MOBSTER FOR RENT : RENT 8 – DRINKING BUDDY

Story by : huntress

Link : asianfanfics.com

Indo trans : May Azalea

Credit : kamepi_chan – Ellie

___________________________________________________________________________________

Deputy Mountain Master – Posisi setelah Dragon Head. Ia seperti physical body dari Dragon Head. Ia adalah orang yang melakukan semua hal yang perlu dilakukan dan melaporkannya kepada Dragon Head melalui Straw Sandal. Jadi dalam istilah bisnis, GD seperti manajer yang melakukan pekerjaan-pekerjaan kotor dan Dragon Head adalah seperti pemilik yang memberi perintah. Jika Triad perlu mengalahkan geng saingan, GD dan unitnya berada di garis depan ketika menyerang. Jika ada masalah dalam organisasi, maka akan disampaikan ke GD dan ia akan memberikan petunjuk tentang cara untuk mengatasinya atau ia akan melakukannya sendiri. GD dihormati bahkan oleh organisasi bawah tanah yang lain (Yakuza, Mafia, dll) karena ia seorang mafia yang sangat efektif dan mereka selalu meminta bantuannya bila dibutuhkan.

Vanguard – Petugas Operasi

Incense Master – Petugas Upacara – Dia orang yang akan melakukan Upacara Inisiasi untuk anggota tidak resmi Triad (Blue Lantern)

White Paper Fan – Administrator – Penasihat keuangan Triad

Red Pole – Penyelenggara – Mengurus Offense Triad dan Pertahanan. Bertanggung jawab dalam mengawasi keamanan dari semua anggota.

Straw Sandal – Petugas penghubung – Menyampaikan pesan salah satu anggota kepada seluruh unit. Untuk tujuan keamanan, informasi ini diteruskan melalui Straw Sandal untuk memastikan bahwa informasi tidak akan bocor. (Agak seperti pesuruh)

49ers – Anggota Biasa

Blue Lantern – Anggota tidak resmi (alias neophytes)

____________________________________________________________

SANDARA POV

Pada saat membuka pintu kamar tidurku, pembuluh vena di kepalaku hampir meledak. Ada benda yang mengerikan di atas tempat tidurku yang tidak lain adalah ayam yang Jiyong pelihara mulai pagi tadi.

“ARRRGHHHH! Kwon Jiyong, kau brengsek!”, Aku berteriak marah di atas paru-paruku. Aku akan membunuhnya!

Siapa yang dengan pikiran waras mau memiliki hewan peliharaan seekor ayam sialan!

Dan apa yang tergantung di lehernya itu? Sebuah catatan? Aku perlahan-lahan mendekati tempat tidurku dan melihat catatan yang terikat pada ayam.

Aku ayam yang baik. Tolong adopsi aku.

Kwon Jiyong! Grrrr!

“AKU BENCI KAU!!”, Aku menghentakkan kaki dengan frustrasi.
Bagaimana aku akan menyingkiran ayam itu dari tempat tidurku? Aku bahkan tidak ingin memegangnya, EWWW!

Sekarang aku perlu mengganti seprai dan sarung bantalku! Aku berjalan mondar-mandir, merenungkan cara memindahkan ayam tersebut ketika ponselku berbunyi.

Dude, dimana kau? Aku sudah di sini di tempat biasa kita nongkrong. Ayo minum denganku, kawan.

Omo, Donghae! Aku hampir lupa! Tapi apa yang akan ku lakukan dengan ayam jahanam ini? Aku masih memeras otak ketika sms lain dari Donghae masuk.

Minum denganku, please. =( *Wajah sedih*

Awwww, wajah sedih dari Donghae. Bagaimana orang bisa mengatakan tidak pada makhluk menggemaskan ini? Oke, lupakan ayam. Aku akan mengurusnya nanti.

Aku segera mengirim balasan bahwa aku dalam perjalanan, meraih tas dan bergegas keluar dari apartemenku.

Tempat nongkrong kami biasanya adalah sebuah bar yang terselip di sudut Hongdae, jauh dari dengungan dari klub-klub dance yang memang Hongdae terkenal dengannya. Musik di bar menenangkan dan Anda dapat minum saat mengobrol dengan teman, itulah mengapa kami suka berada di sana. Jumat malam adalah sesi minum kami yang biasa. Dan selalu hanya kami berdua.

