LOVE DUST [Part 23]

te

Author            : Zhie

Main Cast       : Sandara Park (25 Th), Kwon Jiyong (23 TH)

Support Cast : Lee Donghae (27 Th)

                        Jessica Jung (22 Th)

                        Nam Gyu Ri (18 Th)                       

                       Lee Seung Hyun (18 Th)  

                       Jun Il Woo (28 Th)

Jiyong Pov

Aku tak berpikir ia akan merasa terbebani dan tertekan akan sikapku…aku merasa bersalah. Seungri benar…seharusnya aku dapat bersikap lebih baik dengannya.  Aku terus berlari untuk segera sampai ditempat Dara berada…aku sangat khawatir sekarang.

Flashback….

Jiyong memperhatikan setiap sudut studio rekaman saat ia keluar dari ruang recording, ia tak melihat yeoja itu…ia hanya melihat Seungri duduk tak jauh dari tempat yeoja itu semula berada. Iapun mendekatinya dan kembali melihat sekelilingnya.

“Waeyo Hyung?” Tanya Seungri kemudian menatapnya.

“Ani.” Jawabnya singkat tetap memperhatikan setiap sudut ruangan itu.

“Kupikir kau mencari Dara Noona Hyung.” Ucap Seungri membuat Jiyong mengalihkan pandangannya pada Seungri.

“Kau tau dimana dia?” Tanya Jiyong kemudian, Seungripun terlihat mengambil nafas panjang untuk menjawabnya.

“Ini saatnya.” Pikir Seungri dalam hati. “Aku tak tahu pasti tapi aku harus mengatakan ini…aku tak ingin ikut campur, tapi kau tau…aku melihat Dara Noona menangis tadi. Ia seperti tertekan…aku berpikir itu karena ia memikirkan sesuatu hal dan membuatnya merasa sangat terbebani. Apa kau tau kadang wanita lebih dalam memikirkan masalahnya daripada kita kaum laki-laki. Aku tak bisa bertanya lebih banyak dengannya…tapi aku bisa mengulang apa yang ia katakan terakhir kali padaku.” Ucap Seungri membuat Jiyong menatapnya lebih antusias. “Ia mengatakan Seungri-ah. Aku tak nyaman dengan keadaan ini…aku merasa diriku terlalu banyak membuat masalah, tiba-tiba aku berpikir kehadiranku disini sangatlah salah, apa sebaiknya aku pergi…Itu yang ia katakan Hyung.” Lanjut Seungri menirukan cara Dara berbicara.

“Apa ia benar-benar berbicara seperti itu?” Tanya Jiyong penuh selidik, Seungripun mengangguk cepat.

“Ne…aku mendengarnya dengan jelas Hyung, aku tak tau sebenarnya apa yang terjadi…tapi kalau aku boleh menebak itu ada hubungannya dengan sikapmu padanya Hyung, dan aku berpikir ia serius dengan perkataannya bahwa ia lebih baik pergi.” Jawab Seungri walaupun kini ia berusaha menyembunyikan tas Dara yang berada dibawah meja dengan memasukkannya lebih dalam dengan kakinya. Jiyongpun terdiam ia kembali menatap sekelilingnya. ”Ia pergi dengan membawa tasnya Hyung…aku menduga ia benar-benar pergi…seharusnya kau dapat bersikap lebih baik padanya Hyung.”

“Mengapa kau tak memberitahuku sejak tadi hah?” Ucap Jiyong mulai termakan perkataan Seungri….

“Mianhe…Hyung, aku takut mengganggu pekerjaanmu…aku sudah berusaha mencegahnya, tapi ia berkata padaku untuk  tak mengkhawatirkannya Hyung…Jadi aku-”

“Oh…Shit, kau bodoh Seungri-ah. Bagaimana kalau ia serius dengan ucapannnya hah?” Ucap Jiyong memotong perkataan Seungri, ia terlihat mulai panik sekarang. Seungripun hanya tertunduk menghadapi kemarahan Jiyong padanya.

“Mianhe…tapi aku pikir ia belum pergi terlalu jauh Hyung.” Ucapnya kembali menatap Jiyong.

