Behind The Scene >> Take #1

nnnnnnnnnnnn

Author : Oktyas

Sandara memasuki sebuah café. Hari ini dia ada janji dengan Song Joong Ki, sutradara ternama dari Korea. Mereka akan menindak lanjuti kontrak mereka. Joong Ki sangat tertarik dengan serial drama yang sedang  ditulis Dara. Padahal Dara tidak terlalu serius dengan serial yang sedang digarapnya. Mereka bertemu di New York, saat Joong Ki kebetulan ada pekerjaan di sana. Dan Dara yang memang tinggal di New York saat itu, kini memutuskan untuk kembali ke Seoul, untuk menjalankan kerjasamanya dengan Joong Ki.

“Annyeonghaseyo.” Dara membukukkan badannya, melihat Joong Ki bersama sekretaris pribadinya sudah berada di sana. “Maaf aku terlambat.”

“Tidak Ms. Park. Silahkan duduk.” Joong Ki mempersilahkan Dara dengan sopan. “Jadi bagaimana Ms. Park? Apa anda sudah mempertimbangkan tawaran saya kemarin di New York?” Joong Ki menatap Dara dengan tatapan penuh harap.

Dara tersenyum, lalu mengangguk. “Terimakasih Sutradara Song. Aku akan mengambil tawaran tersebut. Walaupun, sebenarnya aku tidak yakin dengan serial yang sedang saya kerjakan.” Jawab Dara malu-malu.

“Ms. Park, anda tetap menjadi seseorang yang rendah hati. Anda benar-benar tidak berubah ya? Tentu saja serial anda ini sangat berbobot. Karena saya juga tidak akan mempertaruhkan nama saya.” Joong Ki menanggapi dengan bercanda, “Anda sudah memiliki pengalaman yang tidak dapat diremehkan di dunia hiburan, walaupun sebelumnya bukan menjadi seorang penulis, melainkan aktris. Tapi itu tidak masalah.”

Tentu saja, siapa yang tidak kenal Sandara Park? Namanya sudah malang melintang di dunia hiburan Korea Selatan. Dulunya dia dikenal sebagai aktris multitalent dengan kecantikannya dan sifat rendah hatinya yang disukai banyak orang. Drama dan film yang ia bintangi sudah dipastikan dipuja di Negri Gingseng itu. Tapi karena sesuatu yang tidak jelas dan menjadi misteri bagi masyarakat, Sandara memilih untuk pensiun dari dunia hiburan di usianya yang masih muda.  Dia memilih mengurung  dan mengasingkan dirinya, sampai ia memutuskan pindah ke New York selama empat tahun. Di sana dia mulai meniti karir sebagai penulis, ditemani oleh sahabatnya Park Bom. Bom satu-satunya orang yang dijadikan Dara sebagai tempat bersandar.

“Khamsahamnida Sutradara Song. Anda terlalu memuji.” Dara menundukkan kepalanya tersipu.

“Kalau begitu besok anda bisa datang ke kantor SBC TV,drama anda akan ditayangkan di sana, mungkin dua bulan lagi. Dan oh iya, Ms. Park, anda bisa memilih sendiri siapa yang akan menjadi pemain dalam drama anda. Terimakasih banyak. Senang bekerja sama dengan anda.” Joong Ki menjabat tangan Dara sopan.

“Sama-sama Sutradara Song.” Dara tersenyum lebar.

***

“Hyung, aku baru saja mendapat telepon dari Joong Ki hyung, kalau dia sudah menentukan drama apa yang akan mengisi setelah drama yang sedang tayang ini selesai.” Seungri –sekretaris pribadi Jiyong menjelaskan dengan berapi –api.

“Joong Ki?” Jiyong menautkan kedua alisnya.

“Jangan bilang kau lupa siapa dia.” Tuduh Seungri kesal. Jiyong hanya mengangguk malas. “Hyung dia sutradara yang sudah kita kontrak untuk drama yang akan tayang mendatang. Kau benar-benar sekarang memiliki ingatan yang buruk.” Cibir Seungri kesal.