Aku sangat nyaman dengan Donghae dan kita bisa bicara apa saja di bawah matahari. Hampir mustahil untuk tidak jatuh hati pada orang itu. Dan benar-benar sangat menyakitkan ketika setiap kali ia mengatakan pada orang kantor bahwa kita hanya teman minum. Aku benci dua kata itu.

Donghae adalah alasan utamaku saat memutuskan untuk menyewa pacar. Bom memang benar (meskipun aku benci bahwa dia benar, kadang-kadang dia bisa sangat pendendam), aku ingin menunjukkan pada Donghae dan seluruh kantor bahwa ada seseorang yang tertarik padaku. Ini semua alasan yang salah, aku tahu.

Sejujurnya aku ingin mundur. Tapi hal-hal berubah menjadi sangat tak terduga dan … menyenangkan.

Kwon Jiyong

Aku ingin tahu siapa ia sebenarnya.

____________________________________________________________

“Bos, saya telah menemukan kata baru untuk Anda. Ini disebut CEMBURU”, Seungri, begitu cerdas dia ,  tapi hampir kehilangan nyawanya ketika GD tiba-tiba memberinya pukulan mendadak pada tulang rusuknya.

“ADUH! Boss ~ ~!”, dia merengek.

“Aku hanya menggelitikmu. Berhenti menjadi seperti seorang gadis”, GD meraih minumannya dan terus menatap ke arah Dara.

“Menggelitikku? Aku pikir salah satu tulang rusukku patah”, keluh Seungri.

GD meliburkan sisa unitnya karena mereka masih memiliki tugas besok pagi. Ia berencana untuk membuntuti Dara sendirian tapi tentu saja, TOP, Youngbae, Seungri dan Daesung menolak pulang karena menurut mereka, ‘Mereka adalah pengikut setia GD dan mereka harus berada di sana untuk mengawalnya. These ba$trads. Bahkan seorang idiot bisa tahu bahwa mereka disana hanya untuk menyaksikan GD mempermalukan dirinya sendiri saat membuntuti Dara.

“Mengapa kalian masih di sini? Pulanglah.. Seperti yang kalian lihat, aku hanya menikmati beberapa minuman”, kata GD cuek.

” Maaf Bos. Kami perlu memastikan keselamatan Anda”, Daesung tersenyum tolol.

“Potong omong kosong itu”, GD menggeleng dan mencuri pandang lagi ke meja Dara. GD juga bertanya-tanya mengapa ia ada di sini. Ini seperti ada kekuatan tak terlihat yang memaksanya untuk mengikuti Dara.

Jadi, Dara bertemu seorang pria. Big deal. GD tidak peduli. Ia mempunyai hal yang lebih penting dari ini untuk ditangani daripada memperdulikan Dara dan siapa yang ia temui dan … Mengapa laki-laki itu memegang tangan Dara yang menakjubkan?

GD meminum minumannya dalam sekali teguk, matanya tidak pernah meninggalkan tangan Donghae yang nyaman berada di atas tangan Dara. Alis GD sangat berkerut.

“Bos, apakah kau baik-baik saja. Bisakah sekarang saya mendapatkan 20 juta won ??”, tanya TOP dengan manis.

“Diam. Aku tidak akan jatuh cinta pada wanita itu.”

“He-eh”, TOP mengangguk tanda mengejek.

“Lihatlah ke cermin Bos dan lihat bagaimana Anda sekarang”, Seungri menyela

“Kenapa? Memangnya aku terlihat seperti apa??”, tanya GD tanpa minat.

“Coba aku lihat .. Hmmm .. Yap, benar. Di sana terlihat wajah dengan aura pembunuh yang siap mengamuk setiap saat”, jawab Youngbae.

“Dan berhenti mencengkeram pisau itu. Aku tidak ingin menariknya keluar dari pantat pria itu nanti!”, TOP mengeluh sambil menunjuk pada pisau lipat di sepatu GD.

GD melonggarkan cengkeramannya pada senjatanya itu dan menuangkan satu tenggakan minuman.

“Pisau ini untukmu, a$shole. Aku berencana untuk memotong mulutmu jika kau tidak menutupnya rapat”

Dengan lelah GD mengalihkan tatapannya. Bersama dengan empat monyet ternyata tidak membantu. Mereka hanya bermain-main dengan otaknya  dan dengan praktis mendorong Sandara Park ke tenggorokannya.

