LOVE DUST [Part 38]

uo

PLEASE DON’T BE SIDER

Author            : Zhie (@Zhiedara44)

Main Cast       : Park Sandara (25 Th), Kwon Jiyong (23 TH)

Support Cast : Lee Donghae (27 Th)

                           Nam Gyu Ri (18 Th)

                           Lee Seung Hyun (18 Th)

                           Jun Il Woo (28 Th)

Annyeong chingudeul….huwaaaaaaaaa T_T, aku membuat ini sangat lama. Mianhe! Mianhe, lama ngelanjutinx n’ gomawo yang udah nunggu dengan sabar…berkali-kali ganti plot cerita, dan akhirnya menjadi seperti ini. ^^ So Happy Reading n’ HENGSO..>.<

“Jadi selama ini kau tinggal disini?” Tanya Jiyong saat mengantar Dara ke Café milik keluarga Seungri.

“Ne…beberapa bulan yang lalu, aku ikut Bom Eonni pergi ke busan….dan baru sebulan ini aku kembali ke Seoul.” Jawab Dara kemudian.

“Cih…bocah itu beraninya membohongiku, mengatakan ia tak tahu apa-apa tentangmu. Aku akan membuat perhitungan padanya.”

“Andwae….aku yang meminta untuk tak memberi tahumu, Ji…jadi tolong jangan salahkan dia.” Ucap Dara membuat Jiyong menatapnya.

“Apa kau sangat ingin menghindar dariku, Dara? Apa aku telah benar-benar menyakitimu?” Tanya Jiyong membuat Dara mengalihkan pandangannya dari Jiyong.

“Aku akan pergi sekarang.” Ucap Dara beranjak untuk keluar dari mobil Jiyong, tapi dengan cepat Jiyong menahannya membuat wajah mereka, kini saling berhadapan.

“Katakan padaku, Dara…bukankah kau mengatakan kau akan baik-baik saja? Bukankah kau sudah bahagia bersama Donghae Hyung sekarang?” Tanya Jiyong membuat Dara hanya berusaha kembali menghindari tatapannya dan saat itu Jiyong bisa melihat ada butiran bening disudut mata Dara, yang selama ini tak pernah ia perlihatkan padanya…yang selama ini, ia berpikir Dara adalah yeoja yang kuat dan yang selama ini ia adalah Yeoja yang tak kan menangis karena dirinya…tapi ia salah, ia telah menyakiti Dara terlalu dalam. Iapun menarik Dara kepelukannya…

“Mianhe…Dara, mianhe…” Ucap Jiyong membuat Dara tak mampu lagi menahan air matanya yang selama ini ia tahan…selalu berusaha menunjukkan ia baik-baik saja, tapi kali ini Dara ingin menumpahkan semuanya…ingin bahwa Jiyong tahu ia tak sekuat apa yang dipikirkan, walaupun ia tahu…setelah ini tak kan ada yang berubah.

———-

‘Tok…tok….tok…’

“Dara, boleh aku masuk?” Terdengar suara Bom Eonni yang mengetuk kamar Dara.

“Ne…masuklah eonni.”

“Uhm, apa kau baik-baik saja…sejak kemarin kau tidak ada keluar dari kamar, apa Jiyong menyakitimu?”

“Anio…ia merawatku dengan baik, Eonni…aku hanya sedang berpikir, 2 minggu lagi…pernikahannya dan Gyu Ri akan berlangsung…aku tidak yakin, apa saat itu bisa mengucapkan selamat dengan baik. Karena pada saat pertunangan mereka…aku melarikan diri.”

“Kau akan pergi ke pernikahan mereka?”

“Ne…aku berpikir, aku harus pergi …pergi untuk memberi mereka selamat dan mendoakan mereka.”

“Itu bukan ide yang baik, Dara.”

“Tapi hanya itu yang bisa kulakukan Eonni.”

“Kau akan menyakiti dirimu sendiri.”

“Ne…aku tahu itu.”

Gedung YG Entertaiment….