Jiyong memutar-mutar kursi putarnya. Dan menatap Seungri bosan. Sebenarnya dia tidak tertarik dengan semua kesibukannya sebagai CEO SBC TV. Tapi tentu saja, pria sejati tidak boleh melupakan tanggung jawabnya.

“Jadi siapa penulis drama kali ini? Sebenarnya aku tidak terlalu penasaran, karena biasanya Joong Ki selalu membawa penulis berbakat.”

“Mian hyung, aku lupa menanyakannya.” Seungri meringis. Dan tepat pada saat itu ponsel Seungri bergetar, ada pesan masuk dari Joong Ki.

From : Sutradara Song

To : Sekretaris Lee

Seungri-ssi, tolong sampaikan pada Kwon Jiyong-ssi, bahwa penulisnya baru akan menandatangi kontrak besok. Satu lagi, kau pasti terkejut siapa yang aku bawa kali ini Seungri-ssi. Dia adalah Sandara Park. Kau ingat? Mantan aktris yang sangat terkenal. Serialnya bagus. Kita harus mencobanya. Tapi bila Jiyong-ssi meragukannya, aku akan mengirimkan sinopsisnya. Terimakasih.

Mulut Seungri terbuka lebar setelah membaca pesan dari Joong Ki. Matanya ia kedipkan beberapa kali. Mengantisipasi yang dibaca kali ini adalah salah. Seungri mendongakkan kepalanya menatap Jiyong yang ada di hadapannya dengan tatapan gugup, tegang, dan oh! Ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata! For petes sake! Ini Sandara Park! Bagaimana dia mengatakannya pada Jiyong?

“Ya! Jangan menatapku dengan cara menjijikkan seperti itu.” Seungri kembali menatap Jiyong. Ia membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi tidak ada yang keluar. SHIT! Bahkan sekarang dia sudah berkeringat dingin.

“Seungri, katakan ada apa?” Tanya Jiyong dengan tatapan ‘cepat-beritahu-aku-atau-aku-akan-membunuhmu!

“Ah, anu, hanya, Joong Ki hyung, iya. Dia mengatakan penulis itu, ehm akan menandatangani kontraknya besok.” Ujar Seungri gugup.

“Lalu?” Jiyong menuntut jawaban lebih dari Seungri. Dia tahu laki-laki di hadapannya itu berbohong.

“Eh, ehm hanya itu. Benar.” Jawab Seungri gugup terbata-bata.

“Kau yakin?” Tanya Jiyong dengan nada mengintimidasi. “Kau tahu Seungri, apa yang bisa aku lakukan jika kau bohong padaku. Aku dengan suka rela akan mengumumkan bahwa kau naksir berat dengan Ketua Editor Lee Chaerin.”

“Hyung, jangan kumohon.” Wajah Seungri langsung berubah pucat. Keringat sudah memenuhi seluruh punggungnya. Seungri memberanikan diri menatap langsung pada mata Jiyong, yang sedang menatap dia dengan tatapan mengancam. Tanpa ada unsur bercanda.

“Joong Ki hyung memberitahuku, siapa penulisnya. Jika kau ragu pada penulis tersebut, dia akan mengirimkan sinopsisnya untukmu. Karena dia bukan penulis sebenarnya, tapi sepertinya Joong Ki hyung ingin memberikan dia kesempatan.” Seungri menarik nafas, mengisi paru-parunya dengan oksigen. “DannamapenulisituSandaraParkmantan aktristerkenal.” Seungri mengucapkannya dengan cepat, dengan satu kali tarikan nafas. Dia menatap Jiyong takut-takut menantikan reaksi  bos-nya tersebut.