TOP, Youngbae, Daesung dan Seungri adalah teman-temannya bahkan sebelum mereka memasuki jenis kehidupan yang mereka miliki sekarang. Mungkin, mereka hanya ingin ia bahagia. Tapi, mereka bukan orang biasa. Kebahagiaan adalah hal yang sulit mereka dapatkan. Mereka terus menerus berada dalam bahaya dan tidak memiliki masa depan yang pasti. Cinta? Ia tidak sanggup untuk itu. Terutama dengan semua sh!t di dalam Triad.

“Mengapa orang itu menggenggam tangan Sandara Park?”, Youngbae memainkan advokat iblis dengan cukup baik.

“Uh-oh. Boss akan mencakar keluar mata ba$tard itu”, Seungri berkelakar.

“…. dan mencabiknya hingga hancur”, Daesung menambahkan.

“Konyol”, balas GD. Ia menunduk dan melihat pisau-pisau di atas meja mereka. Seolah-olah pisau memintanya untuk menusuk dan membunuh seseorang dengan itu.

“Oke mushroomheads, hentikan itu. Boss mungkin memberi kita perintah resmi untuk melenyapkan orang itu dan menempatkan kepalanya di piring perak.”, TOP terkekeh.

GD tetap diam. Tidak, ia tidak jatuh cinta pada Sandara Park. Hiburan itu berbeda dengan yang namanya cinta.*GD menganggap Dara hanya hiburan*. Sangat tak masuk akal. Mungkin waktunya untuk mengunjungi Sulli lagi …. untuk melepaskan panas.

GD kemudian melirik ke arah meja Dara lagi yang sedang cekikikan dengan gembira saat asyik mengobrol dengan pria itu. Hmmm .. Mungkin ia dapat membumbuinya sedikit – untuk hiburan sendiri.

GD berdiri dan TOP langsung berdiri juga.

“Tunggu di sini. Aku hanya pergi ke kamar kecil”, GD berkata dengan tenang dan akan berjalan ketika TOP memblokir jalannya.

“Bos, tolong jangan lakukan sesuatu yang funky. Ingat ketika kau tiba-tiba marah dan melemparkan anak panah tepat di tengah dahi preman itu? Kau tidak ingin terjadi semacam kekacauan yang tidak perlu terjadi di sini, bukan?.”, dengan cemas TOP berkata.

“Tenang. Lagipula, preman yang itu layak menerimanya. Dia harus bersyukur anak panahnya tidak beracun..”, GD terus berjalan, meninggalkan empat orang di belakangnya.

Menit-menit berlalu .. “Aku akan pergi ke kamar kecil juga”, kata Seungri.

Seungri berlari saat ia kembali.

“Bos tidak ada!”, seru Seungri sambil terangah-engah.

“Dimana dia?”, Youngbae bertanya, waspada.

“Oh no. Oh no.. no.. no..”, TOP tersentak dan melongo ketika tahu di mana GD saat ini.

“Apa?”, seru Youngbae.

TOP menunjuk lokasi GD, yang berada di meja Dara dan Donghae.

“FCK, APA YANG IA LAKUKAN?!”

“Menjadi idiot”, desah TOP dan membenturkan ringan kepalanya ke atas meja.

____________________________________________________________

SANDARA POV

Oh sh! T.

Apa yang ia lakukan di sini?

“Apa yang kau lakukan di sini?”, Aku bertanya dengan bingung.

” Minum”, jawab Jiyong sambil mengangkat gelasnya.

Omong kosong, aku masih tidak siap secara emosional untuk memperkenalkan Jiyong sebagai pacarku! Aku berencana untuk melakukannya pada Pesta Perkenalan Tahunan Perusahaan, dengan dukungan moral penuh dari Bom!

Untungnya, Donghae pergi keluar sebentar untuk menjawab telepon penting dari salah satu bawahannya di kantor kami. Menjadi pemimpin Technical Specialist, dia selalu dipanggil setiap kali sesuatu terjadi dengan server kami, network, dll.

“Uhm, Aku sedang minum dengan teman kantorku”, jelasku. Aku berharap GD bisa menangkap isyarat bahwa ini canggung dan kita harus meneruskan urusan masing-masing malam ini. Aku tidak yakin bagaimana aku akan memperkenalkan dirinya. Selain itu, Donghae dan aku sedang enjoy satu sama lain, seperti dulu. Aku rindu masa lalu.
“Aku tau”, kata GD dengan nada datar. Lalu …. ia berdiri.

