiyong mengangkat panggilan tersebut.

“Hallo.” Kata suara dari seberang telepon

“Ya?”

“Bagaimana? Kau sudah bertemu dengannya?”

Jiyong tahu persis siapa yang dibicarakan sahabatnya. “Ehm.”

“Lalu kalian sudah bicara?”

Jiyong menghela nafas kasar, “Belum.”

Sesuatu buruk terjadi aku tebak.”

“Ya.” Jiyong menutup matanya, mengingat saat ia melihat wajah terkejut Dara ketika melihat Krystal muncul di sampingnya.

“Haahaa.. Karena barbiemu?”

“Adakah pengacau yang lebih hebat?”

“Tidak tentu tidak. Aku sudah bilang Ji, ini tidak akan mudah. Noona pasti terguncang.” Suara Youngbae terdengar lirih.

“Aku benar-benar bodoh. Aku menjijikkan.” Kata Jiyong merasa jijik terhadap dirinya sendiri.

“Kau mau aku datang?”

“Ya. Tentu saja. Setelah jam makan siang. Kita akan bicara. Dengan Seungri itu lebih bagus.”

“Terserah padamu.”

“Thanks dude!” Jiyong mengakhiri panggilan tersebut. Kepalanya mendongak, dan melihat Krystal masih tetap berdiri  di hadapannya dengan pandangan penasaran.

“Kau bisa keluar sekarang Krys.” Kata Jiyong data kemudia kembali fokus pada komputer di hadapannya.

“Baiklah. Sampai jumpa.” Krystal keluar dari ruangan Jiyong. Sebenarnya, dia tidak ingin keluar dari ruangan Jiyong sekarang. Tapi sepertinya, mood Jiyong benar-benar sedang tidak bagus.

Ada suatu masalah yang benar-benar sudah mengacaukannya. Aku berharap kau mau menceritakannya padaku. Batin Krystal. Seketika dia ingat percakapan Jiyong dengan sang penelepon tadi. Aku menjijikkan. Sebenarnya ada apa? Kenapa Jiyong merasa jijik terhadap dirinya sendiri?

***

“Eonni, tadi Joong Ki oppa menelponku. Dia mengatakan nanti, setelah jam makan siang, tim produksi drama akan rapat. Kau diundang. Oh iya, dan katanya, kau bisa memilih aktor dan aktrisnya sendiri.” Ujar Chaerin semangat. Gadis itu selalau mempunyai semangat yang menggebu-gebu.

“Kedengarannya menarik. Tapi sudah empat tahun aku tidak di sini, aku tidak tahu siapa aktor dan aktris yang sedang naik daun di sini.”

Chaerin lalu berdiri dari kursinya, dan berjalan keluar dari biliknya. Dia menghampiri meja Dara. “Jangan khawatir eonni, kami akan membantu.” Kata Chaerin sambil melirik ke arah Minzy yang sudah ikut berdiri di sebelah Chaerin.

“Krystal Jung.” Kata Minzy, “Dia aktris yang sedang naik daun. Dan dia adalah pacar CEO kita.” Kata Minzy terkikik.

“Ya betul sekali! Mereka berdua sangat serasih. Kau harus mencari gambar-gambarnya di internet.” Kata Chaerin tersenyum lebar. Terlihat sekali mereka adalah pendukung pasangan Jiyong-Krystal.

“B-benarkah? Ya, mungkin aku akan mencarinya.” Dara menahan agar dia tubuhnya tidak bergetar. ini begitu menyakitkan. Walaupun Dara sudah meyakinkan dirinya, bahwa ia yakin baik-baik saja tanpa laki-laki itu, tapi nyatanya hatinya terasa hancur. Hancur sampai ia tidak akan bisa mengumpulkan serpihannya kembali. Aku merindukanmu Jiyong. Sangat.

“Noona!” Tiba-tiba Seungri muncul. Dia sudah ada di depan pintu. Dara mendongak ke arah laki-laki itu. “Ayo kita makan siang!”

“Eoh, tentu.” Dara berjalan ke arah Seungri. Tapi kemudian dia berdiri, dan berbalik menghadap Chaerin dan Minzy, “Apa kalian ingin ikut? Ayolah!” Ajak Dara bersemangat. Dara mengendalikan moodnya sebaik mungkin.

“Mereka boleh ikut kan?” Dara menatap Seungri dengan wajah cerianya.

“Tentu. Apa sih yang tidak untuk noona-ku? Kajja!” Seungri memimpin ke kafetaria yang berada di lantai dua. Diikuti Dara, Chaerin, dan Minzy.

