LOVE DUST [Part 31]

gshy

PLEASE DON’T BE SIDER

Author            : Yhezi Wijaya, @Zhiedara44

Main Cast       : Park Sandara (25 Th), Kwon Jiyong (23 TH)

Support Cast : Lee Donghae (27 Th)

                          Nam Gyu Ri (18 Th)

                          Lee Seung Hyun (18 Th)

                          Jun Il Woo (28 Th)

Dara Pov

Aku melihat mereka bersenang-senang…membuat satu buah boneka salju yang jauh dari kata sempurna, mereka terlihat tertawa bersama, sementara aku disini hanya tersenyum memandangnya…sungguhkah ini keadaan yang baik. Aku adalah orang yang tiba-tiba hadir dikehidupan mereka…dan aku telah menjadi bagian dari cerita mereka. Apakah kau sadar Dara? Kau bukan siapa-siapa…Gyu Ri benar seharusnya aku dapat tetap menjalani jalan takdirku sendiri tanpa harus merusak jalan takdir orang lain. Aku telah masuk dalam kehidupan Jiyong terlalu jauh…eomma, appa…ottoke?

Tes…..

Tanpa sadar air mataku telah membasahi pipiku…aku segera menghapusnya sebelum seseorang menyadari bahwa aku tidak dalam keadaan baik sekarang.

Flashback

“Ne…dan karena itu aku meyakini, ia tak akan jauh dan meninggalkanku. Ia akan selalu ada disisiku saat aku membutuhkannya kapanpun itu. Karena ia pernah berjanji…hanya akan menikah denganku Eonni.” Aku tertegun saat ia mengatakan itu dengan sangat jelas….aku menatapnya, mencoba melihat keseriusan dibalik ucapannya itu.

“Apa maksdumu Gyu Ri-ah?” Tanyaku tanpa sadar membuatnya sekilas menatapku.

“Eonni…sejak kecil waktuku selalu kuhabiskan dengannya hingga saat ia telah memilih untuk menjadi seorang aktris dan aku sangat mendukungnya. Awal ia akan memasuki dunia ini…ia terlebih dulu memperlihatkan aktingnya di depanku dan selalu meminta pendapatku. Ia sangat senang jika aku bertepuk tangan dan memuji aktingnya…ia akan segera mendekatiku dan memastikan bagaimana pendapatku tentangnya, saat aku mengangguk meyakinkannya bahwa ia terlihat sangat sempurna maka ia akan memelukku dengan sangat erat. Walaupun aku tahu itu berarti waktunya tak akan sebanyak dulu denganku tapi aku memahaminya. Aku selalu memantau apa yang ia kerjakan, tapi aku tahu saat ini Ji Oppa sudah tidak membutuhkanku lagi untuk memberinya pendapat karena ia sudah sangat hebat sekarang. Aku bangga dengannya. Ia adalah sosok namja yang sempurna bagiku eonni, salah jika orang-orang mengira aku menganggapnya sebagai Oppa…bagiku ia lebih dari itu, ia adalah seorang namjachinguku dan aku berpikir ia juga menganggapku sama seperti aku menganggapnya.”

Aku benar-benar merasa dunia berhenti berputar saat mendengarnya, mencoba kembali memahami setiap ucapannya, ini benar-benar membuat perasaanku sangat bingung…lalu apa yang selama ini ia tunjukkan padaku, Gyu Ri telah berharap banyak padanya. bukan ia seharusnya menyadari itu?

“Kau tahu Eonni…ia selalu mengawasiku bila ada seorang namja yang mencoba mendekatiku, ia terlihat tidak merelakanku jika aku memiliki sebuah kencan, ia selalu mengatakan kau masih gadis kecil bagiku, belum saatnya untuk kau memiliki seorang namja ia hanya akan membuatmu sakit hati nanti dan anehnya aku selalu menurutinya….sampai sebelum kepergian perrtukaran pelajar itu, ia berpesan agar aku tak membuat masalah dan mencari namja disana, aku sempat protes dan marah padanya. Mengatakan padanya bagaimana jika tidak ada yang mau denganku jika ia terus mengawasiku seperti itu dan ia menjawab maka ia yang akan selalu disampingku…sampai aku memintanya untuk berjanji ia bertanggung jawab menikahiku jika aku tak mendapatkan namja yang baik dan ia menyanggupinya. Jadi aku berpikir…aku tak perlu mencari namja lagi karena ia sudah cukup baik dan aku tak ingin ia mencarikannya untukku.” ….”Tapi aku merasa Oppa sedikit berubah sejak aku pulang…ia seakan melupakan semuanya. Kau tahu…aku mulai berpikir ia telah menemukan wanita lain dan melupakanku padahal aku selalu menganggapnya serius dengan ucapannya…karena itu aku ingin bertanya padamu, apa kau pernah melihatnya dekat dengan wanita lain?”