O-kay. Sekarang apa?

Akan sangat tak sopan jika memintanya untuk pergi hanya karena keinginan bodohku untuk berduaan dengan Donghae, ya kan?.

Ugh! Ngomong-omong, aku harus serius berhenti berharap pada Donghae! Tapi … tapi, mungkin … dia .. .. seperti .. aku .. juga? Aigoo, Dara! Bominator pasti akan memukulmu bertubi-tubi lagi!

Aku melihat Jiyong, yang masih berdiri di depan meja kami.

“Uhm, kenapa kau tidak duduk?”, tanyaku.

“Kau yakin?”, Ia tampak bingung.

“Ya, silakan duduk”

“Wajahmu mengatakan padaku untuk menghilang”, ia tersenyum mengejek padaku dan duduk di kursi.

Argh! Si Brengsek ini tidak pernah gagal untuk membuat darahku mendidih!

Kursi Donghae ada di depanku dan sekarang Jiyong duduk di sebelah kananku, menatap intens padaku. Aku benar-benar bisa mendengar pikirannya yang sedang berpikir ‘kena kaauuuuuuu’ .. Agak ganjil karena. . aku sedang tidak melakukan sesuatu yang salah, kan?

Aku meliriknya, menurunkan gelasku dan menatapnya lagi. Ia masih menatapku!

“Apa?”, tanyaku.

GD hanya mengangkat bahunya. Aku sudah terbiasa dengan sikap datarnya, tapi aku tidak tahu mengapa diam yang sekarang ini membuatku merasa sangat tidak nyaman.

Aku cemberut padanya dan mau mengatakan sesuatu ketika aku teringat pada makhluk yang saat ini berada di kamar tidurku.

“Yah!! Kenapa kau menempatkan ayam sialan itu di apartemenku?”

“Dia hewan peliharaan kita”

“Jiyong …”, ada nada peringatan dalam suaraku tapi seperti biasa, ia tak gentar.

“Sudah kau pikirkan nama untuknya?”

“Jiyong kita TIDAK pelihara ayam!”, Aku membentaknya dan memukul lengannya dengan cepat. Ia hanya menangkis seranganku dan tersenyum.

“Ayo kita beri nama Fried Chicken “, katanya.
“OMG. Kau jahat!”, Aku tersentak.

“Hmmmm .. Aku pikir nama peliharaan kita harus sangar … Sesuatu yang akan membuat ayam lainnya lari terbirit-birit … Bagaimana kalau Kolonel Sanders?”, Ia menaikkan alisnya dan tersenyum konyol ke arahku.

“Serius, kau sakit!”, Aku memukul lengannya. Aku menemukan diriku tertawa dengan humor konyolnya. Kolonel Sanders? Tentu saja ayam lainnya pasti akan lari terbirit-birit jika mereka mendengar nama pendiri KFC itu.

“General Tso?”

“Sekarang kau kembali ke menu ayam, eh?”, Aku tertawa kecil.

“Bagaimana kalau Megatron?”, tanyanya. Oh Tuhan, berkati hatinya karena menamai ayam yang tak berdaya itu setelah sebuah Decepticon.

“Jadinya Megatron “, Ia tiba-tiba mendeklarasikan.

“NO WAY!!”, Tunggu, kenapa aku sekarang protes? Aku bahkan tidak ingin memelihara ayam itu!

“Ya.. pikirkan namanya”, katanya.

“Jar Jar Binks?”, seruku tiba-tiba. Ia menghipnotisku untuk setuju dengan ide bodoh nya!

“Sakau seperti biasanya. Mana ada sangarnya? Jar Jar Binks itu payah dan perannya dalam Star Wars adalah hanya untuk tambahan pada komik?”, Ia tertawa kecil.

“<*Terkesiap> Kau tidak hanya menghina Jar Jar Binks tapi juga kehadiranku!”, Aku secara dramatis mencengkeram dada aku. Ia menggelegar dalam tawa dan mencubit pipi ku.

“Kau bilang akan memperjuangkan nama Jar Jar Binks melawan nama Megatronku Hah? Sakau??”