Jiyong Pov

Aku melangkahkah kakiku keluar dari ruang pertemuan di YG bersama dengan Il Woo Hyung, kami baru menandatangi beberapa kontrak baru hari ini…dan saat ini kami menunggu pintu lift terbuka untuk menuju lantai dasar.

‘Ting’

Aku membeku seketika dengan apa yang kulihat dihadapanku….kulihat Donghae Hyung sedang tertawa bersama yeoja yang bergelayut manja disampingnya dan mereka tampak mesra…

“Annyeong.” Sapanya saat melewati kami, aku mengepalkan tanganku…apa yang ia lakukan dengan yeoja itu, bukankah ia telah kembali dengan Dara…mengapa ia tampak mesra dengan yeoja lain.

“Ji.” Ucap Il Woo Hyung menyadarkanku untuk segera masuk kedalam lift, karena sedari tadi aku hanya diam ditempatku dan baru kusadari kalau yeoja itu juga seorang aktris.

“Oppa…ponselku tertinggal di apartemenmu, aigo.” Terdengar ocehan yeoja itu yang menghentikan langkahnya untuk memeriksa tasnya…aku kembali mengurungkan niatku untuk masuk ke dalam lift.

“Ne…kita akan mengambilnya nanti.” Jawab Donghae Hyung dengan santainya….

“BRENGSEK!!!!” Teriakku menghampirinya.

‘Bugh’

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Apa yang kau lakukan?” Ucap yeoja itu histeris padaku yang telah membuat Donghae Hyung terjatuh. Kembali aku akan memukulnya tetapi Il Woo Hyung menahanku.

“Ji…tenanglah, apa yang terjadi padamu…hah?” Ucap Il Woo Hyung berusaha menenangkanku. Kulihat Donghae Hyung telah kembali berdiri dibantu oleh yeoja itu…cih, aku benar-benar ingin memukulnya sekarang.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Donghae Hyung saat ia telah berdiri dengan sempurna.

“Cih…seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan dengan yeoja itu hah?”

“Mwo?” Ia menunjukkan tampang seolah-olah tak ada yang salah.

“Apa maksud ekspresimu itu, Hyung? Bukankah kau telah memutuskan untuk kembali dengan Dara, Hah????” Ucapku lagi setengah berteriak dan kemudian ia tersenyum…mwo? ia tertawa sekarang bahkan setelah aku memukulnya ia masih bisa tertawa, apa dia sudah gila….”Hahahahaha…..mari kita selesaikan kesalahpahaman ini, Ji.” Ucapnya kemudian membuatku mengerutkan keningku.

“Kesalahpahaman? Apa maksudmu, Hyung?” Tanyaku tak mengerti dengan apa yang ia katakan.

“Jessica, bisa carikan undangan kita atas nama Kwon Jiyong dan Jun Il Woo.” Ucapnya kemudian pada yeoja yang bernama Jessica itu, lalu kemudian iapun memberikannya padaku dan Jun Il Woo. “Bukalah Ji, aku rasa itu bisa mengakhiri kesalapahamanmu padaku.” Akupun mengikuti apa yang ia katakan dan saat itu aku membaca nama pasangan yang ada di undangan tersebut LEE Donghae & JESSICA JUNG…MWO? Aku kembali melihat mereka bergantian…

“Apa maksudnya ini?”

“Aigo…apa kau begitu bodoh? Kau tidak bisa memahaminya? Bukankah itu sudah jelas…aku akan bertunangan dengan yeoja disampingku ini bukan Dara.”

“Apa? Tapi saat itu-“

“Kau tak mengerti juga, ambilah kesimpulan dari semua ini…aku yakin kau cukup pintar untuk hal itu, dan jika aku boleh berpesan padamu…maka pesanku adalah pertahankan yang harus kau pertahankan Ji, atau kau akan menyesal di sisa hidupmu nanti, janganlah menjadi orang yang pengecut …dan satu lagi, pukulanmu tadi lumayan keras tapi mungkin kita bisa anggap ini impas karena aku memukulmu waktu itu.” Ucapnya kemudian berlalu pergi.