“Siapa? Bisa kau ulangi?” Jantung Jiyong sudah berdetak kencang saat mendengar nama itu keluar dari mulut Seungri. Tapi dia hanya ingin memastikan apa telinganya ini sedang tidak mempermainkannya.

“Sandara Park. Mantan aktris terkenal.”

Seperti seluruh oksigen di paru-paru Jiyong menghilang. Dia merasa sesak. Dia butuh pegangan. Sandara? Sandara Park? Benarkah itu Sandara-nya? Setelah empat tahun menghilang, kini gadisnya kembali. Rasa bahagia kini memenuhi seluruh tarikan nafasnya.  “K-kau yakin?”

“Ya, hyung.”

“Dia Sandara-ku, kini dia kembali.” Bisik Jiyong bahagia. Jiyong merasakan matanya sudah mulai berair. Seungri memandang Jiyong dengan tatapan lega.

Seungri juga ikut merasakan bahagia, tapi dia juga merasa takut? Bagaimana jika Dara tahu bahwa Jiyong sudah berpacaran dengan Krystal, walaupun Jiyong tidak pernah sekalipun jatuh pada gadis itu. Sandara bukanlah orang asing bagi Seungri. Karena dia sahabat Jiyong, dia mengetahui hampir semua tentang Sandara. Tentang hubungannya dengan Jiyong. Dan Seungri juga melihat, dimana Jiyong sudah kehilangan tujuannya saat Dara pergi empat tahun lalu. Kini Seungri bisa merasakan bagaimana, Jiyong akan kembali hidup. Benar-benar hidup.

“Katakan pada Joong Ki, besok aku akan menghadiri penandatangan kontrak.” Kata Jiyong tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya yang sudah membludak.

***

“Jadi sebaiknya ini bukan omong kosongmu Rat.” Taeyang menatap Seungri tajam. Matanya menyipit seolah ia sedang mencari apa ada tanda kebohongan di yang tersirat di wajah Seungri.

“Kau tidak mempercayaiku Hyung?” Nadanya sedikit terhina.

“Well, cukup sulit untuk mempercayaimu, mengingat kau adalah tukang membual.” Daesung menimpali.

“Okay! Aku tahu ini kedengarannya seperti berita yang diada-ada. Tapi sumpah, Dara noona sudah kembali, dan dia menjadi penulis serial drama di sini. Dia akan menandatangani kontraknya besok.” Seungri menjelaskan sekali lagi. “Kalau kalian tidak percaya ini.” Seungri mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan mereka pesan dari Joong Ki tadi.

“Uhm, jadi..” Suara Daesung menggantung. Mungkin dia punya pikiran sama dengan Seungri dan Taeyang. “Bagaimana dengan Jiyong hyung?”

“Dia akan menemuinya besok. Jiyong hyung terlihat sangat bahagia.” Seungri kembali teringat bagaimana kebahagian itu muncul di matanya saat tahu Dara kembali.

“WOW! Itu tidak bisa!” Kata Taeyang panik, “Lalu mau apa Jiyong menemui Dara? Bagaimana jika Dara noona tahu bila Jiyong ‘berpacaran’ dengan Krystal?” Tanya Taeyang memutar matanya.

Daesung mendesah berat, “Gadis itu benar-benar sumber masalah.”

“Dia jalang yang beruntung. Sial! Aku tidak sanggup membayangkan bagaimana dengan ekspresi Dara noona.” Seungri memutar-mutar ponselnya gelisah.

Selain Seungri, Taeyang dan Daesung juga sahabat Jiyong. Mereka sudah saling mengenal sejak kuliah. Sampai sekarang mereka masih sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Taeyang bekerja sebagai Direktur Utama di sini. Well, dia sepupu Jiyong sebenarnya. Dan Daesung dia bekerja sebagai penyanyi di Seoul. Dia seorang idol!