Aku tertegun mendengar semua ucapan Gyu Ri dan pertanyaan itu membuat bibirku terasa kelu saat akan menjawabnya. ”Jiyong…apa sebenarnya yang kau rasakan padanya hah?” Hatiku kembali berbicara, entah mengapa ini sangat menyakitkan…akupun akhirnya memaksakan sebuah senyuman untuk membantuku menutupi bagaimana sakitnya hatiku sekarang…

“Anio…aku rasa ia tak mempunyai wanita yang dekat dengannya saat ini.” Ucapku membuatnya memperlihatkan senyum lebarnya.

“Jinjja?” Akupun berusaha menganggukkan kepalaku walaupun itu terasa amat berat. “Waaah…baguslah, aku tenang sekarang…padahal aku sempat berpikir ia memilikinya, aku berharap tak akan ada orang yang menganggu jalan takdir kami…setiap orang harusnya memilih jalan takdirnya tanpa mengubah jalan takdir orang lain. Bukan begitu Dara Eonni?”

“A…Ne, kau benar Gyu Ri-ah.”….Dan aku seharusnya tak berada dijalan takdir kalian bukan?

Author Pov

“Noonaaaa!” Panggil Seungri yang mendekati Dara bersama Chaerin disampingnya.

“A…Ne, apa yang akan kalian lakukan hari ini?” Tanya Dara saat mereka sudah ada didekatnya.

“Kami ingin menaiki gondola Eonni, melihat pemandangan dari atas pasti sangat indah.” Jawab Chaerin sangat bersemangat.

“Apa kau ingin ikut Noona?” Tanya Seungri kemudian.

“Aku rasa tidak, aku hanya ingin kembali ke kamar…badanku sedikit tidak enak sekarang.”

“Mwo…benarkah Eonni, apa kau demam? Apa kami perlu mencarikanmu obat?”

“Anio..aku hanya butuh istirahat sebentar Chaerin-ah.”

“Ne…itu ide yang bagus Noona, tak baik untukmu berlama-lama ditempat dingin seperti ini.”…”Ah…itu Ji Hyung, aku akan memberitahunya untuk segera membawamu ke kembali ke kamar.” Ucap Seungri tapi Dara segera menahannya.

“Tidak usah Seungri-ah, tak usah beri tahu mereka…aku baik-baik saja, Ne.”

“Tapi Noona-“

“Sudahlah nikmati waktu berlibur kalian, aku hanya perlu kembali ke kamar dan semuanya akan baik-baik saja.” Ucap Dara kemudian, membuat Seungri dan Chaerin terdiam. Darapun pergi meninggalkan mereka dan saat itu Jiyong melihat kepergiannya, iapun melihat Seungri dan Chaerin ditempat awal dara berada dan mendekatinya.

“Kalian tau Dara mau kemana?” Tanya Jiyong pada Seungri dan Chaerin.

“Ia akan kembali ke kamar Hyung.”

“Mwo? Waeyo? Bukankah ia seharusnya ikut menikmati liburan ini.”

“Ia sedang tak sehat sekarang.” Ucap Chaerin tak bisa menahan mulutnya untuk bicara, itu membuat Jiyong terlihat khawatir.

“Ais…mengapa ia tak memberitahuku, aku akan menyusulnya.” Jiyongpun beranjak pergi meninggalkan mereka sementara Gyu Ri yang melihat itupun hanya terdiam…ia tak mencoba mengikuti ataupun mencegah Jiyong. Ia hanya menatap hampa, melampiaskan rasa kecewa dihatinya dengan menghancurkan boneka salju yang baru selesai mereka buat.

“Mengapa kau lebih memilihnya Oppa?” Guman Gyu Ri menahan tangisnya, terduduk di putihnya salju.