“Tunggu, Hyung…jadi kau tidak pernah menjalin suatu hubungan lagi dengan Dara?” Tanyaku membuat ia menghentikan langkahnya…

“Apa kau pikir ia akan begitu mudah melupakanmu? Jika kau berpikir seperti itu, maka kasian sekali Dara…lagi-lagi ia mencintai orang yang salah, yang tak percaya cintanya dan tak bisa mempertahankannya. Jangan menjadi sepertiku, Jiyong-shi. Pikirkan itu baik-baik.” Jawabnya membuatku menyunggingkan senyumku.

“Cih…dia menceramahiku begitu banyak.”

“Aku rasa dia benar, pertahankan yang harus kau pertahankan, atau kau akan menyesal di sisa hidupmu nanti, janganlah menjadi orang yang pengecut…aku suka kata-katanya. Dan sepertinya kau harus benar-benar memikirkannya, Ji…atau aku yang akan bertindak lebih dulu.”

“Mwo? Apa maksudmu, Hyung?” Tanyaku melihatnya, sementara ia hanya tersenyum misterius dan masuk ke lift.

“Maksudku adalah….aku tak ingin menjadi seorang pengecut, karena itu mungkin aku akan mendahuluimu untuk mempertahankan, Dara.” Jawabnya membuatku terdiam berusaha mencerna kata-katanya dan saat pintu lift itu hampir tertutup.

“Ya’! Tarik kembali ucapanmu, Hyung…apa kau bercanda, hah?” Ucapku berusaha kembali membuka pintu lift itu…tapi terlambat. “Cih…apa-apaan ini!!!!! Aaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrghhhhhh…babbo kau Kwon Jiyong.” Batinku merutuki kebodohanku sendiri…

***

Malam ini, salah satu ballroom sebuah hotel ternama di penuhi oleh para undangan yang rata-rata adalah para aktris dan aktor….apa kalian bisa menebak? Acara siapa ini….Yeah, ini acara pertunangan Lee Donghae dan Jessica Jung….Dara bersama keluarga Seungri (Bom Eonni, Top Oppa, kedua baby mereka ‘Daesung & Minzy, beserta Chaerin dan Seungri tentunya) duduk di salah satu tempat yang sudah disiapkan untuk mereka. Dan saat itu terlihat Jiyong dan Gyu Ri yang baru datang memasuki ballroom tersebut disusul oleh Jun Il Woo dibelakang mereka. Dara sempat menyadari kedatangannya, karena Jiyong duduk tak jauh dari tempat ia duduk sekarang….dan mata mereka saling bertemu untuk beberapa detik, tapi dengan segera Dara mengalihkan pandangannya.

Jiyong Pov

“Mwo? Dimana Il Woo Hyung?” Gumanku menyadari Il Woo Hyung tak berada satu meja dengan kami. Dan betapa kagetnya saat kulihat Il Woo berada satu meja dengan Dara dan Keluarga Seungri lainnya. “Cih…apa ia serius dengan ucapannya waktu itu, bukankah ia hanya menggodaku.” Batinku mulai kesal saat melihatnya  duduk disamping Dara, dan mereka terlihat berbicara dengan sangat antusias satu sama lain.

“Oppa, apa yang kau perhatikan…hah?” tanya Gyu Ri menyadarkanku.

“Ah…anio, Gyu Ri-yah.” Jawabku cepat.

“Uhm…padahal kukira ini pertunangan Donghae Oppa dengan Dara Eonni, tapi ternyata ia bertunangan dengan yeoja yang lain. Huft, mereka mengerjai kita.” Ucap Gyu Ri kemudian, tapi aku tak terlalu menanggapinya karena saat ini perhatianku lebih pada Dara dan Il Woo Hyung. Sial…mereka tampak sangat akrab.