Mereka semua tahu tentang Dara dan Jiyong, dan apa yang terjadi di antara mereka. Jadi tidak heran kembalinya Dara ke Seoul, setelah lama ‘menghilang’ menjadi topik yang pantas dibicarakan. Mereka sudah melihat bagaimana jatuhnya Jiyong sepeninggalannya Dara. Dia benar-benar memuja gadis itu. Sampai sekarang. Dan mereka hanya ingin melihat kehangatan Jiyong kembali. Tuhan mungkin masih memberi kesempatan kedua untuk menyatukan mereka.

“EHRM.” Suara dehaman berat memecah kesunyian yang tiba-tiba tercipta di ruang tamu di kantor Jiyong. Seungri, Taeyang, dan Daesung, serempak menolehkan kepalanya ke arah pintu di mana suara itu berasal.

“Jadi, kalian membicarakan Dara-ku di kantorku tanpa izin dariku?” Tanya Jiyong memperjelas setiap kata yang ia ucapkan.

“Ehm…” Seungri mencoba mencari alasan. Tapi tidak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.

“Ya Jiyong. Dan rencana gilamu untuk menemui Dara besok.” Sela Taeyang tegas.

“Gila?” Ada nada ketidak percayaan di dalamnya. Jiyong melangkah masuk dan duduk di sofa tunggal yang tersedia. “Gila katamu?”

“Ya.”

“Aku hanya ingin menemui orang yang aku rindukan selama ini dan kau anggap aku gila?” Tanya Jiyong masih dengan nada tidak percaya.

“Lalu apa yang akan kau bicarakan dengannya Jiyong? Oh Dara lama tidak bertemu, aku merindukanmu, aku mencintaimu, maukah kau kembali padaku? Begitu?!” Tanya Taeyang jengkel. Apa Jiyong sebodoh itu? Bagaimana kalau Dara tahu tentang Krystal! Damn!

“Bullshit Jiyong! Just fucking bullshit!” Lanjut Taeyang dengan marah, “Bagaimana kalau dia sudah tahu tentang barbie-mu itu? That bitch!” Taeyang mengacak rambutnya frustasi.

Jiyong teringat Krystal. Sialan! Bagaimana dia lupa keberadaan gadis itu? Benar kata Taeyang bagaimana kalau Dara sudah tahu hubungannya dengan Krystal? Seluruh media selalu membicarakan dirinya dan gadis itu! Pikirannya mulai panik.

Jiyong menghela nafas, dan menariknya kembali. “Aku akan menjelaskannya.”

“Dan menurutmu perempuan mana yang percaya bahwa kau tidak bohong?! For pete’s shake Ji! Kalian tidak bertemu selama dua tahun dan kau sekarang sudah punya pacar, dan kau ingin mengatakan bahwa kau dan Krystal tidak sungguh-sungguh pacaran?” Taeyang menatap Jiyong tidak percaya. “Apa kau sebodoh ini?!”

“Okay. Aku tahu ini sulit dipercaya. Tapi aku tidak akan melepaskannya kali ini Taeyang. Aku terlalu mencintainya. Dia tidak akan pernah lepas dariku, apapun caranya. Dan satu lagi, KRYSTAL BUKAN PACARKU!”

“Uhm well…” sebelum Taeyang menyelesaikan kalimatnya ponsel Jiyong berdering. Lalu nama Krystal muncul di layarnya.

“Pacarmu meneleponmu Hyung.” Kata Seungri meringis menunjuk ponsel Jiyong yang tergeletak di meja.

“Dan kau tahu aku tidak pernah menjawab telefonnya. Dia akan mengatakan padaku langsung jika itu penting.” Jiyong berkata dengan malas dan menatap tak selera ke arah ponselnya.

***

Drrttt… Drrtt…

Ponsel Dara bergetar saat dia mulai melanjutkan naskah dramanya. Uhm, dia benar-benar gugup. Ini akan menjadi pengalaman perdananya sebagai penulis naskah, dan pertama kalinya juga dia akan masuk ke dalam dunia hiburan lagi setelah dua tahun.