TANTANGAN DIPERPANJANG …

“Aku akan berjuang untuk itu sampai mati”, aku menyeringai padanya dengan arogan.

TANTANGAN DITERIMA!

Ia kemudian bersandar di kursi dan menatapku, tampangnya geli.

“Itu berarti kau setuju bahwa ayam itu akan jadi peliharaan kita”, katanya. Tunggu, APA?

Senyumnya melebar.

“Kau licik. Tidak akan pernah aku mau menjaga ayam itu!”, gumamku di antara gigi-gigiku yang  terkatup rapat.

Ia menertawakan wajah kesalku ketika bencana lain datang …

“Maaf dude, aku-… Oh, temanmu?”, Donghae bertanya.

OH …. SH! T.

____________________________________________________________

SANDARA POV

Aku yakin wajahku adalah contoh sempurna tentang kebangkitan dari kematian.

“<* Menelan ludah> Y-Ya.”, aku tergagap dan melirik Jiyong, yang terlihat terpisah dari dunia nyata lagi. Aku benar-benar tidak siap untuk memperkenalkan Jiyong sebagai pacarku!

“Donghae, ini Jiyong. Jiyong, ini Donghae”,lanjutku.

“Hei, Bung!”, Donghae mengulurkan tangannya tapi Jiyong menatap kosong padanya seperti Donghae hanya sebuah ilusi.

Aku menyenggol Jiyong.

“Hei .. Bung”, jawab Jiyong dan menerima tangan Donghae, cukup banyak membantuku. Ini hanya aku atau meja kami yang mendidih dengan kecanggungan?

Oke, rusak kesopanan. Jiyong harus pergi agar tidak merusak suasanaku dengan Donghae.

“Uhm .. Ia hanya menemaniku saat kau menjawab telepon. Ia sebenarnya …. dengan teman-temannya, iya kan Jiyong?.”, Aku diam-diam melebar mataku padanya agar ia bisa menangkap isyarat tersebut.

“Teman-teman apa?Aku sendirian.”, Jiyong dengan santai berkata.

Brengsek! Peeerrrggii!

“A-ha-ha-ha. Kau bilang tadi kau duduk di sana dengan teman-temanmu?”, Aku menunjuk asal sambil menendang sepatunya.

Jiyong mengerutkan alisnya, melihat ke tempat yang kutunjuk, dan menatap ke arahku.

“Di mana? Berhenti menendang sepatuku.”

JIYONGGGgggg! ~ ~

“Keberatan kalau aku bergabung dengan kalian berdua?”, Ia bertanya dan terlintas seringai kekanak-kanakannya. Namun kilatan jahat di matanya tak luput dari insting laba-labaku. Ia mencoba membuatku kesal lagi! Mengapa ia selalu melakukannya disetiap ia mendapat kesempatan!

“Tidak masalah”, jawab Donghae. Jiyong tersenyum padaku penuh kemenangan.

Aku sangat ingin melemparkan kursi ke wajahnya!

“Jadi, berapa lama kalian saling kenal?”, Jiyong bertanya.

“Sekitar tiga tahun. Benar Dara?”

“Ya. Kami masuk perusahaan pada tahun yang sama”, kataku.

“Dara sebenarnya teman minumku. Kami memiliki sesi minum secara teratur sejak saat itu.!”, Donghae melirik aku dan menepuk tanganku.

“I see.”, Jiyong meneguk minuman dari gelasnya sambil melirik kami.

Suaranya tenang menghanyutkan. Sepertinya ia tiba-tiba akan bangkit dari kursinya, melompat ke arah Donghae dan makan otaknya. Apa ada yang salah dengannya?

Jiyong terus melanjutkan pertanyaan untuk mengorek jawaban . Aku benar-benar merasa seperti tersangka kejahatan yang terjebak dalam ruang interogasi.

“Dan kami selalu mendapat masalah hahahaha. .! Aku yakin jika Dara dan aku punya bayi, dunia akan hancur!”, kata Donghae dengan bercanda.

Aku pasti akan mati karena hal gila yang baru saja Donghae katakan kalau saja Jiyong tidak menatapku dengan mata yang tenang. Ia adalah pacar sewaan terburuk yang pernah ada ! Argh! Jiyong hanya melakukan apa yang ia inginkan dan mengejekku!