Dara Pov

Aku merasa Jiyong terus memperhatikanku selama acara ini berlangsung, karena beberapa kali aku mendapatinya sedang menatapku dan mau tak mau pandangan kami kembali bertemu, aigo…aku tahu ia pasti kesal karena aku berbohong padanya tentang pertunanganku dan Donghae Oppa…tapi, tak bisakah ia mengabaikanku? Bukankah ia bersama Gyu Ri sekarang….dan entah mengapa aku mulai gerah diruangan ini, anio tepatnya mulai gerah dengan tatapan Jiyong padaku…

“Permisi, aku akan keluar sebentar.” Ucapku berdiri dari dudukku.

“Mwo? Kau mau kemana Dara?” Tanya Bom Eonni kepadaku….

“Aku butuh udara segar Eonni.” Jawabku berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Kini aku menikmati udara malam di taman yang berada di belakang hotel tersebut…”Aaaaaah….udara malam yang segar.” Ucapku saat telah duduk disalah satu bangku taman. Kulihat langit malam ini yang banyak bertabur bintang. “Appa….Eomma, aku sangat….sangat…sangat….merindukan kalian, merindukan rumah kita…merindukan desa kita…merindukan para tetangga yang selalu membantu kita, merindukan semuanya….” Tanpa sadar, air mataku kembali jatuh dan saat itu ada seseorang yang menyodorkan sebuah sapu tangan padaku.

“Il Woo Oppa.” Ucapku saat melihatnya, iapun duduk disampingku.

“Mengapa aku selalu melihatmu dalam keadaan seperti ini Dara, tidak bisakah aku melihatmu tersenyum bahagia saat bertemu denganku?”

“Oppa.” Gumanku padanya, Il Woo Oppapun tersenyum melihatku…

“Aku bercanda…menangislah saat kau ingin menangis Dara, aku akan pura-pura tak melihatnya…jadi kau tenang saja, tak akan ada yang tau bila wajahmu terlihat sangat jelek bila menangis.”

“Oppa.” Ucapku lagi padanya….

“Kekeke…anio, anio…aku bercanda Dara.” Ucapnya padaku, kali ini mampu membuatku untuk menyunggingkan senyumku….

“Gomawo, Oppa…Gomawo, kau seperti sebuah tisu yang selalu siap menghapus airmataku kapanpun itu.”

“Cih…perumpamaan yang buruk Dara, aku membayangkannya itu seperti tisu toilet.”

“Kekeke…anio, tidak seperti itu Oppa.” Ucapku menahan tawaku.

“Akhirnya kau kembali tertawa, Dara.” Ucapnya membuatku tersenyum….Il Woo Oppa selalu dapat membuatku tenang disaat-saat seperti ini. “Dara-yah.”

“Ne…Oppa?”

“Uhm…mungkin ini bukan waktu yang tepat, setelah hampir berbulan-bulan kita tak bertemu…mungkin apa yang kukatakan ini, akan terdengar aneh untukmu. Tapi aku rasa…mungkin setelah ini, aku tak memiliki kesempatan lagi untuk mengatakannya.” Ucap Il Woo Oppa kini membalas tatapanku padanya.

“Mwo? Apa sebenarnya yang ingin kau katakan, Oppa?”

“Dara-yah….saranghae.”

Aku terdiam saat mendengar Il Woo Oppa mengatakannya, mencoba mencerna apa arti dari ucapannya…walaupun aku cukup jelas mengetahui artinya, tapi apa ia memiliki pengertian lain…apa ini tidak salah atau aku salah dengar….???

“Mi~~Mianhe~Mianheyo…Oppa, bisa kau ulangi ucapanmu? Sepertinya aku tak mendengarnya dengan baik.” Ucapku kemudian, membuat ia kembali menatapku tajam. Iapun berdiri dari duduknya dan mengajakku berdiri dihadapannya…kami saling berhadapan sekarang, ia memegang bahuku dan saat itu ia mengatakannya kembali dengan sangat jelas….