“Hallo Dara!” Pekik suara dari seberang tampak tidak sabaran.

“Bommi~ Ada apa?” Dara khawatir mendengar nada bicara Bom.

“Oh Daraaaa. Aku mengkhawatirkanmu.” Kata Bom sebal. “Apa kau sudah menandatangani kontraknya?”

“Belum. Besok pagi aku ke sana.”

“Ngomong-ngomong stasiun televisi apa?”

“SBC TV. Stasiun TV besar.” Ada nada takut dalam suara Dara.

“Sweety dengarkan aku. Jangan takut oke? Besok aku akan tiba di Seoul. Im fucking sorry tidak bisa ke sana bersamamu kemarin.” Bom menyesal. Dia sangat mengkhawatirkan temannya.

“Bommie perlu kau ingat aku 30 tahun. Aku sudah bisa menjaga diriku sendiri.” Dara pura-pura kesal. Ia mengerucutkan bibirnya walaupun Bom tidak bisa melihatnya.

“Tapi Dara-yaa…”

“Bommi.” Tegur Dara memotong kalimat Bom. “Aku akan baik-baik saja. Terimakasih sudah mengkhawatirkanku. Aku akan menunggumu.”

“Baiklah Dara. Aku mencintaimu teman. Sampai jumpa.”

“Hueek. Cheesy! Sampai jumpa!” Dara meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Menarik nafas dalam dan keras. Oke, Dara, kamu bisa! Jangan takut oke? Semuanya akan baik-baik saja. Dara menyemangati dirinya sendiri.

Melihat cincin yang melingkar di jari manisnya. Oh God! Aku sangat merindukannya. Oke, mungkin sebenarnya dia gugup kembali ke Seoul, bukan karena dia memikirkan bagaimana reaksi para penggemarnya dahulu atau pun media. Tapi dia. Seseorang yang paling ia cintai. Seseorang yang tak pernah sedetik pun hilang dari pikirannya. Laki-laki yang telah membawa segala padanya. Bahagianya dan kesedihannya. Kwon Jiyong. Tanpa sadar bibirnya memanggil nama itu. Bagaimana kabarnya? Apa yang sedang dia lakukan? Apa dia masih menepati janjinya untuk menungguku? Dara! Apa yang kau pikirkan?! Jangan harap dia kembali padamu! Ingat Dee, kau bukanlah orang yang tepat bagi Jiyong! Suara itu kembali menggema di kepalanya.

***

Dara memasuki gedung SBC TV dengan gugup. Beberapa orang memandanginya dengan tatapan kaget dan tidak percaya. Ya, well, pasti mereka bertanya-tanya, kenapa seorang Sandara Park tiba-tiba muncul di sini. Bukan pertama kalinya memang dia datang ke sini. Tiga tahun yang lalu dia datang ke sini sebagai artis untuk melakukan shooting drama atau pun talk show.Tapi kini ia datang dengan profesi barunya setelah memutuskan pensiun dari dunia keartisannya.

“Oh my god! Apa itu Sandara Park? Dia sangat cantik.” Kata seorang staf di sana ketika melihat Dara.

“Wow, apa yang dia lakukan di sini? Semakin cantik dari 3 tahun terakhir.” Timpal staf lainnya.

Dara membungkuk dan memberikan senyum untuk mereka. Selain kecantikan dan kemampuan aktingnya yang sudah diakui jempol, sifat ramahnya juga yang termasuk di puja-puja oleh para staff yang pernah bekerja dengannya.

Dara berjalan menuju meja resepsionis. “Permis.” Sapanya sopan. “Aku ingin menemui Song Joong Ki-ssi.”

“Apa anda sudah membuat janji?” Tanya resepsionis itu tak kalah sopan.

“Tentu. Pukul 09.00 pagi. Dia memintaku ke sini.”