Well..  ya, aku tidak memperkenalkannya sebagai pacarku pada Donghae .TAPI MASIH! <* Membayangan tentang kejadian menginjak kaki tadi> At least, Jiyong memang.. Aku tak tahu … memandikanku dengan pujian dan menenggelamkanku dengan banyak kata-kata chessy dan barang-barang.

* menghela nafas

Oh well. Aku tahu Jiyong yang orang sulit bahkan selama pertemuan pertama kami. Ia seperti binatang liar. Setidaknya ia tidak mengatakan apa-apa pada Donghae tentang kesepakatan kami. Aku masih perlu berkonsultasi dengan penasihat pribadiku alias Bom tentang cara untuk menjatuhkan bomb bahwa Jiyong adalah pacarku.

“Ngomong-omong, bagaimana kalian  berdua saling kenal?”, Donghae bertanya sambil minum bir.

Jiyong melirikku sebentar, seringai terbentuk di sudut bibirnya. Oh boy.

“Yah.., kau tahu …”, Jiyong mulai.

Oh boy. Oh boy. Aku meneguk minumanku dengan tergesa-gesa sambil berkedip cepat dalam ketakutan.

“Dara mendekatiku …”, ia segaja berhenti di tengah kalimat untuk menambahkan efek.

Aku berdoa seperti aku tidak pernah berdoa sebelumnya! Pikiranku benar-benar berteriak ‘SHUT UP JIYONGGGGGGGGGGGGGG!’

“… dan bertanya arah. Ia sedang mencari sebuah toko tertentu jadi aku menemaninya ke sana”, Jiyong selesai sementara aku merosot di kursiku, jelas lega. GAHD! Ini adalah alasan mengapa aku memprakarsai Pelatihan Boyfriend.

“Ah.. aku tahu. Bagaimana akhirnya sehingga kalian menjadi teman setelah itu?”, tanya Donghae dan beralih kepadaku!

Pikiranku benar-benar kosong. Inilah masalahnya. Setiap kali Donghae ada di dekatku, kecerdasanku entah bagaimana secara eksponensial menurun. Aku sangat tidak bisa berpikir tentang apa pun untuk menjawab pertanyaan sederhana itu! Help!

“Kami bertukar nomor karena ia ingin mengucapkan terima kasih dengan mentraktirku makan malam”, Jiyong menjawab. Aku pikir wajahku sudah tidak memiliki warna.

“Dan … Kalian menjadi dekat setelah itu?”, Donghae mengerutkan kening dan menatapku. Yipes! Donghae, tolong berhenti bertanya, aku mohon. ~ ~

“Yah .. y-ya”, aku meraih gelas Jiyong dan meminumnya. Donghae hanya menatap kosong ke arahku. Aku perlahan-lahan kehilangan akal gara-gara dua orang ini, argh! Aku benar-benar tidak pandai berbohong, ini adalah mengapa aku membutuhkan Bom ketika aku memperkenalkan Jiyong! Kami masih perlu untuk membuat cerita tentang bagaimana kita bertemu!

“Ia bahkan memasakkan makan siang untukku di apartemennya”, jawab Jiyong datar sambil memberi tanda ke pelayan untuk menambah satu minuman lagi.
Aku sangat panik sambil menggunakan KODE MORSE dengan mengetukkan jari-jariku di atas meja! Omo.. Jiyong TUTUP.. MULUT SINTINGMU! Donghae bahkan belum pernah menginjakkan kakinya di apartemenku! Ia pasti akan merasa curiga!

“Kau pernah berkunjung ke apartemennya?”

OH Astaga! Penglihatanku semakin kabur karena pengalaman menegangkan ini.

“Ya. Kau tidak pernah?”

“Tidak”

“Oh..”, balas Jiyong, dan ada sedikit kepuasan tersembunyi darinya, aku bisa merasakannya.

“Aku tidak tahu kau suka memasak, Dara”

“Dia sangat buruk dalam hal itu.”, Jiyong tertawa dan melirikku. Lancangnya orang ini! Aku akan mencincang anggota tubuhmu setelah ini. Aku bersumpah!

“Uhm, Jiyong hanya memintaku untuk memasakkan sesuatu untuknya … untuk merayakan persahabatan kami”

Untuk merayakan persahabatan kami!?! GAHHH! Bodoh! Bodoh! Bodoh! Bagaimana aku berakhir dengan omong kosong aneh itu?! Jiyong berusaha yang terbaik untuk tidak tertawa melihat wajah pucatku sementara Donghae terlihat lebih bingung dari sebelumnya.