Dara Pov

Aku sekarang berada dilift untuk kembali ke kamar, entah mengapa air mataku tak dapat berhenti…aku tak mengerti, aku berusaha menghapusnya saat pintu lift akan terbuka dan saat pintu itu terbuka, aku bertemu dengan Donghae Oppa…Donghae Oppa terlihat mengamatiku, aku berharap ia tak menyadari air mataku yang tertimbun diujung mataku…aku ingin segera kembali ke kamar. Oleh karena itu aku hanya menyapanya dengan anggukkan kepala dan senyuman sampai akhirnya aku melewatinya…tapi ia menahan pergelangan tanganku membuatku menghentikan langkahku. Tanpa mengatakan apa-apa ia memegang keningku…akupun melihatnya bingung.

“Kau demam Dara.”

“Mwo?”

“Aku akan mengantarmu ke kamar.” Ucap Donghae Oppa kemudian, menarik tanganku menuju kamarku.

“Kau harus segera istirahat Dara, buatlah dirimu nyaman.” Ucap Donghae kemudian, membimbingku menuju tempat tidur. “Berbaringlah.” Ucapnya kemudian, akupun menurutinya…ia menarik selimut untukku dan kembali memegang keningku. “Aku akan membuatkanmu sesuatu yang hangat.”

“Oppa, aku tak seharusnya menyusahkanmu…kau bisa meninggalkanku sekarang.” Ucapku membuatnya kembali melihatku.

“Kau tak pernah menyusahkanku Dara, aku hanya ingin membuatmu lebih baik…tunggulah sebentar.” Jawab Donghae Oppa segera pergi menuju dapur kecil yang ada dikamar ini…aku tak tahu apa yang akan ia buat, tapi aku merasa kehadirannya saat ini bisa sedikit membuatku tenang…aku tak sendirian. Dan aku mencoba memejamkan mataku saat terdengar ketukan dipintu kamar.

“Biar aku yang membukanya Dara.” Ucap Donghae Oppa mendahuluiku, akupun hanya bangun terduduk ditempat tidurku. Mencoba melihat siapa yang datang.

 Donghae Pov

Aku tak ingin Dara bangun dari tempat tidurnya sekarang, karena demamnya cukup tinggi dan akupun membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.

“Jiyong-shi.” Ucapku saat melihat namja yang berdiri dihadapanku menatap tajam kearahku.

“Mana Dara?”

“A…Ne, ia di dalam…masuklah.” Jawabku akhirnya mempersilahkannya masuk.

“Kau bisa pergi sekarang Hyung…aku yang akan menjaganya.” Ucapnya kemudian, akupun dapat mengerti tentang ini…aku mengangguk sebelum dan beranjak pergi meninggalkan mereka.

“Anio…jangan pergi Oppa.” Ucapan Dara menghentikan langkahku, aku dan Jiyong menatap kearahnya…“Aku ingin kau yang menemaniku sekarang…hanya kau, Oppa.” Lanjut Dara, akupun menatap Jiyong sekilas yang terlihat mengerutkan keningnya.

“Apa maksudmu Dara?” Tanyanya terdengar bergetar…

“Ne…aku ingin Donghae Oppa disini merawatku, jadi kau bisa pergi Ji.”

“Mwo?” Jiyong terlihat tak terima, walaupun aku tak mengerti yang sebenarnya terjadi tapi aku menahannya saat akan mendekati Dara.

“Tenanglah Ji.” Ucapku membuatnya berbalik menatapku.

“Tapi aku yang harus merawatnya Hyung.”

“Aku tak ingin melihatmu sekarang Ji, jadi tolong pergilah.” Lagi-lagi Dara membuat Jiyong semakin terlihat tak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Ada apa denganmu Dara? Apa ada yang salah tolong beri tahu aku.”

“Anio…aku hanya ingin istirahat, jadi kumohon pergilah.”

“Ji…ia memang butuh istirahat, tolong mengerti dia kali ini…kau bisa mengajaknya bicara nanti.

“Tapi Hyung-“

“Percaya padaku, aku akan merawatnya dengan baik.” Jawabku akhirnya membuatnya terdiam, akupun menuntunnya keluar dari kamar Dara.

“Apa sebenarnya yang terjadi dengannya?” Guman Jiyong terdengar frustasi saat kami telah berada diluar kamar Dara.

“Aku juga tak mengerti Ji, tapi untuk sekarang biarkan dia beristirahat…kau tenang saja, aku tak ada maksud lain…aku mengetahui hubungan kalian dengan baik. Jadi coba percayalah padaku.” Ucapku kemudian, tak ada jawaban darinya. “Aku akan kembali melihatnya. Kau pergilah, aku akan mengabarimu nanti.” Lanjutku dan akhirnya ia hanya menjawabnya dengan anggukan.