“Baiklah tunggu sebentar.” Resepsionis itu menelfon seseorang, berbicara sebentar pada orang di seberang telfon dan menutupnya kembali. “Anda dapat menemuinya di lantai 6 di ruang pertemuan. Staf kami akan mengantar anda.”

“Terimakasih banyak.” Dara tersenyum penuh. Lalu dia berjalan mengikuti staf yang diberi tugas untuk mengantarnya. Sesampainya di depan ruang yang ia tuju, Dara membungkukkan badannya mengucapkan terima kasih pada staf tersebut.

Dara menatap pintu itu beberapa detik. Mengatur nafasnya. Dia benar-benar gugup. Dara kau bisa! Relaks. Dara mengetuk pintu, dan jawaban datang dari dalam ruangan. “Masuk.”

“Eoh? Dara-ssi kau sudah datang?” Joong Ki berdiri dari tempat duduknya. Menyalami Dara. “Silahkan duduk.”

“Maaf membuatmu menunggu.”

“Tidak, tidak. Memang ada pekerjaan yang harus aku kerjakan di sini. Dan, kita harus menunggu sebentar lagi. Karena, CEO akan menghadiri penanda tanganan kontrak ini. sepertinya ia tertarik.”

“Ah, begitu.” Dara memainkan jemarinya yang berada di pangkuannya. Kenapa aku sangat gugup? Pikirnya. yang perlu aku lakukan hanya menandatangani kertas saja kok.

Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Dara dan Joong Ki mengalihkan pandangan mereka pada sosok yang memasuki ruangan tersebut. Dengan setelan jas mahal dan rapi pria itu berjalan tegap ke arah mereka.

“Apa acaranya sudah bisa dimulai Sutradara Song? Karena Mr. Kwon sudah siap.” Tanya lelaki tersebut dengan sopan. Tapi matanya menunjukkan kegugupan.

“Tentu, Seungri-ssi.” Jawab Joong Ki. Dara terdiam di tempat duduknya terkejut. Lee Seungri? Teman Jiyong, dan juga temannya. Sekarang berdiri di sini. Belum hilang, keterkejutan Dara, seorang pria dengan setelan jas berwarna hitam, mahal tentunya memasuki ruangan. Terlihat mengintimidasi dan berwibawa. Entah kenapa suasana di dalam ruangan menjadi dingin. Seungri menyingkir ke samping memberi jalan pada orang itu.

Joong Ki dan sekretarisnya segera berdiri, dan juga gadis berambut pirang yang ada di sebelah Dara –sudah dari tadi- ikut berdiri. Memberi hormat pada orang tersebut. Sedangkan Dara, tubuhnya bergetar hebat. Keringat bermunculan dari pori-porinya. Kakinya seperti agar-agar. Dengan segenap kekuatan yang dia miliki, Dara berusaha berdiri.

“Mr. Kwon,” Joong Ki mengangguk pada sosok itu. KWON JIYONG. “Acara penanda tanganan kontrak akan segera dimulai. Ms. Park, perkenalkan, dia adalah SBC Group Kwon Jiyong.” Dara menatap Jiyong dengan tatapan sulit diartikan kemudian mengangguk kaku.

“Dan ini adalah sekretarisnya, Lee Seungri.” Seungri tersenyum gugup ke arah Dara. “Dan di sebelah anda adalah Lee Chaerin, ketua editor di sini.” Chaerin memberikan senyuman hangatnya pada Dara.

“Dan dia adalah penulis naskah drama kita, Ms. Sandara Park. Tentunya kita tidak asing dengan dia kan?”

Acara berjalan dengan lancar walaupun udara di sekitar mereka meneriakkan kecangguan yang terjadi. Dara berhasil menguasai dirinya dengan memasang senyum palsu memesonanya. Walaupun tubuhnya bergetar hebat. Acara tersebut di akhiri dengan saling berjabat tangan satu sama lain.

“Senang bekerja sama dengan anda Ms. Park.” Jiyong tersenyum penuh. Matanya berbinar.