“Untuk merayakan persahabatan kalian?”, Donghae bertanya dalam kebingungan, wajang Jiyong memucat karena tidak bisa menahan tawanya lagi.

Aku ingin meringkuk karena rasa malu yang sangat.

“Tidak. . maksudku …”, Aku tergagap dan sedang mencari kebohongan lainnya di otak tak bergunaku ketika ponsel Donghae berbunyi. Terima kasih ponsel!

Ia menariknya keluar dan membaca smsnya.

“Uh-oh Dara,. Salah satu server kami jatuh. Aku harus kembali ke kantor. Aku akan mengantarmu ke apartemenmu”, kata Donghae tergesa-tergesa.

“Tidak, tidak apa-apa aku bisa naik taksi.. Dan lagipula Jiyong denganku”, jawabku.

“Aku akan mengajakmu keluar lagi, neh?”

“Arasso”, aku tersenyum padanya.

“Senang bertemu denganmu Jiyong”, kata Donghae sebelum ia pergi.

Mengagumkan. Aku ditinggal sendirian dengan si brengsek. Aku menoleh padanya dan menatapnya dengan tatapanku yang berapi-api.

“JANGAN .. LAKUKAN .. ITU … LAGI!” Aku memukul lengannya untuk setiap kata.

“Lakukan apa?”, Ia dengan tenang bertanya.

“Kau membuat Donghae curiga karena mulut bocormu!”, Aku mendesis! Bisakah aku membunuhnya sekarang?

“Aku? Kaulah yang sangat buruk ketika berbohong”, katanya blak-blakan.

“Itu karena kau yang meyebabkannya mengajukan pertanyaan lebih, itu sebabnya aku bingung!”

“He-eh. Dan dan bagaimana tentangku yang memintamu memasak untuk merayakan persahabatan kita? Kau tidak pernah gagal untuk mengejutkanku dengan ide-ide funky-mu, Sandara Park”, ia tertawa kecil.

Aku melotot penuh bahaya padanya. Dorongan untuk memenggal Jiyong meningkat. Aku hanya meraih gelasku yang penuh berisi dengan alkohol-pembangkit keberanian.

“Kenapa kau tidak memperkenalkanku sebagai pacarmu? Bukankah ini alasan mengapa kau menyewaku di pertemuan pertama?”, tanyanya.

“Ini belum saatnya.”, Aku minum bir sambil bertanya pada diri sendiri tentang hal yang sama. Kenapa aku melakukannya?

“Kau menyukainya, kan?”, tiba-tiba Jiyong bertanya.

“<* Batuk batuk> APA?!”, beberapa bir mengalir keluar dari mulutku.

“Yep. Kau menyukainya”

“Tidaaak.”, aku tegas membantah.

“Bohong”

“Aku hanya tidak tahu bagaimana untuk memperkenalkanmu sebagai pacarku. Aku tidak pernah membayangkan hal itu terjadi dengan cara begini”, aku mendesah frustrasi.

“Lalu bagaimana kau membayangkan hal itu akan terjadi? Dengan lampu mencolok saat aku naik di panggung dan dihujani dengan kertas berwarna ditambah kembang api di latar belakangnya?? Atau apakah kau ingin aku untuk menyewa marching band dan masukkan tempat pesta di atas parade kuda? ”

“Jiyong …”

Aku sudah merasa seperti omong kosong total sekarang, aku tidak perlu dosis tambahan sarkasme. Dan demi Tuhan, aku tidak bisa membayangkan untuk memperkenalkan Jiyong sebagai pacarku di depan teman-teman kantorku saat ia naik di panggung dan dihujani dengan kertas berwarna

“Biarkan aku berpikir dengan jernih, oke? Aku hanya tidak siap untuk mengatakannya pada Donghae.?”, Aku mengistirahat wajahku di atas meja, benar-benar sedih. Apa yang terjadi dengan rencanaku? Bukankah aku menyewa pacar untuk menunjukkan Donghae bahwa aku bukan hanya sekedar tipe teman minum? Bahwa aku bisa menjadi pacar seseorang juga?

“Apa yang kau sukai dari orang itu sih?”, tanyanya.