“Saranghae….Dara-yah, mianhe aku mengatakannya saat ini…aku tahu, kau pasti merasa aneh dengan pernyataanku ini. Tapi aku sungguh menyukaimu…lebih tepatnya mencintaimu, dan jika kau ingin tahu sejak kapan perasaan ini muncul…sejak kau mulai masuk lebih dalam ke dalam kehidupanku, sejak kau mulai mencoba sesuatu yang sebelumnya tak pernah kau pahami tetapi kau tak pernah menyerah untuk mencobanya, sejak kau sering menelponku menanyakan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan…tapi itu membuatku selalu menunggu namamu yang tertera diponselku setiap itu berbunyi, aku selalu merindukan suaramu dan aku mulai menyukaimu…setiap kau mengingatkanku untuk menjaga kesehatanku. Mungkin itu terlalu sederhana bagimu…tapi itulah yang membuatku menyukaimu, selama ini aku menahannya, karena aku tahu…aku tak akan memiliki kesempatan. Tapi setidaknya kali ini aku ingin kau mengetahuinya….saranghae, dara-yah….saranghae, meski ku tahu kau tak akan menerimaku…aku tidak apa-apa, aku hanya ingin kau tahu….dan biarkan aku yang mencintaimu sendiri.”

Entah mengapa pernyataan Il Woo Oppa kali ini mampu membuatku kembali mengeluarkan air mata…ada sebuah perasaan bersalah padanya….

“Gomawo, gomawo oppa…gomawo karena mencintaiku begitu dalam….aku-aku tidak tahu, aku tidak tahu harus menjawab seperti apa agar tidak menyakitimu….aku-“

Ucapan ku terhenti seketika, saat ia menarikku kepelukannya dan mendaratkan bibirnya di bibirku, ia menciumku….omo….?

Jiyong Pov

Apa yang kulihat??? Aku merasakan dadaku sangat sesak saat melihatnya, aku membalikkan tubuhku, dengan penuh kekuatan kupukul dinding di hadapanku…aku tidak peduli darah segar kini mengalir ditangan, aku merasa mata ini terasa sangat panas…aku merasa sakit ini, sudah sampai pada puncaknya…aku menyadari kebodohanku….aku menyadari kesalahanku, menyakitinya adalah sesuatu yang terburuk yang pernah kulakukan…dan saat ini, aku melihatnya…melihatnya berciuman dengan pria lain…dengan pria yang sangat ku kenal…aku tahu aku telah melepasnya. Tapi perasaan ini begitu kuat…

“Shit!” Aku kembali memaki diriku saat kusadari air mataku telah jatuh sekarang, aku tak peduli bagaimana aku terlihat buruk sebagai seorang pria….karena aku merasa tak ada lagi yang bisa kulakukan untuk mempertahankannya….

Sementara itu…..di sudut lain…

“Mengapa kau begitu menyedihkan, Oppa? Mengapa kau menjadi seperti ini karena dia? Mengapa kau mencintanya begitu dalam?” Ucap Gyu Ri yang memperhatikan kedua adegan itu…tanpa sadar air matanya ikut jatuh melihat orang yang sangat disayanginya, menjadi sangat menyedihkan…dan ia kembali melihat ke arah taman….”Oppa….mianheyo.”

To be continued….

Huwaaaaa….jadi bertambahkan chap.x…diluar prediksi awal, tapi tetep gak melenceng ceritanya dari yang direncanakan kok chingu kekeke….(Indahnya bila kita saling menghargai, beribu-ribu kata yang kubuat dan merangkainya hanya menginginkan beberapa kata dari para readers sekalian….semoga itu tak merepotkan.)^^ So, tinggalkan jejak seperti biasa…Gomawo sebelumnya, Hengsho!!!>.<

<<back next>>

Advertisements

81 thoughts on “LOVE DUST [Part 38]

  1. Omoo. Jung ill woo beneran serius sama ucapannya. Sebegitu cintanya dia ama Dara sampe gk bisa mendem perasaannya lagi. Dilain sisi Jiyong yang ngeliat aja udah cemburu abis abisan dan pada akhirnya Gyu Ri sadar sama kesalahannya kalo dia itu udh ngebuat dua pihak merasa tersakiti. Moga moga happy ending🙏🙏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s