Sekarang aku kembali berada di dalam kamar Dara…saat aku kembali, ia telah memejamkan matanya. Mungkin ia telah tertidur atau menghindar dariku yang akan menanyakan tentang ini semua. Akupun menaruh secangkir minuman hangat di meja yang berada di samping tempat tidurnya. Aku meraih kursi dan duduk disamping tempatnya terbaring. Mengompres dahinya agar panas badannya dapat berkurang. Kuyakin ia telah benar-benar tertidur tapi aku dapat melihat diraut wajahnya jika ia tengah memiliki sesuatu yang membuatnya berpikir terlalu keras. “Apa sebenarnya yang terjadi padamu Dara?” Ucapku padanya yang kutahu tak akan menjawab.

Jiyong Pov

Berkali-kali aku mengacak-acak rambutku, aku tak bisa tenang mengetahui Dara sedang tak sehat walaupun dapat kupastikan Donghae Hyung dapat merawatnya dengan baik. Tapi aku tak mengerti mengapa ia menolakku…aku lagi-lagi berdiri dari dudukku menatap keluar jendela dengan tatapan kosong karena pikiranku selalu berhenti pada Dara. Saat terakhir aku melihatnya ia memang tak seperti biasa…ia memberiku senyuman yang terlihat sangat terpaksa. Aku benar-benar tak bisa menebak ada apa dengannya, bukankah semalam kami baik-baik saja dan dapat kupastikan tidak ada yang terjadi tadi malam. Dan saat itu terdengar ketukan dipintu kamarku.

“Gyu ri-ah.” Aku melihatnya berdiri dihadapanku saat pintu itu telah kubuka.

“Aku menyusulmu kemari karena kau tak kunjung kembali Oppa.” Ucapnya membuatku menjadi tak enak karena meninggalkannya begitu saja.

“A…Mianhe.”

“Kau tahu aku menunggumu hingga tubuhku membeku, aku kedinginan, aku percaya kau akan kembali tapi kau tak datang…waeyo Oppa?”

“Gyu Ri-ah.” Aku tak mengerti mengapa ia menjadi seperti ini, ia terlihat menangis sekarang.

“Kau berubah Oppa, apa kau melupakanku hah? Aku menunggumu kau tahu itu?” Aku mengakui aku salah padanya tapi aku tak dapat memahami reaksinya yang seperti ini.

“Tenanglah Gyu Ri-ah, aku tahu aku salah…aku minta maaf, maafkan aku, Ne.” Ucapku kemudian, iapun akhirnya mengangguk…akupun menariknya kepelukanku untuk menenangkan tangisnya.

Dara Pov

Aku terbangun dari tidurku dan saat kusadari hari telah malam…kulihat Oppa tertidur di sofa, ia benar-benar menjagaku dengan baik. Aku mencoba untuk mengangkat tubuhku tapi ini terasa sangat berat…ah, aku benar-benar sakit sekarang. Dan tak sengaja aku menyenggol sebuah vas bunga hingga terjatuh dan pecah. Itu membuat Donghae Oppa terbangun dari tidurnya dan menatap cepat kearahku.

“Dara.” Iapun dengan segera menghampiriku dengan wajah khawatir yang terlihat jelas. “Kau baik-baik saja?”

“A…Ne, Oppa…aku hanya tak sengaja memecahkannya.” Jawabku menunjuk vas yang telah berserakan dilantai.

“Aigo…kau membuatku cemas Dara, sudahlah..nanti aku saja yang membersihkannya…kau kembalilah beristirahat.”

“Oppa.”

“Ne.”

“Kamsahamnida.” Ucapku membuatnya menyunggingkan senyumnya.

“Ucapkanlah itu nanti bila kau sudah benar-benar sembuh, Ne.” Akupun mengangguk menjawabnya. Iapun terlihat duduk dikursi disamping tempat tidurku…ia kembali memegang keningku untuk memeriksa suhu tubuhku. “Panasmu sudah turun Dara.” Ucap Donghae Oppa kemudian. “Sebenarnya aku ingin menyuruhmu untuk meminum minuman yang kubuat ini, tapi ini sudah tak hangat Dara…aku akan menghangatkannya dulu.”