“T-tentu saja, Mr. Kwon.”

Mereka keluar ruangan bersama-sama. Kecuali Song Joong Ki dan beberapa staf tetap berada di dalam.

“Dara-ssi, aku akan menunjukkan kantormu.” Kata Chaerin bersemangat. Dara mengangguk pada gadis itu. Dan akan melangkahkan kakinya mengikuti Chaerin, ketika suara yang sangat ia kenal berbicara.

“Chaerin-ssi, bisakah aku berbicara pada Ms. Park sebentar? Nanti aku akan mengantarkannya ke ruanganmu.” Jiyong menatap Chaerin dengan pandangan otoriter yang tidak bisa gadis bermata kucing itu tolak.

“Okay Sir.” Gadis itu mengangguk, lalu berbalik, dan berjalan menjauh dari Dara, Jiyong, dan Seungri.

Jiyong memandangi Dara. Dia menatap betapa cantiknya gadisnya itu. Dia merasakan betapa rindunya dia pada gadisnya. Ingin merasakan Dara di pelukannya. Menghembuskan nafas kasar. Dia terlalu senang melihat serpihannya kembali.

“Dara.” Panggilnya. Suaranya berat dan lirih. Penuh kerinduan. Dara yang sedari tadi menunduk, perlahan mendongakkan kepalanya dan langsung disambut tatapan penuh emosi dari Jiyong.

“Dara.” Ulangnya lagi. Dara tetap menatapnya. Dia terlalu kaget akan bertemu Jiyong di sini. “Kita perlu bicara. Aku ingin berbicara padamu.” Dara tetap diam.

“Aku merindukanmu.” Kalimat itu lolos dari mulut Jiyong. Mata Dara membelalak seketika. Mulutnya membuka ingin mengatakan sesuatu, tapi tak ada yang bisa keluar.

Dia mencoba lagi, “J-jiyong aku,-”

“Oppa!” Suara gadis menggema di lorong tersebut. Tampak seorang gadis cantik rambut panjang hitamnya tergerai di punggunya. berjalan ke arah mereka dengan senyum tersungging di wajahnya. “Jiyong oppa!” Panggilnya manja.

***

to be continue…

<< Back  Next >>

Advertisements

50 thoughts on “Behind The Scene >> Take #1

  1. Teriak sambil tarik nafas panjng waktu baca bagian dara mau ketemu sma CEO ,,ngebayangin gimana ekspresinya itu loh bikin sya teriak2 ,ff nya keren

  2. Akkkkhhh…itu si krystal ganggu nostalgia daragon aja nih
    Kasian dara,pas dia balik ke korea jiyong udah punya pacar walaupun jiyong gak suka sama krystal tapi kan mereka pacaran
    Ada yang aneh,mereka berpisah 2thn apa 4thn ???

  3. Awal yang bagus aku suka
    ini pho nya krystal ya??
    huaaa jiyong pilih yang mana?
    jadi jiyong sama krystal pacaran atau enggak

  4. Rampung part 1 nya 😄
    Tp kok saya agak bingung ya??
    Sebenarnya dara menghilang dan pisah sama jiyong itu sudah berapa lama??
    Di awal diceritakan dara menghilang dan pindah ke NewYork selama 4th , dibagian pas seungri muncul bareng daesung dan Taeyang diceritakan dara menghilang selama 2th , tp dibagian pas dara masuk ke gedung SBC TV dia terakhir muncul 3th yg lalu.

    Pas Jiyong muncul dikantornya pas seungri daesung taeyang kumpul itu kok feelnya dapet bgt y??? Pas jiyong ngomong “jadi,kalian mebicarakan Dara-ku, dikantorku tanpa ijin dariku” itu kerasa bgt feelnya gak tau knpa rasanya bener2 dara udah dipatenkan buat jiyong 😄😄
    Eh itu siapa cewek yg muncul tiba2 pas mau continue itu??Kristal ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s