Grrrr. Aku benar-benar ingin menghancurkan kaca di tengkoraknya! Ia seperti idiot yang tidak sensitif!

“Apa yang membuatmu berpikir aku menyukainya?”, gerutuku, menyautinya ketika aku berdiri. Tidak akan aku mengakui perasaanku tentang Donghae pada si brengsek yang sombong ini!

“Karena kalau ia tidak spesial, kau tidak akan begitu gigih untuk mengusirku”

Aku terdiam. Ia juga. Aku menurunkan tatapanku dan memutuskan untuk menenggelamkan diri dengan alkohol. Aku masih bisa merasakan mata Jiyong padaku.
“Jadi dia alasan sebenarnya mengapa kau menyewaku”, katanya setelah beberapa saat.

Aku merasa perutku membeku. Perasaan bersalah menyelimutiku, dan aku membencinya. Aku pikir aku mengambil cara pacar sewaan ini terlalu serius. Maksudku, aku tidak menjalin hubungan dengan Jiyong jadi aku tidak memiliki kewajiban apapun padanya, bukan?

“Apakah menurutmu hal-hal akan berubah setelah dia tahu bahwa aku pacarmu atau apakah kau pikir kau masih akan menjadi teman minumnya??”, Ia santai bertanya. Tapi itu memukulku di tempat yang sakit.

“Aku bahkan tidak perlu menjelaskan apa pun kepadamu. Kau harus senang karena aku masih menyewamu..”

Aku menggigit bibirku saat kata-kata itu keluar dari mulutku. Ekspresi Jiyong tak terbaca. FCK.

“Aku hanya berusaha untuk menjadi teman, Dara”, ia berdiri dan pergi.

____________________________________________________________

GD mengemudi, tenggelam dalam pikirannya sendiri. TOP, Youngbae, Daesung dan Seungri sudah pergi sesuai perintahnya. Ia jelas dalam suasana hati yang buruk sehingga keempatnya bahkan tidak perlu repot-repot bertanya tentang apa yang terjadi.

Begitu banyak hal yang berjalan di pikirannya. Ia setuju dengan ‘pacar sewaan’ karena ia bosan dan ia hanya ingin menghibur dirinya sendiri. Ia mengatakan pada dirinya sendiri ia hanya akan bermain sedikit dengan geek yang polos itu.

Sekarang organisasi Triad dalam kekacauan dan karena ia telah dikonfirmasi bahwa mereka menghadapi seorang sosok tak dikenal yang ingin memusnahkan anggota mereka, haruskah ia masih melakukan hal ini?

Mungkin sudah waktunya untuk berhenti melihat Dara …

Teleponnya berbunyi saat lampu merah menyala. Ia membaca sms dan mengerutkan dahi. Itu dari Dara.

hgriio ugio; iogsoigs’ai8

Tapi itu hanya beberapa huruf acak.

==

Kembali ke bar, beberapa menit sebelum GD menerima sms …

Semuanya terjadi begitu cepat. Ia hendak mengirim sms pada Jiyong untuk meminta maaf  atas ocehannya ketika sekelompok preman masuk dan mulai menyerang orang-orang yang duduk di meja dekatnya. Kegaduhan terjadi dan hal berikutnya yang ia tahu, ada botol terbang di mana-mana.

Dara bernapas dari mulutnya yang menganga. Hatinya yang bergemuruh saat ia merunduk di antara empat kaki meja bar saat seluruh bar dalam kekacauan komplit.

Ia hampir menangis saat ia mencoba meraih ponsel yang dijatuhkannya. Ia masih mencoba meraihnya ketika sebuah tangan meraih dan menariknya berdiri. Ketika Dara berdiri dan berhadapan dengan preman yang memegang pergelangan tangannya, ia menjerit kaget dan menginjak ponselnya.

-TBC-

Advertisements

47 thoughts on “MOBSTER FOR RENT : RENT 8 – DRINKING BUDDY

  1. cye ada yang cemburu nih
    ayo jiyong akui aja kalau kamu mulai jatuh cinta dengan dara
    omo…dara dalam bahaya
    ayo jiyong selamatkan dara

  2. Waktunya untuk cemburu nihh. Kemakan omongannya sendiri kan. Jiyong pasti suka sama dara unnie #fakta #agakmaksa. Jiyong cepet selamatin daraa unniee.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s