“Ya! Berharaplah ia tak pergi jauh Seungri-ah…karena aku tak kan memaafkanmu jika aku tak dapat menemukannya.” Ucap Jiyong kemudian, mengambil ponselnya dengan cepat dan pergi meninggalkan studio rekaman itu sementara Teddy Hyung dan Chaerin keluar dari ruang recording saat mereka mendengar suara keras dari Jiyong yang emosi.

“Apa yang terjadi?” Tanya Chaerin heran karena ia hanya melihat Seungri-ah yang sedang duduk disofa sambil menikmati minuman hangatnya.

“Mana Jiyong?” Sambung Teddy kemudian yang tak kalah bingung.

“Tenanglah…tak ada yang terjadi, dan jangan mencari Ji Hyung untuk saat ini…ia sedang menyelesaikan masalahnya sekarang. Jadi harap memberinya waktu sejenak. Araesso.” Jawab Seungri dengan senyuman khasnya…”Ini akan berhasil…dan aku tidak bodoh Hyung, aku cukup pintar untuk membohongimu kekeke…” Ucap Seungri penuh kemenangan.

 Dara Pov

Aku berdiri dari dudukku saat melihat Jiyong baru keluar dari gedung YG dan ia berlari kearahku saat mata kami telah bertemu. Ia terlihat sangat panik.

“Jiyong-shi.” Ucapku saat ia telah berdiri dihadapanku dan menarik tubuhku kepelukannya…ia memeluk erat tubuhku sekarang. “Jiyong-shi?” Aku terdiam…tubuhku membeku sesaat, ia benar-benar membuat aliran darahku terhenti. Ia memelukku seakan tak ingin melepaskanku…tapi aku benar-benar tak mengerti, nafasnya terdengar sangat cepat…aku akan berbicara saat ia mulai mengatakan sesuatu.

“Mianhe Dara.” Ucapnya pelan…aku mendengarkannya sekarang. “Mianhe jika aku telah membuatmu merasa terbebani, aku tak berpikir kau akan memikirkan ini terlalu jauh…mohon tak memikirkan ucapanku tadi pagi jika itu memberatkanmu. Aku tak akan lagi mendiamkanmu…aku akan merubah sifatku itu, asal kau berjanji untuk membatalkan niatmu…jangan pergi Dara, jangan pernah pergi dariku…jangan menghindariku. Araesso.” Ucap Jiyong dengan cepat tapi aku bisa merasakan ia sangat khawatir sekarang. Aku terdiam beberapa saat…saat ia mengatakannya entah mengapa aku merasa tenang, ia tak ingin aku pergi darinya. Bukankah itu sudah jelas Dara…

“Ne…araesso.” Hanya itu yang dapat kuucapkan untuk membuatnya lebih tenang, iapun melepaskan pelukannya dari diriku, dan menatap lekat kearahku…omona, bisakah ia tak menatapku seperti itu. Aku akan mati jika ia tak menghentikannya.

“Apa kau menahan airmatamu sekarang?” Tanyanya kemudian padaku, aku mengerutkan keningku mendengarnya.

“Mwo? Apa maksudmu Ji…aku tak pernah menahan airmataku.” Jawabku membuatnya ia juga terlihat mengerutkan keningnya.

“Bukankah kau tadi menangis dan itu karena aku?”

“Anio…aku tidak merasa perlu mengeluarkan airmataku untukmu. Aku juga tidak mengerti mengapa kau tiba-tiba mencariku.”

“Bukankah kau mengatakan ingin pergi hah?”

“Aku hanya pergi untuk mencari udara segar Ji…aku juga sudah memberitahu Seungri-ah bahwa-“…”Omona…apa yang kupikirkan ini benar, apa Seungri-ah yang membuatmu seperti ini Ji? Apa ia mengatakan sesuatu padamu?” Tanyaku menatapnya, ia terdiam sekarang…kupikir ia telah menyadari sesuatu.

“Cih…ia mengerjaiku, aku akan membuat perhitungan dengannya.” Ucapnya berbalik berniat meninggalkanku tapi aku segera menahan pergelangan tangannya.