“Anio…kau tidak perlu menghangatkannya Oppa, aku akan meminumnya sekarang.” Ucapku kemudian mengambil cangkir yang ia pegang dan meminum habis air yang berisi di dalamnya. “Ah…ini enak Oppa, aku yakin aku akan segera lebih baik.” Lanjutku mampu membuatnya tertawa.

“A…Ne…Ne, gomawo Dara…kau mencoba menghiburku sekarang.” Ucapnya membuatku ikut tertawa.

Donghae Pov

Aku dapat melihat ia tertawa sekarang, itu membuatku lega…aku kali ini kembali menatapnya serius. Dan ia terlihat menyadarinya sehingga kami kembali ke suasana yang hening sekarang.

“Dara-yah, apa yang terjadi denganmu hah? Apa kau memiliki masalah dengan Jiyong?” Tanyaku hati-hati takut hal ini sesuatu yang sensitif untuknya…

“Anio…kami baik-baik saja Oppa, tak ada masalah.” Jawabnya dengan senyuman, tapi aku tahu ia menyembunyikan sesuatu.

“Aku tak bisa memaksamu untuk menceritakan yang sebenarnya terjadi padamu Dara, tapi kau perlu tahu satu hal aku siap kapanpun itu jika kau membutuhkan seseorang untuk mendengarkanmu. Karena aku adalah Oppamu sekarang, Ne” Ucapku menatapnya lebih dalam.

“Ne…Oppa, gomawo.” Jawabnya lirih, dan akupun dapat memaklumi jika ia saat ini tak ingin bercerita.

 Jiyong Pov

Gyu Ri tertidur ditempat tidurku setelah aku berhasil menenangkannya, aku tahu…ia kecewa dengan sikapku padanya. Tapi itu karena aku sangat mengkhawatirkan Dara, ini tak pernah terjadi sebelumnya…aku berusaha selalu menuruti kemauannya, karena bagiku ia adalah adik yang sangat berharga yang harus kujaga karena aku berjanji sejak saat itu aku akan selalu berada disisinya untuk menenangkannya. Karena akulah yang secara tak langsung sudah mengambil kebahagian yang sebenarnya darinya oleh karena itu tak seharusnya aku kembali membuatnya menangis sekarang. Cukup baginya kehilangan orang tua tapi tak untuk kembali kehilangan sebuah perhatian…ia telah dengan berusaha tumbuh menjadi gadis yang kuat walaupun kadang ia sangat menampakkan sifat manjanya. “Gyu Ri-ah, mianhe…mianhe karena membuatmu seperti ini. Aku tak akan mengulanginya lagi.” Ucapku lirih padanya yang masih lelap tertidur. Dan tak lama aku melihatnya terbangun membuka matanya…

“Oppa.”

“Ne…Gyu Ri-ah.”

“Saranghae.”

“Mwo?”

To be continued….

Annyeong Haseyo Chingudeul, saya ijin untuk waktu ± seminggu kedepan…ada sesuatu yang harus dikerjain jadi berharap para chingudeul sabar menunggu kelanjutannya FF ini. Mianhe…membuat chingu, menunggu lebih lama dari sebelumnya…tapi saya akan membayarnya dengan cepat nanti, and jangan lupa tinggalkan comment y chingu, author akan dengan senang hati menerima jika ada kritik atau masukan agar membuat FF ini lebih baik kedepannya. So….Happy Reading, Ne! Gomawo….>.<

<<back next>>

Advertisements

46 thoughts on “LOVE DUST [Part 31]

  1. gyurii…kok kamu g peka banget sih kalo oppamu itu cuma nganggep kamu adik aja….dara demamnya gara2 kedinginan apa gara2 mikirin jiyong ya…haduuuhhh

  2. GyuRi kmu kok nyatain perasaanmu sih??? Percuma nanti kmu dapat sakit hati denger jwb dari Jiyong… Kalau Jiyong itu cuman dan selalu suka sma Dara… Dara yang sabar ya

  3. Jiyong kenapa harus nurut mulu sih sama Gyu Ri? Kya…. Gyu Di makin hari kamu makin ngeselin .
    Mwoya? Gyu Ri? Sarang? Cih yang benar saja. Ji Yong hanya menganggap mu sebagai adik nya gak mungkin dia terima perasaan mu Gyu ri .
    Aku gak nyangka Dara akan bolak Jiyong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s