Mereka memilih meja di dekat jendela. Sehingga mereka bisa melihat orang-orang berlalu lalang di jalan. Seungri duduk bersebelahan dengan Dara. Chaerin dan Minzy duduk di seberang meja. Mereka sudah memesan makanan mereka. Hanya tinggal menunggu makanan mereka datang.

“Jadi kalian berdua sudah kenal berapa lama?” Tanya Minzy.

“Kami sudah berteman sejak lama. Sejak dia menjadi aktris.” Jawab Seungri sambil memainkan sedotan di gelasnya.

“Jadi bagaimana kalian kenal?” Tanya Minzy lagi. Minzy sebenarnya bukan tipe gadis yang banya bertanya, kecuali bila dia benar-benar penasaran.

Seungri mencuri pandang ke arah Dara, yang sedang memainkan jarinya dengan gugup.

“Omo! Siapa kau?” Tanya Seungri terkejut. Seperti hari lainnya, dia berkunjung ke apartemen Jiyong. Tapi tak disangka ada seorang gadis cantik, imut, yang sedang duduk manis di ruang tamu hyung-nya. Gadis itu sama terkejutnya dengan Seungri. Dia langsung berdiri, dan meletakkan buku yang sedang dibacanya.

Tak berapa lama kemudian, Jiyong keluar dari kamarnya. Mengeringkan rambutnya yang sedang basah dengan handuk. Lalu Jiyong, berjalan mendekati ke arah gadis itu. Merangkul pundaknya.

“Dia kekasihku. Namanya Sandara Park.” Kata Jiyong posesif. Walaupun itu Seungri sahabatnya, tetap saja, Jiyong tidak bisa menghilangkan sikap posesifnya.

“Ah~ Perkenalkan namaku Lee Seungri. Tapi ngomong-ngomong kenapa wajahnya tidak asing?”

“Kau ini bodoh atau apa? Dia bermain dalam film “Its Okay Its Hurt”.”Ujar Jiyong setengah tidak percaya.

Seungri membelalakkan matanya, “Ohmygod! Bagaimana bisa aku tidak tahu! Heol! Kau aktris!” Seungri berteriak histeris penuh suka cita. Sedangkan Dara berdiri merapat ke tubuh Jiyong, sambil menundukkan kepalanya. Dia benar-benar merasa malu.

“Kami bertemu dalam sebuah acara amal.” Seungri berbohong. Dia melirik sekali lagi ke arah Dara. Dara mengangguk membenarkan ucapan Seungri.

“Ahh~ Ya, Rat. Kau sangat beruntung bisa mengenal Dara eonni.” Ujar Chaerin. “Dan, bisa menjadi teman dekat seperti ini. Kau tahu? Sebenarnya kau tidak satu level dengan Dara eonni.”

“YA! Kau-” Ucapan Seungri terpotong, karena  pelayan yang datang membawa makanan pesanan mereka.

“Khamsahamnida.” Ucap mereka berempat bersama-sama.

“Oh, oh! Itu Krystal dengan Mr. Kwon!” Pekik Minzy. Dia langsung menutup mulutnya, menahan jeritan kesenangannya keluar. Dengan seketika Chaerin, Dara dan Seungri menoleh ke arah pintu masuk kafetaria. Dan benar seperti kata Minzy, terlihat Jiyong dan Krystal masuk ke dalam kafetaria.

Dara terus menatap pasangan itu, yang sedang mencari tempat kosong. Krystal menggandeng tangan Jiyong, dan menariknya ke sana ke mari. Jiyong hanya mengikutinya dengan malas di belakangnya. Tanpa sengaja, kedua mata Jiyong menatap langsung ke arah manik mata Dara. Seakan waktu berhenti, Dara tidak bisa langsung mengalihkan pandangan matanya. Dia membiarkan emosi kerinduannya yang mengambil alih respon tubuhnya. Menatap mata yang selama ini ia rindukan. Mata yang selalu memberi keteduhan, mata yang selalu menyambutnya ketika ia membutuhkan ketenangan.

***

to be continue…

Maafkan baru bisa update sekarang. Lagi mood swing gegara gosip2 yang kalian pasti tahulah~ xD maaf kalo ada typo. Mudah-mudahan saya bisa update sesering mungkin. Jangan lupa commentnya! Have faith appler #Daragon

<< Back  Next >>

Advertisements

55 thoughts on “Behind The Scene >> Take #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s