“Gidariseyo…” Ucapku menahan pergelangan tangannya, iapun menghentikan langkahnya.

“Waeyo?”

“Kurasa ia bermaksud baik Ji, ia hanya ingin membuat kita saling bicara…kau tau aku merasa kita terlalu kekanak-kanakan. Dan itu membuat mereka tak nyaman…jadi jangan memarahinya. Araesso.” Ucapku berhasil membuatnya menurukan emosinya dan terduduk dikursi taman.

“Ia telah berhasil mempermainkanku…ini memalukan kau tau.” Ucapnya kemudian, akupun tertawa mendengarnya.

“Kekeke…Ne, itu memalukan untukmu.”

“Ya! Kau menertawakanku.”

“Anio…” Ucapku menghentikan tawaku dan menutup mulutku, akupun duduk disampingnya. Kami terdiam sekarang, suasana hening menyelimuti kami, aku menatap sekilas namja yang duduk disampingku ini…“Ji…gomawo.” Ucapku memulai pembicaraan. “Gomawo karena mengkhawatirkanku dan-“ Aku masih ragu untuk melanjutkan ucapanku tapi aku ingin ini menjadi jelas, aku hanya perlu mengatakan apa yang kupikirkan, dan aku menarik nafas panjang. “Dan gomawo karena telah menyukaiku.” Lanjutku berhasil membuatnya membalas tatapanku tak percaya.

Jiyong Pov

Aku berhenti bernapas saat ia tiba-tiba mengucapkannya…ia tahu bahwa aku menyukainya, dan ia berterima kasih akan hal itu. Oh…shit, mengapa seperti ini…bukankah aku seharusnya mengatakannya, bukan malah mendengar ia yang mengatakannya. Bisa kupastikan wajahku memerah sekarang, aku malu? Ya karena ini memalukan, aku segera mengalihkan pandanganku darinya…

“Jiyong-shi.” Panggilnya…akupun mulai mencari kata-kata yang tepat untuk membuat keadaan ini menjadi lebih baik. Aku menghela nafas panjang sebelum kembali menatapnya.

“Mmm…Dara, A…anio…maksudku Noona.”

“Kekeke…kau terlihat gugup sekarang Ji.” Ucapnya kembali menertawakanku, aku memaki diriku sekarang…

“Cih, kau terlihat bodoh Ji.” Ucapku dalam hati…

“Hahaha….Aku hanya bercanda, aku tahu itu tidak mungkin hahaha, kau terlalu serius Ji.” Ucapnya kemudian  membuatku kembali menatapnya…omo, apa ia juga mengerjaiku hah?  Akupun kembali menatap jauh kedepan, ini semakin rumit sekarang…aku harus mengatakannya…yah, aku akan mengatakannya dengan jelas…

“Dara-yah.” Sebuah suara membuatku kembali menelan setiap perkataan yang ingin kuucapkan, kulihat Lee Donghae menghampiri kami…aku tersenyum kecut.

“Oppa.” Kulihat Dara berdiri dari duduknya menyambut kedatangan Donghae Hyung…ia terlihat senang, bagus Jiyong…kau terabaikan sekarang.

“Hei…Ji.” Sapanya padaku, akupun melihatnya sekilas.

“Ne…Hyung.”

“Apa yang kalian lakukan disini?” Tanyanya kemudian, kulihat Dara melihatku sebelum ia menjawabnya.

“Kami hanya beristirahat sejenak Oppa, kau tau pekerjaan kami kadang membuat kami harus menghirup udara segar.”

“A…Ne, aku hanya ingin mengingatkanmu tentang rencana kita nanti malam…aku akan menjemputmu jam 8, jadi bersiap-siaplah.” Kulihat Dara menggangguk cepat. Mwo? Mereka telah membuat janji…aku menatap mereka bergantian.

“Ne…Oppa, araesso.” Jawab Dara kemudian, dan tak lama Donghae Hyung berpamitan pada kami untuk melanjutkan aktivitasnya. Akupun kembali menatap Dara saat Donghae Hyung telah menjauh dari kami.

“Kau akan pergi dengannya hah? Kau tidak membicarakan ini sebelumnya denganku.” Ucapku membuat Dara berbalik melihatku.

“Mwo? Bukankah itu karena dirimu yang mendiamkanku, aku jadi tak memiliki kesempatan untuk bicara denganmu…lagipula yang kutahu jadwal kita hari ini hanya sampai sore Ji, jadi aku pikir tak masalah untuk menerima tawaran Donghae Oppa.” Jawabnya membela diri…

“Anio…kau tidak bisa pergi dengannya Dara.”

“Waeyo?”

“Karena aku akan kembali latihan sampai malam hari ini, jadi mau atau tidak mau kau harus mendampingiku.”  Jawabku berdiri dari dudukku.

“Mwo? Kau tidak bisa seenaknya seperti itu Ji, aku sudah membuat janji.”

“Tidak ada yang menyuruhmu untuk membuat janji Noona.”

“Ya! Kau tidak bisa seperti itu denganku.”

“Aku bisa-“

“Apa alasanmu hah?” Tanyanya menantangku sekarang, cih…ia membuatku sangat kesal.

“Karena aku menyukaimu Noona.” Jawabku akhirnya dengan segala keyakinanku saat mengucapkannya, tapi kulihat ia tersenyum meremehkan ucapanku.

“Kau kembali bercanda padaku? Apa kau pikir aku akan percaya…kau berulang kali mengatakannya, tapi kau selalu menariknya diakhir dan membuatnya menjadi lelucon Ji. Apa kau pikir ini lucu, bisakah kau serius dengan ucapanmu?”

“Aku serius Noona.”

“Oya…lalu apa buktinya hah?” Ucapnya membuatku dengan cepat menarik tubuhnya kembali ketubuhku. Aku menatapnya sekilas, ia terlihat sangat terkejut…aku tidak peduli apapun yang terjadi setelah ini…aku hanya ingin membuatnya percaya dengan apa yang kukatakan.

“Aku benar-benar menyukaimu Noona…saranghae.” Ucapku kemudian mendaratkan bibirku dibibirnya, yang kutahu ia tak menolak…lebih tepatnya ia membeku, ia seakan hilang kesadaran. Aku tak menyia-nyiakannya…aku menciumnya dengan lembut, aku menutup mataku saat kurasakan dadaku berdetak lebih cepat saat melakukannya dan beberapa saat kemudian aku melepaskannya…aku kembali mengatur nafasku yang memburu dan membuka mataku. Saat itu dapat kulihat ia meneteskan air matanya. Oh…Shit, apa yang kau lakukan Ji? Ia benar-benar menangis sekarang…

To be continued….

<<back next>>

Advertisements

67 thoughts on “LOVE DUST [Part 23]

  1. Wow jiyong hebat! Udah mulai berani nihh dia! Dara eonnie dibalas atuhh.
    Idenya seungri bener” bagus, sesuai bgt lahh karakternya.
    Donghae please deh jgn ganggu dara lg knp..
    Kaya ilwoo dong tuhh, gentle.
    Btw nunggu konfliknya nihh..

    Zhie eonnie minta pw chap” yg di protected dong, penasaran nihh sma jalan ceritanya.. Klo bacanya longkap gak enak soalnya.
    Tolong dikim pw nya ke verenyunky85@gmail.com

    thankyou

  2. Thor, bisa kasih pwnya ke facebook kan? facebook ku namanya : Bernadette Michelle. Penasaran bgt sm jalan ceritanya. Ditunggu pwnyaa.

    • Di fb nama itu banyak eh…ku gtw yg mna fbmu chingu, coba cek lagi deh… aku dah buka paswordx chingu kecuali chap. akhir… ntar add aku aja dulu di fb : Yhezy Wijaya. Oke. Makasih sebelumnya. ^^

  3. Eiyyy ternyata aku udh pernah baca ff ini tohh? karena ku liat namaku di baris komen. Tapi gpp wkwkwkwk😂 Dara unnie kenapa nangiss??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s